CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme. 
Mengikuti permintaan pasar, Olympus meluncurkan tipe kamera Micro Four-Thirds yang dilengkapi internal flash. Tetapi di luar perkiraan, ternyata kamera tersebut memiliki banyak feature profesional. Pramanaya
Rumor mengenai kamera Pen Digital yang dilengkapi flash sudah lama beredar di banyak situs. Menjelang peluncurannya, spesifikasi lebih detail mulai terkuak, yaitu bahwa tipe ini adalah seri baru untuk pengguna pemula. Banyak pengguna E-P1 dan E-P2 menyangka bahwa tipe terbaru ini akan “dikebiri” feature-featurenya karena harganya lebih terjangkau. Namun tak dinyana, kamera yang bernama E-PL1 ini memiliki nyaris semua feature pada E-P2 ditambah beberapa feature baru.
Selengkapnya »


EOS seri 1D sangat terkenal di kalangan foto jurnalis sport. Tetapi, 1D Mark III mengalami permasalahan pada autofokusnya. Bagaimana dengan penerusnya? Pramanaya
Kami masih ingat saat pertama kali mencoba EOS 1D Mark IV beberapa bulan lalu. Saat itu, CFVd mendapat preview kamera tersebut sebelum tanggal peluncurannya. Ada banyak pengembangan baru pada sistem autofokus dan sensor. Namun, kami cukup dibingungkan dengan feature perekaman videonya. Mengapa sebuah kamera profesional yang populer di kalangan foto jurnalis perlu feature movie? Pengguna kamera ini tentu merupakan fotografer profesional yang sudah bergelut lama di bidangnya. Kebanyakan dari mereka bahkan menolak dengan keras adanya feature video dalam kamera yang mereka gunakan. Selengkapnya »

Dalam hal kekuatan dan daya tahan, bodi Olympus MJU-Tough 6010 adalah yang terbaik. Kekuatan bodinya mampu melindungi kamera saat jatuh dari ketinggian 1,5 m. Namun yang paling penting, bodi kamera ini dirancang untuk pemotretan di situasi ekstrem. Anda dapat melakukan pemotretan di bawah air tanpa harus menggunakan water case lagi. Semua celah kamera sudah dilindungi dengan seal antiair dengan sangat baik. Namun, sebagai kamera saku, dimensi kamera ini terbilang cukup besar sehingga kurang nyaman saat disimpan ke dalam saku.
Dalam hal mekanisme pengoperasian, MJU-Tough 6010 dari Olympus mempertahankan konsep lama. Hampir semua parameter penting kamera memiliki tombol tersendiri. Walaupun terkesan sedikit kuno, konsep ini masih yang paling nyaman dan mudah digunakan. Tombol putar untuk mode pemotretan terasa lebih lazim untuk pengguna pemula. Menu untuk kompensasi pencahayaan, autofokus, flash, dan timer diatur lewat tombol Cross Menu. Sedangkan pengaturan ISO, white balance, metering, dan resolusi diatur lewat Function.
Selengkapnya »

Kalau hanya melihat bodinya, dimensi Kodak EasyShare M381 memang kurang menarik. Dibanding kamera digital saku yang banyak beredar saat ini, ukurannya terlalu besar. Dengan panjang lebih dari 10 cm dan tebal 2 cm, kamera ini tidak nyaman kalau disimpan ke dalam saku.
Daya tarik yang ditawarkan kamera ini terletak pada resolusi, lensa, dan layar LCD-nya. Dengan resolusi efektif 12,4 Megapixel, resolusi M381 sedikit di atas rata-rata. Lensanya ditawarkan dengan kemampuan 5x zoom optik. Cakupan lensa yang luas membuatnya cocok digunakan dalam perjalanan. Sayangnya, M381 tidak dilengkapi dengan sisi wide angle. Sedangkan layar LCD-nya sudah menggunakan standar 3,0 inci. Untuk menghemat konsumsi baterai, kecerahan LCD dapat diatur ke mode “Power Save”. Selengkapnya »

Casio EX-G1 adalah salah satu kompetitor dari MJU-Tough 6010. EXG1 juga dirancang untuk pemotretan di situasi ekstrem. Kamera ini juga dilengkapi dengan bodi yang kokoh dengan feature tahan air. Yang membedakannya dengan MJU-Tough 6010, EX-G1 memiliki dimensi yang jauh lebih tipis dan bobot yang lebih ringan. Karena itu, EX-G1 terasa nyaman saat disimpan ke dalam saku. Kamera ini juga memiliki tampilan yang cukup cantik. Sayangnya, lensanya tidak dilengkapi dengan proteksi yang memadai. Karena itu, Anda perlu lebih berhati-hati saat menyimpan kamera ini supaya optik bagian depannya tidak sampai tergores.
Casio menerapkan konsep pengoperasian yang lebih sederhana pada EX-G1. Parameter kamera yang dapat diatur sangat terbatas. Bahkan, fasilitas untuk mengatur white balance dan kompensasi pencahayaan yang biasa ditemukan pada kamera digital saku pun tidak tersedia. Parameter yang bisa diatur hanya sebatas resolusi, metering, flash, dan ISO. Bisa dikatakan, EX-G1 adalah kamera dengan konsep otomatis. Selengkapnya »

Solusi pertama supaya selalu nyaman saat melakukan pemotretan adalah dengan membawa peralatan seperlunya. Namun, peralatan tersebut sebaiknya disimpan dengan tas yang tepat supaya kenyamanan tetap terjaga.
Sesuai namanya, Photo Runner 100 ditujukan untuk fotografer yang dinamis. Tas ini dirancang dengan desain yang ramping. Lebih ramping dibanding tas kamera bahu yang saat ini banyak beredar di pasaran. Sedangkan untuk mengakomodasi kapasitasnya, Photo Runner 100 dibuat lebih memanjang.
Selengkapnya »

Fotografer kerap kali membutuhkan kamera saku sekelas DSLR sebagai alternatif yang lebih ringan. Dengan perkembangan teknologi, kebutuhan ini baru mulai dapat dipenuhi sekarang ini. Namun, benarkan kamera saku dapat menyamai DSLR? Tes kami kali ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Text & Foto: Benno Hessler, Alih Bahasa: Pramanaya
Setelah stagnan cukup lama karena harga DSLR yang menukik, kini kamera saku high-end kembali menarik minat fotografer. Canon PowerShot G11 dan Sony HX1 adalah contoh tipe kamera tersebut– yang sering disebut juga kamera prosumer. Keduanya memiliki feature yang hanya bisa didapat di produk premium DSLR dan mengusung teknologi fotografi digital tercanggih. Keduanya juga ditawarkan dengan harga sangat tinggi, mencapai kisaran enam juta rupiah. Padahal, EOS 1000D berikut lensa kit 18-55mm IS dapat Anda miliki tanpa perlu mengeluarkan uang lebih dari lima juta rupiah. Lalu, mengapa kamera prosumer masih perlu dilirik?
Tidak semua orang menyukai lensa yang dapat ditukar, dan banyak pengguna hanya menginginkan hasil foto baik dari kamera yang mudah digunakan. Canon G11 menjanjikan hal ini, namun masih menyisakan pertanyaan, “Apa benar kualitasnya dapat menyamai DSLR?”. Di akhir pengujian ini, Anda akan menemukan jawabannya. Selengkapnya »

Lensa makro adalah lensa prime yang dirancang untuk membuat objek kecil menjadi besar. Namun, lensa ini juga sangat digemari sebagai lensa portrait. Pramanaya Tjokronegoro
“Apa bedanya lensa makro dengan lensa biasa?”, sebuah pertanyaan yang kadang dilontarkan fotografer. Memang, Anda masih bisa memotret bunga, serangga, atau benda kecil lainnya dengan lensa zoom. Namun, pemotretan dengan jarak dekat mengacaukan ketajaman lensa pada umumnya sehingga foto Anda terlihat soft. Lensa makro tidak hanya dapat memotret dengan jarak lebih dekat, tetapi memang dioptimalkan ketajamannya untuk pemotretan pada jarak tersebut. Hasilnya, selain perbesaran lebih tinggi, ketajaman foto juga tinggi. Namun, ini bukan berarti Anda tak dapat menggunakan lensa makro untuk memotret di jarak normal. Selengkapnya »

Setiap tahun, redaksi FOTO-VIDEO digital menerima lebih dari 1.000 produk baru yang berkaitan dengan peralatan fotografi untuk diuji. Berikut ini kami menyajikan hasil pengujian laboratorium untuk beberapa kamera saku terbaru.
Setiap bulan, hasil pengujian kamera compact digital terbaru selalu disajikan oleh redaksi CHIP FOTO-VIDEO digital untuk Anda. Ini selalu dilakukan tim CHIP FOTO-VIDEO digital dengan sepenuh hati supaya Anda mendapatkan informasi yang lebih cepat, tepat, dan lengkap. Setiap kali kamera baru tiba, tim di laboratorium CHIP FOTO-VIDEO digital bergegas mengujinya secara menyeluruh untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Kemudian, tim CHIP FOTO-VIDEO digital akan menyajikan rangkuman pengujian tersebut dalam bentuk yang ringkas dan padat agar lebih mudah untuk dipahami. Dengan demikian, Anda dapat menemukan informasi terpenting tentang sebuah kamera digital. Selengkapnya »

Nama Marumi telah lama identik dengan filter. Namun, untuk mengikuti arus perkembangan fotografi, Marumi mulai melebarkan sayapnya dengan memproduksi flash. Dengan Dual Intelligent Speedlight Di980, flash terbaru dari Marumi yang terdiri dari standard flash dan macro ring flash, fungsi flash tersebut menjadi lebih fleksibel. Sri Sadono.
Sebagai flash utama, standard flash dari Di980 dipasang di hot shoe kamera. Sedangkan macro ring flash dipasang dengan menggunakan ring pada lensa. Saat tidak melakukan pemotretan makro, macro ring flash-nya dapat dilepas, standard flash dapat digunakan secara terpisah sebagai flash biasa. Namun, saat ingin menggunakan macro ring flash, standar flash harus dipasang karena sumber energi untuk macro ring flash mengambil dari standard flash Di980. Koneksi antara keduanya dilakukan dengan menggunakan kabel yang dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Empat baterai alkaline tipe AA yang digunakan pada Marumi Di980 dapat digunakan untuk melakukan lebih dari 120 pemotretan. Selengkapnya »