MICROSOFT membawa idealisme tersendiri dalam proyek sistem operasi gres-nya, Singularity. Sistem operasi ini diusung sebagai sistem operasi anti-crash, aman dari virus, dan jauh lebih cepat daripada Windows, MacOS, atau Linux. Sistem operasi “masa depan” ini bahkan tersedia gratis untuk download. Walau demikian, ia hanya menarik bagi pengguna tertentu. CHIP jelaskan mengapa.
Enam tahun lalu Microsoft memutuskan untuk mengembangkan sebuah sistem operasi (OS) baru dalam proyek yang mereka namakan Singularity. Salah satu tim pengembangnya (dari Microsoft Research) punya obsesi khusus agar OS baru tersebut harus 100% aman. Ketika Singularity diperkenalkan di TechFest (2008), Microsoft menyampaikan satu pesan bahwa Singularity bukanlah Windows versi berikutnya, tetapi sebagai sebuah pencerahan dalam inovasi teknologi. Microsoft tampaknya ingin meredam antusiasme pengguna komputer akan hadirnya sebuah sistem baru. Pasalnya, arsitektur Singularity sangat berbeda dengan Windows, termasuk Windows 7. Ingin mencoba langsung Singularity? Download saja secara gratis di www.codeplex.com/singularity.
Para pengguna yang meng-install Windows 7 biasanya akan bertanya, bagaimana sebaiknya melindungi sistem? Jawabannya tentu sudah sama-sama kita ketahui yaitu Windows terbaru ini masih tetap membutuhkan software antivirus sebagai proteksi tambahan. Ironisnya, OS desktop masa kini, seperti Windows, MacOS, dan Linux masih memiliki arsitektur kuno. Konsepnya berasal dari era saat Internet maupun virus belum ada dan komputer masih berukuran seperti rack server masa kini.
Sebagian besar sistem operasi, terutama bagian kernelnya, ditulis dalam bahasa pemrograman C. Kini, pengembang software tidak lagi menggunakan bahasa pemrograman C atau penggantinya C++ karena berbagai perintahnya berdampak langsung pada register prosesor dan memori. Awalnya, kedua bahasa tersebut lebih disukai karena performa programnya yang lebih baik. Namun, kesalahan (kode) program pun sulit dihindari sistem karena ketidakmampuannya mengontrol apa saja yang dilakukan kode-kode program.
Contoh populernya adalah kasus buffer overflow, yaitu sebuah program menulis program lain dalam bagian memori. Metode seperti ini banyak dilakukan malware, misalnya untuk mendapatkan hak administrator sebuah sistem. Masalah ini semakin “diperparah” oleh sistem operasi yang memang rentan “disusupi”.
Singularity menawarkan solusinya dengan hanya mengizinkan kode program dari bahasa yang aman dengan sebuah lingkungan eksekusi (environment) khusus yang disebut runtime. Environment ini mirip sebuah PC virtual, tetapi pada level aplikasi. Bahasa pemrograman dengan runtime yang umum dikenal adalah Java dan C#. Kode Singularity pun sebagian besar berasal dari C#. Variannya yang dirancang khusus ini disebut Sing#.
Berbeda dengan C dan C++, compiler-nya tidak menerjemahkan secara langsung ke bahasa komputer (mesin). Pertama, runtime mengubahnya menjadi Byte code. Keuntungannya, sistem dapat memeriksa kebenaran code pada langkah antara tersebut dan menghindari akses pada bagian memori lain. Teoritisnya, performa akan menurun. Faktanya, lihat pada boks “Benchmark Sistem”.
Berbeda dengan sistem biasa, Singularity dapat mengisolasi semua proses yang berlangsung pada tingkat software dan melindunginya. Untuk setiap aplikasi yang dijalankan, ia membuat sebuah Software Isolated Process (SIP) beserta program library dan menyediakan resource yang dibutuhkan. SIP mengelola sendiri memorinya. Kapasitas memori yang tidak terpakai bisa “dibebaskan” kembali untuk programnya.

Singularity Sistem dikendalikan melalui sebuah shell. Perintah "tasklist’ akan menampilkan semua proses yang sedang aktif.
Runtime setiap SIP juga bekerja tanpa tergantung sistem dan dapat disesuaikan dengan aplikasi yang dijalankan. Berbeda halnya dengan runtime Windows atau Linux yang digunakan untuk semua program. Apabila beberapa aplet Java dijalankan, hanya Java Runtime Environment (JRE) yang bertanggung jawab. Apabila sebuah aplet dan JRE-nya crash, semuanya akan crash. Sebaliknya, bila sebuah SIP dalam Singularity tidak lagi berfungsi, ia tidak mempengaruhi keseluruhan sistem. Selain itu, Singularity pun menyimpan add-on aplikasi dalam suatu SIP khusus. Misalnya, komponen ActiveX IE merupakan gerbang masuk favorit malware dan bisa melumpuhkan seluruh sistem. Pada Singularity, hanya SIP add-on yang crash dan browser tetap tidak terpengaruh (terganggu).
CHIP Team consist of individuals who enthusiastically writes about Information Technology articles. These individuals writes all kinds of articles from Hardware, Software, technology updates, and other technological related theme.
sayang blm ada GUI..
wohh, belum GUI, unggu 20 tahun lagi kali ya,,
salut buat singularity….
moga cpet brkembang n ada guix gitu……
bless you!!!
kyak DOS nih critannya, GUInya lama nih kelihatannya
semoga setelah lebih bagus gratis teruus