Logo CHIP.co.id

Archive for the ‘Bug of The Month’ Category

Printer baru membuat Windows crash

by CHIP Team | August 14th, 2009 | Categories: Bug of The Month

dokter11

Perangkat lama mengganggu Driver untuk printer lama ditampilkan dalam Device-Manager hanya bila variabel lingkungannya disesuaikan

DIAGNOSIS: Tes pertama membuat prihatin: Begitu kami menekan tombol ‘Print’ di bawah Word, Windows hanya menampilkan layar biru dan hang. Mungkin printernya sendiri yang bermasalah. Ini bisa cepat diperiksa. Kami hubungkan printer ke PC lain. Ternyata ia mencetak tanpa masalah. Dengan demikian kami juga dapat mencoret kabel printer sebagai kemungkinan sumber masalah. Sebelum menginstalasi ulang seluruh sistem, kami mencoba peruntungan di forum printer Internet dan berhasil.

SOLUSI: Penyebab masalah adalah driver untuk printer lama. Solusinya tampak sederhana: Singkirkan driver ybs. Lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, soalnya dalam Device-Manager Windows hanya menampilkan driver perangkat yang terkoneksi. Semua lainnya aktif, tetapi hanya dapat ditampilkan dengan sebuah trik:

Kami tekan pada keyboard tombol Windows dan tombol Pause untuk sampai ke System-Properties. Dalam tab ‘Advanced’ selanjutnya kami mengklik ‘Environment Variables’ dan di bawahnya pada ‘New’. Sebagai nama kami cantumkan ‘devmgr_show_nonpresent_devices’ dan sebagai ‘Value’ angka ‘1’.

Kami konfirmasikan dengan ‘OK’ dan merestart PC. Dalam Device-Manager kami klik ‘View| Show hidden Devices’ agar XP menampilkan driver printer lama. Dengan sebuah klik kanan pada perangkat dan perintah ‘Uninstall’ kami singkirkan biang keladinya dari PC. Sekarang pembaca CHIP tersebut dapat mencetak tanpa Windows-crash.


Comments Off | Permalink

Vista Mereduksi Resolusi Monitor

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Bug of The Month

c

Tidak standar Resolusi 1279 x 1024 memang tidak tersedia, tetapi perbedaannya dengan resolusi standar bisa diabaikan.

DIAGNOSIS:Dari beberapa saran yang diterima CHIP, belum ada yang baru. Meskipun demikian, CHIP pun sebenar­nya tidak terlalu puas dengan solusi yang dipilih sebelumnya yaitu meng-install driver yang sebelumnya berfungsi. Jadi, CHIP pun kembali bereksperimen dengan monitor yang bermasalah dengan Vista tersebut. Semua kemungkinan solusi telah dicoba CHIP, seperti mengutak-atik driver, menggunakan card atau kabel lain, serta memasang berbagai versi Vista. Sayangnya, semua­nya tidak membantu. Beberapa saran juga merekomendasikan untuk mencantumkan resolusi baru dalam menu nVidia. CHIP pun memasukkan reso­lusi asli (native) LCD yaitu 1280×1024 de­ngan semua opsi, tetapi selalu mendapat laporan kesalahan. Namun, saat memasukkan resolusi 1200×1000, “keajaiban terjadi” karena resolusinya diterima oleh driver.

SOLUSI: CHIP pun menaikkan resolusi hingga mendekati resolusi asli yaitu mencapai 1279 x 1024. Pada resolusi ini, bagian horizontal yang hilang tidak terlalu signifikan dan dapat diabaikan. Jadi, resolusi asli pun akhirnya bisa berfungsi dengan driver nVidia.


Tags:
Comments Off | Permalink

BUG BULAN INI – PC Multimedia Hang Saat Boot

by CHIP Team | July 31st, 2009 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Sebagai diagnosis awal, CHIP menghubungkan PC tersebut de­ngan TV LCD. Saat start, PC kembali hang. De­ngan demikian, proyektor bukanlah biang keladinya. Kecurigaan pun beralih ke PC IDEA 500. Apabila koneksi HDMI dilakukan saat PC sedang bekerja, tidak ada masalah. Port HDMI juga kemungkinan bukan penyebabnya. Update firmware dan driver Acer juga tidak membawa hasil. Google pun menjadi tempat bertanya untuk membantu masalah tersebut. Akhirnya, titik cerah pun mulai ditemukan setelah CHIP menggunakan keyword yang tepat di Google untuk menemukan solusinya. Hasilnya, dapat diketahui bahwa dengan beberapa setting pada BIOS Acer Aspire IDEA 500 gangguan booting yang selalu muncul  dapat diatasi.

SOLUSI: CHIP pun mengikuti pandu­an dan mengubah setting BIOS-nya. Layar boot putih dinonaktifkan de­ngan memilih opsi “Disabled” untuk entri “Silent Boot” pada bagian “Advanced BIOS Features”. Entri “Small Logo” dan “Configure Table” diubah menjadi “Enabled”. Setelah disimpan, PC pun di-restart dengan sebuah perangkat display HDMI. Semua berfungsi tanpa ma­salah. PC mem-boot, resolusi TV LCD dikenali dan ditampilkan dengan benar.

a

Masalah HDMI PC Acer Aspire IDEA 500 membutuhkan setting BIOS khusus agar dapat di-boot pada perangkat HDMI.


Comments Off | Permalink

Native Resolution LCD TIdak Tampil

by CHIP Team | July 23rd, 2009 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Diagnosis singkat menunjukkan, driver-nya telah aktual (terbaru). CHIP lalu meng-install sebuah monitor TFT standar dengan resolusi maksimal 1280×1.024. Oleh karena Windows telah memiliki drivernya, resolusi 1280×1.024 langsung tampil pada TFT. Asumsi CHIP, resolusinya akan menjadi normal (1280 x 1.024) setelah memasang kembali LCD.

Sayangnya, slider maksimum dalam “Settings” masih menunjukkan nilai 1024×768. Itu berarti masalahnya  masih belum teratasi. Mengganti gra­phics card lain pun tidak mengatasinya.

SOLUSI: Monitor mengirimkan info re­so­lusi yang salah ke graphics card. Kombinasi driver terbaru (NVIDIA atau AMD/ATI) dan Vista yang tidak menginkan campur tangan penggu­na ini justru membawa masalah. Satu-satunya solusi adalah membatalkan update driver yang sebelumnya dilakukan. Ini berarti kembali ke driver graphic card lama dari Microsoft. Dengan trik sedikit “memaksa” ini masalahnya justru bisa diatasi.

v

Menghambat  Driver Vista dari Microsoft mengebiri kemampuan graphics card untuk menampilkan resolusi aslinya (native)


Tags: , ,
Comments Off | Permalink

BUG BULAN INI Printer Foto Penuh Sisa Tinta

by CHIP Team | July 7th, 2009 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Saat diperiksa, cartridge-nya asli HP dan jenisnya sesuai dengan printer. Jadi, ada penyebab lainnya. CHIP mencoba melakukan pengujian cetak. Bunyi printer mengindikasikan head printer yang tersangkut. Hal ini terlihat dari gerakan head printer yang tersendat-sendat. Sedikit dorongan pa­da head printer tidak banyak membantu karena head printer kembali tersangkut. CHIP memeriksa rel head printer tersebut dan akhirnya mene­mukan biang keladinya. Masalahnya berawal dari gumpalan tinta hitam yang telah mengering dan memblokir mekanisme pembersih jet tinta dalam posisi diam.

n

warna lama: Gumpalan tinta hitam yang telah mengering dapat menghambat bekerjanya printer Photosmart.

SOLUSI: CHIP membersihkan gumpalan tinta tersebut dan printer kembali berfungsi. Setelah CHIP tanyakan ke penggunanya, jelaslah persoalannya. Ia sudah menghabiskan lima set cartridge, tetapi hanya dapat mencetak kurang dari 100 lembar foto. Printer yang selama masa penggunaan terhubung dengan PC pasti sudah ribuan kali ON/OFF dan setiap kali selalu membilas tinta. Akibatnya, banyak tinta terkumpul pada busa penampung. Setelah penuh, sisa tinta menumpuk sehingga akhirnya printer pun macet. Dengan mengganti busa, kini printer tersebut kembali berfungsi seperti sedia kala.


Comments Off | Permalink

BUG BULAN INI Jebakan Update pada Hard Disk NAS

by CHIP Team | June 26th, 2009 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Fokus pertama diarahkan ke hard disk NAS. Setelah dihidupkan, perangkat melakukan boot, tetapi kemudian hang dengan lampu power LED berkedip. Ia tidak hanya tidak mem­perdulikan akses dari Windows Explorer dan browser, utility Maxtor pun tidak dapat mengakses hard disk untuk melakukan konfigurasi. CHIP mencoba membuka casing dan menge­luarkan drive untuk menyelamatkan data pentingnya ke PC. Sayangnya, Linux pun tidak dapat mendeteksi partisi sehingga kuat dugaan tabel partisi­nya telah rusak.

Melalui editor hex, CHIP me­me­riksa blok-blok data pertama hard disk dan menemukan sebuah boot sector dan se­buah tabel partisi yang normal walaupun bukan dalam format standar PC, tetapi versi khusus untuk chip Broadcom controller yang digunakan dalam Maxtor NAS. Itu artinya, partisi dan data yang diduga hilang masih dalam kondisi baik.


SOLUSI:
Kebetulan, CHIP pun memili­ki NAS dengan konstruksi sama. De­ngan perangkat ini, CHIP mencoba mene­mukan ukuran partisi sistem. Se­lanjutnya hard disk dikeluarkan lalu dihubungkan dengan hard disk pengguna pada sebuah PC Linux. Setelah transfer partisi sistem hard disk ternyata NAS yang tadinya mogok kembali mem-boot seperti biasa. Setelah mem-backup data, proses instalasi add-on OpenMSS bahkan bisa berjalan sukses.

bug1

Bermasalah: Setelah update firmware gagal, Maxtor MSS 500 GB justru tidak dapat diakses.


Comments Off | Permalink

Burner Mogok Setelah Instalasi SP2

by CHIP Team | August 8th, 2008 | Categories: Bug of The Month

81---bug

MASALAH PEMBAKAR : Matshita UJ-811B tidak berfungsi pada Windows XP SP2.

DIAGNOSIS: CHIP mencoba meme­riksa masalah ini di CHIP Test Center. Setelah gagal membakar CD untuk ketiga kalinya, CHIP melakukan update terhadap seluruh komponen software. Pertama, CHIP menggunakan driver terbaru untuk chipset VIA pada notebook, meng-update Nero 6 ke versi 6.6.1.15a, dan mencoba memperbarui firmware pembakar. Namun, firmware ini tidak dapat ditransfer ke notebook meskipun burner sudah dipindahkan ke komputer di CHIP Test Center.
Seper­tinya, pembakar ini menggunakan sebuah firmware OEM khusus untuk Yakumo dan tidak kompatibel dengan Update-Tools dari Matshita. Karena update ke Nero 8 juga tidak dapat mengatasi masalah, CHIP lalu meng­uji pembakar pada notebook lain yang menggunakan chipset Intel 915M. Di sini, pembakar dapat berfungsi tanpa masalah, CD berhasil dibakar dengan sempurna. Sebuah pembakar DVD lain juga dapat bekerja pada notebook Matshita UJ-811B. Sebaliknya, perangkat bawaan Matshita tidak dapat berfungsi sama sekali.
SOLUSI: Kemungkinan, masalahnya adalah kompatibilitas antara chipset notebook dengan pembakar yang berujung pada konflik driver dari SP2. Sistem tidak dapat di-downgrade ke SP1 karena banyaknya lubang keamanan dalam Windows XP versi ini. Setelah panjang-lebar berkonsultasi, akhirnya sang pemilik memutuskan untuk membeli pembakar baru, yaitu Sony NEC Optiarc AD-7543A. Selain mendukung Double-Layer dan memiliki kecepatan bakar yang tinggi, firmware pembakar sudah dalam versi yang aktual.

Comments Off | Permalink

Graphic Card NVIDIA Mati Setelah Listrik Mati

by CHIP Team | November 27th, 2007 | Categories: Bug of The Month

66---

BIT Berubah : Parameter yang salah setelah power breakdown (atas). Nilai yang benar setelah update BIOS (bawah).

67---

DIAGNOSIS: CHIP membuka casing PC dan mencoba menyalakannya. Kipas berputar, hard disk bekerja, dan tak ada bunyi beep tanda kerusakan. Sepertinya PC berjalan normal. Kelihatannya, memang graphic card NVIDIA 7800 GT yang terpasang di sana telah rusak, tetapi tidak seluruhnya.

SOLUSI: CHIP memasang PCI-Graphic Card dari Matrox di samping PCIExpress NVIDIA. Pada BIOS motherboard, Matrox dijadikan sebagai graphic card utama.

CHIP menjalankan tool NiBiTor 2.9a dari www.mvktech.net untuk memeriksa frekuensi clock GPU, graphic memory, dan core voltage graphic card. Mengejutkan! Semua parameter jauh dari rentang toleransi. Akibatnya, graphic card tidak dapat memberikan sinyal video dan sinkronisasi.

CHIP mendownload BIOS yang sesuai dari website NVIDIA. Setelah BIOS yang baru di-copy-kan dengan NVFLASH ke dalam flash memory NVIDIA 7800 GT, CHIP melepas graphic card Matrox. Sekarang graphic card NVIDIA dapat bekerja normal


Comments Off | Permalink

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Bug of The Month

Setelah menjalankan SyncToy, klik “Create New Folder Pair”. Masukkan drive sumber di bawah “Left Folder” dan drive tujuan di bawah “Right Folder”. Dalam Window berikutnya pilih “Echo” dan beri nama kepada sepasang folder tersebut, misalnya “Synchro”. Klik “Run” untuk membuat backup dari data asli.

Sinkronisasi secara otomatis
Tool: Microsoft SyncToy

Dengan fungsi “Echo” yang telah dipilih, SyncToy akan membandingkan file-file sumber dengan file-file tujuan. Sayangnya, proses ini tidak berjalan otomatis. Setiap kali Anda memasukkan USB drive, Anda harus menjalankan SyncToy dan mensinkronisasi kedua folder dengan “Run”.

Sinkronisasi : Dalam Wizard SyncToy, masukkan drive sumber dan tujuan, lalu jalankan sinkronisasi.

Jangan kecewa, dengan bantuan sebuah file modifikasi “autorun.inf”, proses ini akan sepenuhnya berjalan otomatis. SyncToy akan otomatis dijalankan begitu PC mengenali USB drive tersebut. Cara tercepat membuat file ini adalah dengan Notepad. Buka Notepad dan jika Windows Anda ada pada drive C:\, tulis:

C:\Progra~1\SyncToy\synctoy.exe -r

Ubah file path yang sesuai dengan instalasi Anda. Selanjutnya simpan file teks de­ngan nama “sync.bat” pada USB drive. Jika di sini sudah ada sebuah file “autorun.inf’” buka file tersebut dengan editor teks. Tambahkan ke dalam file ini perintah

open = x:\sync

di mana x:\ untuk huruf drive USB drive. Jika tidak, buatlah sebuah file teks lainnya, tuliskan ke dalamnya perintah di atas dan simpan file dengan nama “autorun.inf”.

Untuk menguji semuanya, logout USB drive lalu masukkan kembali. Mungkin, muncul dialog langkah mana yang harus dilakukan. Jika demikian pilihlah “Run Program”. Setelah konfirmasi SyncToy akan berjalan dan mensinkronisasi data kedua hard disk.

Computer To Go

PC in Your Pocket
Tidak hanya data, Anda juga bisa membawa serta Windows dan semua aplikasinya. Copy saja seluruh hard disk pada sebuah media data eksternal dan boot PC lain de­ngan media tersebut. Jika PC sudah berfungsi atau BIOS-nya tidak mungkin dijalankan lewat media eksternal, sebuah emulator dapat membantu Anda.

Drive dikenali : Konfigurasikan dialog untuk menjalankan sinkronisasi data otomatis.

Cloning hard disk
Tool: Maxblast 4 for Windows, PC Inspector Clone Maxx

Jika BIOS dapat di-load lewat media eks­ternal, sangat disarankan untuk meng-kloning isi hard disk Anda. “Master Boot Record” yang dibutuhkan untuk booting akan ikut tersalin. Anda akan memperoleh copy 1:1 dari hard disk, termasuk partisi, sistem operasi dan program-program yang terinstalasi di dalamnya.


Comments Off | Permalink

Bila LightScribe Tidak Mau Tampil

by CHIP Team | August 1st, 2007 | Categories: Bug of The Month

31---bugallocatedcdroms

DARI SATU MENJADI NOL : Mengubah Registry key allocatecdroms menjadi 0, membuat LightScribe dapat terdeteksi oleh sistem.

Diagnosis : Walaupun sumber kesalah­an masih belum jelas diketahui, CHIP mencoba memeriksa steker dan kabel pada pembakar yang terpasang. Semua­nya tampak normal. Pembakar juga terdaftar dalam Device List tanpa icon “exclamation mark”. CHIP lalu melepas pembakar dan memasangnya pada komputer lain. Setelah komputer di-reset, pembakar dapat dideteksi. LightScribe sudah tampak dalam daftar. Berarti, masalahnya hanya pada software atau driver saja. Karena PC tidak bermasalah, CHIP lalu mengunjungi website LightScribe (www.lightscribe.com) dan men­cari apakah ada user lain dengan masalah yang sama. Di bagian Support, terdapat 8 masalah seputar LightScribe beserta solusinya.

Solusi : Petunjuk pertama, instal semua update. Namun, masalahnya di sini bukan itu karena Auto-Update sudah diaktifkan pada Windows. Solusi kedua ternyata memberikan terobosan. Nilai Registry yang tidak tepat akan mencegah Windows mendeteksi LightScribe dengan sempurna. Nilai key “Alloca­tecdroms” di dalam “HKEY_LOCAL MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Winlogon” harus diganti dari “1” menjadi “0”. Setelah PC di-restart, Nero dapat mendeteksi LightScribe dengan baik.


Comments Off | Permalink