
Belakangan ini, sudah semakin banyak perusahaan yang mulai mengadopsi teknologi Komputasi Awan. Panasonic Corporation, contohnya. Mereka baru-baru ini mengumumkan penggunaan Komputasi Awan dengan mengadopsi serangkaian teknologi kolaborasi dari IBM LotusLive. Dengan adanya teknologi ini, Panasonic berharap dapat memudahkan komunikasi karyawannya dengan pelanggan, mitra, dan pemasok globalnya melalui sebuah komunitas.
Dengan mengadopsi teknologi tersebut, Panasonic sekarang dapat melakukan konferensi melalui web, mendapatkan kemudahan dalam berbagi file, instant messaging, dan melakukan pengelolaan proyek bersama. Panasonic juga akan menggunakan Komputasi Awan untuk mengelola jejaring sosial bisnis antara karyawan, mitra, dan pemasok agar mereka dapat mencari dan berbagi pengetahuan dengan cara yang mudah.
Teknologi Komputasi Awan dirasa cukup pas bagi Panasonic. Saat ini, Panasonic telah membuat sebuah keputusan menyatukan berbagai merek-mereknya di seluruh dunia di bawha bendear Panasonic. Teknologi tersebut dapat mampu memudahkan komunikasi di antara semua merek tersebut.
Estimasi pasar memperlihatkan bahwa Komputasi Awan global diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat tahunan gabungan sebesar 28 persen dari $47 milyar pada tahun 2008 menjadi $126 milyar pada tahun 2012.
IBM juga telah memperluas layanan LotusLive-nya dengan menyediakan percobaan gratis untuk LotusLive Engage dan LotusLive Connections dalam bahasa Brazil, Portugis, Perancis, Jerman, Itali, Jepang, Korea, Cina Sederhana, Cina Tradisional dan Spanyol.
LotusLive menawarkan layanan jejaring sosial, kolaborasi dan email yang terintegrasi untuk menyederhanakan dan meningkatkan interaksi bisnis harian dengan para pelanggan, mitra dan rekan kerja. Versi uji coba LotusLIve selama 30 hari tersedia gratis di www.lotuslive.com/compare
Deliusno is an online editor, reporter, writer. He is in charge of CHIP Daily News, Tips, Security, Corporate, and Website of The Week. He likes to hang around with his friends and always happy to meet new people.