Logo CHIP.co.id

Archive for the ‘Linux’ Category

Bekerja Lebih Efisien Dengan Utility Screen

by Mulyadi | December 23rd, 2009 | Categories: Linux

linux1

Linux menawarkan berbagai cara untuk mengefisienkan pekerjaan Anda. Berikut ini CHIP akan menjelaskan utility Screen yang berfungsi mengelola tampilan program berbasis teks.
oleh Mulyadi S.

Pengguna Linux dalam kesempatan tertentu pasti tidak bisa lepas dari aktivitas mengetik atau menjalankan perintah di CLI (Command Line Interface). Hal ini bisa terjadi karena faktor kebiasaan. Harus diakui bahwa kadang hal tertentu bisa lebih cepat jika dilakukan di dalam CLI. Misalnya memformat partisi, mencari file dengan nama tertentu, atau tes jaringan. Untuk melakukan semua ini, Anda tentu memerlukan program terminal emulator, seperti Konsole atau GNOME Terminal. Atau jika Anda berada di text mode, perintah bisa langsung dikerjakan di shell.

Saat mengetikkan perintah dan menjalankannya, bisa jadi perintah ini berjalan agak lama. Misalnya, Anda menjalankan program “top” atau sedang melakukan copy data antarpartisi dalam jumlah besar. Jika hanya ini satu-satunya yang Anda kerjakan, tentu tidak menjadi masalah saat menunggunya. Namun, mengingat komputer kini dapat memroses tugas relatif kuat dan Linux sendiri bersifat multitasking, kita sebagai pengguna selalu cenderung ingin menjalankan banyak tugas sekaligus. Jadi, sambil menunggu proses (job) selesai, kita buka tab terminal baru, login, dan jalankan lagi perintah lain. Demikian seterusnya dan kita berganti-ganti antarterminal atau tab untuk mengawasi progress pekerjaan kita. Efisienkah cara ini? Read the rest of this entry »


Comments Off | Permalink

Praktik – Kiat Jitu Instalasi Distro Linux

by Mulyadi | December 2nd, 2009 | Categories: Linux

Kiat Jitu Instalasi Distro Linux

Image
Pernyataan tersebut kerap muncul karena instalasi sering dipandang tidak lebih dari upaya memasukkan software ke dalam PC, tidak lebih, tidak kurang. Masalahnya, apa yang hendak kita masukkan ini tidak sekadar software biasa seperti halnya pengolah kata, tetapi suatu sistem operasi beserta aplikasi pendukungnya seperti desktop environment, boot loader, driver hardware, dan masih banyak lagi. Akibatnya, pilihan metode instalasi yang kurang tepat kerap menimbulkan efek mulai dari sekadar membuang waktu untuk melakukan instalasi ulang atau yang buruk misalnya Linux tidak bisa di-booting.

Praktik Linux kali ini mencoba membahas beberapa poin tersebut dengan contoh nyata sebuah distribusi. Distro Fedora 8 dipilih sebagai ilustrasi, tetapi Anda diharapkan dapat mengadaptasikannya untuk distribusi Linux lain.

Instalasi: Grafis vs Teks
Pertanyaan sebenarnya adalah berapa banyak memori (RAM) yang terpasang di PC Anda? Distribusi seperti Fedora menetapkan syarat minimal RAM sebesar 192 MB agar mode grafis bisa digunakan. Dengan demikian, ada baiknya memulai instalasi pada mode teks (text mode) jika RAM yang dimiliki tidak sebesar nilai minimum yang disyaratkan. Untungnya Fedora akan langsung beralih pada mode teks jika terdeteksi RAM lebih kecil dari 192 MB.

Pemilihan mode teks juga dipilih karena alasan lainnya. Harus diakui bahwa mode teks relatif mempercepat proses instalasi karena PC tidak dibebani tampilan layar yang beraneka ragam. Tentu saja, sebagai konsekuensinya, Anda hanya bisa menggunakan keyboard sebagai alat navigasi menu, berbeda halnya dengan mode grafis yang bisa memakai mouse maupun keyboard.

Mode teks juga meringankan beban pro­sesor jika Anda melakukan instalasi ke dalam virtual machine, misalnya lewat bantuan Qemu atau VMWare. Emulasi tampilan grafis adalah satu dari sekian hal yang sulit dioptimilkan oleh emulator  sehingga menjadi beban ekstra di luar beban simulasi prosesor dan RAM.

Memilih Struktur Partisi
“Ah gampang, bikin satu partisi sebesar mungkin dan mount sebagai root!”. Anda memakai prinsip yang sama? Mungkin saatnya memikirkan ulang apakah ini alternatif terbaik buat Anda. Membuat partisi sebenarnya ditentukan oleh beberapa faktor:

1. Seberapa besar ruang kosong yang tersedia pada disk.
2. Bagaimana data dipilah-pilah.
3. Apakah Anda hendak membuat partisi swap? Apabila ya, seberapa besar dan seberapa banyak?


Comments Off | Permalink

Koneksi WI-FI di Linux

by Mulyadi | November 5th, 2009 | Categories: Linux

linux1

Sambungan nirkabel (wireless) memudahkan kita terhubung satu sama lain dalam jaringan tanpa direpotkan dengan urusan kabel. Sebagai pengguna Linux, telah tersedia software yang memudahkan Anda masuk dalam dunia tanpa kabel ini.

Pengguna notebook atau netbook yang dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi built-in kini te­lah semakin banyak. Harganya semakin terjangkau dan bentuknya semakin ringkas dan ringan dibawa (misalnya netbook). Di lain pihak, banyak tempat-tempat umum, seperti kafe dan food court yang telah menawarkan fasilitas hot spot agar pengunjung dapat dengan mudah “berinternet-ria” sambil bersantai.

Hal ini menimbulkan tren baru, pengguna komputer bisa terhubung dengan Internet tanpa perlu repot mencolokkan kabel. Artikel ini akan difokuskan pada pengaktifan perangkat (device) Wi-Fi pada note­book agar dapat tersambung ke sebuah Access Point. Access point adalah sebuah perangkat yang menyediakan sumber sinyal radio bagi client. Analoginya mirip seperti telepon seluler (ponsel) yang tersambung ke perangkat BTS terdekat agar bisa menghubungi ponsel lainnya. Istilahnya, “dapat sinyal”. Read the rest of this entry »


Comments Off | Permalink

Bertukar Data secara Aman dengan GNU Privacy Guard

by Mulyadi | October 4th, 2009 | Categories: Linux

Berkirim data secara aman antara dua orang atau lebih menjadi penting jika data tersebut bersifat rahasia. Metode Pretty Good Privacy memungkinkan kita melakukan enkripsi data sekaligus membuktikan keaslian data.

linux1Anda dan teman Anda hendak ber­kirim e-mail berisi data pen­ting. Agar lebih aman, Anda perlu memastikan bahwa identitas pengirim e-mail adalah benar adanya. Ini mirip seperti kita hendak melakukan layanan perbankan lewat telepon. Saat kita tersambung dengan petugas layanan pelangan (customer  service), pertama kita akan ditanya nama lengkap kita.  Tentu saja hal ini tidak cukup karena siapapun bisa mengaku sebagai orang tertentu di telepon. Oleh karena itu, kita akan ditanya nomor rekening kita. Tidak cukup sampai disitu, kita mungkin akan ditanya nama orang tua kandung atau bahkan nomor PIN. Untuk nomor PIN, biasanya dimasukkan lewat penekanan tombol di telepon.

Setelah Anda telah yakin identitas pe­ngirim sudah tepat, Anda pun dapat meng­­enkripsi e-mail yang akan dikirim. Pesan ini hanya bisa dibuka oleh seorang penerima yang mengetahui password dan “identitas” pengirim. Dengan demikian, kerahasiaan e-mail bisa dimaksimalkan. Tentu saja, titik lemah dari sistem ini tetap ada, yaitu pada aman tidaknya password yang digunakan. Read the rest of this entry »


Comments Off | Permalink

Bekerja Cepat dan Efisien di Shell Linux

by Mulyadi | September 5th, 2009 | Categories: Linux

Mengetik perintah di shell bagi sebagian orang adalah cara efektif bekerja di Linux.  Beberapa metode dan tips berikut ini bahkan bisa lebih mempercepat perkerjaan Anda.

linux1

Untuk orang yang baru belajar Linux, biasanya dia akan mulai dengan memahami mekanisme penggunaan sistem X Window. Untungnya, berkat interface grafis, seperti KDE atau GNOME, pengguna (user) bisa lang­sung mengklik shortcut di desktop untuk membuka suatu dokumen atau menjalankan suatu program. Ini menguntungkan bagi mereka yang sebelumnya sudah terbiasa menggunakan sistem operasi Windows.

Seiring dengan semakin meningkatnya ke­terampilan pengguna menggunakan sistem operasi Linux, biasanya pengguna tersebut akan mulai merasakan keunggulan menggunakan command line sebagai fasilitas untuk berinteraksi dengan Linux. Melalui terminal emulator (misalnya Gnome terminal atau Konsole) atau text interface, pengguna Linux bisa mengetikkan satu atau lebih perintah dan mendapatkan respons yang sama dibanding dengan melakukannya lewat interface grafis. Sering kali bahkan lebih cepat. Ini semua tergantung sejauh mana Anda menguasai perintah-perintah di shell dan menerapkannya. Secara default, mayoritas distribusi Linux menggunakan shell bernama Bash (Bourne Again Shell). Read the rest of this entry »


Comments Off | Permalink

Praktik – Hemat Listrik di sistem Linux

by Mulyadi | May 1st, 2009 | Categories: Linux

Hemat Listrik Bersama Linux

Image

Listrik adalah penggerak utama semua perangkat elektronik, termasuk komputer dan segala variannya, seperti PDA, laptop, tablet PC, dan seterusnya. Listrik yang terus-menerus dikonsumsi oleh perangkat elektronik biasanya berdampak pada beberapa hal. Hal yang paling terasa adalah panas atau kalor. Konsekuensi lainnya adalah perangkat elektronik Anda cenderung lebih cepat rusak. Yang pasti, tagihan listrik Anda akan semakin membengkak. Bagi pengguna laptop dan perangkat mobile lainnya, Anda tentu tidak ingin mengalami kehabisan baterai saat masih di perjalanan padahal pekerjaan yang dilakukan di notebook masih belum selesai.

Kabar baiknya, sistem operasi Linux pun bisa melakukannya untuk Anda. Tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan dengan sekali percobaan, kadang butuh berkali-kali eksperimen untuk mendapatkan hasil optimal. Penulisan didasarkan atas pemakaian distro Fedora 7 (kernel 2.6.23.13, 2.6.24.2, dan 2.6.25.7). Pemakaian tiga versi kernel dimaksudkan untuk memastikan artikel ini semaksimal mungkin relevan untuk berbagai versi kernel.

Menonaktifkan Daemon dan Perangkat
Perangkat komputer masa kini dilengkapi dengan beragam feature internal, seperti sound card, WiFi, ethernet card, dan seterusnya. Memang, ini memudahkan pengguna dalam bekerja. Namun jika tidak digunakan dengan bijaksana, apa yang sebenarnya terjadi adalah pemborosan listrik.

Image

Jadi, resep pertama sebenarnya sederhana. Apabila laptop Anda sedang tidak membutuhkan akses WiFi, nonaktifkan saja interface WiFi lewat menu BIOS. Perhatikan bahwa tidak terhubung ke hotspot tidak sama dengan mematikan interface WiFi. Dalam posisi tidak terhubung, sebenarnya interface WiFi masih memancarkan gelombang pada frekuensi tertentu secara terus-menerus. Dari sisi keamanan sistem, mematikan interface WiFi juga dapat mengurangi risiko komputer Anda disusupi oleh pengguna lain (hacker).

Pada beberapa prosesor dual core, terdapat fasilitas untuk menonaktifkan salah satu core. Fungsi ini layak dicoba jika Anda tidak membutuhkan kinerja maksimal.


Comments Off | Permalink

Praktek – Linux Mini

by Mulyadi | August 8th, 2008 | Categories: Linux

Mini Ukurannya Besar Manfaatnya

Image
7 versi Linux Mini
Tahun baru sudah berlalu, tetapi CHIP masih menyisakan kejutan “kecil” bagi Anda. CHIP edisi ketiga di tahun 2008 ini menyuguhkan tujuh distribusi Linux yang walaupun mini ukurannya, tapi besar manfaatnya. Ibarat dok­ter spesialis, tiap distro memiliki keahlian­nya sendiri. Mi­salnya distro SystemRescueCd memiliki spesialisasi untuk me­nye­la­matkan data di PC.
Untuk sekadar “mencicipinya”, cukup gunakan PC virtual. Program PC virtual yang CHIP rekomendasikan untuk kebu­tuhan tersebut adalah VirtualBox (CHIP-CD/DVD). Anda pun tidak perlu ragu-ragu meng-install-nya di hard disk yang kapasitasnya terbatas. Sebuah sistem Linux yang lengkap dengan efek 3D spektakuler sekalipun dijamin tidak akan memenuhi hard disk Anda.
Image
Ingin berlibur bersama Linux di genggaman Anda? Bukan masalah karena Linux mini dapat di-install dan dijalankan pada sebuah thumbdrive atau USB flash drive (UFD). Beberapa varian pun bahkan dapat  dijalankan dari CF card atau Windows. Dunia Linux memang tidak mengenal batas dan jauh mendahului Windows. Selamat datang di dunia petualangan!
Sebelum mencoba Linux mini per­tama Anda, simak informasi da­lam boks untuk mengenal lebih jauh distribusi Linux tersebut, seperti berapa ukurannya dan apa saja yang dapat dilakukannya. Setelah itu, pilih dua opsi untuk memakainya,  yaitu de­­ngan PC virtual yang “aman” atau meng-installnya langsung pada hard disk. Bagusnya lagi, Linux mini tidak banyak menuntut hardware. Damn Small Linux berjalan “mu­lus” pada PC 486DX de­ngan memori   (RAM) 16 MB. Akselerator 3D dan memori berukuran GB hanya dibutuhkan bila Anda memperluas Linux Mini, misalnya dengan tampilan 3D Compiz Fusion.
Instalasi Linux mini
Sudah boks sudah disimak? Jika ya, tentukan Linux Mini mana yang ingin anda coba. Di dalamnya terdapat sebuah file ISO yang dapat dibakar pada CD dan selanjutnya di-install atau dijalankan pada PC virtual. CHIP menunjukkan beberapa kemungkinannya.
PC virtual: Apabila Anda ingin sekadar menguji Linux mini, install program VirtualBox (CHIP-CD/DVD). Jalankan program ini dan klik “New”. Dalam wizard, berikan sebuah nama untuk PC virtual, misalnya “Linux”, dan pilih entri “Linux 2.6″ di bawah “OS Type”. Selanjutnya, sediakan memori 128 MB. Untuk menguji tidak dibutuhkan hard disk virtual. Klik “Next” dan akhiri wizard dengan “Finish”.

Comments Off | Permalink

Praktik – Menggunakan Fasilitas Software RAID di Linux

by Mulyadi | August 2nd, 2008 | Categories: Linux

Implementasi Software RAID di Linux

Image
Mungkin Anda sering mendengar istilah RAID saat membeli motherboard atau saat melakukan setting PC server.  Apa sebenarnya RAID itu? Ini adalah singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disk atau kalau di-Indonesiakan kira-kira maknanya ‘kumpulan disk berharga terjangkau yang saling menunjang”. Terjemahan ini memang tidak benar-benar pas, tetapi sudah menggambarkan dua sifat utama RAID:
1. Terdiri atas kumpulan hard disk biasa, bukan dibentuk dari disk khusus atau berharga sangat mahal.
2. RAID dibuat untuk meningkatkan per­forma baca-tulis dan tingkat keamanan data.
Poin 2 inilah yang paling menarik untuk dibahas karena inilah alasan utama mengapa seseorang ingin menggunakan konfigurasi RAID. Untuk memahaminya, kita harus terlebih dahulu mempelajari macam-macam jenis RAID:
a) RAID 0, sering disebut striping without parity. Data akan ditulis merata pada semua partisi disk yang menjadi anggota RAID . Konfigurasi ini bisa diandaikan seperti seseorang yang memiliki bola biliar dengan nomor 1 sampai dengan 10. Nomor ganjil masuk ke keranjang berwarna biru dan nomor genap masuk ke keranjang warna merah.
Dengan susunan ini, jika dua orang di­tugaskan mengambil bola nomor 1 sampai dengan 6, masing-masingnya dapat segera mengambil tiga bola dari masing-masing keranjang. Tiap orang hanya boleh memakai tangan kanan (dikondisikan mirip seperti head hard disk yang cuma satu) yang bergerak secara acak membaca data. Bisa Anda bayangkan bahwa pekerjaan ini menjadi dua kali lebih cepat dibanding dikerjakan hanya oleh satu orang.
b) RAID 1, dikenal dengan nama mirroring. Data akan ditulis sama persis ke semua anggota RAID.   Keuntungan dari pola ini adalah jika terjadi kerusakan pada salah satu partisi anggota RAID, maka Anda bisa langsung menggunakan data cadangan di partisi lainnya. Hal ini berbeda dengan RAID 0 karena kerusakan salah satu partisi anggota akan menyebabkan kegagalan baca-tulis secara keseluruhan.
Kembali ke analogi sebelumnya, RAID 1 bertindak menduplikasi 10 bola yang ada sehingga ada 20 bola. Ada 10 bola yang masuk ke satu keranjang dan sisanya ke keranjang lainnya. Apabila 10 bola di keranjang biru rusak, maka 10 bola di keranjang merah bisa langsung digunakan untuk bermain biliar.
c) RAID 5, biasa disebut striping with parity. Pada dasarnya, konfigurasi ini  mirip seperti RAID 0, hanya saja sekarang ada tambahan suatu data pengaman yang disebut parity. Parity ini memungkinkan struktur RAID dipulihkan seperti semula jika salah satu partisi rusak.

Tags: ,
Comments Off | Permalink

PRAKTEK – Bootloader GRUB

by Mulyadi | February 18th, 2008 | Categories: Linux

Serba Serbi Bootloader GRUB

Image
Hampir semua distribusi (distro) Linux menawarkan dua pilihan software bootloader, yaitu: LILO (Linux Loader) dan GRUB (Grand Unified Bootloader). LILO lebih kuno daripada GRUB dan memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, distro Linux saat ini condong menawarkan GRUB. Beberapa keunggulan GRUB adalah dukungan multiboot, dapat mengatur konfigurasi loading operating system (OS) tanpa perlu rewrite sector disk, adanya tampilan grafis saat pemilihan OS, serta
mampu mengenali berbagai macam format filesystem.

Dalam artikel ini, akan dibahas berbagai trik penggunaan GRUB yang mungkin berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Panduan bisa diterapkan pada setiap versi GRUB, demikian juga distribusinya bisa menggunakan sembarang distribusi. CHIP sendiri menggunakan Fedora Core 2 sebagai basis eksperimen. Seperti biasa, prompt $ berarti perintah bisa diketik sebagai user non root dan prompt # berarti sebagai root. Dalam artikel ini, dianggap GRUB sudah ter-install di hard disk PC Anda. Apabila Anda belum berpengalaman dengan GRUB, disarankan mencoba latihan ini dalam sebuah emulator, misalnya Qemu.

A. Menambah Entri Boot

Biasanya hal ini terjadi karena dua hal: Anda ingin mem-boot kernel baru atau memboot sistem operasi lainn. Praktek kali akan mencoba menambahkan entri untuk boot kernel baru.

Kita misalkan kernel baru hasil kompilasi atau instalasi RPM terletak di direktori / boot/baru. Anda disarankan memindahkan file bzImage, System.map, beserta vmlinux ke dalam subdirektori di dalam direktori /boot untuk memudahkan organisasi file kernel. Berikutnya, dengan sembarang editor teks, buka file ‘/etc/grub.conf ‘ lalu tambahkan entri seperti berikut:

title Fedora Core (2.6.17)
root (hd0,2)
kernel /boot/baru/bzImage root=/dev/
hda3
initrd /boot/baru/initrd-2.6.17

Pertama-tama, pahami dulu makna dari entri di atas. Di dalam praktek, sesuaikan dengan konfigurasi nyata Linux dan PC Anda.


Comments Off | Permalink

Linux – Mengedit File Teks dengan Vim

by Mulyadi | November 21st, 2007 | Categories: Linux

Mengedit dengan Vim

Image
Vi adalah suatu editor teks yang berjalan pada mode console biasa. Ini artinya, Vi tidak membutuhkan lingkungan X Jendela supaya bisa dieksekusi. Selain itu, Vi memiliki keunikan, yaitu perintah-perintahnya tidak dipilih melalui suatu menu pull down sebagaimana layaknya editor teks modern, tetapi lewat input serangkaian karakter keyboard dalam mode command line. Terdengar primitif atau sulit digunakan? Pendapat itu mungkin bisa berubah setelah Anda membaca artikel ini.

Sebelum beranjak lebih jauh, perlu CHIP jelaskan bahwa tool yang dipakai dalam latihan ini adalah Vim, bukan Vi (perhatikan tambahan huruf “m”). Vim, singkatan dari Vi improved, adalah Vi dengan tambahan segudang feature baru. Berbagai feature tersebut antara lain multi-level undo, dukungan syntax highlight, folding, scripting, dan seterusnya. Artikel ini lebih menitikberatkan pada pengoptimalan fungsi Vim sehingga dasar-dasar penggunaan tidak lagi dijelaskan dengan terperinci. Untuk menghindari duplikasi tutorial, Anda dapat menggunakan panduan online Vim dengan mengetik perintah berikut ini dalam console.

$ vimtutor

Versi Vim yang digunakan kali ini adalah 6.4 yang termuat dalam distro Fedora Core 5. Namun semua petunjuk pada artikel ini berlaku untuk semua versi Vim dari distro apa pun. Seperti biasa, untuk perintah-perintah shell, prompt $ berarti perintah dilakukan sebagai user non root, sedangkan prompt # berarti sebagai root.


Image

Gambar 1 : Perintah vimdiff dapat digunakan untuk menampilkan perbedaan antara dua file teks.

Sebagai pengingat, Vim (serta Vi) memiliki dua mode, yaitu mode Normal dan Insert. Mode Normal adalah mode yang akan menerjemahkan apa yang Anda ketik sebagai perintah, sedangkan mode Insert berarti apa yang Anda ketik akan dianggap sebagai ketikan yang akan ditulis ke file. Untuk berpindah mode perintah, tekan [Esc].

Image

Gambar 2 : Setelah editing yang kompleks, perintah diffupdate dapat dipakai untuk meng-update tampilan vimdiff.


Bisa juga Anda tekan [Esc] dua kali untuk lebih meyakinkan telah pindah ke mode Normal. Untuk masuk ke mode Insert, gunakan salah satu perintah untuk menyisipkan karakter, misalnya dengan mengetik [i]. Pada artikel ini, diasumsikan Anda sudah memastikan Vim sedang dalam mode Normal sebelum mengetik perintah apapun.

Comments Off | Permalink