Lucky Natalia is a freelance movie reviewer for CHIP.co.id. She works as a proof-reader and an editor on a daily newspaper company. On her spare time, she likes to do a culinary event, traveling, and try other exciting new things. 
Setelah sukses besar dengan Bourne Saga, Matt Damon kembali beraksi di film action terbarunya, Green Zone. Lagi-lagi, Damon berkolaborasi dengan sutradara yang juga memimpin dua film Bourne terakhir—Bourne Supremacy dan Bourne Ultimatum, Paul Greengrass. Tidak hanya itu, Greengrass ternyata memboyong beberapa kru terdahulunya untuk mengerjakan proyek ini.
Film ini mengadaptasi buku nonfiksi yang ditulis oleh seorang wartawan Washington Post, Rajiv Chandrasekaran, yang berjudul Imperial Life in the Emerald City. Buku ini ditulis Chandrasekaran saat ia bertugas di Baghdad sebelum invasi Amerika ke Irak. Jadi, bisa dibilang film ini sedikit banyak mengangkat kisah nyata yang terjadi di Baghdad pada masa itu.

Sepertinya 2010 dapat dikatakan sebagai tahun penuh kejutan untuk para pecinta film. Tahun ini, Anda akan bertemu banyak film cerdas dan berkarakter yang disutradarai oleh orang-orang yang memang ahli dan profesional di bidangnya. Salah satunya adalah The Imaginarium of Doctor Parnassus yang disutradarai oleh sutradara penuh imajinasi dan metafora, Terry Gilliam.
Film yang sempat mengalami hambatan karena pemain utamanya, Heath Ledger, meninggal ini akhirnya berhasil diselesaikan setelah Gilliam mendapatkan ide untuk “menyisipkan” 3 aktor berkelas, seperti Johnny Depp, Jude Law, dan Collin Farrell untuk mengisi kekosongan di karakter yang dimainkan Ledger. Hasilnya? Film ini menjadi sebuah film yang tidak hanya meaningful, tapi juga bertaburan bintang terkenal.

Bersiaplah untuk menyambut salah satu film terbaik 2010. Shutter Island adalah film garapan sutradara terkenal Martin Scorsese yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Dennis Lehane. Jika Anda pemerhati film, pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan duet Scorsese dan Leonardo DiCaprio. Dua tokoh senior Hollywood ini pernah bersama dalam tiga proyek film besar, yaitu Gangs of New York (2002), The Aviator (2004), dan The Departed (2006). Hasilnya, ketiga film ini berhasil meraup penghasilan puluhan juta dollar dan memenangi berbagai penghargaan bergengsi. Lalu, bagaimana dengan film keempat mereka?

Berkarir sebagai aktor laga, Chow Yun-fat dikenal dengan penampilannya yang selalu prima di setiap film yang dibintanginya. Namun, bisakah Anda membayangkan Chow Yun-fat memerankan tokoh yang sama sekali lain dari peran yang biasa dimainkannya?
Itu terjadi pada film Chow Yun-fat terbaru, Confusius. Film yang digarap oleh sutradara wanita, Hu Mei, ini didedikasikan untuk merayakan peringatan 2560 tahun kelahiran Kong Qiu a.k.a Confucius a.k.a Konfusius a.k.a Kung Fu Tze. Di film ini, Yun-fat harus menanggalkan kesan ksatrianya karena ia memerankan sebuah karakter yang sama sekali baru: seorang pemikir dan filsuf terkenal sepanjang masa.
Selengkapnya »

Siapa yang tidak tahu legenda manusia serigala yang biasanya berkeliaran saat bulan purnama? Werewolf atau Wolfman—apa pun itu namanya—telah menjadi satu urban legend dan sempat amat terkenal setelah pemutaran film versi klasik, the Wolfman, pada 1941. Tahun ini, Joe Johnston, sutradara Jurassic Park III, ingin membangunkan kembali ingatan dan memori semua orang mengenai makhluk yang satu ini.
The Wolfman memang dibuat berdasarkan film terdahulunya. Bersama tim art, make up, dan design, Johnston berusaha keras menyajikan bentuk dan wajah baru dari makhluk spesial ini.

Apa yang akan Anda lakukan saat hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan Valentine’s Day datang? Walaupun perayaan tersebut berasal dari Barat, namun saat ini tidak sedikit orang yang ikut merayakannya. Jika Anda bertanya bagaimana suasana hari Valentine di Barat, tentu lain ceritanya.
Dalam film Valentine’s Day arahan Garry Marshall, Anda bisa menemukan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam satu hari, ketika hari Valentine. Marshall yang juga sutradara film era 90-an, Pretty Woman, mengemas film ini begitu manis sehingga membuatnya tampak tidak “murahan” dan membosankan.

Apakah Anda menantikan film Mandarin yang bermutu? 14 Blades bisa menjadi referensi. Film arahan Daniel Lee ini dapat mengobati kerinduan Anda akan film Mandarin yang berkualitas, baik dari bidang sinematografi, akting, sampai esensi dari cerita itu sendiri.
Mengambil latar Dinasti Ming, kerajaan membentuk sebuah organisasi pengawal kekaisaran. Di zaman modern, tak ubahnya seperti badan intelijen pemerintah yang dididik dan dilatih dengan cara yang kejam dan tidak wajar.
Selengkapnya »

Apa yang akan terjadi jika Tuhan sudah tidak menginginkan manusia hidup di bumi? Tuhan akan mengirimkan pasukan-Nya untuk membasmi umat manusia. Itulah yang menjadi tema utama film action arahan Scott Stewart kali ini, Legion.
Diceritakan, Tuhan telah kehilangan kepercayaan dan merasa kecewa terhadap umat manusia. Maka, Ia mengutus malaikat-malaikatnya untuk membasmi umat manusia. Michael (Paul Bettany), salah satu malaikat, memilih untuk tidak melaksanakan tugas tersebut karena percaya bahwa di tengah kesemrawutan yang terjadi di bumi, masih ada manusia yang memiliki keyakinan dan ketulusan. Maka, ia memutuskan untuk turun ke bumi dan membela umat manusia. Ia memotong sayap malaikatnya dan menjadi manusia biasa.

Akhir tahun 2009 ditutup dengan sebuah film mengagumkan besutan Guy Ritchie, Sherlock Holmes. Film yang diadaptasi dari novel fiksi karya penulis Inggris, Arthur Conan Doyle ini bercerita tentang sepak terjang detektif eksentrik yang terkenal andal menangani berbagai kasus yang tidak dapat dipecahkan para agen kepolisian.
Sherlock Holmes (Robert Downey, Jr.) tinggal bersama partnernya, seorang dokter bernama John Watson (Jude Law) di 221B Baker Street. Bersama, mereka kerap menangani berbagai macam kasus.

Bagaimana rasanya jika kita memiliki semua yang kita inginkan namun semuanya harus dibayar mahal dengan nyaris kehilangan keluarga tercinta? Mungkin hal ini tidak terlalu asing di telinga orang Indonesia yang kebanyakan masih mempercayai hal-hal yang berbau mistis.
Itulah tema yang diangkat oleh Martin Barnewitz dalam sekuel Messenger (2007), Messenger 2: The Scarecrow. Film ini berkisah tentang orang-orangan sawah yang memiliki kekuatan magis untuk “membantu” orang yang memasangnya. Jika Anda mengharapkan lanjutan dari film sebelumnya, Anda tidak akan mendapatkannya. Benang merah antara film pertama dan kedua hanya terletak pada kesamaan tema: makhluk halus yang menghantui sebuah keluarga.