Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘AMD’

Native Resolution LCD TIdak Tampil

by CHIP Team | July 23rd, 2009 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Diagnosis singkat menunjukkan, driver-nya telah aktual (terbaru). CHIP lalu meng-install sebuah monitor TFT standar dengan resolusi maksimal 1280×1.024. Oleh karena Windows telah memiliki drivernya, resolusi 1280×1.024 langsung tampil pada TFT. Asumsi CHIP, resolusinya akan menjadi normal (1280 x 1.024) setelah memasang kembali LCD.

Sayangnya, slider maksimum dalam “Settings” masih menunjukkan nilai 1024×768. Itu berarti masalahnya  masih belum teratasi. Mengganti gra­phics card lain pun tidak mengatasinya.

SOLUSI: Monitor mengirimkan info re­so­lusi yang salah ke graphics card. Kombinasi driver terbaru (NVIDIA atau AMD/ATI) dan Vista yang tidak menginkan campur tangan penggu­na ini justru membawa masalah. Satu-satunya solusi adalah membatalkan update driver yang sebelumnya dilakukan. Ini berarti kembali ke driver graphic card lama dari Microsoft. Dengan trik sedikit “memaksa” ini masalahnya justru bisa diatasi.

v

Menghambat  Driver Vista dari Microsoft mengebiri kemampuan graphics card untuk menampilkan resolusi aslinya (native)


Tags: , ,
Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Perbandingan Notebook

by CHIP Team | July 18th, 2007 | Categories: Tips And Technologies
Image
Dengan tingkat kecepatan modernisasi yang tampaknya tidak terbendung akhir-akhir ini, rasanya semua hal sudah mulai terkomputerisasi. Dari tempat kerja, dimana semua data dimasukkan dalam komputer, hingga tempat belanja, dimana perhitungan bahan belanjaan juga menggunakan perangkat komputer, terlihat jelas bahwa komputer sudah hampir merambah setiap aspek kehidupan kita.

Notebook, juga merupakan salah satu bentuk modernisasi yang mulai menjadi perangkat yang umum dalam kehidupan kita. Ide komputer portabel yang sebenarnya mulai dicetuskan pada era 80-an ini baru akhir-akhir ini dapat direalisasikan. Ini semua berkat kemajuan teknologi. Dahulu, komputer portabel memiliki ukuran yang tidak dapat dibilang portabel, atau setidaknya tidak  nyaman untuk dibawa dalam perjalanan. Kinerja dan mobilitasnya pun dapat dibilang rendah. Portabilitas di sini adalah tingkat kemudahan sebuah komputer saat dibawa di perjalanan. Ini berarti semakin ringan dan kecil ukurannya, semakin tinggi nilainya. Sementara itu, mobilitas adalah daya tahan baterai sebuah notebook dalam konsumsinya ketika digunakan.

Namun sekarang, komputer portabel yang lebih umum disebut sebagai notebook tersebut sudah layak menyandang gelar komputer portabel sesungguhnya. Terlebih berkat kehadiran notebook-notebook kecil dengan ukuran layar 12”.

Ukuran layar pada sebuah notebook memang merupakan bahan pembahasan yang cukup serius. Hal ini disebabkan karena ukuran layar juga menentukan ukuran keseluruhan sebuah notebook. Dengan teori phytagoras sederhana, ukuran diagonal layar berpengaruh secara langsung terhadap ukuran panjang dan lebar sebuah notebook.

Selama ini, pengguna notebook cukup nyaman dengan notebook yang menggunakan layar 14”. Selain ukurannya masih dapat dibilang cukup portabel, kinerja yang ditawarkannya pun tidak terlalu berbeda dengan sebuah komputer dalam kondisi penggunaan kerja sehari-hari. Namun tampaknya, seiring dengan perkembangan jaman, pengguna notebook semakin menginginkan notebook menjadi lebih portabel dan memiliki kinerja yang semakin tinggi.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Prosesor Super

by CHIP Team | May 31st, 2007 | Categories: Tips And Technologies
Image
Prosesor tercepat masa kini akan menjadi sepuluh kali lebih panas dibanding sebuah kompor listrik. Produsen seperti Intel dan AMD telah sampai pada sebuah titik, di mana sangat sulit meningkatkan kecepatan chip mereka dengan cara-cara yang mereka gunakan sebelumnya.

Para pakar menilai, batas “ajaib” dengan 100 Watt/cm2 kini sudah tercapai. Dengan mekanisme pendinginan yang canggih, sebuah chip bisa saja mencapai 300 Watt/cm2, tapi selanjutnya tidak banyak yang dapat dilakukan. Tidak lama lagi akan dibutuhkan daya 1.000 Watt untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi – dan ini sudah pasti tidak mungkin dilakukan dengan cara biasa.

Selama 40 tahun terakhir, para pembuat prosesor menggunakan cara yang sama: Terus memperkecil struktur pada chip. Dengan demikian, kapasitas listrik-nya lebih rendah dan power-loss semakin berkurang. Untuk itu, para produsen masuk jauh ke dunia teknologi nano. Pada generasi prosesor terkini, sub-komponen transistor rata-rata hanya berukuran 65 nm – sekitar seperseribu dari diameter rambut manusia.

Image

Inti Semakin Panas : Dengan miniaturisasi struktur pada chip (kiri, sebuah wafer dari Intel dengan proses 45 nm) panas dalam inti prosesor meningkat secara eksponensial. Sekarang batas kritis sudah tercapai, produsen harus mencari solusi baru.
Namun kini struktur-struktur penting hanya setebal beberapa atom. Misalnya saja Silicium-oksida yang biasa digunakan tidak lagi memadai sebagai isolator. Selain itu dengan meningkatnya kebocoran arus listrik, prosesor kembali menghasilkan lebih banyak panas.

Miniaturisasi memang menyediakan tempat untuk lebih banyak transistor, tetapi bila semuanya memanas, seluruh panas yang dihasilkan tidak dapat diatasi. Jadi, hasil yang dicapai melalui miniaturisasi kembali nihil dengan penambahan jumlah transistor.


Tags: , ,
Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI Core Duo – Ketika Dua Menjadi Satu

by CHIP Team | February 7th, 2007 | Categories: Tips And Technologies
Image
Dominasi Intel di pasar desktop memang mendapatkan persaingan yang sengit dari kubu AMD dengan senjata andalan mereka yaitu prosesor Athlon 64 X2. Sementara itu, AMD juga mencoba menjegal Intel di pasar mobile dengan menghadirkan prosesor Turion 64, prosesor mobile pertama yang mengintegrasikan instruksi 64-bit dalam arsitekturnya. Meskipun produk Intel terutama yang berbasis Centrino belum terlalu tergoyahkan oleh AMD pada pasar mobile, satu hal yang tidak dapat dielakkan bahwa AMD menghadirkan prosesor mobile yang kinerjanya setara dengan Pentium M milik Intel.
Meskipun begitu, Intel dengan kemampuan industrialnya menghadirkan gebrakan teknologi yang dianggap hanya dapat dicapai pada pasar desktop saja, yaitu menggunakan prosesor dengan dua inti pada notebook. Namun, ketika Intel mengumumkan teknologi prosesor dua inti pada
notebook, banyak pemerhati IT mencetuskan kecemasan mereka bahwa notebook akan kehilangan identitasnya sebagai sebuah platform mobile karena prosesor dua inti pada desktop umumnya haus akan daya.
Pemerhati IT juga mencemaskan panas yang ditimbulkan oleh penambahan inti kedua pada prosesor notebook. Singkatnya, pemerhati IT mencemaskan notebook menjadi sebuah device tidak praktis karena keterbatasan mobilitas dan tidak nyaman digunakan karena suhu yang meningkat. Untuk menjawab hal tersebut, Intel meluncurkan prosesor Core Duo untuk notebook yang menjanjikan peningkatan kinerja dengan ketahanan baterai tinggi dan tanpa peningkatan suhu yang berarti.
Sekilas dengan Centrino
Intel sebagai sebuah perusahaan IT tidak saja cerdas dalam menciptakan sebuah produk baru, mereka juga memiliki kelihaian dalam segi pemasaran. Centrino sebagai sebuah nama platform merupakan jaminan Intel bahwa notebook dengan logo tersebut memiliki prosesor Pentium M dengan sistem dan wireless Intel yang terintegrasi secara optimal.
Hal tersebut tentunya mempermudah khalayak umum dalam menentukan keputusan untuk melakukan pembelian tanpa harus kesulitan mengidentifikasi satu persatu peripheral yang terdapat dalam sebuah notebook. Tampaknya, skema branding Centrino cukup sukses sehingga Intel menggunakan kembali penamaan tersebut untuk jajaran produk mobile terbaru mereka. Perbedaan Centrino sekarang dan Centrino dahulu tidak terletak sebatas penambahan istilah “Duo” saja. Bersamaan dengan penggunaan logo Intel baru, Centrino Duo
memimpin barisan penyerangan Intel di pasar notebook dengan dilengkapi prosesor Core Duo/Solo, chipset Intel 945 Express, dan solusi wireless Intel 3945 ABG.

Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI Chipset Baru Platform Intel – Ketika Satu Tidak Lagi Cukup

by CHIP Team | July 20th, 2006 | Categories: Tips And Technologies

Image

Dua kata yang saat ini sering didengar oleh CHIP adalah multiprocessor dan multigraphics. Mungkin sudah banyak di antara Anda yang tahu arti dari kedua kata tersebut, tetapi tidak ada salahnya CHIP memberitahukan garis besar arti dari kedua kata tersebut. Dalam kamus bahasa Indonesia, multi dapat berarti banyak atau lebih dari satu. Multiprocessor dan multigraphics berarti jumlah prosesor dan graphics card yang digunakan lebih dari satu.

Sebenarnya “multiprocessor” dan “multigraphics” bukan istilah baru. Nama itu sudah lama ada (bahkan sudah lama digunakan) oleh para professional IT. Namun, istilah tersebut bisa dibilang baru untuk para konsumen awam. Untungnya, saat ini kita sebagai konsumen awam, sudah dapat menikmati multiprocessor dan multigraphics di komputer desktop yang kita miliki. Terima kasih patut kita ucapkan kepada para produsen besar (Intel, AMD, NVIDIA, dan ATI) yang berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Karena semakin keras mereka bekerja menjadi yang terbaik, semakin tinggi pula teknologi yang dihadirkan kepada kita.

Beberapa teknologi baru yang masuk ke dalam domain multiprocessor dan multigraphics untuk Personal Computer (PC) adalah prosesor dual core, SLI, dan CrossFire. Untuk prosesor dual core, Intel menghadirkan Intel Pentium D dan Intel Pentium XE sedangkan AMD menghadirkan AMD Athlon 64 X2. Sedangkan SLI dan CrossFire adalah teknologi dari NVIDIA (SLI) dan ATI (CrossFire) untuk menjalankan dua graphics card secara bersama dalam mengolah aplikasi 3D. CHIP sekarang tidak akan membahas secara mendetail mengenai teknologi-teknologi baru tersebut. Akan tetapi, artikel ini akan membahas mengenai chipset terbaru untuk platform prosesor Intel yang sudah mendukung beberapa teknologi baru tersebut.


Tags: , , ,
Comments Off | Permalink