
Tips: Presentasi yang memiliki video tentunya bisa menjadi lebih “hidup” jika ditunjukkan kepada para penikmat presentasi Anda. Adanya video juga bisa membuat penikmat presentasi Anda menjadi lebih bersemangat karena mereka tidak hanya memandangi objek-objek diam yang kadang membuat mengantuk saja.
Apabila Anda ingin memasukkan file video ke dalam dokumen PDF dengan Acrobat 9 ini, Anda bisa melakukannya dengan mudah dan cepat. Pertama-tama tentu saja membuka dokumen PDF Anda. Setelah itu, tentukan area yang ingin Anda msukkan video. Klik “Tools | Multimedia | Video Tool”. Anda akan disuruh menyeleksi area video. Tarik kursor mouse hingga mendapatkan area yang sesuai keinginan Anda. Selanjutnya, sebuah window akan muncul dan meminta Anda untuk memasukkan file video.
Klik saja “browse’ dan cari file video dari dalam hard disk lalu klik “Open”. Sebelum Anda mengklik “Open” Anda masih diberi kebebasan untuk memotong durasi video. Lakukan pemotongan jika diras durasi video terlalu lama. Setelah Anda mengklik “Open” biarkan proses transcoding video berjalan hingga selesai. Jika sudah, Anda bisa menyimpan dokumen PDF melalui perintah “Save” atau “Save As.
Dengan memanfaatkan fungsi “Conditional Formatting”, Anda dapat dengan mudah membandingkan isi data yang terdapat dalam dua tabel yang berbeda. Hal ini sangat berguna untuk mengetahui dengan cepat jika Anda memasukkan isi data yang sama ke dalam dua tabel tersebut. Tips Misalnya, Anda memiliki dua buah tabel yang berisi daftar nama kota di Amerika Serikat dan ingin membandingkannya. Tabel pertama terdapat di dalam range “B2:B19″ dan tabel kedua ada di range “D2:D19″.
Proses awalnya, bandingkan terlebih dahulu tabel pertama dengan yang kedua. Caranya, blok tabel pertama dengan mouse mulai dari cell “B2″ sampai dengan “B19″. Selanjutnya, arahkan mouse ke menu “Format”, lalu pilih “Conditional Formatting”. Anda akan diajak masuk ke window “Conditional Formatting”. Di sana Anda dapat mengatur beberapa setup yang diperlukan. Pastikan “Condition 1″ telah tercentang. Masih dalam window “Conditional Formatting”, pilih “Formula is” dari drop down list yang terletak di sebelah kiri lalu masukkan formula “COUNTIF($D$2:$D$19;B19)=0″ ke dalam kolom “Formula is”, dan pilih “Result” pada kolom “Cell Style”. Terakhir, klik “OK”.
Sampai di sini Anda telah selesai membandingkan tabel pertama dengan yang kedua. Tahap selanjutnya, Anda perlu membandingkan tabel kedua dengan tabel pertama. Langkahnya sama, tetapi yang perlu Anda blok adalah tabel kedua, mulai dari cell “D2″ hingga “D19″. Selanjutnya, pilih menu “Format | Conditional Formatting”. Dalam window “Conditional Formatting”, pastikan “Condition 1″ telah tercentang dan pilih “Formula is”. Masih dalam window “Conditional Formatting”, pada kolom “Formula is” Anda dapat memasukkan formula “COUNTIF($B$2:$B$19;D19)=0″ dan pilih “Result” pada kolom “Cell Style”, lalu klik “OK”.

Data awal – List atau daftar tabel yang belum dibandingkan.

Hasil Akhir – List atau daftar tabel yang telah dibandingkan.
Saat Anda menyeleksi grafik, lalu Anda mengklik “File | Print”, program akan mencetaknya dalam sebuah kertas melalui printer. Namun, hasil print-nya tidak sesuai keinginan Anda. Warna-warna yang ada pada grafik tidak begitu terang dan bagus kualitasnya.
Tips Fungsi “Print” untuk mencetak grafik dan file dalam Microsoft Excel 2007 memang disediakan dalam keadaan standar dengan kualitas print sesuai bawaan program. Mungkin hal ini dilakukan pembuatnya agar pengguna Microsoft Excell 2007 bisa menghemat tinta printer. Namun, jika Anda tetap ingin kualitas yang terbaik untuk grafik Excel yang Anda buat, Anda bisa melakukannya dengan mudah dengan cara yang sama. Hanya saja, ada satu option yang harus diaktifkan.
Klik tombol “Office” dalam Microsoft Office 2007. Selanjutnya, klik juga “Excel options”. Pada tab “Advanced”, gulung scrollbar ke bawah sampai Anda menemukan bagian “Print”. Aktifkan option “High Quality Mode for Graphics”. Setelah itu, klik “OK”. Sekarang, coba Anda print sekali lagi grafik yang ada di dalam Excel.

Kualitas cetak – Warna-warna dari grafik yang Anda buat dalam Microsoft Excel 2007 bisa lebih “keluar” jika Anda mengaktifkan fungsi di atas.
Dengan tersedianya feature AutoCorrect yang terdapat dalam Microsoft Word 2003, Anda akan sangat terbantu dan dapat menghemat waktu dalam menuliskan simbol Copyright, Trademark, dan Registered Trademark. Dengan mengetikkan (c), (r), atau ™ ke dalam dokumen yang Anda buat, ketiga simbol tersebut akan ditampilkan dalam dokumen. Tips Namun, ada cara yang lebih singkat untukmembuat simbol tersebut, yaitu memanfaatkan tombol shortcut keyboard. Anda dapat menekan secara bersamaan tombol “ALT + CTRL” dan karakter awal dari simbol yang akan ditulis. Misalnya, Anda akan menuliskan simbol Copyright, Anda dapat menekan tombol “ALT + CTRL + C”.
Untuk menuliskan simbol Trademark, Anda dapat menekan tombol “ALT + CTRL + T”. Sementara itu, jika Anda ingin menghadirkan simbol Registered Trademark ke dalam dokumen yang sedang dibuat, Anda dapat menekan tombol “ALT + CTRL + R”.

Kombinasi Tombol – Menulis secara efektif symbol Copyright, Trademark, dan Registered Trademark .
Anda diminta untuk memasukkan beberapa daftar nama atau data ke dalam Microsoft Excel. Karena banyaknya data yang akan di-input, Anda harus mewaspadai jika terjadi duplikasi daftar nama yang akan dimasukkan. Hal ini dapat diantisipasi dengan memanfaatkan bantuan sebuah formula singkat yang dapat menampilkan pesan pop-up. Tips Misalnya, Anda akan memasukkan daftar nama yang dimulai dari kolom A3 sampai dengan A50. Blok dengan mouse range atau cell “A2:A51″. Arahkan mouse ke menu “Data”, pilih “Validation”. Anda akan diajak masuk ke window “Data Validation”. Dalam window tersebut, pilih tab “Setting”. Selanjutnya, arahkan mouse ke kolom “Allow”, pilih “Custom” dan isi kolom “Formula” dengan “COUNTIF($A$2:$A$20;A2)=1″ (tanpa tanda kutip).
Setelah itu, masih di kawasan window “Data Validation” pilih tab “Error Allert”, di area kolom “Style”, pilih “Warning”, dan tuliskan teks “Duplikasi Data” pada kolom “Title”. Agar pesan pop-up yang ditampilkan terlihat lebih lengkap, Anda juga dapat mengisi pesan pemberitahuan di area kolom “Error message”. Anda dapat mengisi kolom tersebut dengan pesan “Data yang Anda masukkan telah ada sebelumnya, silakan masukkan kembali dengan data yang lain”. Akhiri semua perintah di atas dengan menekan “OK”.

Pesan Pop-up – Jika Anda memasukkan daftar nama yang sama akan muncul pesan pop-up.
Anda ingin menuliskan sebuah teks di Photoshop yang setiap karakternya menampilkan potongan gambar sebagai latar belakang. Langkah ini cukup mudah Anda lakukan. Bagaimana caranya? Tips Langkah pertama, siapkan gambar yang ingin dijadikan sebagai latar belakang dan buka dengan program Photoshop CS2. Arahkan mouse ke “Horizontal Type Tool” atau tekan “T” di keyboard. Arahkan lagi mouse ke atas gambar dan buat tulisan yang diinginkan. Misalnya, Anda ingin menulis “MAJALAH CHIP”, secara otomatis di window “Layers” akan muncul layer teks baru.
Selanjutnya, arahkan mouse ke “Move Tool” dan beri checkmark “Show Bounding Box” lalu atur ukuran serta posisi teks sesuai keinginan. Setelah itu, seleksi teks tersebut dengan cara klik kiri mouse dan “CTRL” pada layer teks, pilih layer gambar atau background lalu tekan “CTRL + J”. Dapat dilihat, pada window “Layers” akan muncul layer baru yang menampilkan teks terisi gambar. Hapus layer teks dan gambar yang digunakan. Simpan layer baru yang telah Anda buat sesuai dengan format yang diinginkan.

Teks & Gambar – Membuat tulisan “Majalah CHIP” berlatar belakang gambar.
Anda memiliki beragam foto menarik dan ingin ditampilkan dalam lingkungan desktop wallpaper. Jadikan semua gambar yang ingin ditampilkan ke dalam bentuk collage foto dengan bantuan program Picasa 2.7. Bagaimana langkahnya? Tips Pertama-tama, jalankan program Picasa. Pilih folder tempat Anda menyimpan foto yang ingin ditampilkan. Selanjutnya, pilih beberapa foto yang ingin ditampilkan dengan menahan tombol “CTRL” dan klik kiri mouse. Setelah selesai memilih, klik tombol “Collage” pada program Picasa. Dengan segera akan muncul window “Make Collage” yang akan memperlihatkan kepada Anda susunan Collage Foto yang telah dibuat.
Dalam kolom “Type”, pilih “Picture Pile”. Untuk warna latar belakangnya, dapat Anda tentukan di kolom “Option”. Agar terlihat lebih menarik, Anda dapat memilih “Black Background” sebagai latar belakangnya. Pada kolom “Location”, pilih “Choose a Folder” dan tekan tombol “Choose” untuk diarahkan penyimpanannya ke Desktop. Jika semua telah ditentukan dengan benar, selanjutnya tekan tombol “Create” dan tutup program Picasa.
Sampai di sini, proses untuk membuat Collage Foto telah selesai dan kini Anda dapat menampilkannya sebagai desktop wallpaper. Caranya, klik kanan mouse di lingkungan desktop dan pilih “Properties”. Di dalam window “Display Properties”, pilih tab menu “Desktop” dan melalui tombol “Browse”, cari file collage yang tersimpan di Desktop. Pilih file collage yang telah dibuat dan tentukan tipe filenya sebagai “Background Files”, lalu tekan tombol “Open”. Kini, Anda akan di ajak kembali ke window “Display Properties”. Perhatikan, file collage yang telah di buat telah ada di dalam list “Background”. Langkah terakhir, pilih file collage tersebut dan tekan “OK”.

Collage Foto – Percantik desktop wallpaper dengan Collage Foto yang disusun melalui Picasa.
Untuk mengubah format teks dalam Microsoft Word menjadi tebal (Bold), Anda tinggal menekan tombol “Bold” yang ada di dalam toolbar. Begitu juga untuk memiringkan teks, Anda hanya tinggal menekan tombol “Italics”. Untuk teks tebal dan miring, tentunya Anda harus menekan kedua tombol tersebut secara berurutan.
Tips: Cara tadi lazim dilakukan oleh pengguna Microsoft Word terhadap isi dokumennya. Secara bergantian, Anda harus menekan dua tombol fungsi agar teks bisa menjadi tebal dan miring. Padahal, dengan sedikit trik Anda bisa membuat teks dalam format tebal dan miring hanya dengan sekali klik. Namun, untuk melakukan hal tersebut, Anda harus memanfaatkan fasilitas makro.
Sebagai langkah awal, Anda buka program Visual Basic Editor dari menu “Tools | Macro” atau dengan menekan kombinasi tombol “[Alt]+[F11]”. Setelah program Visual Basic Editor muncul, buat modul baru dari “Insert | Module”. Selanjutnya, salin list makro di bawah ke dalam modul baru tersebut. Setelah list tertera dengan benar, jalankan proses “Debug | Compile”. Jika proses compile berjalan lancar, lanjutkan ke langkah berikutnya dengan menutup program Visual Basic Editor.
Sub ItalicsBold()
Selection.Font.Bold = True
Selection.Font.Italic = True
End Sub
Agar makro yang Anda buat terintegrasi dengan baik, klik “Tools | Macro | Macros”. Pada window “Macros” klik pilihan “ItalicsBold” dan tekan juga tombol “Organizer”. Pilih tab “Macro Project Item” dan copy-kan modul yang ada di bagian kiri ke bagian kanan. Setelah Anda meng-copy modul tersebut, konfirmasikan dengan “OK”.
Kini, untuk memudahkan pengoperasian fungsi tersebut, Anda perlu membuat tombol baru dalam toolbar. Anda klik saja “Tools | Customize”. Selanjutnya, di bagian “Categories” pada tab “Commands”, Anda pilih “Macros”. Sementara di bagian “Commands”, Anda klik “Normal.Module1.ItalicsBold”. Drag option tersebut ke area toolbar yang masih kosong. Jika sudah, klik tombol baru tersebut dan Anda bisa mengubah namanya sesuai keinginan Anda. Setelah nama dan icon telah Anda ubah, Anda bisa menutup “Customize”. Untuk mengujinya, Anda buka dokumen word lalu seleksi salah satu bagian teks. Klik tombol makro yang baru Anda buat. Lihat hasilnya.
Saat ini, banyak pengguna Word yang menyimpan dokumen pekerjaannya di media flash disk agar mudah dibawa-bawa. Mereka tinggal meng-copy dari Windows Explorer atau menyimpannya langsung dari program Microsoft Word. Apabila Anda menginginkan program Microsoft Word memiliki fungsi penyimpanan (Save As) langsung ke dalam flash disk, Anda patut mencoba trik berikut ini.
Tips: Agar trik ini berjalan lancar, pertama-tama Anda harus mengetahui, di drive mana flash disk terdeteksi oleh PC. Untuk trik ini, CHIP mengasumsikan flash disk terdeteksi di drive H. Anda tinggal mengganti drive H ini dengan drive lainnya, jika PC Anda mendeteksi flash disk tidak di drive H. Setelah urusan drive ini selesai, kini Anda dapat membuka program Microsoft Word.
Sub FileCopyToH()
Dim OrName As String
OrName = ActiveDocument.FullName
ActiveDocument.SaveAs “H:\” + ActiveDocu ment.Name
ActiveDocument.SaveAs OrName
End Sub
Di lembar kerja Microsoft Word, Anda buka program Visual Basic Editor dari menu “Tools | Macro”. Kemudian, Anda buat modul baru dari menu “Insert | Module”. Salin list makro yang berada di boks di atas. Anda tinggal mengganti drive H dengan drive lainnya jika port USB Anda mendeteksi flash disk bukan di drive H. Setelah itu, jalankan proses “Debug | Compile” dan tutup Visual basic Editor.
Sama seperti trik-trik makro lainnya, Anda harus mengintegrasikan makro yang baru Anda buat. Oleh karena itu, klik “Tools | Macro | Macros”. Pilih option “FileCopytoH” dan tekan tombol “Organizer”. Pastikan Anda berada dalam tab “Macro Project Items” dan copy-kan modul yang ada dalam bagian kiri ke bagian kanan lalu klik “OK”.
Langkah berikutnya adalah membuat tombol makro di area toolbar. Buka “Tools | Customize”. Di bagian “Categories”, pilih “Macros”. Di bagian “Commands”, drag option “Normal.Module1.FileCopytoH” ke area toolbar yang masih kosong. Setelah itu, klik kanan tombol makro tersebut lalu Anda ubah nama dan icon-nya. Jika sudah, tutup “Customize”. Sekarang, setelah dokumen selesai Anda edit, Anda bisa langsung menyimpannya ke dalam flash disk di drive H.
Untuk keperluan tertentu, terkadang Anda harus mengetikkan angka nol dengan garis diagonal di dalamnya (slashed zero). Untuk angka nol seperti itu, masih banyak pengguna PC yang tidak mengerti bagaimana membuatnya. Berikut tips dari CHIP.

8. Slashed Zero: Dapat dibuat dengan cepat melalui beberapa kombinasi tombol keyboard.
Tips: Beberapa pengguna Microsoft Word membuat angka nol bergaris tengah dengan cara mengubah jenis hurufnya. Mereka tinggal mengetikkan angka nol lalu menyeleksinya dan memilih jenis huruf tertentu sehingga angka nol memiliki garis diagonal di dalamnya. Cara lainnya adalah dengan menggunakan simbol. Namun, ada cara lainnya yang bisa Anda lakukan langsung dari lembar kerja.
Saat Anda berada dalam dokumen Word, posisikan kursor dalam area yang Anda inginkan lalu tekan tombol “[Ctrl]+[F9]”. Selanjutnya, dalam tanda kurung yang muncul, Anda ketikkan “eq \o (0,/)” (tanpa tanda kutip). Jika sudah, Anda tinggal menekan kombinasi tombol “[Shift]+[F9]”. Lihat hasilnya. Slashed Zero ini bisa Anda copy lalu Anda letakkan di area lainnya dalam dokumen Word. Jadi, Anda cukup membuatnya sekali saja.