
Walaupun Google belum secara resmi merilis browser Chrome di Mac, tetapi mereka telah mengeluarkan versi developmentnya bagi user yang ingin mencobanya. Seminggu lebih ini kami telah mencoba versi development ini di salah satu mesin Mac kami. Hasilnya? Cukup memuaskan untuk browser yang tergolong baru ini.
Chrome merupakan browser buatan Google yang diluncurkan pertama kali pada bulan September 2009. Google Chrome ini bertumpu pada framework WebKit yang juga digunakan oleh browser Safari sebagai dasarnya. Sayangnya, semenjak peluncuran perdananya, Google secara resmi hanya mengembangkan versi Windowsnya saja.
Beberapa waktu yang lalu, Google meluncurkan versi development Chrome untuk sistem operasi Mac. Versi ini merupakan versi pengembangan sehingga belum terlalu stabil, walau bukan berarti tidak dapat digunakan. Tidak banyak perbedaan antara versi development di Mac ini dengan versi Chrome di Windows, baik dari segi penampilan maupun dari segi fungsi-fungsi umum yang ada.
Loading awal Chrome for Mac ini dapat dibilang cepat. Begitu juga dalam pembukaan suatu tab baru, tidak ada waktu jeda yang berarti. Chrome for Mac development version ini memiliki feature yang belum dimiliki oleh Google Chrome versi biasa, yaitu Extensions. Feature Extensions ini tidak jauh berbeda dengan feature Add ons di browser Firefox. Feature ini memungkinkan pengguna untuk menginstall fungsi-fungsi pihak ketiga untuk memperkaya fungsionalitas Google Chrome sendiri.
Anda juga dapat mengubah theme default Google Chrome dengan sejumlah besar pilihan yang telah disediakan oleh Google sendiri. Bahkan, jika Anda mengerti pemrograman, Anda dapat membuat theme sendiri.
Saat membuka sejumlah website, kami mendapatkan Google Chrome masih gagal dalam menjalankan beberapa fungsi Javascript pada website seperti Twitter, Feedly dan beberapa website lainnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat Google Chrome disebut-sebut sebagai salah satu browser tercepat dalam mengeksekusi kode Javascript. Hal ini mungkin terkait dengan status Chrome for Mac ini yang masih dalam tahap pengembangan. Kami berharap pada versi finalnya, Chrome for Mac dapat mengatasi masalah ini.

Pengunaan memory juga masih menjadi permasalahan. Seperti halnya Chrome versi defaultnya, Chrome for Mac ini menggunakan satu proses di memory untuk setiap tabnya. Maksudnya baik, agar setiap tab tidak menganggu tab lainnya bila ada masalah. Sayangnya, hal tersebut menambah overhead dari Chrome. Google Chrome memang cepat, tetapi agak boros resource memory.
Secara keseluruhan, Chrome for Mac sudah bekerja hampir sebaik “saudara kembar” nya di Windows. Hanya saja, masih ada bug-bug kecil yang harus diperbaiki sebelum Chrome merilis versi penuh untuk browsernya tersebut di sistem operasi Mac OS X. Sebelum itu terjadi, nikmati saja Google Chrome versi Windows lewat Boot Camp, VMWare, atau Parallels kalau memang Anda penasaran.
CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme.
walau telat, setidaknya bisa menambah seru persaingan antar browser. penguna internet diberi kebebasan mau menggunakan browser mana aja yang disuka