Logo CHIP.co.id

Archive for the ‘Games’ Category

Warhammer 40K: Dawn of War 2

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum: Windows XP SP2 / Vista SP1 Processor: Intel 3.2GHz / AMD Athlon64 3200+ / Intel Core (atau Pentium D) 2.0 GHz Memory: 1 GB (Windows XP) / 1.5 GB (Windows Vista) Hard drive: 5.5 GB Video card: 128 MB Video RAM dengan Shader Model 3.0 (Nvidia GeForce 6600GT atau ATI Radeon X1600) DirectX 9.0c

Warhammer 40K: Dawn of War 2
Babak Baru Pertempuran Space Marines

Sepak terjang pertempuran brutal para tentara luar angkasa dalam seri Dawn of War kembali hadir dengan musuh yang lebih mengerikan.  David Novan

Seri Dawn of War merupakan salah satu cerita paling seru dan melibatkan banyak pertempuran dalam dunia Warhammer 40K. Sebagai sebuah video game yang diadaptasi dari game table-top terkenal, Warhammer 40K menyajikan pertempuran antargalaksi yang didominasi oleh para Space Marines, pasukan perang berumur kekal yang mengabdi pada God-Emperor of Mankind melawan makhluk asing yang selalu berusaha untuk merebut daerah kekuasaan Imperium of Man.

Image

Pertempuran berjalan dengan seru karena keterbatasan jumlah unit yang digunakan.

Dawn of War 2 memperlihatkan bentuk permainan yang berbeda dari Dawn of War sebelumnya. Anda tidak akan menemukan pembangunan pangkalan untuk menghasilkan prajurit dan mesin perang seperti game Real-time Strategy (RTS) biasa. Malahan, Anda akan mengendalikan unit kecil yang disebut Battle Company. Pasukan tersebut terdiri dari regu perang yang memiliki kemampuan khusus dan dapat di-upgrade seperti layaknya game Role-playing.

Image
Fasilitas perang yang ada di tiap peta dapat membantu Anda dengan skill khusus.

Setiap pertempuran yang Anda jalani biasanya diikuti oleh empat regu yang salah satunya adalah karakter Hero. Pemilihan regu lain disesuaikan dengan pola permainan yang ingin Anda terapkan. Contohnya, Anda memilih serang­an jarak jauh dibanding jarak dekat. Maka, Anda sebaiknya memilih regu Devastator yang dipersenjatai oleh senapan mesin berat untuk menekan (supress) laju musuh dan Tactical Squad yang dipersenjatai oleh Bolt Rifle untuk menghabisi musuh yang tertekan. Musuh yang tertekan oleh serang­an gerakannya akan melambat dan efisiensi serangan mereka berkurang dengan dras­tis. Berbagai taktik yang akan Anda terapkan tergantung dari jenis unit yang dipilih sebelum turun ke medan pertempuran.


Comments Off | Permalink

F.E.A.R 2: Project Origin

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP SP2 / Vista SP1 Processor: Intel Pentium IV 2.8 GHz / 3.2 GHz (Windows Vista) atau AMD Athlon 64 3000+ / 3200+ (Windows Vista) Memory: 1 GB (Windows XP) / 1.5 GB (Windows Vista) Hard drive: 12 GB Video card: 256 MB Video RAM dengan Shader Model 3.0 (Nvidia GeForce 6800 atau ATI Radeon X700) DirectX 9.0c

F.E.A.R 2: Project Origin
Alma Kembali Menghantui Anda

FEAR 2 membuka tabir yang menyelimuti misteri keberadaan Alma, disertai dengan permainan yang seru dan sangat kejam.  David Novan

Gamer yang menyukai permainan shooter pasti setidaknya pernah mendengar FEAR. Game aksi yang menyelipkan unsur horor dalam permainannya ini telah berhasil membuat pemainnya merasakan ketakutan menggunakan penampakan seorang gadis kecil bernama Alma. Pada FEAR 2, Anda akan disuguhkan aksi yang tidak kalah seru dan suasana horor yang masih akan membuat Anda ketakutan.

Image

Alma akan terus menghantui perjalanan Anda dengan cara yang menakutkan.

FEAR 2 bisa dikatakan merupakan penjelasan mengenai cerita yang pernah Anda temui di FEAR pertama. Pada game ini, Anda akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai yang terjadi pada seorang gadis bernama Alma dan mengapa gadis ini menjadi bayangan yang terus menghantui Anda. Untungnya, cerita dalam game ini dibentuk sedemikian rupa supaya para pemain yang belum pernah memainkan FEAR pertama dapat ikut mengerti dan menikmati ceritanya.

Image

Senjata yang Anda temui di sepanjang permainan memiliki beragam kemampuan.

Sebagai sebuah game shooter, FEAR 2 memiliki bentuk permainan yang penuh dengan ledakan, aksi, dan senjata yang beraneka ragam. Musuh yang akan Anda hadapi juga tidak dapat diremehkan ke­mampuannya. Seperti pada FEAR pertama, musuh dapat bekerja sama dengan temannya untuk menyerang Anda dari berbagai arah. Bahkan, mereka dapat memaksa Anda untuk keluar dari perlindungan dengan lemparan granat yang bertubi-tubi, sementara teman mereka siap menembaki Anda ketika menghindari ledakan granat.


Comments Off | Permalink

The Lord of The Rings: Conquest

by CHIP Team | July 31st, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP SP2 / Vista 32-bit Processor: Intel Pentium 2.4 GHz Core Duo Memory: 1 GB Hard drive: 6.5 GB Video card: 256 MB Video RAM dengan Pixel Shader 3.0 (Nvidia GeForce 7800 atau ATI Radeon X1800) DirectX 9.0c

The Lord of The Rings: Conquest
Perang Middle-earth Dimulai!

Kini Anda dapat merasakan sendiri pertempuran massal yang terjadi di Middle-earth melalui mata pasukan Aragorn dan Sauron. David Novan

Kisah seru yang terjadi di dalam cerita The Lord of The Rings selalu menarik untuk dijadikan tema utama dalam video game. Cukup banyak game yang menggunakan kisah petualang­an Aragorn dan pasukan manusia dalam melawan pasukan kegelapan Sauron yang bertujuan membasmi manusia. Namun, game yang mengajak Anda untuk benar-benar merasa terlibat dalam pertempuran besar seperti yang dapat dilihat di filmnya belum pernah digarap sebelumnya. Oleh karena itu, The Lord of The Rings (LOTR) Conquest merupakan hal yang baru dalam franchise ini.

Image

Merebut posisi merupakan tujuan penting untuk mengalahkan pasukan musuh.

Game ini menggunakan tema pertempuran besar yang terjadi di belakang layar semenjak dimulainya perjalanan Frodo menuju Mount Doom. Sayangnya, kemunculan beberapa pahlawan, seperti Gimli dan Gandalf dalam beberapa pertempuran tidak sesuai dengan alur waktu cerita sebenarnya dan bisa dipastikan akan membuat penggemar LOTR melayangkan protes. Bentuk permainan dalam game ini mirip dengan Battlefield. Anda akan berperan sebagai prajurit biasa yang harus bekerja sama dengan pasukan Anda untuk mengambil posisi di medan peperangan. Selain memerankan pihak kebaikan, Anda juga dapat berperan sebagai pihak jahat dan melihat apa yang terjadi jika Sauron berhasil menang.

Image

kemampuan khusus yang dimiliki tiap karakter berguna untuk kerja sama tim.

Pada Story Mode, mulanya Anda hanya dapat memainkan pihak manusia saja. Pihak Sauron baru muncul setelah Anda berhasil menamatkan pihak manusia. Anda akan diminta untuk memilih kelas prajurit yang terbagi menjadi empat jenis, yaitu Soldier, Archer, Rogue, dan Magician. Soldier pada dasarnya adalah pasukan garis depan yang bertarung dengan menggunakan pedang. Archer menggunakan senjata panah dan menyerang dari jarak jauh. Kemampuan mereka untuk membidik dari jarak yang sangat jauh sangat berperan dalam menghabisi Soldier musuh yang berada di garis depan. Rogue memiliki kemampuan unik yang membuatnya dapat menghilang untuk beberapa saat. Namun, serangan paling berbahanya justru terletak pada kemampuannya untuk membunuh musuh dengan sekali serangan dari belakang ketika hilang. Bahkan, unit pahlawan, seperti Aragorn dan Sauron dapat dibu­nuh­nya dengan sekali serangan! Kemudian, yang terakhir adalah Magician yang mampu menyerang banyak musuh sekaligus dan menyembuhkan energi teman.


Comments Off | Permalink

Mirror’s Edge

by CHIP Team | July 31st, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP SP2 / Vista Processor: Intel Pentium IV 3.0 GHz Memory: 1 GB Hard drive: 8 GB Video card: 256 MB Video RAM dengan Shader Model 3.0 (Nvidia GeForce 6800 atau ATI Radeon X1600) DirectX 9.0c

Mirror’s Edge
Leap of Faith

Perasaan yang tertinggal ketika Anda berhasil melakukan lompatan menantang maut dari satu gedung ke gedung lain benar-benar mengasyikan. David Novan

Ungkapan di atas mungkin merupakan segelintir ketegangan yang bisa Anda temukan dalam Mirror’s Edge. Game unik ini diracik berdasarkan sebuah aktivitas yang dinamakan Parkour (Anda dapat menemukan komunitas yang menekuni aktivitas ini di www.parkourindonesia.web.id). Parkour memberi penggunanya kemampuan untuk menggunakan tubuhnya melewati berbagai rintangan yang biasa Anda temukan, seperti tembok, ketinggian, dan tiang untuk mencapai posisi tujuannya. Pada Mirror’s Edge, Anda akan mengendalikan karakter melewati berbagai rintangan tersebut melalui pandangan orang pertama. Jadi, Anda dapat merasakan kecepatan dan ketegangan ketika melompat antargedung.

Image

Musuh dengan beragam jenis senjata dapat dilumpuhkan atau dihindari.

Selain berusaha melewati rintangan secepat mungkin (karena biasanya Anda dikejar oleh pihak berwajib yang gemar menembakkan senjatanya), Anda juga dapat melakukan bela diri dengan menggunakan daerah sekitar. Contohnya, Anda dapat berlari dan diakhiri dengan tendang­an yang membuat lawan sempoyongan. Kemudian, Anda dapat mengambil senjatanya menggunakan penekanan tombol mouse kanan pada saat yang tepat (di­animasikan oleh gerakan yang keren).


Comments Off | Permalink

Grand Theft Auto 4

by CHIP Team | July 30th, 2009 | Categories: Games
Image
Spesifikasi Minimum Windows XP SP3 / Vista SP1 Processor: Intel Core 2 Duo 1.8 Ghz atau AMD Athlon X2 64 2.4 Ghz Memory: 1.5 GB Hard drive: 16 GB Video card: 256 MB Video RAM (Nvidia GeForce 7900 atau ATI Radeon X1900) DirectX 9.0c

Grand Theft Auto 4
Pucuk Dicinta Ulam Tiba

Game yang dinobatkan oleh beberapa kalangan sebagai game terbaik console tahun 2008 akhirnya tiba juga untuk para gamer PC. David Novan

Gaung Grand Theft Auto 4 (GTA4) telah terdengar dengan keras dan menggema semenjak tahun lalu. Game yang oleh banyak kalangan dinobatkan sebagai game menjelajah dunia terbuka terbaik ini telah menuai banyak pujian dan kecaman keras di dunia. Bagaimana tidak, game ini selalu dikaitkan dengan kekerasan yang terjadi di kalangan anak muda (terutama gamer) oleh para politisi di dunia barat. Walau demikian, Anda harus mengakui bahwa game ini memiliki cukup banyak feature menarik dan cerita yang tidak kalah serunya. Setelah sekian lama menunggu, gamer PC dapat merasakan sendiri semua hal yang membuat game ini sangat populer di media game console Next-gen.

Image

Seru Aksi seru yang melibatkan senjata dan kendaraan masih kental dalam game ini.

Anda akan berperan sebagai seorang imigran dari negara pecahan Rusia bernama Niko Bellic. Karakter yang Anda mainkan memiliki pengalaman militer yang cukup lama ketika berperang di negara asalnya dan datang ke Amerika atas undang­an sepupunya. Awal cerita tersebut akan membawa Anda menuju kelamnya kehidupan kriminal di sebuah negara yang mengutamakan uang di atas segalanya. Oleh karena itu, kami sarankan Anda melarang gamer berusia muda untuk memainkan game ini. Game ini dipenuhi oleh tema sugesti yang berisi kekerasan dan menghalalkan aksi kriminal untuk mencapai tujuan.

Image

Besar Kota yang Anda tempati memiliki ukuran yang sangat besar dan banyak rahasia.

Terlepas dari ceritanya yang bertema dunia kriminal, game ini memiliki cukup banyak feature yang menarik untuk dimainkan. Kota yang berukuran besar bernama Liberty City pada dasarnya merupakan replika dari kota New York. Anda dapat melihat banyak kesamaan antara kedua kota tersebut, antara lain patung Liberty dan menara Empire State. Tentu saja, bentuk gedung landmark yang ditiru dalam game ini memiliki sedikit perbe­daan. Contohnya, patung Liberty dalam game ini membawa makanan cepat saji sebagai pengganti obor yang dipegangnya.


Comments Off | Permalink

Prince of Persia

by CHIP Team | July 30th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP SP2 / Vista Processor: Intel Pentium IV D dual-core processor 2.6 GHz atau AMD Athlon 64 X2 3800+ Memory: 1 GB (Windows XP) / 2 GB (Windows Vista) Hard drive: 9 GB Video card: 256 MB Video RAM dengan Shader Model 3.0 (Nvidia GeForce 6800 atau ATI Radeon X1600) DirectX 9.0c dan DirectX 10.0

Prince of Persia
Semua Serba Baru

Game petualangan ini akan membawa Anda menuju dunia yang penuh dengan aksi lompatan menantang maut dan cerita yang menarik.  David Novan Seri game Prince of Persia dikenal oleh gamer di seluruh dunia sebagai sebuah game yang melibatkan banyak aksi melompat dan petarungan pedang yang keren. Pada game Prince of Persia ini, Anda akan menemukan petualangan dan cerita yang benar-benar baru mengenai pangeran lincah dari Persia ini. Selain cerita baru, Anda juga dapat menemukan banyak hal baru dalam game ini, seperti tampilan yang menggunakan teknologi cell shading (teknologi tampilan graphic 3D yang terlihat seperti gambar 2D), pengendalian yang mudah, petarung­an pedang yang keren, banyolan sang pa­ngeran yang mampu memeriahkan suasana permainan, dan bantuan seorang rekan yang cantik.

Image

Segala permukaan Tiada permukaan yang tidak dapat dilewati oleh pangeran lincah ini.

Pada game ini, sang pangeran yang eksentrik bekerja sama dengan seorang putri kerajaan bernama Elika yang ia temui di sebuah kerajaan kuno. Tujuan utama game ini adalah mencegah kebangkitan dewa kegelapan bernama Ahriman dari penjaranya yang ternyata berada di kerajaan milik Elika. Untungnya, Ahriman tidak dapat bebas jika sang pangeran dan Elika berhasil menguasai beberapa dae­rah yang bernama Fertile Grounds. Setiap daerah tersebut harus dibersihkan dari kegelapan dengan bantuan kekuatan dewa cahaya bernama Ormazd dan secara kebetulan Elika memilikinya.

Image

Seru Pertarungan terlihat seru dan keren de­ngan sistem serangan kombinasi dua orang.

Daerah yang harus Anda kuasai pada dasarnya terbagi menjadi empat. Setiap daerah dibagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil dan semuanya harus di­bersihkan dengan menggunakan kekuatan Elika. Serunya, setiap daerah tersebut di­jaga oleh bos yang bernama Hunter, Alchemist, Concubine, dan Warrior. Untuk membuka daerah terakhir dari setiap bos, Anda harus me­nguasai semua daerah di bawahnya. Untuk membuat permainan lebih menarik, Anda juga harus memiliki kekuatan Ormazd (terbagi menjadi empat buah) untuk mencapai Fertile Grounds yang ada di setiap daerah. Lalu, untuk men­dapatkan kekuatan tersebut, Anda harus me­ngumpulkan bola cahaya bernama Light Seed hingga jumlah tertentu. Light Seed akan muncul setelah Anda membersihkan sebuah daerah de­ngan bantuan kekuatan Elika.


Comments Off | Permalink

Everyone Can Develop Game!

by CHIP Team | July 24th, 2009 | Categories: Games
Image

Judul:     RPG Studio
Ukuran:     19 x 23 cm
Harga:     Rp79.800
Penerbit:     Elex Media Komputindo

Massively Multiplayer Online Game (MMOG) (atau bisa diartikan per-mainan komputer beramai-ramai melalui internet) di Indonesia saat ini sudah menjadi hiburan yang sangat marak, tidak kalah dengan hiburan lainnya yang bisa diminati oleh anak-anak hingga dewasa. Akses internet yang mulai murah membuat penggunaannya untuk sarana hiburan menjadi terjangkau.

Dengan maraknya permainan online tersebut, maka bisnis usaha warnet pun ikut mejadi marak. Sedangkan para penyedia jasa permainan online pun ikut meraup keuntungan yang tidak sedikit. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa semua permainan yang ada tersebut import atau dari luar negeri? Tidak adakah permainan online multiplayer yang dibuat oleh anak bangsa? Hingga saat ini memang sudah banyak terdengar beberapa pribadi ataupun kelompok yang telah mulai berusaha membuat permainan multiplayer online, akan tetapi belum juga nampak hasilnya.

Sepertinya membuat sebuah permainan yang sesuai standar saat ini cukup sulit, apalagi jika dalam permainan tersebut beberapa pemain bisa bermain bersama-sama (multiplayer).

RPG Studio sebagai alat bantu paling mudah untuk semua kalangan

RPG Studio menjawab semua tantang­an yang ada, penggunaannya sendiri pun jauh lebih mudah dan sangat cepat, dalam hitungan detik sebuah permainan langsung bisa dibuat dengan hanya memerlukan beberapa klik mouse saja, tanpa script dan tanpa perlu mengetahui programming sama sekali.

Image

Walaupun proses pembuatannya sangat cepat dan sangat mudah, per-mainan yang dihasilkannya memiliki kualitas setara MMORPG komersial yang ada (in game feature complete) seperti Ragnarok, Tales Weaver, Elysium, dan lainnya. Selain itu, permainan tersebut juga akan secara otomatis menjadi multiplayer dan bisa online tanpa memerlukan usaha tambahan khusus. Sedemikian mudah dan cepatnya RPG Studio dalam membantu pembuatan sebuah MMORPG sehingga bisa menjadi alat bantu untuk melakukan demo saat interview bagi para pelamar calon game designer, game 2D artist, game 3D animator, dan lainnya.

Image

Semua kelebihan tersebut pun bisa didapat secara cuma-cuma (gratis) karena RPG Studio adalah freeware. RPG Studio tidak hanya menyediakan game resources library yang siap digunakan, akan tetapi juga menyediakan segala tools yang dibutuhkan demi membantu pengguna untuk membuat game resources karyanya sendiri, semisal pengguna ingin menambahkan avatar buatannya sendiri, menambahkan monster buatannya sendiri, area, NPC, dan lainnya.

Menariknya, permainan ini bisa dilakukan beberapa orang sekaligus tanpa harus terhubung ke internet, semua cara dan pengaturan terhadap client dan server bisa dilihat di buku panduannya yang sangat lengkap.

Game RPG yang asli dibuat oleh anak bangsa ini juga telah memperoleh popularitasnya di mancanegara, sejak dihosting secara free, tidak kurang berbagai pujian dari teman-teman gamers di Cina, Lithuania, Amerika, dan bahkan ada seorang penggemar dari Thailand yang sampai membuatkan website khusus untuk RPG Studio.

Image

Comments Off | Permalink

Call of Duty: World at War

by CHIP Team | July 24th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP / Vista 32-bit Processor: Intel Pentium IV 3 GHz atau AMD Athlon 64 3200+ Memory: 512 MB (Windows XP) / 1 GB (Windows Vista) Hard drive: 8 GB Video card: 256 MB Video RAM (NVIDIA GeForce 6600GT atau ATI Radeon 1600XT) DirectX 9.0c

Call of Duty: World at War
Kekejaman Perang Dunia Kedua

Call of Duty: World at War memperlihatkan sisi sebenarnya dari sebuah peperangan, yaitu dilupakannya nilai kemanusiaan. David Novan Seri game perang Call of Duty se­lalu mampu memperlihatkan drama peperangan yang menarik untuk diikuti hingga tuntas. Setelah keberhasilan Call of Duty 4 membawakan tema perang modern, Call of Duty: World at War kembali ke akar seri game ini, yaitu perang dunia kedua. Game ini juga berhasil memperlihatkan permainan berkualitas tinggi dengan melibatkan emosi pemain dalam pertempuran yang seru!

Image

Jepang Pasukan Jepang akan menerjang maju dengan semangat berani matinya.


Game ini masih menggunakan pola cerita yang sama seperti Call of Duty 4, yaitu mengikuti peperangan melalui beberapa orang yang berbeda. Pada suatu waktu, Anda akan berperang bersama pihak Amerika melawan tentara Jepang pada perang Pasifik. Kemudian, Anda akan diajak untuk merasakan pertempuran besar melawan pasukan Jerman melalui mata pihak Soviet. Semua itu dirangkai ke dalam sebuah cerita yang menarik dan seru.

Image

Efek Efek tampilan yang bagus membuat game ini terlihat begitu nyata.


Satu hal yang patut diperhatikan menge­nai bangsa musuh yang Anda lawan adalah perbedaan bentuk serangan mereka. Ketika Anda melawan tentara Jerman, mereka lebih menggunakan taktik dan persenjataan berat untuk menggempur posisi Anda. Oleh karena itu, Anda harus selalu siap dihujani granat, dihantam peluru tank, dan roket. Lain halnya dengan pasukan Jepang.

Mereka lebih rela menerjang maju dengan bayonet dan mati ketimbang menggunakan persenjataan berat. Selain itu, mereka juga memiliki banyak jebakan untuk menghabisi pasukan Anda. Bahkan, tentara Jepang yang sekarat masih berusaha membunuh Anda dengan menjatuhkan granat dan menembakkan pistolnya!


Comments Off | Permalink

by CHIP Team | July 24th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP / Vista 32-bit Processor: Intel Pentium IV 3 GHz Memory: 1 GB Hard drive: 7.5 GB Video card: 128 MB Video RAM dengan Shader Model 2.0 (Nvidia GeForce 6600 atau ATI Radeon 9600) DirectX 9.0c

Left 4 Dead
Zombienya Bisa Lari!

Left 4 Dead menghancurkan mitos lama yang beredar di dunia game bahwa zombie harus berjalan dengan lambat dan sulit dibunuh. David Novan

Apakah sebuah game harus memiliki cerita yang bagus dan kompleks untuk menjadi sebuah game yang menarik dimainkan? Mungkin banyak gamer yang berpendapat demikian. Lalu, bagaimana Anda menjelaskan game tanpa cerita, seperti Zuma, Bejeweled, dan Cake Mania dapat dimainkan tanpa bosan oleh banyak gamer? Padahal, game tersebut pada dasarnya hanya memainkan bentuk permainan yang sama dari satu level ke level berikutnya. Jadi, game yang bagus sebenarnya tidak membutuhkan cerita dan keterlibatan emosi pemainnya selama ia memiliki bentuk permainan yang bagus!

Image

Horde Walau mudah dibunuh, jumlahnya yang banyak dapat membuat Anda panik.

Left 4 Dead mengikuti rumus tersulit untuk pembuatan sebuah game tersebut. Karena, membuat game dengan permainan yang bagus jauh lebih sulit dibuat dibanding membuat cerita dan tampilan 3D yang terbaik sekalipun. Tujuan utama dari game ini pada dasarnya hanya menekankan kemampuan untuk bertahan hidup dari satu poin ke poin lain mengandalkan kerja sama dengan tiga orang lain.

Image
Safe room Ruangan ini merupakan penyambung nyawa para Survivor.

Cerita yang Anda temui dalam game ini mungkin terkesan dangkal. Anda hanya diberi sedikit gambaran bahwa sebuah kota telah terinfeksi virus rabies berbahaya yang membuat penduduknya menjadi makhluk buas yang tidak memiliki kesadaran (disebut Infected). Anda akan memerankan salah satu dari empat orang yang kebal terhadap virus tersebut (disebut Survivor).

Asal mula dari virus sendiri tidak dijelaskan, tetapi Anda dapat menge­tahui cerita mengenai keadaan daerah sekitar melalui tulisan di tembok (yang jumlahnya cukup banyak dan menarik untuk dibaca).


Comments Off | Permalink

Need for Speed Undercover

by CHIP Team | July 24th, 2009 | Categories: Games
Image

Spesifikasi Minimum Windows XP SP2 / Vista 32-bit Processor: Intel Pentium IV 3 GHz (Windows XP) / Intel Pentium IV 3.2 GHz (Windows Vista) Memory: 512 MB (Windows XP) / 1 GB (Windows Vista) Hard drive: 5.8 GB Video card: 128 MB Video RAM (Nvidia GeForce 6600 atau ATI Radeon 9500) DirectX 9.0c

Need for Speed Undercover
Kembali Bertema Balap Jalanan

Setelah kurang populer dengan Prostreet, Need for Speed kembali menggunakan tema balap jalanan yang dimeriahkan oleh kejaran polisi.  David Novan Tidak dapat dipungkiri lagi, nama Need for Speed telah terpatri dalam ingatan para gamer sebagai game balap jalanan yang menggunakan mobil paling keren pada zamannya. Oleh karena itu, ketika Need for Speed Prostreet muncul sebagai sebuah game balap sirkuit yang jauh dari kebengalan dan sirene polisi, game tersebut mengalami pukulan yang sangat keras dari para penggemarnya sendiri. Berkaca dari pengalaman tersebut, Need for Speed Undercover kembali menggunakan tema balap jalanan lengkap de­ngan sirene polisinya.

Image

Highway Battle Balapan satu lawan satu di jalan tol terbukti sangat menarik.

Kesan pertama yang tertangkap di pikiran ketika memainkan game ini adalah kemiripan yang sangat tinggi dengan Need for Speed sebelumnya, yaitu kota yang cukup besar untuk dijelajahi. Pada dasarnya, kota yang Anda mainkan dibagi menjadi tiga bagian. Semuanya akan terbuka secara bergiliran tergantung dari penca­paian karier Anda sebagai pengemudi balap jalanan. Kali ini, Anda akan berperan sebagai seorang polisi yang menyamar untuk membongkar sindikat pencurian mobil mewah.

Image

Peta Semua event dapat Anda pilih melalui peta GPS yang di-update seiring karier Anda.

Namun, jangan menganggap peran Anda sebagai polisi yang menyamar akan meringankan kejaran polisi ketika menangkap basah mobil Anda. Malahan, bisa dikatakan polisi pada game ini sedikit lebih ganas daripada seri sebelumnya. Mereka dapat mengubah status pengejaran de­ngan mudahnya bila Anda banyak mencelakai mobil rekan polisi, tanpa tergantung dari Heat yang Anda kumpulkan. Heat adalah tingkat kejahatan Anda dan akan meningkat ketika Anda melakukan kerusakan terhadap fasilitas umum (contohnya lampu jalanan dan mobil lain) dan mengendarai mobil de­ngan kecepatan tinggi.


Comments Off | Permalink