Logo CHIP.co.id

Kemampuan Full HD di Bawah 7 Juta

Durasi Dobel: Walaupun JVC HM200 tidak memiliki internal memory, dua slot kartu memastikan kapasitas rekaman yang layak.

Durasi Dobel: Walaupun JVC HM200 tidak memiliki internal memory, dua slot kartu memastikan kapasitas rekaman yang layak.

Durasi Dobel: Walaupun JVC HM200 tidak memiliki internal memory, dua slot kartu memastikan kapasitas rekaman yang layak.

Durasi Dobel: Walaupun JVC HM200 tidak memiliki internal memory, dua slot kartu memastikan kapasitas rekaman yang layak.

JVC GZ-HM200

Sama seperti Sony dan Panasonic, JVC menggunakan AVCHD codec untuk kompresi. Data rate maksimum sebesar 24 Mbit/detik, yang memberikan efek positif pada kualitas gambar saat bergerak atau panning. JVC dapat merekam dengan lensa zoom berkat 20x zoom. Sayangnya, ketajamannya akan berkurang saat zooming maupun cahaya lemah. Secara keseluruhan, gambarnya terlihat natural, karena warna pada JVC hanya mengabur saat cahaya lemah saja. Microphone yang ada dapat mengatasi berbagai frekuensi suara, terutama pada nada tinggi. JVC satu-satunya yang memiliki dukungan lewat Internet maupun portable. Film dapat di­transfer dari PC ke YouTube, iTunes, iPod, atau DVD burner eksternal hanya dalam sentuhan satu tombol.

Sanyo VPC-FH1

Jika dinilai secara optikal saja, Sanyo akan meninggalkan pesaingnya berkat layar 3 incinya. Namun, resolusi yang lebih tinggi dan ketajamannya yang dinilai. Menunya sedikit berlebihan pada fungsi foto maupun video. Seperti fungsi self timer atau stabilizer foto pada saat perekaman video. Bahkan software yang tersedia hanya dapat untuk membakar DVD dalam kualitas standar. Namun, penyebab Sanyo berada di peringkat terakhir pada pengujian ini karena ketajamannya yang buruk. Nilai resolusinya lebih cocok untuk kualitas SD ketimbang HD. Alat ini dapat merekam sampai 24 Mbit/detik pada 60 gambar per detik pada format MPEG4 yang boros data. Hal ini dapat menjadi masalah untuk beberapa player maupun perangkat editing tertentu. Walau demikian, hasilnya masih tergolong baik dalam kondisi cahaya lemah, dan Sanyo tetap dapat menampilkan warna de­ngan baik, walaupun masih terdapat artifak dan noise.

Kesimpulan

Pendatang baru di HD memberikan performa hebat dengan harga terjangkau. Kama

? Hasil tes kali ini cukup bagus. Mereka hanya memiliki harga sepertiga atau bahkan separuh dari model kelas atasnya, dan memberikan pemula pada HD berbagai fungsi dan ketajaman yang cukup, paling tidak dalam kondisi cahaya terang. Sony CX105 adalah pemenang tes, Anda dapat bersenang-senang dengan fungsi inovatifnya. Jika feature penting bagi Anda,  Panasonic SD10 cocok. Ketajaman ekstra pada Samsung H100 membuatnya cukup diperhitungkan.

cam10
JVC GZ-HM200 (Sekitar Rp. 5 juta) – Tajam dan Mudah Dibagi

JVC menghasilkan rekaman video yang paling tajam dan menampilkan gerakan maupun panning tanpa adanya artifak sampai pada batas tertentu, berkat tingginya data rate. Anda juga dapat me­ngirimnya ke YouTube dan iTunes hanya dalam satu tombol.

+ Sedikit artifak pada saat panning, bisa upload langsung ke YouTube.
- Gambar hambar dalam kondisi cahaya lemah, pengoperasian sulit.

cam11
Sanyo VPC-FH1 (Sekitar Rp. 3,9 juta) – Film dan Foto

Sanyo terlihat berbeda dari lainnya dari banyak aspek, seperti
“Dual Cam” yang dapat mengambil foto beresolusi tinggi. Kompresi dengan MPEG4 ketimbang AVCHD dan merekam 60 gambar per detik. Sayangnya ketajamanvideo full HD kurang baik.

+ Layar besar, gambar terang walau cahaya lemah.
- Ketajaman di bawah rata-rata,menu yang membingungkan.

cam12-small
Klik Gambar jika ingin diperbesar!!!

Pages: 1 2 3


4,189 Views | Comments Off | Permalink
CHIP Team CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme.

Share with others: Share

Comments are closed.