
Kami menyangka lensa makro dengan aperture f/2 hanya sebuah gimmick marketing. Ternyata, lensa Tamron ini merupakan salah satu lensa terbaik yang pernah kami coba. Pramanaya Tjokronegoro
Dua bidang fotografi yang banyak digemari akhir-akhir ini adalah portrait dan makro. Lensa terbaru dari Tamron, 60 mm f/2 Macro, menjanjikan memenuhi keduanya dalam satu lensa. Hampir semua lensa makro yang tersedia saat ini memiliki aperture maksimal f/2.8 atau lebih kecil. Karena itu, lensa ini memiliki keunggulan satu stop lebih cepat dari pesaingnya. Namun, ternyata lensa ini memberikan lebih banyak lagi.
Di bagian luar lensa tidak ada yang menandakan bahwa ada mekanisme khusus pada sistem autofokus lensa ini. Tetapi, ternyata Tamron 60mm memiliki sistem autofokus yang tidak menggerakkan ring fokus. Selain itu, fotografer dapat mengubah fokus kapan pun, sebuah feature yang disebut Full Time Manual. Feature ini sama dengan yang terdapat di lensa USM dan sangat berguna untuk pemotretan makro, di mana fokus yang presisi sangat penting.
Lebih jauh mengenai sistem fokus, bagian depan lensa tidak memanjang seperti lensa makro pada umumnya. Karena itu, lensa ini memiliki jarak ke objek paling panjang dibandingkan lensa makro lain yang sekelas. Hal ini membuatnya lebih fleksibel saat bekerja agar tak terlalu dekat dengan objek. Sayangnya, kinerja AF sangat pelan meskipun kami pasangkan dengan salah satu DSLR tercepat, Canon 1D Mark 4.
Ya, Anda tidak salah baca. Tamron 60 mm ini sebenarnya dirancang untuk DSLR dengan crop factor 1,5x, tetapi ternyata dapat berfungsi sempurna di EOS 1D yang memiliki sensor crop factor 1,3x. Hal ini membuatnya lebih fleksibel untuk penggunaan lain di luar pemotretan makro.

Lebar: Ring fokus lebar memudahkan pengendalian fokus secara presisi
Pages: 1 2
CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme.