
Olympus kembali menghadirkan generasi ketiga SLR profesional, dalam bentuk Olympus E-5. Olympus memperkenalkan pertama kali kepada dunia dengan kamera Four Thirds pada E-1 di bulan Juni 2003, lalu pada empat tahun kemudian dihadirkan Olympus E-3. Keberadaan Olympus E-3 sementara mengambil alih E-1 dengan berbagai fitur menariknya, dan kehadiran E-5 kembali menghangatkan pilihan menarik yang tentunya terjadi peningkatan dari seri E pendahulunya. Read the rest of this entry »
2010 akan menjadi tahun yang baik untuk Olympus karena hari ini, Rabu 3 Februari, produsen kamera terkemuka tersebut meluncurkan kamera Micro Four-Thirds (MFT) E-PL1. E-PL1 melengkapi jajaran kamera mirrorless seperti Olympus E-P2 dan Panasonic GF1. Kamera ini ditawarkan dengan harga mulai $599, tapi memiliki banyak feature profesional.

Kamera-kamera terbaru terus saja bermunculan, FOTO-VIDEO digital berusaha mengenali satu-persatu kamera tersebut untuk menjabarkannya kepada Anda.
Hampir semua produsen dengan gencar berusaha menawarkan kamera berlabel baru kepada Anda. Masalahnya, beberapa dari mereka tetap saja berkutat pada masalah yang sama. Padahal, kompetitornya sudah mulai menemukan inovasi yang tepat untuk untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada kamera pendahulunya. Tentunya, Anda tidak ingin salah memilih, bukan?
Pada umumnya, kamera-kamera terbaru saat ini mulai memperhatikan masalah kenyamanan saat digunakan. Ini dibuktikan dengan banyaknya kamera kompak yang merancang grip khusus yang jarang dijumpai pada kamera-kamera kompak sebelumnya. Hanya saja, ini kurang begitu penting. Yang terpenting dari kamera digital tetap saja pada kualitas gambar dan fasilitas yang ditawarkannya.
Seperti sebelumnya, kemampuan masing-masing kamera baru tersebut akan CVFd jabarkan secara ringkas – berbobot – dan jelas. CFVd yakin bahwa informasi-informasi ini akan sangat berguna bagi Anda untuk menentukan pilihan akan sebuah kamera digital compact. Jangan sampai salah memilih, karena pilihan tersebut akan berpengaruh pada kualitas rekaman momen-momen indah di kehidupan Anda.
Read the rest of this entry »

Hampir setiap tahunnya, redaksi FOTO-VIDEO digital menerima lebih dari 1.000 produk baru yang berkaitan dengan peralatan fotografi untuk diuji. Berikut ini disajikan hasil pengujian laboratorium untuk beberapa kamera saku terbaru.
Setiap bulannya, nilai hasil pengujian kamera digital terbaru selalu disajikan oleh redaksi FOTO-VIDEO digital untuk Anda. Ini selalu dilakukan oleh tim FOTO-VIDEO dengan sepenuh hati untuk membantu Anda mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan lengkap. Setiap kali ada kamera baru, FOTO-VIDEO bergegas untuk mengujinya secara menyeluruh untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Kemudian, FOTO-VIDEO akan menyajikan rangkuman pengujian tersebut dalam bentuk yang lebih ringkas supaya lebih mudah untuk dipahami. Dengan demikian, Anda dapat menemukan informasi terpenting dari apa yang FOTO-VIDEO digital berikan.
Untuk bulan ini, pilihan yang akan Anda buat mungkin lebih sulit dari biasanya. Ini terjadi karena masing-masing kamera saku yang diuji memiliki daya tarik yang kuat. Pilihlah dengan hati-hati, dan jangan terburu-buru! Bayangkan Anda sedang memilih seorang teman sejati yang akan menemani ke mana saja Anda pergi. FOTO-VIDEO yakin bahwa salah satu di antara kamera-kamera ini akan mampu memuaskan hati Anda. Selamat memilih!

Pada model terbaru seri Z-nya, Fujifilm mulai memberikan feature video untuk pertama kalinya.
Desain:Dengan model tutup lensa geser, rancangan bodi sylish Z20fd masih mirip dengan pendahulunya. Bodi yang tipis tersedia dalam pilihan warna hitam, hijau muda, merah, biru, dan pink.
Feature: Feature Z20fd kurang mengesankan. Focal length lensa-nya masih ekuivalen dengan lensa 35 – 105 mm. Resolusi LCD 2,5 inci masih 150.000 pixel. Di samping itu, Z20fd tidak memiliki image stabilizer optik. Yang menarik dari Z20fd adalah adanya feature untuk menggabungkan beberapa file video berdurasi pendek menjadi satu file film.
Pengoperasian: Struktur menu cukup baik dan mudah dimengerti oleh pemula. Hanya saja, untuk melihat hasil gambar, reproduksi gambar di LCD cukup makan waktu untuk beralih ke gambar berikutnya. Fungsi video juga sedikit mengecewakan. Video hanya dihasilkan dalam kualitas VGA dan rekaman suara dihasilkan dalam kualitas mono. Selain itu, selama merekam video, Anda tidak bisa menggunakan feature zoom. Read the rest of this entry »

Bodi metal Olympus FE-280 sangat tipis. Saat FOTO-VIDEO digital mengujinya di lapangan, kamera ini tidak terlalu menonjol kalau harus disimpan di saku. Menurut beberapa orang yang dimintai pendapat oleh FOTO-VIDEO digital tentang tampilan Olympus FE-280, desain dan sentuhan akhirnya sangat cantik.
Sebagai kamera ultra-slim, keberadaan feature dan tombol menu juga sangat terbatas. Tetapi, keberadaan tombol putar di belakang bodi yang khusus berisi pilihan mode pemotretan sangat membantu pengguna awam. Hanya saja, untuk dapat menggunakan semua mode pemotretan yang ada kadang dibutuhkan aksesoris tambahan. Misalnya, untuk menggunakan mode pemotretan Under Water Wide1 dan Under Water Wide2, Anda harus melengkapi kamera ini dengan Under Water Case PT-038. Bagi pengguna amatir, ini bukan pilihan yang bagus. Kalau Olympus memperkaya lagi pilihan scene mode-nya, kamera ini akan lebih menarik lagi. Hanya saja, mode shake reduction pada FE-280 bekerja dengan cara menaikkan sensitivitas sensor kamera ke ISO yang lebih tinggi. Jadi, jangan kaget kalau kualitas gambarnya turun saat memotret dengan mode ini. Di ISO 400, noise mulai mengganggu. Read the rest of this entry »
Jajaran DSLR kelas atas dunia baru saja mengalami regenerasi. Tentu saja, kami sangat antusias menguji kamera-kamera tersebut head-to-head untuk melihat siapa yang layak menyandang gelar DSLR terbaik di dunia.
Pramanaya Tjokronegoro

Tahun 2008 diawali dengan sangat baik oleh industri kamera digital. Belum pernah sebelumnya kami melihat begitu banyak inovasi kamera digital dalam kurun waktu yang sangat singkat. Canon, Nikon dan Olympus dengan sangat gigih berusaha memenangkan hati pengguna dengan beragam fature menarik, kemudahan penggunaan kamera dan, tentu saja, hasil foto luar biasa. Pengujian tipe DSLR teratas kali ini akan menunjukkan siapa pemenang pertarungan tersebut.
Secara berturut-turut, Canon EOS-1D Mark III, the Canon EOS-1Ds Mark III, the Nikon D3, the Nikon D300 dan Olympus E-3 harus menunjukkan kelebihannya masing-masing. Namun, kami juga mengemukakan kekurangan yang dapat kami temukan.
Tingkat noise, resolusi, dan akurasi reproduksi warna merupakan tiga kriteria terpenting dalam menguantisasi kualitas gambar. Kami menempatkan hasil pengujian setiap kamera berdampingan satu sama lain sehingga Anda dapat membandingkannya dengan lebih baik. Read the rest of this entry »
Dalam setiap tahun, FOTO-VIDEO selalu mendapatkan kamera-kamera saku terbaru untuk dites. Dalam edisi ini, mungkin ada salah satu pilihan ideal untuk Anda. Berikut ini rangkuman tes kamera saku terbaru dari FOTO-VIDEO.
Memang sangat sulit untuk menemukan kamera yang sempurna. Terlebih lagi di kelas kamera saku. Kalaupun ada yang mendekati sempurna, dipastikan harganya sangat tinggi. Yang mungkin Anda lakukan adalah memilih kamera yang ideal. Kamera yang sesuai dengan kebiasaan Anda memotret dan sesuai dengan kemampuan kantong Anda.
Dalam pengujian kali ini, FOTO-VIDEO mendapatkan beberapa kamera saku baru dengan kemampuan mega-zoom yang istimewa. Kalau Anda suka dengan aktivitas olahraga dan aksi, mungkin ini pilihan yang baik untuk Anda. Di edisi ini, FOTO-VIDEO menguji kamera-kamera dengan optical zoom tinggi seperti Olympus SP-560 UZ, Sony Cybershot DSC-H3, dan Pentax Optio Z10.
Tetapi, kalau Anda lebih memperhatikan kualitas gambar dan tidak terlalu mempermasalahkan soal kemampuan optical zoom-nya, Anda bisa memilih Nikon Coolpix P50. Read the rest of this entry »
Di awal tahun 2008 ini, semua tim CFVd bekerja dengan membawa gairah dan harapan baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, hasil pengujian lab CFVd menghadirkan hasil tes yang pasang-surut. Kadang hasil tes kamera pendahulunya menunjukkan kualitas sangat bagus, kamera terbarunya malah mengalami penurunan. Semoga kesalahan seperti ini tidak terjadi lagi di tahun 2008 ini.
CFVd berharap produsen lebih memahami lagi apa yang menjadi keinginan pengguna kamera. Dengan demikian, mereka hanya akan mengeluarkan kamera baru yang benar-benar berkualitas. Tes kamera saku untuk edisi awal tahun ini akan menjadi pijakan, apakah pengembangan teknologi fotografi telah dikembangkan ke arah yang seharusnya.
Walaupun kamera saku yang CFVd uji kali ini tidak terlalu banyak, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk langkah selanjutnya. Dengan segenap usaha, kami menghadirkan kamera awal tahun berikut ini kepada Anda para pembaca CVFd.
