
Berkarir sebagai aktor laga, Chow Yun-fat dikenal dengan penampilannya yang selalu prima di setiap film yang dibintanginya. Namun, bisakah Anda membayangkan Chow Yun-fat memerankan tokoh yang sama sekali lain dari peran yang biasa dimainkannya?
Itu terjadi pada film Chow Yun-fat terbaru, Confusius. Film yang digarap oleh sutradara wanita, Hu Mei, ini didedikasikan untuk merayakan peringatan 2560 tahun kelahiran Kong Qiu a.k.a Confucius a.k.a Konfusius a.k.a Kung Fu Tze. Di film ini, Yun-fat harus menanggalkan kesan ksatrianya karena ia memerankan sebuah karakter yang sama sekali baru: seorang pemikir dan filsuf terkenal sepanjang masa.
Kong Qiu hidup dan tinggal di negara Lu. Ia memiliki sebuah sekolah yang mengajarkan budi pekerti dan nilai-nilai kemanusiaan. Kepintaran dan kebijaksanaannya membuatnya dikenal hampir ke seluruh pelosok Lu. Bahkan, pemerintahan Lu akhirnya memintanya dengan hormat untuk menjadi menteri hukum. Kaisar sering mengajak Qiu untuk melakukan pertemuan dengan negara tetangga untuk menghindari perang. Kegemilangan Qiu membuatnya jadi orang kepercayaan kaisar.
Suatu hari, Qiu memiliki ide untuk menyatukan negara Lu di bawah satu pemerintahan. Selama ini, negara tersebut dikuasai oleh tiga keluarga yang memiliki daerah kekuasaan masing-masing. Daerah kekuasaan tersebut dibatasi tembok tinggi. Qiu berpendapat bahwa negara tersebut tidak akan mencapai persatuan jika tembok-tembok tersebut masih berdiri. Negara Lu akan menjadi negara kuat jika masyarakatnya bersatu dan berada di bawah satu kepempinan. Kaisar sempat meragu karena tiga keluarga tersebut sangat memiliki peranan besar terhadap negara. Namun, atas saran Qiu, kaisar pun menyetujuinya.
Apakah tiga keluarga tersebut akan tinggal diam melihat tembok pembatas kekuasaan mereka diruntuhkan? Tentu saja tidak. Mereka mengatur rencana agar kaisar kehilangan kepercayaan terhadap Qiu. Rencana tersebut berhasil dan Qiu diusir dari negara Lu.
Pengembaraan Qiu pun dimulai. Bersama murid-muridnya yang setia, Qiu meninggalkan keluarga tercintanya untuk mengembara dari satu negara ke negara lain. kehadirannya ditolak dan dicemooh banyak orang. Pemikiran Qiu dianggap sesat karena bertentangan dengan ajaran nenek moyang. Namun, Qiu tetap gigih mengajar dari satu gubuk ke gubuk lain. Bahkan, Qiu pernah mendapat serangan dadakan saat sedang mengajar di sebuah hutan. Selama 13 tahun, Qiu dan murid-muridnya hidup berpindah-pindah untuk menyebarkan ajarannya secara sembunyi-sembunyi.
Selama perjalanan tersebut, Qiu mengalami banyak hal. Di sini, ia merasakan kesetiaan tiada tara dari para muridnya yang tak kenal lelah menyalin semua pemikirannya. Walau pergi jauh dari tempat kelahirannya, Qiu tetap selalu ingat dan mencintai negaranya tersebut. Itulah salah satu hal yang ditanamkanya kepada murid-muridnya.
Bagi Anda pecinta film sejarah yang sarat nilai di dalamnya, film ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Film ini menyajikan dengan ringkas—namun mendalam—jalan hidup seorang Konfusius. Siapa yang mengenal sosok ini dengan mendalam? Saya yakin Anda hanya mengenalnya lewat buku pelajaran saat masa sekolah. Itu pun hanya sebatas penjabaran ajarannya (Kong Hu Cu). Di film ini, Anda akan melihat bahkan merasakan perjuangan Konfusius menghadapi dunia yang menentangnya.
Usaha Hu Mei untuk membuat penonton larut dalam kisah ini patut diberikan standing applause. Selama pemutaran film, semua penonton seperti tersihir dan menyelami jalan cerita. Sebagai center cerita, Chow Yun-fat juga berhasil memerankan Konfusius dengan gemilang.
Untuk sebuah film sejarah, tidak ada yang lebih penting dari kekuatan cerita dan akting aktor dan aktrisnya. Film ini memiliki kemasan yang sempurna baik dari jalan cerita, kualitas pemain sampai setting-nya. Kabarnya, film ini sangat dinantikan seluruh warga China. Bahkan, saat penayangan perdana, film ini berhasil menembus box office China, mengalahkan film terlaris sepanjang 2009, Avatar.
Film ini memang bukan film ringan yang biasa kita tonton bersama sekotak popcorn: berharap Anda akan menemukan aksi heroik kepahlawanan dari sang aktor. Film ini lebih kepada perjalanan inspirasional yang dapat memberikan Anda lebih banyak dari sekadar kepuasan melihat aksi tembak-tembakan atau visual efek yang memukau mata.
Tanggal rilis : 28 Januari 2010 (China)
Genre : drama
Durasi : 120 menit
Sutradara : Hu Mei
Produser : Han Samping, Hu Mei
Pemain : Chow Yun-fat, Zhou Xun
Produksi : Beijing Dadi Century Limited
Lucky Natalia is a freelance movie reviewer for CHIP.co.id. She works as a proof-reader and an editor on a daily newspaper company. On her spare time, she likes to do a culinary event, traveling, and try other exciting new things.
kapan nich di puter di indonesia???
Ia seorang filsuf yang mulia, sekaligus setaraf Nabi!!!