
Saat mengakses menu akan terlihat bahwa menu GX-20 tampak lebih moderen. Perbedaan lebih lanjut adalah feature Dynamic Range Optimization yang terdapat pada Pentax K20D tidak tersedia dalam GX-20. Selain itu, GX-20 tetap mempertahankan beragam feature unik yang terdapat pada Pentax K20D, seperti tombol RAW, mode TAv, dan “green button”.
Sensor produksi Samsung yang terdapat dalam Pentax K20D juga digunakan pada GX-20. Dengan resolusi 14,6 megapixel, sensor ini merajai pengujian lab kami di kelas semi-profesional. Seperti halnya pada K20D, sensor CMOS tersebut memiliki feature peredam getar terintegrasi yang dinamai Optical Image Stabilizer oleh Samsung. Penamaan ini agak aneh menurut kami karena julukan ini biasanya hanya diberikan pada peredam getar yang terintegrasi dengan lensa. Terlepas dari julukannya, sistem ini bekerja sama efektifnya dengan sistem yang terdapat pada Pentax.
Perbedaan lebih mendalam mulai terlihat saat pengujian dimulai. Sensor CMOS pada Pentax K20D merupakan salah satu sensor DSLR yang paling tinggi tingkat noise-nya (Lihat CFVd edisi 04-2008). Wajar, mengingat ukuran sensor dan kepadatan pixel di dalamnya. Meski begitu, K20D sangat unik karena mempertahankan ketajamannya sampai sensitivitas paling tinggi.
Pada GX-20, tingkat noise cukup jauh di bawah saudaranya.
Tentu saja ini disebabkan oleh algoritma noise reduction yang lebih agresif. Efek sampingnya tentu adalah nilai ketajaman hasil foto yang lebih rendah. Di semua sensitivitas nilai ketajaman GX-20 lebih rendah dibandingkan K20D meskipun tidak terpaut terlalu jauh. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Samsung semestinya dapat lebih mengoptimalkan sensor produksinya dengan image processor dan algoritma noise reduction yang lebih baik.

Pages: 1 2
CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme.