Logo CHIP.co.id

Archive for the ‘Hardware’ Category

Solusi Hemat dengan Thin Client

by Gibsons | November 25th, 2010 | Categories: Hardware

virtual1

Penggunaan PC saat ini mulai ditinggalkan dengan adanya solusi hemat Thin Client. Seberapa hebat teknologi tersebut? Dapatkan jawabannya dalam artikel ini. oleh Ferry

Thin Client adalah sebuah jenis infrastruktur dalam dunia teknologi informasi yang menggunakan sistem de-ngan jaringan terpusat pada sebuah server dan client/workstation/desktop mengerjakan proses komputasi dari server tersebut. Konsep yang dihadirkan secara kasar mirip dengan teknologi mainframe yang menggunakan terminal ASCII/ANSI. Secara sekilas kedua teknologi ini terlihat sama karena berjalan dengan menggunakan spesifikasi komputer yang rendah dan semua sumber daya yang digunakan berasal dari server seperti, prosesor, hard disk, dan memori. Namun, ada hal mendasar yang membedakan konsep ini dengan teknologi mainframe, yaitu tek­nologi thin client mampu berjalan pada system Windows dengan dukungan lengkap layar full color, keyboard, dan mouse untuk input/output data. Selain itu, teknologi ini juga mampu menghadirkan output suara.

Read the rest of this entry »



Sang Naga dalam Platform AMD

by Gibsons | November 21st, 2010 | Categories: Hardware

hybrid1

Setelah sebelumnya muncul dalam platform Intel. Kini Lucid Hydra muncul dalam platform AMD. Bagaimana kemampuannya? oleh Gunawan KusumA

Perkembangan multi-GPU memang bisa dikatakan tergolong lambat. Era multi-GPU dimulai dari pengenalan teknologi Scan Line Interleave (SLI) pada tahun 1998 oleh 3dfx Interactive. Kemudian, setelah NVIDIA membeli 3dfx dan mulai berkembangnya teknologi bus PCI express, NVIDIA memperkenalkan teknologi multi GPU miliknya yang bernama Scalable Link Interface (SLI).

Melihat   hal  tersebut,  pesaing  terbesar  NVIDIA, ATI, mencoba menandinginya dengan mengeluarkan teknologi multi-GPU yang diberi nama CrossFire. Teknologi multi-GPU sendiri memberi sedikit angin segar bagi pengguna PC, terutama bagi PC enthusiast yang menginginkan performa GPU yang lebih besar. Namun, teknologi tersebut juga memiliki kelemahan yang menyulitkan, yaitu penggunaan GPU yang harus satu level dan berasal dari produsen chip yang sama. Hingga saat ini, masalah penggunaan GPU yang harus satu level menjadi momok yang membuat para pengguna PC enggan menggunakan teknologi tersebut, disamping kenaikan performa yang signifikan serta masalah penggunaan daya listrik yang tergolong tinggi.

Namun, kini masalah tersebut sepertinya dapat dikatakan berkurang. Perusahaan bernama Lucid-lah yang memperkenalkan sebuah teknologi untuk menggabungkan graphics card yang berbeda. Penggabungan tersebut tidak hanya  dalam hal  performance level, chip graphics card juga dapat digabungkan.

Untuk produknya itu, Lucid memberikan nama Lucid Hydra. Selain dapat menggabungkan semua jenis graphics card, Lucid Hydra juga mampu mendistribusikan beban processing power pada tiap GPU yang terpasang, sesuai dengan kekuatan processing power yang dimilikinya.

Lucid Hydra dalam operasinya mendukung pengunaan tiga mode. A-Mode untuk penggabungan graphics card AMD, N-Mode untuk penggabungan graphics card NVIDIA, dan X-Mode untuk penggabungan graphics card AMD dan NVIDIA. X-Mode sendiri merupakan mode yang dijadikan ujung tombak oleh Lucid untuk menarik pengguna PC. Pasal-nya hingga  saat  ini, penggunaan multi GPU masih hanya sebatas penggunaan dengan satu produsen chip, sehingga Lucid ingin memecah kebuntuan tersebut de-ngan produk yang mereka hadirkan.

hybrid2

{mospagebreak}

Data Benchmark

hybrid3


Pengujian

Untuk pengujian teknologi Lucid Hydra kali ini, CHIP mempergunakan motherboard MSI 870A Fuzion Power Edition yang disandingkan dengan prosesor AMD Phenom II X6 1090T. Sebagai informasi, MSI 870A Fuzion Power Edition merupakan board yang mempergunakan chipset AMD 870 dan SB850 sebagai penggerak utamanya. Untuk kombinasi graphics card yang dipergunakan, AMD Radeon HD 5770 dan NVIDIA Geforce GTX 460.

Pengujian pertama dilakukan dengan menguji kombinasi N-Mode dengan menggunakan dua graphics card NVIDIA Geforce GTX460, CHIP melakukan dua kali pengujian dengan perbedaan terdapat pada pemasangan SLI Bridge. Pada saat SLI bridge tidak dipergunakan, kombinasi keduanya menghasilkan 15495 poin. Ketika SLI bridge dipasang, score yang dihasilkan meningkat walaupun hanya sekitar 2%, yaitu 15608 point. Hal tersebut membuktikan bahwa masih ada ketergantungan terhadap penggunaan SLI Bridge. Namun, tidak seperti teknologi SLI pada umumnya, NVIDIA Control Panel tidak dapat mengaktifkan feature SLI dalam menu-nya.

Untuk pengujian A-Mode, CHIP mencoba membandingkan hasilnya dengan hasil konfigurasi CrossFire pada board dengan chipset AMD 870 yang tidak dilengkapi dengan chip Lucid Hydra. Pada pengujian tersebut, CHIP mendapati bahwa apabila CrossFire Bridge dipasang maka, mode CrossFire akan hidup secara otomatis dan Lucid Hydra akan melaporkan error bahwa Hydra Logix tidak akan berjalan hingga mode CrossFire dimatikan. Saat pengujian dengan A-Mode, kombinasi AMD Radeon HD 5770 menghasilkan score 11941 point, dan pada mode CrossFire menghasilkan score 11500 poin. Sedangkan pada board AMD 870 tanpa chip Lucid Hydra, kombinasi CrossFire Radeon HD 5770 memperoleh score 12209. Walaupun berbeda tipis, hal tersebut membuktikan bahwa performa CrossFire pada board AMD 870 masih lebih baik dibandingkan board dengan Lucid Hydra.

Terakhir, CHIP menguji kemampuan X-Mode. Untuk pengujian X-Mode ini, CHIP mencoba menggabungkan sebuah GeForce GTX 460 dan sebuah AMD Radeon HD 5770. Ketika CHIP memasang Radeon HD 5770 sebagai master card, hasil kombinasi keduanya menghasilkan score sebesar 11795 poin.

Namun, ketika CHIP mencoba menggunakan Geforce GTX 460 menjadi master card, score yang dihasilkan meningkat signifikan menjadi 13286 poin. Pengujian tersebut membuktikan bahwa masih adanya kekurangan dalam driver Lucid Hydra. Oleh karena itu, CHIP merekomendasikan penggunaan graphics card yang lebih cepat menjadi master card dalam sistem yang dimotori oleh Lucid Hydra. Selain itu, pada pengujian ini, CHIP juga mendapati bahwa Lucid  Hydra masih dapat berjalan dengan mode yang tepat sekalipun graphics card slave gagal dikenali oleh driver graphics card tersebut.

Kesimpulan
Belum optimalnya driver pada Lucid Hydra tampaknya masih akan menjadi batu sandungan pengembangan teknologi ini. Walaupun begitu, teknologi ini masih tampak menarik  untuk kedepannya , karena fleksibilitasnya dalam penggunaan multi-GPU.

Chip Lucid Hydra Chip inilah yang menjadi penggerak teknologi multi-GPU dari Lucid.

Chip Lucid Hydra Chip inilah yang menjadi penggerak teknologi multi-GPU dari Lucid.



Tes: Mega Google

by Gibsons | November 17th, 2010 | Categories: Hardware

google1

Semua orang menggunakan Google. Namun, tidak sedikit yang terusik dengan praktek pengumpulan data Google, tanpa bisa menghindarinya. Apakah search engine paling populer ini sangat rakus data semata-mata untuk mengoptimalkan hasil pencariannya?

Apakah Anda merasa dimata-matai Google? Tidak mengherankan, karena sangat jarang ada perusahaan yang begitu membuntuti kita di Internet. Raksasa dari Mountain View, California ini bahkan bisa mengetahui tahu isi e-mail kita, video apa yang sedang di-download, di mana rumah kita, dan apa yang kita cari di Internet.

Meskipun sedikit mencemaskan, Google tetap menjadi mesin pencari (search engine) paling favorit saat ini. Apakah market share ini memang benar? CHIP telah menguji ratusan query pencarian spesifik dengan beragam profil pengguna, meminta ahli usability, SirValUse Consulting, untuk memeriksa kemudah­an penggunaan search engine Google, serta menganalisis data-data yang dikumpulkannya. Hasilnya, CHIP bandingkan dengan search engine lainnya, seperti Yahoo dan Bing, untuk menjawab pertanyaan: Seberapa baik hasil pencarian Google sebenarnya?
Read the rest of this entry »



Berburu Botnet

by Gibsons | November 13th, 2010 | Categories: Hardware

botnet1

botnet2

Berbagai PC zombie yang dibajak adalah ancaman berbahaya bagi pengguna PC di Internet. CHIP akan tunjukkan, bagaimana memerangi botnet dan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menangkalnya.

A larm sebuah server di data center berbunyi. Ini berarti ada sebuah PC yang terinfeksi malware berhasil dideteksi. Hasil “investigasi” administrator dari penyedia layanan Internet menun­jukkan bahwa PC yang terinfeksi tersebut adalah milik seorang pelanggan mereka. Prosedur selanjutnya adalah pelanggan tersebut diinformasikan dan risiko ke­a­man­an tersebut pun berhasil disingkirkan. Demikian, sekilas rutin­itas dalam perang melawan salah satu ancaman terbesar di Internet, botnet, yang merupakan sekumpulan PC yang telah berhasil dibajak dan dikendalikan hacker dari jauh (remote). Kini, banyak spam disebarluaskan melalui botnet. Serangan Denial-of-service (DoS) dan serangan hacker juga dilancarkan ke seluruh dunia melalui botnet. Ini mengesalkan pelanggan, meningkatkan biaya traffic bagi penyedia layanan, dan dapat melumpuhkan server pribadi maupun pemerintah. Read the rest of this entry »



Mengenal Formasi Cloud

by Gibsons | November 9th, 2010 | Categories: Hardware

cloud1

Untuk menghadapi serangan virus dan malware lainya yang semakin pintar, banyak pengembang Antivirus memanfaatkan teknologi cloud computing. Seperti apa teknologi ini bekerja?

Selama bertahun-tahun, produk antispam virtual menggunakan server online untuk meng­olah signature antispam terbaru.
Fungsi scan antivirus lama kelamaan juga mengalami penurunan sebab jumlah file yang harus dikenali terus bertambah demi menghadapi malware-malware baru. De­ngan komponennya, antivirus berbasis teknologi cloud bisa mengatasi masalah ini. Peningkatan jumlah malware tidak akan mempengaruhi kecepatan operasi system cloud. Dalam teknologi cloud, proteksi paling anyar disimpan di satu tempat tersendiri di server cloud sehingga klien dapat memeriksa saat diperlukan saja. Read the rest of this entry »



Melesat Lebih Cepat dengan USB 3.0

by Gibsons | November 5th, 2010 | Categories: Hardware

usb1

Teknologi external storage mengalami revolusi dengan munculnya USB 3.0. Seperti apakah perkembangan yang terjadi? Untuk mengetahuinya silakan Anda baca hasil tes yang telah CHIP rangkum dalam round-up kali ini.

Universal serial bus (USB) merupakan salah satu penemuan terbaik yang merevolusi dunia teknologi dan informasi. Kehadiran interface inilah yang mendukung terciptanya external storage portabel, seperti USB flash disk. USB flash disk menggunakan NAND Flash Memory sebagai media penyimpanan. Read the rest of this entry »



CHIP-Guide untuk CPU & GPU

by Gibsons | October 28th, 2010 | Categories: Hardware

guide1

Geliat pasar CPU & GPU sebulan ini dirangkum dalam CPU/GPU Guide sebagai referensi Anda dalam membeli atau meng-upgrade PC.

Harga CPU dan GPU bulan ini sedikit bergerak naik. Setidaknya, 13 dari 30 desktop CPU dalam Top 30 mengalami kenaikan harga hingga sekitar US$ 75. Untungnya, beberapa CPU yang relatif baru justru meng­alami penurunan harga.

DESKTOP DAN MOBILE CPU: Salah satu CPU yang turun harganya adalah Intel Core i7-875K. CPU ini menarik karena mudah di-overclock berkat unlock multiplier-nya. CPU ini (posisi 3) hanya kalah tipis dibanding i7-975XE (posisi 2), tetapi hampir tiga kali lebih murah. Layak bila CPU ini mendapat indeks Harga/Per­forma terbaik pada Top 10 desktop CPU. Read the rest of this entry »



Musik Gratis dari Webradio

by CHIP Team | September 12th, 2010 | Categories: Hardware

music1

Rock klasik, pop, blues, jazz, klasik, hingga dangdut, semuanya bisa Anda dapatkan dengan gratis melalui web­radio. Anda pun bisa merekamnya tanpa batas.

Men-download musik da­ri Internet pada dasarnya termasuk kegiatan  ilegal dan dapat terancam hukuman. Para industri musik terus mendengungkan hal ini agar pencinta musik bisa mendapatkan lagu-lagu favoritnya secara legal. Namun, jika Anda cerdik, masih ada cara lain untuk mendapatkan musik dari Internet.

Bagaimana mendapatkan musik secara gratis? Akses saja webradio di Internet. Ingin mendapatkan musiknya? Rekam melalui aplikasi recorder dari PC Anda. Namun, untuk mendapatkan kualitas musik yang bagus, Anda harus mendapatkan kecepatan siaran webradio minimal 128 kbps.
Read the rest of this entry »



HUT RI ke-65 Indonesia Bisa Berprestasi

by CHIP Team | September 10th, 2010 | Categories: Hardware

prestasi

Tanggal 17 Agustus ini, kita merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-65. Di usia yang tidak bisa dibilang muda itu, prestasi apa saja yang telah ditorehkan oleh bangsa kita?

Bicara tentang prestasi di bidang teknologi, nama Indonesia memang belum sekinclong negara-negara maju lainnya. Jepang, Amerika Serikat, India, atau China contohnya. Tetapi, hal itu tidak berarti anak-anak Indonesia tak mumpuni dalam berkarya. Jadi, jangan remehkan kemampuan bangsa kita sendiri.

Karya lokal kurang dikenal di negerinya sendiri

Masih banyak masyarakat Indonesia yang melihat negara lain sebagai kiblat teknologi, sehingga mereka kurang mengapresiasi karya-karya negeri sendiri. Selain itu, masih banyak ilmuwan atau peneliti Indonesia yang puas “hanya” melakukan dan menyelesaikan riset mereka. Mereka belum sadar bahwa karya-karya mereka bisa dikembangkan menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis dan berguna bagi banyak orang.

Alasan lainnya, pengembangan inovasi dan teknologi di dalam negeri belum menjadi perhatian utama pemerintah. Maklum, Indonesia masih sibuk dengan urusan peningkatan ekonomi masyara­katnya, sehingga dana yang digelontorkan untuk riset dan pengembangan tek­nologi di dalam negeri masih terbatas. Kendati demikian, sekali lagi, itu tidak berarti Indonesia kekurangan orang kreatif dan inovatif. Buktinya, banyak anak muda Indonesia yang mencatatkan prestasinya di dalam negeri maupun di dunia internasional. Selain itu, semakin banyak pula pihak, termasuk pemerintah, yang memberikan atensi terhadap pe­ngembangan inovasi di dalam negeri. Atensi itu antara lain berbentuk gelaran kompetisi teknologi dan ajang penghar­gaan bagi para inovator yang kreatif.

Jawara Imagine Cup 2010

Di bidang teknologi, anak Indonesia punya segudang prestasi. Kita ambil contoh karya-karya inovatif yang sukses jadi jawara dalam kompetisi di kancah internasional.

Dalam final ajang Microsoft Imagine Cup 2010 yang digelar pada tanggal 7 Juli lalu, di Warsawa, Polandia, salah satu tim dari Indonesia mendapatkan penghar­gaan. Tim Chandradimuka dari Institut Teknologi Telkom Bandung meraih posisi ketiga dalam kategori Interoperability Award.

Tim yang terdiri dari Yudha Antawirya­wan, Kania Audrint, Anggunmeka Luhur Prasasti, dan Widya Fira Desgita ini me­ngembangkan aplikasi berjuluk Life. Aplikasi berbasis web ini dibuat untuk memetakan daerah gizi buruk di suatu negara, khususnya di Indonesia. Fungsi yang diusung oleh aplikasi ini sesuai dengan tema Imagine Cup 2010, yakni “Imagine a world where technology helps solve the toughest problems”.

“Secara garis besar, Life adalah sistem pemetaan penderita gizi buruk secara real time,” kata Yudha Antawiryawan. “Data-data diperoleh dari laporan petugas kesehat­an yang ada di lapangan melalui SMS. Hanya petugas yang telah diotentifikasi saja yang dapat mengirimkan data ini.”



Lebih Banyak Energi untuk Baterai Anda

by CHIP Team | September 8th, 2010 | Categories: Hardware

Vendor menjanjikan baterai berdurasi panjang, tetapi dari hasil pengujian sering ditemui hasil yang tidak sesuai janji. CHIP menangkap ketiga pendusta terparah dan kami tunjukkan bagaimana mendapatkan lebih banyak energi dari baterai Anda.

bat1
Berbagai pengukuran  Tidak ada metode pengukuran yang seragam. Produsen mendapatkan hasil pengukuran dengan metode masing-masing. Sebaliknya pengukuran CHIP sesuai dengan praktik sehari-hari.
Read the rest of this entry »