Tortuga, itulah nama yang diberikan oleh VenomRX. Berbeda dengan casing dari venomRX yang sebelumnya pernah beredar, kali ini venomRX mendesain casing ini dengan ukuran Small Form Factor (SFF) untuk memuat sistem dengan board Mini-ITX. Oleh karena itu, casing ini terlihat mungil.
Sebagai pemanis front panel, VenomRX merancang casing ini dengan memadukan material metal mesh dan plastic. Pada front panel, VenomRX menyediakan dua buah LED, yang berupa LED hard disk, dan LED power. Selain itu, VenomRX juga menyediakan switch on/off, yang sayangnya tanpa dibarengi dengan kehadiran switch reset. Hal ini akan cukup merepotkan ketika Anda ingin me-reset computer. Disamping LED status dan switch, VenomRX menyediakan port USB, dan audio port yang diposisikan pada bagian atas front panel.
Selengkapnya »

NAS atau Network Attached Storage adalah teknologi ketika sebuah storage dikoneksikan dengan network via kabel LAN. Storage yang ada digunakan sebagai tempat penyimpanan data utama. Synology, brand asal Taiwan ini merupakan salah satu brand yang memfokuskan diri pada produk NAS.
Kali ini CHIP berkesempatan untuk mencoba ketangguhan NAS dari Synology, DS1010+. Produk ini mendukung kapasitas hingga 10 TB melalui lima slot hard disk yang disediakan. Semua slot yang ada mendukung hard disk 2.5-inch, 3.5-inch, dan SSD. Kelebihan lainnya adalah telah menggunakan sistem hot-swap untuk memudahkan pergantian hard disk dan maintanance.
Selengkapnya »
Silicon Power menghadirkan produk terbarunya berupa storage eksternal yang menggunakan hard disk. Produk ini diberi nama Armor A80 dengan pilihan kapasitas storage sebesar 320 GB, 500 GB, dan 640 GB. Armor A80 yang datang ke CHIP Test Center kali ini memiliki kapasitas sebesar 500 GB.
Armor A80 ini hadir dengan warna biru metalik pada bodinya. Silicon Power menggunakan material plastik pada bagian bodi. Desain yang dihadirkan Silicon Power pada produk ini terkesan biasa dan tidak ada yang istimewa bila dibandingkan dengan produk sejenis. Namun, dibalik desain yang biasa ini tersimpan feature shock-proof yang memadai.
Selengkapnya »
Seagate telah lama memproduksi seri GoFlex Desk. Beberapa aksesoris tambahan untuk GoFlex Desk juga telah diproduksi oleh Seagate. Aksesoris tambahan tersebut berupa FireWire 800/ USB 2.0 desktop adapter, eSATA desktop adapter, dan yang terbaru adalah USB 3.0 desktop adapter kit.
Produk ini terdiri dari USB 3.0 desktop adapter, PCI Express add-on card, dan lainnya. Dengan add-on card tersebut, Anda dapat memiliki interface USB 3.0 pada PC yang memiliki sebuah slot PCI Express x1 yang tidak digunakan.
Seagate menciptakan GoFlex Desk dengan tujuan agar produk tersebut memiliki kemampuan upgrade yang baik sehingga ketika performa yang dimiliki sudah dirasa kurang, Anda cukup membeli aksesoris tambahan dengan interface terbaru yang akan menghasilkan peningkatan performa.
Produk ini menggunakan interface USB 3.0 tipe Micro-B.Peningkatan performa dengan menggunakan interface USB 3.0 tergolong besar. Produk ini memiliki kecepatan write sebesar 124,5 MB/s dan read sebesar 125,4 MB/s pada tes Atto Disk Benchmark.
GoFlex Desk dengan interface USB 2.0 mampu menghasilkan kecepatan write sebesar 29,8 MB/s dan read 34,9 MB/s. Pada file copy test, waktu yang dicatatkan goFlex Desk 2 TB adalah 24,03 detik untuk write dan 19 detik untuk random read. Hasil pengujian ini menunjukkan performa yang baik dari GoFlex Desk USB 3.0 kit.
Perkembangan teknologi saat ini semakin erat dengan gaya hidup. Samsung menyadari hal ini dan selalu berinovasi menciptakan produk dengan desain yang unik untuk dapat bersaing dan menjawab kebutuhan konsumen.
Produk optical drive Samsung telah lama dikenal luas. Kali ini CHIP menguji sebuah optical drive eksternal, S084D. CHIP melakukan uji coba outdoor dan membawa serta produk ini bepergian. Dimensi yang slim dan compact, memudahkan Anda untuk membawa drive ini.
Dimensinya yang tipis, membuatnya mudah ditaruh di dalam tas notebook atau backpack. Samsung menyertakan sebuah kabel USB dengan panjang yang ideal. Kabel USB yang terlalu panjang atau pendek tentu akan menyulitkan Anda.
Samsung S084D hanya membutuhkan sebuah port USB untuk pengoperasiannya. Hal ini terasa penting terutama saat Anda berencana memadukan produk ini de- ngan notebook yang pada umumnya hanya memiliki tiga buah port USB.
Samsung memberikan tujuh pilihan warna, yaitu putih, hitam, kuning, pink, biru, merah, dan abu-abu. Pilihan warna yang menarik ini memberikan keunggulan sendiri terutama bagi Anda yang berjiwa modis dan dinamis.
Dari sisi ergonomik, CHIP memberikan nilai plus untuk mekanisme kerja eject S084D. Hanya dibutuhkan sentuhan ringan jari tangan untuk membuka tray. Hal ini terasa sesuai dengan desain S084D yang slim dan stylish.
Selain memproduksi optical drive ekstenal, Samsung juga memproduksi produk hard disk eksternal. Produk terbaru Samsung dinamakan G2 Portable Series.
Samsung mengklaim external storage G2 portable di buat dengan bahan-bahan yang aman dan ramah lingku-ngan, sehingga memenuhi standar RoHS serta bebas bahan halogen.Samsung memproduksi storage eksternal ini dengan berbagai kapasitas, yaitu 250 GB, 320 GB, 500 GB, dan 640 GB.Produk Samsung yang datang ke CHIP Test Center adalah Samsung HX-MU050DC dengan kapasitas 500 GB.
Selengkapnya »
Seolah tidak ingin tertinggal dengan yang lain, Point of View turut memasarkan salah satu graphics card generasi terbaru, GTX 465. Dilihat dari spesifikasinya memang tidak banyak berbeda dengan merek lain, karena memang card ini menggunakan desain reference dari NVIDIA, sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan. Card ini hadir dengan core clock sebesar 607 MHz, memori sebesar 1 GB, dan Shader Clock 1215 MHz, spesifikasi yang sesuai untuk sebuah reference card.
Selengkapnya »
PenDrive merilis sebuah flash disk yang diberi nama PenDrive Click-Co. Flash disk berkapasitas 16 GB ini dikemas oleh PenDrive dalam bentuk yang menarik. Bentuk yang menarik ini disumbang dari desain yang menggunakan mekanisme mirip ballpoint. Untuk menggunakan produk ini, Anda terlebih dahulu menekan plastik berwarna hijau yang terletak pada bagian belakang Click-Co agar port USB menjadi terlihat.
Untuk menyembunyikan port USB-nya kembali, Anda cukup menekan kembali plastik berwarna hijau tersebut. Di balik plastik berwarna hijau ini, terdapat sebuah LED yang berfungsi sebagai lampu indikator. Lampu indikator ini akan menyala sesuai dengan aktivitas pada flash disk. PenDrive juga menyediakan beberapa trial software.
Performa yang dimiliki Click-Co ini tergolong kurang optimal. Hal ini terlihat dari hasil benchmark sintetis dengan software Atto, Click-Co hanya menghasilkan write speed sebesar 3.942 KB/s dan read sebesar 10.100 KB/s. Pada random file copy test, Click-Co mencatatkan waktu 6 menit 23,30 detik untuk menulis sebuah folder berisi berbagai jenis file dengan ukuran total 1 GB. Saat membaca folder tersebut, Click-Co membutuhkan waktu 1 menit 50,52 detik.
Pada sequential file copy test, Click-Co berhasil mencatatkan waktu 4 menit 35,75 detik untuk memindahkan sebuah file berukuran 1 GB dari hard disk ke flash disk. Flash disk ini membutuhkan waktu 1 menit 46,59 detik untuk memindahkan file 1 GB tersebut dari flash disk ke hard disk.
Produk memori buatan Patriot telah lama beredar di pasaran. Memori desktop high-performance Patriot banyak digemari pengguna PC karena selain performa yang tergolong baik, harga yang ditawarkan pun menarik.
Kali ini CHIP berkesempatan menguji salah satu varian dari Patriot, yaitu Patriot PSD32G13332H. Memori ini hadir dalam single kit. Pada edisi 10/2010, CHIP pernah menguji produk yang serupa. Namun, apakah produk Patriot ini memiliki performa yang sama? Mari kita lihat bersama.
Pemilihan single kit untuk produk kelas entry level ini terasa menarik karena Anda dimungkinkan untuk melakukan upgrade secara bertahap. Kapasitas 2 GB untuk satu kepingnya terasa cukup untuk kegiatan berkomputer sehari-hari. Dari sisi desain, heatspreader yang digunakan hampir identik dengan seri sebelumnya, hanya saja kali ini dibalut dengan warna merah. Heatspreadernya yang tipis terlihat kurang optimal untuk mendukung kegiatan overclocking kelas berat. Untuk membuktikan hal ini, CHIP mencoba memacu memori ini sampai batas optimalnya.
Dalam pengujian standar, memori ini sama sekali tidak mengalami hambatan dan berhasil melewati berbagai tes dengan baik. Meskipun dengan CAS Latency 9-9-9-27 pada kecepatan 1333 MHz, ternyata timing memori ini dapat diketatkan menjadi 8-8-8-24 tanpa masalah. Modul memori ini mampu berjalan de-ngan baik hingga kecepatan 840 MHz dengan CAS Latency 9-9-9-24. Hasil ini membuktikan bahwa memori kelas entry level ini pun mampu dipacu dengan tinggi.

Sebagai merek lokal yang dulunya terkenal sebagai produsen memori, Muscle Power kini mencoba untuk meramaikan pasar motherboard di tanah air. Muscle Power A785GMF, itulah seri motherboard pertama dari Muscle Power yang datang ke CHIP Test Center. Terlihat dari penamaan tersebut, chipset utama board tersebut, adalah AMD 785G.
Selengkapnya »