Logo CHIP.co.id

Archive for the ‘Tips And Technologies’ Category

DIGITAL 2D ART-UNLIMITED ADOBE PHOTOSHOP

by CHIP Team | August 14th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

ANCIENT WARRIOR

DIGITAL COLORING Episode 2

Image


ANCIENT WARRIOR

Ancient Warrior, kisah prajurit purba yang bertarung melawan beragam makhluk
mitos. Inspirasi karya saya kali ini didapat pada saat memutar sebuah lagu dari gitaris
kondang Marty Friedman berjudul “Dragon Misstres”. Inspirasi terkadang datang
tak di­undang dan pulang selalu tanpa kabar. Namun, yang pasti kali ini kita akan mem­pelajari trik digital coloring ditemani oleh prajurit purba dan peliharaannya, seekor ular berkepala dua. Mari kita mulai petualangan kita di dunia digital coloring episode 2.

Digital Colouring Episode 2

Seiring banyaknya masukan untuk membahas digital coloring, mulai edisi lalu kita telah membahas
tentang teknik digital coloring secara detail. Jadi, maksud “Episode 2″ bukan berarti pembahasan kita
kali ini lanjutan dari episode lalu, melainkan satu kesatuan dari beberapa trik yang akan kita kupas tuntas hingga beberapa episode mendatang.


Comments Off | Permalink

Perlukah Update Software?

by CHIP Team | August 14th, 2009 | Categories: Tips And Technologies
Image

Apakah software versi terbaru selalu lebih baik? Ternyata, belum tentu. Software baru justru sering kali membebani banyak resource dan sistem PC, bahkan dipenuhi sejumlah bug baru.

Tempatkanlah diri Anda sebagai pengguna software. Apa yang Anda harapkan dari software rilis terbaru? Tentunya sejumlah inovasi dan update dari versi sebelumnya dengan harapan semakin memudahkan Anda dalam menggunakannya, bukan? Para produsen software pun meresponnya dengan merilis versi-versi terbaru secara berkala.

Namun, ternyata peluncuran software versi terbaru ternyata tidak selalu meng­untungkan pengguna dan justru malah merepotkan. Sebagian software baru malah menjadi tidak jelas, rumit, mem­bingung­kan, dan berjalan sangat berat dan lamban. Versi terbaru sering kali menghadirkan beragam feature terbaru yang mengorbankan ruang hard disk dan sistem resource PC. Dengan ukuran aplikasi yang semakin besar, muncullah istilah bloatware.

CHIP mengungkap bloatware terburuk dan menyediakan software alternatif yang lebih pintar, ringan, dan tersedia gratis di CHIP CD/DVD kali ini.


Comments Off | Permalink

Pengujian Ekstrim Perangkat Mobile

by CHIP Team | August 14th, 2009 | Categories: Tips And Technologies
Image

Tugas berat perangkat mobile: Ponsel dan kamera digital harus siap mengalami kondisi ekstrim seperti suhu dan kelembaban tinggi, pasir, air, tekanan, dan jatuh dari ketinggian.

Image
Image

Ponsel dan kamera digital tentu menjadi salah satu pendamping setia liburan Anda. Namun, sejauh mana ketahanan perangkat mobile tersebut dalam menghadapi kondisi air laut, pasir, dan bantingan?

Siapa yang ingin berlibur ke pantai Kuta Bali? Apabila Anda salah satunya, tentu Anda tidak ingin melewatkan berbagai momen menarik dengan membawa kamera digital seka­li­gus mene­lepon ke sejumlah rekan atau keluarga untuk berbagi cerita dan keceriaan liburan.

Namun, bagaimana apabila keceriaan tersebut berubah menjadi kekesalan begitu perangkat mobile Anda terjatuh ke dalam air atau ke pasir yang basah?
Untuk menguji seberapa jauh ketahanan perangkat tersebut, CHIP sengaja “berlibur” ke sebuah sauna, kolam renang, dan pantai untuk melakukan simulasi ketahanan apa saja yang mampu ditanggung oleh ponsel dan kamera digital. Sebagai peserta tes, CHIP memilih ponsel Nokia 6300 dan kamera pocket  Canon seri Digital Ixus 80 IS.

Sebagai perbandingan, CHIP juga “menyiksa” dua perangkat dengan cara pe­ngujian yang sama yaitu ponsel Sonim XP3 dan Olympus µ 1030 SW. Dengan harga yang mahal, keempat perangkat ini harus membuktikan apakah mampu me­ngatasi “kecelakaan” pada saat liburan.


Comments Off | Permalink

Bermain Game dengan HD4870X2 2GB GDDR5 dan GTX295 1792Mb GDDR3

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies
ATI HD4870 X2 2GB GDDR5

Image

FPS: F.E.A.R 2

Image

Sebagai sebuah game 3D dengan kualitas tampilan yang tinggi, FEAR 2 bisa dikatakan merupakan lawan yang sepadan untuk graphics card ini. Oleh karena itu, CHIP tanpa ragu segera mencobanya pada setting tertinggi, yaitu resolusi 1920×1080, AA 4x, dan semua pengaturan tampilan pada batas maksimum. Sesuai perkiraan, game ini berjalan mulus dengan tingkat frame-rate yang stabil. Bahkan, game ini masih berjalan dengan baik ketika layar permainan dipenuhi oleh aktivitas musuh dan efek ledakan. Satu-satunya saat permainan mengalami sedikit penurunan frame-rate terjadi ketika game sedang melakukan auto-save. Selebihnya, Anda tidak akan menemukan masalah.

RTS: Dawn of War 2

Image

Game ini merupakan sebuah contoh Real-time Strategy (RTS) Next-gen berkua­litas tampilan yang tinggi. Beban terberat yang diberikan oleh game ini terletak pada detail tampilan unit dan lingkungan sekitarnya. Namun, CHIP merasa yakin dengan kemampuan card ini. Oleh karena itu, game ini langsung dijalankan pada setting tertinggi. Resolusi 1920×1080 dengan kua­litas graphic dipatok pada high ternyata tidak mempe­ngaruhi kinerja card ini. Keterbatasan game yang melarang penggunaan setting Ultra kecuali untuk Vista 64 bit memaksa CHIP untuk membongkar file konfigurasinya. Hasilnya? Card ini mampu menjalankan game ini dengan baik pada tingkat ultra!

Racing: Burnout Paradise

Image

Lalu, bagaimana card yang tergolong kuat ini menghadapi game racing terbaru bulan ini? Walau hanya sebuah game racing, Burnout Pa­ra­dise memiliki kua­litas tampilan yang sangat bagus dan efek yang mampu menguras habis daya graphics card. Hasil bagus yang diperlihatkan pada dua game sebelumnya membuat CHIP tanpa ragu menggunakan setting tertinggi dengan resolusi 1920×1080 dan tingkat tampilan maksimum. Hasilnya, card ini dapat melayani dengan baik semua manuver yang dilakukan dalam game, seperti lompatan, balapan kecepatan tinggi, dan tabrakan. Frame-rate yang dihasilkan stabil pada 35 hingga 40 fps. Penurunan sekitar 2 fps terjadi ketika melalui kerumunan mobil.

Kesimpulan HD4870 X2 2GB GDDR5


Comments Off | Permalink

Windows 7 Watch

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

Belum genap tiga tahun, Vista sudah bersiap memasuki masa pensiun. Microsoft telah menyiapkan penerusnya, Windows 7. Bagaimana cerita di balik kemunculan Windows 7 dan feature baru apa yang diusungnya? Semuanya dapat Anda baca mulai edisi ini.

/ Artikel Berseri / Bagian 1:  Windows & Windows 7

Sistem operasi buatan Microsoft, Windows, merupakan bagian yang tidak dapat dikesampingkan dari teknologi informasi dunia. Selama bertahun-tahun Windows menjadi lebih dari sekadar tulang punggung PC. Setiap kali Microsoft merilis edisi terbaru Windows, dapat dipastikan akan muncul keingintahuan publik mengenai feature, kelengkapan, dan hal yang baru dari sistem operasi tersebut. Hal ini tentunya merupakan fenomena yang sangat wajar me­ngingat sistem operasi Windows adalah bagian dari keseharian miliaran orang-orang di dunia.

Windows generasi terbaru yang segera dikeluarkan oleh Microsoft adalah Windows 7 yang saat ini sudah memasuki tahap Beta. Ini berarti sudah dapat dipas­tikan bahwa sistem operasi terbaru ini tak lama lagi akan hadir. Pembahasan tentang Windows 7 tentu merupakan sesuatu yang sangat menarik. Sampai saat ini, developer Microsoft di Redmond masih terus menambahkan feature-feature yang merupakan masukan dari pengguna Windows edisi sebelumnya agar tercapai kepuasan pengguna yang maksimal.

Dalam beberapa edisi ke depan, CHIP akan membahas secara komprehensif feature-feature terbaru di Windows 7. Sebelum itu,  mari kita tengok sejenak sejarah Windows. Dimulai pada era tahun 1985, saat Microsoft merilis Windows 1.01 yang berjalan di MS-DOS.

Lima tahun kemudian, hadir Windows 3.0 yang sudah mulai menggunakan navigasi sistem berbasis window dan memaksimalkan penggunaan mouse. Kelebihan versi ini daripada versi sebelumnya adalah adanya Program Manager (kumpulan program, dokumen, dan pengaturan), ke­mampuan untuk me-minimize desktop, dan window program yang dapat overlap satu sama lain. Program Manager pada Windows 3.0 saat ini telah menjelma menjadi Windows Explorer.

Pada 1995 Microsoft meluncurkan sis­tem operasi pengembangan dari Windows 3.0. Namun Windows edisi ini tidak diberi nama Windows 4.0, melainkan Windows 95. Beberapa pengembangan dan feature terbaru antara lain adalah Taskbar, Start Menu, Caption Controls, Quick Launch, dan Active Desktop. Sekitar tiga tahun kemudian, dirilis Windows 98 yang merupakan pengembangan dari Windows 95 dengan penambahan berbagai feature.

Kemudian, Microsoft meluncurkan Windows XP pada tahun 2001. Beberapa perubahan signifikan dari sisi user interface adalah taskbar grouping, desain themes yang baru, Start Menu, dan ballon tips. Windows XP merupakan sistem operasi legendaris dan memiliki penggemar tersendiri sampai saat ini.

Image

Image

Image

Image


Comments Off | Permalink

Semantic Web: Cara Google Memahami Kemauan Anda

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

Algoritma pencarian (search engine) kini sulit mengatasi belantara data yang tumbuh liar seperti semak belukar. Dengan hadirnya metode penyimpanan yang lebih terstruktur, diharapkan hasil pencariannya menjadi lebih tepat dan terjamin.

Internet berada di ambang titik balik. Kalimat inilah yang terdengar pada konferensi dan seminar serta dapat dibaca di beberapa blog dan tulisan me­ngenai Internet dan prospeknya. Era Semantic Web akan datang. Tanda-tandanya mulai terlihat pada beberapa perusahaan yang mulai meninggalkan web yang berbasis dokumen menuju web yang berbasis content. Setiap tahun, pada konferensi seperti International Semantic Web Conference (ISWC) atau Semantic Technology Conference (SemTech) dapat dilihat hasil penelitian intensifnya. WWW Consortium (W3C) bahkan telah bersiap-siap untuk menetapkan standar yang tepat.

Kondisi: mesin tidak dapat membaca informasi di web

Saat ini, web terdiri atas banyak sekali informasi dalam bentuk website yang dirancang untuk penggunaan secara manual oleh manusia. Tidak seperti mesin, seorang pembaca dengan mu­dah dapat mengambil informasi dari sebuah website dan me­ngaitkannya de­ngan informasi lain. Akibatnya, sulit menyaring informasi tertentu dari sekian banyak informasi yang tersedia. Search engine seperti Google atau Yahoo “hanya” memberikan hit list (hasil pencarian) berdasarkan metode statistik. Apakah informasi yang Anda inginkan juga ditampilkan? Biasanya, hampir tidak pernah secara langsung ditampilkan.

Contoh: Pencarian jawaban yang tepat biasanya dilakukan dengan membuka dan membaca berbagai website dari hit list. Pencarian istilah, seperti “python” akan menghasilkan hit mengenai bahasa program dan jenis ular yang bernama sama. Sebuah pencarian yang tidak terlalu berbasis istilah dan lebih semantik (berbasis content) tentu akan lebih “mengena”.

Kini informasi di web disajikan dengan beragam cara dan hampir tidak mungkin membuat sebuah perbandingan langsung. Dengan demikian, informasi yang tersebar di Internet sulit disatukan dan ditampilkan secara seragam. Pencarian “Semantic Web” misalnya, akan menampilkan banyak website dengan isi yang sama, saling melengkapi, atau bisa juga bertentangan. Akhirnya, hit tidak ditemukan secara eksplisit, melainkan harus secara implisit.

Terlebih lagi pada pertanyaan sederhana seperti “Berapa usia Tony Blair?”. Pertanyaan tersebut akan membutuhkan beberapa kali pencarian dan pemahaman lanjutan terhadap hasil pencarian. Solusinya, ganti pencarian menjadi “Tony Blair, usia”.

Solusi: mengelola isi web dan merelasikannya

Istilah “Semantic Web” berawal dari gagasan untuk menyediakan data di Internet sedemikian rupa agar proses logis dengan mesin dapat dilakukan. Untuk itu, website semantik, selain informasi murni, terdapat pula keterangan mengenai keterkaitan informasinya. Agar dapat direalisasi, W3C te­lah menetapkan beberapa open standard. Peranan penting dalam hal ini ada pada bahasa komputer XML, RDF, OWL, dan SPARQL (query language RDF). Bahasa-ba­hasa ini memungkinkan penyajian informasi secara semantik dalam bentuk ontologi dan taksonomi.

Metode: tiga cara menuju Semantic Web

Bagaimana mengubah web berbasis dokumen ke web berbasis content? Cara pertama adalah menyusun informasi sejak awal secara semantik di web. Beberapa bidang ilmu telah menyediakan informasinya secara semantik. Namun, bagaimana menangani sekian banyak informasi berbasis dokumen tersebut? Para programmer berupaya mengonversinya dengan bantuan teknik-teknik kecerdasan buatan dan li­ngu­istik komputer. Ambil contoh, “Natural Language Processing” yang mencoba meng­gabungkan metode-metode untuk meng­ana­li­sis teks de­ngan meniru pembaca manusia. Biasanya sebuah teks dipecah kalimat demi kalimat. Dengan struktur yang didapat (misalnya subjek, predikat, objek), maknanya (semantik) lebih mudah disimpulkan. Sebuah pencarian setidaknya dapat mengidentifikasi orang, tempat, objek, dan kejadian, serta mengaitkannya satu sama lain. Ini menurunkan tingkat kesalahan pencarian secara drastis. Contoh pendekatan “top-down” ini bisa Anda lihat gambarannya pada bagian “Aplikasi”.

INFO
Apa itu W3C?

Tim Berners-Lee, yang menemukan WWW pada 1989 ketika bekerja di riset CERN, adalah Direktur W3C sejak didirikan pada 1994. W3C mengembangkan standar web dan atur­an-aturan yang disediakan dalam bentuk “Recommendations”. Kendali dipegang MIT Computer Science & Artificial Intelligence Lab (CSAIL) di AS, European Research Consortium for Informatics & Mathematics (ERCIM) di Perancis dan Universitas Keio di Jepang. Aktivitas W3C dibiayai dengan sumbangan dari para anggota, dana penelitian, dan sumber-sumber lain yang bersifat publik maupun swasta. Sekadar info, semantic Web yang kini mulai hangat dibicarakan, sebenarnya telah  diformulasikan Tim Berners-Lee sejak tahun 1999. (sumber: www.w3.org)


Comments Off | Permalink

Penghapus Jejak Terbaik

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

Rela merogoh kantung untuk software komersial atau lebih memilih software gratis? Mana yang lebih ampuh? CHIP membandingkan keduanya untuk fungsi yang sama, yaitu menghapus “jejak” di PC Anda.

Setiap sistem operasi, terutama Windows senantiasa merekam dan mencatat setiap aktivitas yang dilakukan oleh Anda di dalam komputer. Tidak hanya sistem PC yang banyak meninggalkan data. Browser pun selalu menyimpan “jejak-jejak” yang mengidentifikasi penggunanya. Selain membebani sistem, jejak-jejak tersebut sering kali digunakan para penyusup ilegal untuk mencuri data.

Oleh karena itu, agar data dan sistem PC selalu aman, Anda membutuhkan bantuan software yang siap menghapus jejak-jejak data tersebut. CHIP telah menguji sejumlah software komersial dan freeware serta merekomendasikan software yang ampuh untuk menjaga komputer. Sebagai perbandingan, CHIP telah mem­buat sebuah file batch untuk menguji apakah Windows juga mampu melakukan bersih-bersih tanpa harus menggunakan software tambahan.

Browser: menghapus jejak browsing
Setiap koneksi ke Internet, pasti akan meninggalkan jejak rekaman yang sama, baik di Internet maupun di hard disk. Di satu   sisi, file cookies, history, dan cache, sangat membantu selama berselancar. Namun, di sisi lainnya, file-file tersebut dapat digunakan para penjahat untuk mengidentifikasi Anda. Oleh sebab itu, Anda harus menghapus jejak-jejak rekaman ini secara otomatis setiap sesi-nya. Tugas ini idealnya dilakukan oleh TraXEx. Software ini siap menghapusnya secara diam-diam di background dan memantau aktivitas browser.

Apabila pengguna mengakhiri sesi Internet-nya, software ini menawarkan pilihan untuk menghapus data-data tersebut. Fungsi ini merupakan sebuah kemudahan yang tidak ada pada peserta tes lainnya. Hanya CCleaner yang dapat mengimbanginya dengan sebuah cakupan fungsi yang hampir sama. File batch CHIP juga dapat bekerja baik. Hanya saja, solusi ini tidak dapat berbuat banyak untuk History dalam Firefox karena browser ini menyimpan data bersama dengan Bookmarks dalam file “places.sqlite”. Sementara itu, HDCleaner kurang berfungsi dengan baik. Software ini sama sekali tidak dapat mendeteksi Firefox. Kekecewaan terbesar diberikan oleh Vista Clean. Software yang tergolong mahal ini hanya menghapus Cache.

Untuk menangani browser Opera, semua peserta tes dalam perbandingan ini memiliki masalah yang sama: tidak mampu menghapus feature AutoComplete pada Opera.

Data lokal: hard disk transparan
Windows merekam setiap klik pada sebuah file, menyimpan laporan crash, dan log file. Langkah ini menghabiskan kapasitas ruang hard disk dan memperlihatkan semua dokumen yang terakhir dilihat.

Dalam hal ini, CCleaner dan HDCleaner melakukan tugas bersih-bersih dengan sempurna. Program tersebut mampu menghapus semua data yang bersifat sementara dan menghabiskan ruang hard disk, seperti temporary files, thumbnails, dan file yang telah dibuka. Selain itu, software ini menawarkan optimalisasi registry dengan fungsi backup. File Batch CHIP juga dapat melakukan tugas ini dengan baik. Namun, untuk menghapus file dan program secara aman tidak memungkinkan. Sementara itu, Vista Clean tidak memuaskan karena hanya sedikit menghapus jejak-jejak pengguna.


Image

Paling ringkas CCleaner menawarkan interface yang paling jelas. Semua fungsi dapat diakses dengan mudah.

Kesimpulan Chip
Merogoh kantung untuk software komersial ternyata bukan jaminan. Hanya CCleaner yang benar-benar membersihkan lebih baik, andal, mudah, dan gratis. Apabila tidak mementingkan masalah interface dan feature ekstra, file batch CHIP pun sebenarnya sudah cukup. Sekali klik, komputer Anda sudah bersih.


Comments Off | Permalink

Cara Curhat Cepat dan Ringkas

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies
Image

Setelah blog, sekarang website microblog yang jadi tren. Sesuai namanya, curhat di microblog tidak bisa panjang — maksimal 140 karakter —, mirip status kegiatan di Facebook. Meski ringkas, layanan ini disukai banyak orang.

Gara-gara Twitter, aktris Demi Moore dan suaminya, Ashton Kutcher, sempat tersandung masalah dengan tetangga mereka, penulis naskah, Bruce Goldsmith, awal Februari lalu. Masalah dimulai saat Moore menulis kom­plain tentang kebisingan akibat pekerjaan konstruksi yang dilakukan di rumah tetangganya itu yang membuat dia dan suaminya terbangun jam 7 pagi setiap hari.

Di jaringan sosial Twitter, Moore menulis, “Tetangga mengerjakan pemba­ngunan dengan enam tukang memukuli palu ke besi pada jam 7 pagi. Sungguh menjengkelkan membuat terjaga!” Sementara, Kutcher menulis di Twitter-nya, “Aku akan membunuh mereka!” Tidak terima diperlakukan begitu, Goldsmith berganti menyerang pasangan itu lewat media. “Kutcher tak mau me­ngerti dengan realitas. Dia sudah kelewatan,” katanya. Untuk menyelesaikan masalah, Moore berusaha minta maaf lewat media. “Kami fans berat Twitter. Itu cuma humor, tak ada maksud lain,” katanya. Sementara Kutcher membuat video berisi permintaan maaf untuk tetangganya itu.

Itu cerita tentang keluarga Kutcher dengan Twitter. Selain mereka, pebasket Shaquile O’Neal pun termasuk salah satu penggemar Twitter. Di dunia maya, dia dikenal dengan nickname “the_real_shaq”. Demam Twitter memang tengah melanda selebritis AS. Selain keluarga Kutcher dan Shaq, sebut saja artis sensasional Britney Spears, pembalap sepeda Lance Armstrong, dan pembaca berita CNN Rick Sanchez sebagai contoh lainnya.

Rupanya, Twitter sudah jadi ruang curhat (red-curahan hati) mereka, tempat meng-update informasi tentang kegiatan mereka. Beda de­ngan gaya mereka yang selalu menutupi kehidupan pribadinya di dunia nyata, para seleb ini ternyata jauh lebih “terbuka” di dunia maya. Tak heran, banyak orang jadi pelanggan setia Twitter mereka.

Apakah Twitter itu sebenarnya? Kenapa Twitter bisa membuat banyak orang, termasuk para seleb, ketagihan?

Microblog
Asal Anda tahu, Twitter termasuk website layanan microblog. Microblog bisa dikatakan sebagai bentuk ringkas dari blog. Jika dalam blog Anda curhat panjang lebar tentang segala hal, di website microblog, Anda bisa mengirim curhat singkat, maksimal 140 karakter. Curhat ini biasanya berupa keterangan singkat me­ngenai kegiatan yang sedang dilakukan atau perasaan Anda. Di website microblog, Anda pun dapat meng-upload file, seperti foto atau klip audio, namun yang berukuran mungil. Istilahnya micromedia.

Meski dari ukuran konten microblog berbeda dengan blog umum, namun tujuan penggunaannya tetap sama. Microblog pun bisa jadi sarana curhat, bertukar kabar, dan jadi alat promosi bisnis. Misalnya untuk berbagi info tentang produk dan layanan perusahaan. Curhat berupa teks, foto, atau klip audio ini bisa Anda atur untuk dilihat oleh siapa saja, atau hanya oleh orang tertentu. Layanan microblog ini bisa diakses lewat beragam media. Bisa lewat email, ponsel, atau web.

Feature Networking

Twitter, dirilis pada tahun 2006, bisa dikatakan sebagai pionir layanan microblog yang sukses. Banyak orang memanfaatkannya untuk menyiarkan kegiatan mereka sehari-hari. Kesuksesan Twitter melahirkan website-website microblog lainnya, seperti Plurk, Jaiku, Pownce, Sfeed, Twatter, Juick, dan Identi.ca. Saat ini, Plurk dan Jaiku adalah yang paling beken setelah Twitter.
Selain kontennya yang ringkas —yang membuat layanan microblog bisa dengan cepat dan mudah diakses bahkan dengan perangkat genggam— masih ada kelebihan lain dari layanan ini. Website-website microblog ini juga menyediakan fungsi social networking.


Comments Off | Permalink

Ketika Istana Teknologi Terhantam Gelombang

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies
Image

Krisis global yang melanda dunia bagaikan gelombang yang menghantam dan menghanyutkan istana-istana pasir di sepanjang pantai. Kekuatan ekonomi yang selama ini nampak indah bagaikan serapuh tumpukan pasir belaka.

Dunia teknologi informasi pun tak kebal menghadapi hantaman gelombang itu. Industri yang jangkauannya menyebar mulai dari produsen perangkat keras, pengembang piranti lu­nak, hingga telekomunikasi itu ternyata juga menjadi korban krisis finansial global.

Krisis keuangan global menghantam dunia tidak dengan tiba-tiba, tapi melalui serangkaian kejatuhan pada sektor finansial yang menumpuk. Entah kapan persisnya krisis ini bermula, namun dampaknya mulai bisa dirasakan secara nyata pada September 2008.
Awalnya, industri teknologi informasi merasa percaya diri bahwa badai krisis akan berlalu sebelum sempat menghantam mereka. Raja-raja Lembah Silikon seakan-akan sedang menyiapkan Pop Corn dan Soda lalu duduk manis menyaksikan krisis yang menghantam sektor perumahan, seakan balas dendam pada kejadian Dot Com Bubble beberapa tahun silam.

Sikap industri TI ini ditegaskan oleh prediksi dari beberapa perusahaan analisis pasar dan keuangan terkemuka. Meski realistis dengan mengatakan dampak krisis akan terasa, namun perusahaan seperti Gartner dan Forrester Research sempat mengatakan bahwa industri teknologi akan cukup tahan menghadapi krisis.

Ken McGee dan Mark McDonald dari Gartner, dalam laporannya sebelum Oktober 2008 masih menyebutkan ‘industri TI ternyata lebih tahan menghadapi krisis dari yang sebelumnya dibayangkan’. Andrew Bartels dari Forrester bahkan sempat memprediksi peningkatan pembelian produk TI menjadi 5.4% dari 3.4% (Mei 2009).


Comments Off | Permalink

Perawatan Berkala Untuk Hard Disk

by CHIP Team | August 6th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

Apabila jaminan keamanan Windows dan data pribadi sudah Anda pegang, mengerjakan tugas di PC menjadi lebih menyenangkan. CHIP menguji empat hard disk suite untuk mengatur dan merawat hard disk.


Image

Bagi Forrest Gump, hidup seperti kotak coklat, penuh de­ngan kejutan. Kebalikan dengan pengguna PC. Mereka justru tidak meng­inginkan kejutan karena sering berakhir buruk. Untuk melindungi diri terhadap “monster” dunia maya, banyak pengguna meng-ins­tall antivirus. Dengan cara itu, PC terlindung dari malware. Namun, keamanan PC tidak hanya perlindungan terhadap virus. Data juga penting. Oleh karena itu, dibutuhkan juga program-program pembuat image untuk mencegah hilangnya data.

Pada notebook keluaran baru, biasanya disediakan  satu fungsi penting, yaitu partitioning. Fungsi ini bisa membuat partisi khusus untuk menjaga data pribadi pemilik notebook. Dengan demikian, data tetap aman walaupun Windows tidak berfungsi dan harus di-install ulang.

Paket program yang berisi program image dan pembuat partisi me­mang harus tersedia dalam PC untuk merawat da­ta. Oleh karena itu, CHIP telah meng­uji, sebaik apa paket-paket  program ter­sebut. Selain itu, CHIP juga memberikan solusi da­lam bentuk freeware untuk melengkapi paket program utamanya.


Image

True Image 2009 Pada versi terbaru, halaman pembuka tampak jauh lebih rapi daripada versi sebelumnya.

Kesimpulan Chip
Seluruh peserta tes dapat melakukan tugasnya dengan baik, terutama program image yang memiliki standar cukup tinggi. Windows backup on-the-fly kini merupakan hal yang biasa. Pemenang tes Acronis memiliki fungsi pembuat partisi yang kompatibel dengan Vista. Seluruh paketnya bagus, tidak seperti peserta tes lainnya. Fungsi khusus seperti system backup satu klik dan “Try&Decide” untuk perubahan sistem menjamin keamanan dan kenyamanan yang lebih baik.


Comments Off | Permalink