
IBM mulai melebarkan sayapnya di Indonesia. Sejak 73 tahun kehadiran IBM di Indonesia, mereka lebih banyak berkonsentrasi di wilayah Jakarta. Tahun ini, IBM berencana untuk melakukan ekspansi geografis di luar wilayah Jakarta, yaitu Surabaya, Medan, dan Makassar.

Belakangan ini, sudah semakin banyak perusahaan yang mulai mengadopsi teknologi Komputasi Awan. Panasonic Corporation, contohnya. Mereka baru-baru ini mengumumkan penggunaan Komputasi Awan dengan mengadopsi serangkaian teknologi kolaborasi dari IBM LotusLive. Dengan adanya teknologi ini, Panasonic berharap dapat memudahkan komunikasi karyawannya dengan pelanggan, mitra, dan pemasok globalnya melalui sebuah komunitas.

Suryo Suwignjo, President Director IBM Indonesia, saat memberikan penjelasan mengenai Komputasi Awan
Cloud Computing, di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Komputasi Awan, sudah banyak dibahas tahun 2009 kemarin. Perusahaan-perusahaan TI yang banyak bergerak di bidang jasa, mulai menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelanggan mereka yang berminat akan sistem Komputasi Awan tersebut. Bagaimana dengan tahun 2010? Apakah Komputasi Awan akan tetap menjadi suatu tren di dunia TI? Selain Komputasi Awan, tren TI apa lagi yang akan muncul di tahun 2010?

IBM baru-baru ini mengumumkan pengakuisisian Guardium, sebuah perusahaan yang besar di bidang pemonitoran dan perlindungan basis data perusahaan secara real-time. Teknologi Guardium mengijinkan pelanggannya untuk melindungi data, memonitor kegiatan basis data dan upaya mengurangi biaya operasional dengan mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan pada peraturan yang sudah ada. Guardium adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Waltham, Massachusetts. Ini adalah pengakuisisian yang ke-28 untuk mendukung strategi IBM Information Management.

Pada akhir tahun 2008, perekonomian dunia diguncang badai krisis. Pada saat itu, krisis tersebut diperkirakan akan berlangsung lama. Hampir semua negara merasakan krisis tersebut, Amerika Serikat adalah negara yang paling merasakan dampak dari krisis tersebut. Indonesia juga merasakan krisis tersebut, walaupun tidak separah Amerika Serikat. Menyadari hal tersebut, IBM mencoba menawarkan solusi yang mereka klaim mampu mengurangi dampak yang diakibatkan oleh krisis tersebut. Untuk solusi ini, IBM berusaha membantu para kliennya dari segi teknologi.

IBM baru-baru ini mengumumkan berdirinya sebuah organisasi konsultasi baru yang didedikasikan untuk pasar analitik dan optimalisasi bisnis. Organisasi konsultasi tersebut diberi nama IBM Business Analytics and Optimization Services (BAO). Acara pengumuman peluncuran BAO diadakan langsung di kantor IBM, Landmark Lantai 31, Jakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Widita Sarjono selaku Country Manager Global Business Service IBM Indonesia.
IBM melihat ada beberapa alasan penting pembentukan organisasi baru ini. Perusahaan-perusahaan saat ini mulai masuk ke dalam kondisi bisnis yang baru. Dunia juga telah berubah semakin cepat. Selain itu, kompetisi persaingan dunia bisnis juga semakin ketat. Dari alasan-alasan tersebut, IBM melihat hal tersebut sebagai peluang baru yang dapat mereka masuki.
“Hingga saat ini, IBM masih memiliki solusi yang terlengkap,” jelas Widita Sarjono. “IBM adalah satu-satunya perusahaan yang dapat memberikan solusi lengkap, yaitu hardware, software, konsultasi, dan juga riset,” lanjutnya.

Perkembangan dunia infrastruktur dunia TI terus bergerak maju. Dunia TI saat ini sudah mulai terbiasa dengan lingkungan virtualisasi. Perusahaan dapat mengelola himpunan informasi mereka dengan jumlah yang sangat besar. Selain itu, virtualisasi dapat memproses sumber daya dan mengirimkannya ke berbagai aplikasi di mana dan kapan saja saat dibutuhkan. Namun, kemudahan tersebut tetap dianggap kurang untuk membantu dunia teknologi komputer, khusus di dunia perusahaan. Oleh karena itu, dunia segera bergerak ke teknologi baru dan ternyata teknologi baru tersebut sudah ada. Teknologi tersebut disebut Cloud Computing.
Kesimpulan tersebut didapatkan saat CHIP menghadiri acara yang diadakan oleh IBM. Pada acara tersebut, para ahli dari IBM mencoba untuk memperkenalkan sebuah solusi baru untuk membangun infrastruktur yang lebih dinamis, yaitu Cloud Computing. Acara tersebut dipandu langsung oleh Fetra Syahbana, Country Manager System & Technology Group IBM Indonesia dan Dedi Widharwanto, TI Architecture IBM Indonesia.

IBM baru saja menerbitkan studi global mengenai Chie Information Officer (CIO) yang dinamakan CIO Study 2010. Studi global tersebut melibatkan lebih dari 2500 CIO, termasuk 86 CIO dari ASEAN. Studi tersebut diadakan di 78 negara dan 19 industri di dunia. Studi ini berhasil mengungkapkan bahwa pemanfaatan bisnis analitik untuk meningkatkan daya saing dan menyempurnakan proses pengambilan keputusan kini menjadi prioritas utama para CIO masa kini.