
Coba Anda bayangkan kejadian seperti ini: Anda bekerja di sebuah perusahaan kecil, tetapi sangat maju dalam bidang TI. Semua komputer yang ada di perusahaan sudah terhubung dalam jaringan. Untuk kemudahaan akses data, disiapkan sebuah server yang disimpan di suatu ruangan. Terkadang beberapa bagian harus mengakses dan mengedit sebuah file yang sama atau terkadang hanya sekedar membaca data. Seringkali, banyak orang menyimpan data yang sama di server tersebut. Hal tersebut ternyata cukup merugikan. Kapasitas server akan menjadi cepat penuh yang tentunya akan meningkatkan biaya penyimpanan. Apakah perusahaan tempat bekerja sering mengalami hal yang sama? Apakah ada solusi untuk menangani masalah tersebut?
Read the rest of this entry »
Setiap tahunnya, Symantec selalu mengeluarkan laporan mengenai perkembangan data center. Tahun ini, mereka datang kembali dengan Laporan 2010 State of the Data Center. Penelitian ini berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1,780 manajer data centre di 26 negara pada November 2009, termasuk Indonesia. Ada beberapa fakta menarik dari hasil laporan tersebut. Ternyata perusahaan-perusahaan skala menengah (karyawan sebesar 2000 sampai 9999) telah menjadi pelopor penggunaan teknologi baru seperti Komputasi Awan, replikasi, dan deduplikasi sebesar 11% hingga 17% lebih tinggi dibandingkan perusahaan-perusahaan kecil atau besar.
Symantec hari ini mengumumkan Symantec Data Loss Prevention 10, sebuah platform pencegah kehilangan data (Data Loss Prevention). Produk terbaru dari Symantec ini memiliki kemampuan terbuka untuk berintegrasi dengan beberapa produk keamanan Symantec lainnya, seperti Symantec Endpoint Encryption. Selain mampu berintegrasi dengan beberapa produk Symantec, DLP 10 juga mampu berintegrasi dengan produk keamanan TI dari pihak ketiga. Symantec juga telah bermitra dengan beberapa perusahaan pihak ketiga, seperti GigaTrust, Liquid Machines, Oracle, dan PGP Corporation.
Data Loss Prevention 10 memiliki feature baru yang disebut FlexResponse. Fetaure tersebut akan membantu tim keamanan menggunakan perlindungan berbasis kebijakan untuk file-file yang berisi data rahasia, termasuk enkripsi atau ERM. Sebagai contoh, perusahaan yang membatasi akses terhadap perjanjian merger hanya ke sekelompok kecil orang akan dengan mudah menginstruksikan kebijakan DLP mereka untuk melakukan klasifikasi data dan menggunakan Microsoft Active Directory Rights Management Services (ADRMS) untuk menerapkan ERM pada salinan-salinan konten tersebut.
JAKARTA, 19 Oktober 2009 – Symantec Corp. hari ini mengumumkan Symantec FileStore, sebuah solusi baru yang memungkinkan perusahaan untuk membangun layanan penyimpanan berbasis file. Jasa FileStore yang ditawarkan oleh Symantec ini menawarkan perlindungan informasi secara kritis, kinerja sistem yang maksimal, dan juga peningkatan kinerja tanpa terganggu ketika dibutuhkan perubahan aplikasi. Selain semua keunggulan yang ditawarkan, Symantec juga menawarkan penambahan kapasitas untuk lingkungan enterprise, termasuk cloud swasta dan publik.