CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme. 
Tripod adalah salah satu peralatan yang penting fotografer. Karena itu, memilih tripod sebaiknya dilakukan secara teliti. CFVd berhasil melakukan pengujian terhadap sejumlah tripod yang bisa dijadikan referensi sehingga Anda dapat memilih dengan tepat.
Sebagian fotografer mungkin berpikir bahwa fungsi tripod dapat digantikan oleh feature image stabilizer yang sekarang ini sudah berkembang sangat baik. Namun, pada situasi di mana akurasi komposisi dan posisi kamera yang benar-benar stabil sangat penting, keberadaan tripod tetap tidak tergantikan. Terutama saat pemotretan dilakukan di situasi minim cahaya atau di malam hari.
Aplikasi lain yang sangat membutuhkan tripod di era fotografi digital adalah teknik HDR (High Dynamic Range). Dalam teknik tersebut diperlukan sejumlah gambar yang diambil dengan pencahayaan yang berbeda-beda tanpa perubahan posisi kamera sedikitpun. Untuk memastikan posisi kamera tidak berubah maka diperlukan sebuah tripod. Selengkapnya »

Kamera ini mencoba untuk menyatukan kelebihan dari dua dunia yang berbeda, DSLR dan kamera compact. Tes kami menunjukkan bahwa GXR belum bisa menyatukan seluruh kemudahan dari dua kelas kamera tersebut sekaligus. Donovan Dennis (VTP)
Ricoh memberikan inovasi baru dengan memproduksi seri GXR dengan konsep pergantian modulnya yang merupakan konsep yang cukup berani. Bentuk dengan dimensi kamera compact dibuat untuk mengakomodasi kelebihan SLR dengan kualitas gambarnya. Kelebihan dari dua dunia ini bila berhasil disatukan memang akan membawa dampak yang sangat menjanjikan. Hal ini yang akan CFVd buktikan di halaman halaman berikut melalui tes di lapangan dan lab. Para peneliti di Ricoh sudah berhasil mengeliminasi kekurangan dari SLR dan kamera compact dengan cara memisahkan sensor dan menyatukannya di modul lensa. Dalam satu sisi, lensa dapat diganti sekaligus dengan tipe sensornya. Hal ini yang membuat fleksibilitas kamera ini menjadi lebih baik dibanding kamera compact lainnya. Selengkapnya »

Lensa prime adalah sebutan bagi lensa yang tidak memiliki focal length variabel. Meskipun harganya sangat variatif, kualitasnya biasanya sama tingginya. Pram (BH)
Banyak fotografer sulit lepas dari lensa zoom. Selain fleksibel, lensa zoom mengurangi kemungkinan sensor kotor karena tidak mengharuskan penggantian lensa. Namun, lensa zoom juga memiliki kekurangan. Tipe lensa zoom yang terjangkau biasanya memiliki aperture kecil. Hal ini menyulitkan pemotretan di tempat gelap dan juga membatasi rentang DOF. Distorsi juga selalu membayangi lensa tersebut. Sebaliknya, lensa zoom dengan kualitas tinggi dan aperture lebar f/2,8 biasanya berat, besar, dan sangat mahal. Selengkapnya »

Penerus D3 ini tidak hanya muncul dengan penambahan fungsi video dalam format HD, tetapi juga memiliki fitur ISO yang luar biasa hingga 102,400. Donovan Dennis (VBH)
Pada saat pertama kali Nikon memperkenalkan produk baru D3s di konferensi pers di Eropa, para wartawan dan pengunjung yang hadir sangat terkesima dengan data teknis yang menyebutkan angka ISO hingga 102.400. Topik ini kemudian banyak dibahas dan minimbulkan opini orang-orang bahwa ISO sedemikian hanyalah merupakah taktik marketing belaka. Akan tetapi, setelah produk ini mendarat di pasaran dan singgah di lab kami, tingkat sensitivitas ISO yang sedemikian benar adanya. Bahasan tentang hal ini akan kami buktikan di dua halaman berikutnya. Walaupun demikian, jika D3s dan D3 dibandingkan, maka Anda tidak akan menemui perbedaan yang sangat mencolok di keduanya. Secara tampak luar memang terdapat perubahan pada tombol di bodi, tapi perubahan itu tidaklah mengubah secara drastis desain yang memang sudah sangat nyaman dari generasi sebelumnya. Selengkapnya »

Setiap tahun, redaksi FOTO-VIDEO digital menerima lebih dari 1.000 produk baru yang berkaitan dengan peralatan fotografi untuk diuji. Berikut ini kami menyajikan hasil pengujian laboratorium untuk beberapa kamera saku terbaru.
Setiap bulan, hasil pengujian kamera compact digital terbaru selalu disajikan oleh redaksi CHIP FOTO-VIDEO digital untuk Anda. Ini selalu dilakukan tim CHIP FOTO-VIDEO digital dengan sepenuh hati supaya Anda mendapatkan informasi yang lebih cepat, tepat, dan lengkap. Setiap kali kamera baru tiba, tim di laboratorium CHIP FOTO-VIDEO digital bergegas mengujinya secara menyeluruh untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Kemudian, tim CHIP FOTO-VIDEO digital akan menyajikan rangkuman pengujian tersebut dalam bentuk yang ringkas dan padat agar lebih mudah untuk dipahami. Dengan demikian, Anda dapat menemukan informasi terpenting tentang sebuah kamera digital. Selengkapnya »
Lima pabrikan ternama telah menambah jajaran camcorder berjenis Full HD mereka dengan harga yang terjangkau. CFVd mengujinya dengan rasio harga dan performa. Kama (MB)
Baru tahun lalu ketika Panasonic, Sony, dan pabrikan lainnya, memasang harga kurang lebih sebesar 13 juta untuk camcorder dengan resolusi 1920×1080 pixel. Tahun ini, Anda dapat mendapatkan model compact di pasaran dengan harga kurang dari 7 juta. Bahkan camcorder dengan harga terjangkau ini juga memiliki feature canggih seperti Face Detection. Namun, hanya sebagian dari feature saja, sedangkan sebagian lainnya fokus pada ukuran sensor. Berdasarkan dari perhitungan penilaian ketajaman gambar kami, hasilnya cukup rumit. Samsung dan Sony cukup mengagumkan dengan resolusi hitam dan putih mereka, dan berada di urutan atas dari model ini. JVC memperoleh penilaian yang cukup, sedangkan Panasonic dan Sanyo sedikit tertinggal di belakang. Namun, Panasonic SD10 tetap meraih peringkat kedua dalam hasil tes, berkat pengoperasiannya dan feature-nya.Sangat cocok untuk semua yang serius dalam membuat film. Tapi, Sony CX105 yang meraih penghargaan terbaik secara keseluruhan. Karena ia adalah satu-satunya camcorder yang tidak hanya bisa merekam ke memory card, namun juga memiliki internal memory sebesar 8 GB. Selengkapnya »
Kritik membangun dan koreksi terhadap kekurangan atau kesalahan dalam foto yang dikirimkan ke redaksi untuk mengikuti CFVd Photo of the Month Contest. Kama Adritya
Ray Bachtiar,
Seorang teman pernah bertanya, apa syarat paling utama untuk bisa memenangkan sebuah kompetisi?
Pertanyaan yang sangat menarik. Jawaban saya yang pertama adalah sebaiknya calon peserta taat pada syarat dan aturan yang diajukan panitia. karena hal sepele bisa menggugurkan karya kita. Kedua, sebaiknya karya yang dikirimkan sesuai dengan tema yang diajukan panitia. Tapi, jika kompetisi foto yang diikuti tidak punya tema seperti Photo of The Month, maka kita dituntut untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengirimkan karya. Mungkin ini cukup melelahkan. Tapi inilah kunci awal untuk menjadi seorang pemenang karena riset merupakan gambaran dari keseriusan yang tercermin dalam sikap. Selengkapnya »

Lensa ultrazoom dengan zoom belasan kali dan tele panjang sudah banyak tersedia. Karena itu, Tokina mencoba inovasi baru. Bukan lebih panjang, tapi lebih lebar. Pramanaya
Enam belas setengah seratus tiga lima milimeter. Itulah cara paling singkat untuk mendeskripsikan tipe lensa ini. Focal lengthnya terasa aneh karena bukan angka bulat. Namun terlepas dari itu, Tokina AT-X 16,5-135mm DX adalah lensa yang menarik. Selengkapnya »

Kami menyangka lensa makro dengan aperture f/2 hanya sebuah gimmick marketing. Ternyata, lensa Tamron ini merupakan salah satu lensa terbaik yang pernah kami coba. Pramanaya Tjokronegoro
Dua bidang fotografi yang banyak digemari akhir-akhir ini adalah portrait dan makro. Lensa terbaru dari Tamron, 60 mm f/2 Macro, menjanjikan memenuhi keduanya dalam satu lensa. Hampir semua lensa makro yang tersedia saat ini memiliki aperture maksimal f/2.8 atau lebih kecil. Karena itu, lensa ini memiliki keunggulan satu stop lebih cepat dari pesaingnya. Namun, ternyata lensa ini memberikan lebih banyak lagi. Selengkapnya »

Tidak banyak orang yang mengerti mengapa seseorang rela mengeluarkan banyak uang untuk sebuah kamera yang tidak memiliki autofokus seperti Leica M. Kami pun bertanya-tanya. Untuk mencari jawabnya, CFVd mencoba Leica M9. Pram Tjokronegoro
Kamera ini terasa berat di tangan. Bobotnya sebenarnya tidak terlalu berat, setara dengan DSLR kelas pemula. Namun, bentuk Leica M9 yang rata tanpa grip sama sekali mempersulit handling. Bentuk ini hampir tak diubah dari bentuk M6 25 tahun lalu untuk mempertahankan originalitas. Dan penggemar Leica begitu menyukainya sampai rela membelinya, meskipun harganya mahal.
Selengkapnya »