Logo CHIP.co.id

The Imaginarium of Doctor Parnassus: Teatrikal dan Imajinatif

Parnassus

Sepertinya 2010 dapat dikatakan sebagai tahun penuh kejutan untuk para pecinta film. Tahun ini, Anda akan bertemu banyak film cerdas dan berkarakter yang disutradarai oleh orang-orang yang memang ahli dan profesional di bidangnya. Salah satunya adalah The Imaginarium of Doctor Parnassus yang disutradarai oleh sutradara penuh imajinasi dan metafora, Terry Gilliam.

Film yang sempat mengalami hambatan karena pemain utamanya, Heath Ledger, meninggal ini akhirnya berhasil diselesaikan setelah Gilliam mendapatkan ide untuk “menyisipkan” 3 aktor berkelas, seperti Johnny Depp, Jude Law, dan Collin Farrell untuk mengisi kekosongan di karakter yang dimainkan Ledger. Hasilnya? Film ini menjadi sebuah film yang tidak hanya meaningful, tapi juga bertaburan bintang terkenal.

The imaginarium of Doctor Parnassus mengangkat permasalahan hidup yang kerap dialami setiap manusia: berada dalam pilihan. Doktor Parnassus (Christopher Plummer) awalnya adalah seorang biksu. Bersama murid-muridnya, ia tidak lelah menceritakan kisah yang tidak pernah terputus. Menurutnya, bumi akan tetap berputar jika manusia tidak pernah berhenti menceritakan kisah. Suatu hari, ia mendapat kunjungan dari iblis, yang digambarkan lewat sosok Mr. Nick (Tom Waits). Mr. Nick berusaha menghentikan Dr. Parnassus dan murid-muridnya menceritakan kisah. Ia mengatakan bahwa bumi tidak akan berhenti berputar jika kisah tersebut tidak lagi diceritakan. Dr. Parnassus mengatakan pada Mr. Nick bahwa kehidupan akan tetap berjalan jika manusia tidak berhenti bermimpi dan berimajinasi. Lalu, mereka pun melakukan perjanjian. Dr. Parnassus setuju untuk bertaruh dengan Mr. Nick, hadiahnya: keabadian.

Taruhan pertama dimenangkan oleh Dr. Parnassus. Maka, ia pun mendapatkan keabadian. Taruhan kedua, Dr. Parnassus menang dengan mudah, dan mendapatkan hadiahnya: seorang wanita yang dicintainya sejak lama. Taruhan ketiga, Mr. Nick meminta anak Dr. Parnassus sebagai hadiahnya. Jika Mr. Nick menang, Valentina (Lily Cole) akan menjadi miliknya saat usianya genap 16 tahun.

Di tengah kegemerlapan kota London, Dr. P dan krunya, Anton (Andrew Garfield), Valentina, dan Percy (Verne Troyer) mengadakan pertunjukan teatrikal untuk mencari jiwa-jiwa yang masih murni dan dapat menentukan pilihan terbaik untuk hidupnya. Di pertunjukan tersebut, terdapat sebuah cermin yang akan mengantarkan orang ke dunia imajinasi: impian dan obsesi terdalam dari orang tersebut. Di sana, orang tersebut akan berhadapan dengan dua pilihan: mengikuti jalan Dr. Parnassus atau Mr. Nick. Tentu saja pilihan tersebut tidak mudah karena jalan yang ditawarkan Mr. Nick sangat menggiurkan dan penuh dengan ilusi kenikmatan duniawi.

Dr. Parnassus harus berhasil “membersihkan” 5 jiwa untuk dapat mempertahankan putri semata wayangnya. Kehadiran Tony (Heath Ledger), sosok misterius yang ditemukan tergantung di bawah jembatan, sedikit banyak memengaruhi perjalanan kelompok treatikal ini.

Proyek yang Nyaris Tak Rampung

“Mess man”, mungkin itu sebutan yang paling tepat untuk Gilliam. Sepanjang sejarah karirnya menjadi sutradara, Gilliam selalu menghadapi permasalahan yang sama: berbagai macam hambatan yang membuat proyek filmnya terganjal atau bahkan gagal. Itu terjadi pada beberapa proyeknya, seperti Time Bandits 2, A Tale of Two Cities (diadaptasi dari karya Charles Dickens), The Man Who Killed Don Quixote, dan Watchmen.

Saat pengerjaan film ini, Gilliam pun mengalami hal yang sama: aktor utama—bisa dikatakan leading role—dari film ini meninggal dunia saat film baru sampai sepertiga jalan. Namun, bukan Gilliam jika ia tidak berani mengambil risiko untuk melanjutkan proyeknya. Menggandeng sahabat-sahabat Ledger, Johnny Depp, Jude Law, dan Collin Farrell, Gilliam berhasil menyelesaikan film ini dengan sempurna.

Tidak ada perubahan dan penggantian karakter—yang sering dilakukan oleh sutradara sinetron Indonesia saat pemeran sebuah karakter mengundurkan diri dari proyek yang sedang berjalan. Yang dilakukan Gilliam adalah “menyisipkan” ketiga aktor hebat tersebut untuk mendampingi akting menawan Ledger. Menurut saya, tindakan ini merupakan pilihan yang sangat brilian karena menambah kualitas dan unsur imajinasi dalam film ini.

Imajinasi dan Animasi

Kekuatan terbesar Gilliam adalah imajinasi dan animasi. ini memang bidang yang digelutinya semenjak ia pertama kali menjejakkan langkahnya di dunia entertainment. Dunia imajinasi yang digambarkan Gilliam dalam film ini terdeskripsi dengan sangat apik karena dibalut dengan penggarapan animasi yang sempurna. Selain itu, karakter film ini tergambarkan dengan sangat kuat dari pengaturan artistik yang memukau. Tak heran jika film ini mendapat nominasi Academy Award 2010 untuk Best Art Direction dan Costume Design.

Dari semua proyek yang pernah dikerjakan Gilliam, The Imaginarium of Doctor Parnassus dianggap sebagai film yang benar-benar menggambarkan filosofinya:

“I really want to encourage a kind of fantasy, a kind of magic. I love the term “magic realism”, whoever invented it—I do actually like it because it says certain things. It’s about expanding how you see the world. I think we live in an age where we’re just hammered, hammered to think this is what the world is. Television’s saying, everything’s saying ‘That’s the world.’ And it’s not the world. The world is a million possible things”.

Selamat menyelami dunia Gilliam dan jangan pernah berhenti untuk berimajinasi karena itu akan membuat Anda tetap “hidup”.

Tanggal rilis : 8 Januari 2010 (USA)
Genre : fantasi
Durasi : 123 minutes
Sutradara : Terry Gilliam
Produser : Amy Gilliam, William Vince, Terry Gilliam
Pemain : Heath Ledger, Christopher Plummer, Verne Troyer, Lily Cole, Andrew Garfield, Tom Waits, Johnny Depp, Colin Farrell, Jude Law, Paloma Faith
Produksi :  Infinity Features Entertainment


1,535 Views | Comments Off | Permalink
Lucky Natalia Lucky Natalia is a freelance movie reviewer for CHIP.co.id. She works as a proof-reader and an editor on a daily newspaper company. On her spare time, she likes to do a culinary event, traveling, and try other exciting new things.

Share with others: Share

Comments are closed.