Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘Manajemen Partisi dengan LVM’

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 1 of 6

Sibuk dengan urusan mem-backup data karena ukuran hard disk sudah tidak memadai? Sering direpotkan dengan pengaturan partisi? Ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan penggunaan LVM sebagai solusi ampuhnya.

Image

Apa sebenarnya keunggulan LVM (Logical Volume Manager)? Sederhananya, LVM menempatkan data pada area logical, tidak lagi langsung direlasikan dengan satu atau lebih partisi. Susah membayangkannya? Cobalah menyimak analogi sederhana berikut ini. Kita misalkan partisi itu seperti kaveling tanah. Di atas tanah, kita dirikan rumah. Rumah di sini adalah volume tempat data yang disimpan. Pada konsep non-LVM, kita hanya bisa membangun rumah seluas maksimal kaveling tanah kita. Apabila ingin lebih besar dari itu, maka kita harus memperlebar dulu kaveling tanah kita. Satu nama pemilik hanya boleh memiliki maksimal satu kaveling tanah. Kita juga tidak mungkin “membajak” kaveling tanah tetangga karena itu bukan hak milik kita. Pada konsep LVM, kaveling tanah bukan lagi dilihat sebagai patokan utama pendirian bangunan. Suatu kaveling tanah bisa digabung dengan kaveling tanah lain atas nama satu “sertifikat” hak milik. Dengan demikian, rumah kita bisa menempati maksimal seluas gabungan kaveling yang ada. Apabila dirasa kurang, kita bisa membeli lagi kaveling tanah lain dan memasukkannya pada sertifikat. Di atas kaveling gabungan ini, pemilik bisa membangun lebih dari satu rumah.

Berdasar analogi ini, ada istilah-istilah dasar LVM yang perlu dipahami. Kaveling tanah kita sebut sebagai physical volume. Gabungan kaveling tanah dinamai volume group. Sementara itu, rumah yang dibangun di atas gabungan kaveling disebut logical volume. Physical volume sendiri sebenarnya adalah partisi biasa, baik yang bertipe primary maupun logical.

Sebagai gambaran umum, inilah cara men-setup LVM:

1.    partisi normal kita konversi menjadi physical volume.
2.    Satu atau lebih physical volume kita jadikan volume group
3.    di dalam volume group kita ciptakan logical volume sesuai keperluan. Logical volume inilah yang nanti kita format (misalkan sebagai ext2) dan diisi de­ngan data.

Kita akan coba secara mendetail mempelajari setup LVM. Versi LVM yang dijadikan basis pembahasan di sini adalah LVM 2. Penulis menggunakan distro Fe­dora 7 yang menyertakan paket RPM lvm2-2.02.24-1. Terlebih dahulu pastikan paket tersebut telah ter-install di PC.


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 6 of 6

Memperbesar Ukuran Volume Group

Kapan menambah ukuran volume group perlu dilakukan? Mungkin pembaca sudah bisa menebak. Ukuran maksimal logical volume adalah sebesar ruang kosong yang tersisa pada volume group atau istilah lebih tepatnya, free physical extent. Jadi, jika ingin lebih besar dari itu, volume group harus diperbesar  juga.

Image

MEMPERBESAR – Untuk memperbesar Volume Group, Anda dapat menambahkan jumlah physical volume.

Cara termudah untuk memperbesar volume group adalah dengan menambahkan physical volume baru ke dalam volume group. Itu artinya kita melakukan urutan langkah seperti ini:

1.    Mengonversi suatu partisi menjadi physical volume (PV). Partisi ini bisa berupa partisi yang sudah ada atau dibuat dulu misal dengan bantuan tool parted.
2.    Menambahkan PV baru ke dalam volume group lewat perintah vgextend.
Sisanya sama seper­ti saat kita mem­perbesar logical volume.
Pada PC pengujian, masih tersisa ruang kosong sekitar 6 GB pada hard disk yang belum dipartisi. Perintah berikut ini digunakan untuk menyiapkan partisi baru sekaligus menjadikannya PV:

# parted /dev/sda mkpart
logical 114G
120G
# parted /dev/sda p
Number  Start   End     Size
Type      File
system  Flags
……
10      114GB   120GB
6029MB  logical

# fdisk /dev/sda
….
Command (m for help): t
Partition number (1-10): 10
Hex code (type L to list codes): 8e
Changed system type of partition 10 to 8e
(Linux LVM)
Command (m for help): w
# partprobe
# parted /dev/sda p

Number  Start   End     Size    Type      File
system  Flags

10      114GB   120GB   6029MB  logical
lvm
# pvcreate /dev/sda10
Volume group vg_test dapat diperluas dengan physical volume baru tersebut dengan perintah:
# vgextend -v vg_test /dev/sda10
Adding physical volume ‘/dev/sda10’ to
volume group ‘vg_test’
Kita konfirmasikan perubahan ini:
# vgdisplay
— Volume group —
VG Name               vg_test
….
VG Size               18.64 GB
PE Size               4.00 MB

Image

DIBULATKAN – Ukuran logical volume selalu dibulatkan sesuai dengan ukuran Physical Extent.

Sesuai dengan apa yang diharapkan, volume group vg_test membesar dari ukuran awal 13 GB menjadi 18,64 GB.  Kini, Anda tinggal menyesuaikan ukuran logical volume dan filesystemnya, baca lagi bagian B dari artikel ini.

LVM adalah cara baru pengaturan data di disk yang menawarkan fleksibilitas dan kemudahan dibanding metode partisi cara tradisional. Kini tergantung bagaimana Anda memanfaatkan LVM untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan data. Selamat mencoba!


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 5 of 6

Mengatur Ulang Ukuran Logical Volume

Di bagian inilah (dan satu lagi yang akan dibahas) kelebihan utama sistem LVM. Apabila sistem partisi konvensional sering merepotkan Anda untuk me-resize partisi (jika tidak ada lagi free space), de­ngan LVM solusinya relatif mudah. Dengan asumsi kita ingin memperbesar lv_test, yang harus dilakukan adalah:

1.    Mengatur ulang ukuran logical volume lv_test.
2.    Menyesuaikan ukuran sistem (filesys­tem) file di dalam LV.

Image

MULAILAH DARI LOGICAL-NYA – Setelah ukur­an logical volume Anda sesuaikan, sistem file pun dapat diperbesar.

Langkah pertama mungkin bisa dengan mudah dipahami, tetapi mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa perlu langkah kedua? Bayangkan Anda adalah tuan tanah dari sebidang tanah berukuran 200 hektar. Di atasnya dibuat perkebunan apel luasnya juga 200 hektar. Lalu, Anda membeli lagi sebidang tanah seluas 100 hektar. Dengan demikian, luas tanah milik Anda pun menjadi 300 hektar, tetapi bukan berarti otomatis kebun apel Anda menjadi 300 hektar. Anda tentu ingat bahwa pada bagian A, besarnya VG vg_test sebesar 13 GB, namun baru terpakai 5 GB. Dengan demikian LV lv_test pun bisa berukuran maksimal 13 GB. Perintah berikut menjadikan ukuran lv_test sebesar 13 GB:

# lvextend -L 13G /dev/vg_test/lv_test
Extending logical volume lv_test to 13.00
GB
Logical volume lv_test successfully
resized
# lvdisplay
— Logical volume —
LV Name                /dev/vg_test/lv_test
VG Name                vg_test
…….
LV Size                13.00 GB

Untuk amannya, gunakan perintah lvdisplay untuk memastikan apakah ukuran LV telah sesuai dengan harapan. Apakah operasi ini aman selagi LV di-mount? Tidak masalah. Anda bisa mengatur ulang ukuran LV walaupun operasi baca tulis yang intensif sedang berlangsung. Untuk me-resize lv_test, ada dua kemungkinan yang bisa ditempuh:

a. Resize secara online, maksudnya tanpa melakukan unmount. Syaratnya partisi Anda diformat sebagai ext2 atau ext3
b. Resize secara offline. Partisi kita unmount terlebih dahulu, baru di-resize dan kemudian di-mount kembali.

Kita coba cara pertama (a) untuk menunjukkan kemampuan resize online:

# resize2fs -p /dev/vg_test/lv_test
Performing an on-line resize of /dev/vg_
test/lv_test to 3407872 (4k) blocks.
The filesystem on /dev/vg_test/lv_test is
now 3407872 blocks long.

Apabila sukses? Lakukan pemeriksaan dengan perintah berikut ini.

# df -h
Filesystem    Size  Used Avail Use%
Mounted on
/dev/mapper/vg_test-lv_test
13G  141M   13G   2% /mnt/ data

Ukuran telah berubah sesuai yang kita inginkan. Semuanya terjadi tanpa perlu menghentikan operasi baca tulis!       Bagaimana jika yang diinginkan sebalik­nya, yaitu memperkecil logical volume? Dalam hal ini, urutan kerjanya terbalik menjadi:

1.    Perkecil ukuran sistem file
2.    Perkecil ukuran logical volume

Misalnya, ukuran lv_test hendak kita turunkan menjadi 10 GB. Berita buruknya adalah pengecilan secara online tidak didukung program resize2fs, sehingga harus di-unmount terlebih dahulu:

# umount /dev/vg_test/lv_test
Biasanya resize2fs meminta kita melakukan cek sistem file terlebih dahulu:
# e2fsck -f /dev/vg_test/lv_test
# resize2fs -p /dev/vg_test/lv_test 10G
Sampai di sini kita sudah sukses memperkecil lv_test. Mount lagi volume tersebut dan cek ukurannya dengan perintah df:
# mount /dev/vg_test/lv_test /mnt/data
# df -h
Filesystem  Size  Used Avail Use%
Mounted on
/dev/mapper/vg_test-lv_test
9.9G  140M  9.4G   2% /mnt/data

Sering kali ukuran sistem file tidak 100% sesuai dengan yang kita inginkan. Ini terjadi karena ada pembulatan ukuran sesuai jumlah block (komponen penyusun sistem file). Jadi, ini bukan merupakan kesalah­an sistematis.

Untuk menyusutkan ukuran LV, kali ini kita gunakan perintah lvreduce. Satu hal yang harus diingat, jangan menyusutkan ukuran logical volume lebih kecil dari ukuran sistem file! Jika ini terjadi dan kebetulan ada data yang ditempatkan pada area yang melebihi ukuran volume, data tersebut tidak akan bisa diakses.

Oleh karena ukuran sistem file 10 GB, maka logikanya volume juga menjadi 10GB. Untuk amannya, kita beri sedikit “ruang kosong” sebesar 25 MB untuk mengantisipasi pembulatan:

# lvreduce -L $((1024*10+25))M /
dev/vg_test/lv_test

Rounding up size to full physical
extent 10.03 GB
WARNING: Reducing active and open
logical volume to 10.03 GB
THIS MAY DESTROY YOUR DATA
(filesystem etc.)
Do you really want to reduce lv_test? [y/n]:y
Reducing logical volume lv_test to
10.03 GB
Logical volume lv_test successfully
resized

Penulis menggunakan trik shell untuk melakukan perhitungan numerik, perhatikan penggunaan tanda $(()). Untuk sentuhan terakhir, kita sesuaikan lagi logical volume lv_test:
# resize2fs -p /dev/vg_test/lv_test


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 4 of 6

Langkah terakhir adalah membentuk lo­gical volume di dalam volume group vg_test dan jalankan vgdisplay:

# vgdisplay
— Volume group —
VG Name               vg_test
System ID
Format                  lvm2
……
VG Size               13.03 GB
PE Size               4.00 MB
Total PE              3336
Alloc PE / Size       0 / 0
Free  PE / Size       3336 / 13.03 GB
Berdasarkan output da­ri perintah vgdisplay, dapat dilihat bahwa ukuran VG (Volume Group) sebesar 13 GB dan semuanya belum terpakai (baris VG Size dan Free PE/Size). Agar tidak boros, kita buat satu LV (Logical Volume) sebesar 5 GB:

# lvcreate -L 5G -n lv_test vg_test
Logical volume “lv_test” created

Image

TIGA PERINTAH UTAMA – Gunakan perintah pvs, vgs, dan lvs agar Anda dapat melihat status volume.

Opsi -L menentukan ukuran LV. Akhiran G berarti kita memakai satuan Gigabyte. Bisa juga memakai akhiran M untuk Megabyte dan K untuk kilobyte. LV juga sebaiknya diberi nama. Untuk itu, gunakan opsi -n. Pemberian nama ini memudahkan kita mengidentifikasi logical volume, karena jika tidak diset, Linux akan memberikan nama acak yang dapat menyu­litkan kita mencari logical volume.  Parameter te­rakhir adalah nama VG yang adakan dipakai untuk mebuat LV.

Untuk konfirmasi bahwa LV lv_test te­lah sukses dibuat, jalankan perintah:

# lvdisplay
— Logical volume —
LV Name                /dev/vg_test/lv_test
VG Name                vg_test
….
LV Size                5.00 GB

LV sekarang bisa Anda perlakukan sebagaimana partisi biasa. Yang jelas, sebelum ditempati data, Anda harus memformatnya terlebih dahulu. Bagaimana kita menunjuk LV tersebut? Mudah saja. Amati baris LV Name dari output perintah lvdisplay. Dengan demikian, Anda memformatnya seperti ini:

# mkfs.ext3 /dev/vg_test/lv_test
mke2fs 1.39 (29-May-2006)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=4096 (log=2)
Fragment size=4096 (log=2)
…………
Writing inode tables: done
Creating journal (32768 blocks): done
Writing superblocks and filesystem account
ing information: done

Apabila ingin segera menyimpan data ke LV, Anda bisa mount volume lv_test ke suatu mount point terlebih dahulu. Sampai di sini bisa Anda lihat bahwa perlakuan pada volume tidak ada bedanya dengan partisi biasa:
# mount /dev/vg_test/lv_test /mnt/data/

Membuat mount logical volume ini per­manen setiap kali reboot juga mudah. Anda tinggal mengedit /etc/fstab dan menambahkan baris seperti di bawah ini.
/dev/vg_test/lv_test    /mnt/data         ext3
defaults        0 0


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 3 of 6

Angka heksadesimal “8e” adalah kode untuk tipe partisi Linux LVM. Dengan adanya penanda ini, saat reboot, Linux akan mudah mendeteksi adanya physical volume di partisi-partisi tertentu dan meng­aktifkannya untuk Anda.
Selanjutnya, kita buat volume group yang beranggotakan dua PV (Physical Volume) ini. Kita namakan vg_test:

# vgcreate vg_test /dev/sda8 /dev/sda9
Volume group “vg_test” successfully
created

Image

PROSES PEMBUATAN – Visualisasi proses pembentukan logical volume yang terben­tuk dari gabungan beberapa physical volume.


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 2 of 6

Persiapan dan Format Logical Volume

Di sini diasumsikan setup LVM tidak dilakukan saat instalasi awal Linux, tetapi saat Linux sudah ter-install. Kita asumsikan juga ada ruang kosong sekitar 20 GB di hard disk Anda.

Langkah pertama adalah membuat dua partisi baru di ruang kosong ini. Jangan habiskan semuanya karena nantinya kita akan memerlukan partisi ketiga untuk mencoba menambah physical volume ke volume group. Dengan program parted, perintahnya seperti berikut:

# parted /dev/sda mkpart logical
$((100*1000)) $((107*1000))
# parted /dev/sda mkpart logical
$((107*1000)) $((114*1000))

Diharapkan struktur partisi kita menjadi seperti ini:
# parted /dev/sda p
Disk /dev/sda: 120GB

Number  Start   End     Size    Type      File
system  Flags
….
8      100GB   107GB   7000MB  logical
9      107GB   114GB   7000MB  logical

Dua partisi baru yaitu sda8 dan sda9 kini siap dikonversi menjadi physical volume. Perhatikan bahwa proses konversi ini akan menimpa data apapun yang ada di dalam partisi bersangkutan.  Jadi berhati-hatilah.

# pvcreate /dev/sda8 /dev/sda9

Tandai dua partisi tersebut dengan iden­titas Linux LVM. Fdisk bisa melakukan tugas ini. Huruf yang ditebalkan adalah karakter yang Anda ketikkan pada prompt terkait:

# fdisk /dev/sda
Command (m for help): t
Partition number (1-9): 8
Hex code (type L to list codes): 8e

Command (m for help): t
Partition number (1-9): 9
Hex code (type L to list codes): 8e

Command (m for help): p

Device Boot      Start         End      Blocks
Id  System
…………..
/dev/sda8           12159       13009
6835626
8e  Linux LVM
/dev/sda9           13010       13860
6835626
8e  Linux LVM

Command (m for help): w

The partition table has been altered!

Syncing disks.

Image

TERDETEKSI SEBAGAI LINUX LVM – Partisi yang dijadikan physical vo­lume ditandai sebagai “Linux LVM”  dengan perintah fdisk.


Comments Off | Permalink

Manajemen Partisi dengan LVM

by CHIP Team | April 2nd, 2009 | Categories: guides

Thursday, 02 April 2009

Page 1 of 6

Sibuk dengan urusan mem-backup data karena ukuran hard disk sudah tidak memadai? Sering direpotkan dengan pengaturan partisi? Ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan penggunaan LVM sebagai solusi ampuhnya.

Image

Apa sebenarnya keunggulan LVM (Logical Volume Manager)? Sederhananya, LVM menempatkan data pada area logical, tidak lagi langsung direlasikan dengan satu atau lebih partisi. Susah membayangkannya? Cobalah menyimak analogi sederhana berikut ini. Kita misalkan partisi itu seperti kaveling tanah. Di atas tanah, kita dirikan rumah. Rumah di sini adalah volume tempat data yang disimpan. Pada konsep non-LVM, kita hanya bisa membangun rumah seluas maksimal kaveling tanah kita. Apabila ingin lebih besar dari itu, maka kita harus memperlebar dulu kaveling tanah kita. Satu nama pemilik hanya boleh memiliki maksimal satu kaveling tanah. Kita juga tidak mungkin “membajak” kaveling tanah tetangga karena itu bukan hak milik kita. Pada konsep LVM, kaveling tanah bukan lagi dilihat sebagai patokan utama pendirian bangunan. Suatu kaveling tanah bisa digabung dengan kaveling tanah lain atas nama satu “sertifikat” hak milik. Dengan demikian, rumah kita bisa menempati maksimal seluas gabungan kaveling yang ada. Apabila dirasa kurang, kita bisa membeli lagi kaveling tanah lain dan memasukkannya pada sertifikat. Di atas kaveling gabungan ini, pemilik bisa membangun lebih dari satu rumah.

Berdasar analogi ini, ada istilah-istilah dasar LVM yang perlu dipahami. Kaveling tanah kita sebut sebagai physical volume. Gabungan kaveling tanah dinamai volume group. Sementara itu, rumah yang dibangun di atas gabungan kaveling disebut logical volume. Physical volume sendiri sebenarnya adalah partisi biasa, baik yang bertipe primary maupun logical.

Sebagai gambaran umum, inilah cara men-setup LVM:

1.    partisi normal kita konversi menjadi physical volume.
2.    Satu atau lebih physical volume kita jadikan volume group
3.    di dalam volume group kita ciptakan logical volume sesuai keperluan. Logical volume inilah yang nanti kita format (misalkan sebagai ext2) dan diisi de­ngan data.

Kita akan coba secara mendetail mempelajari setup LVM. Versi LVM yang dijadikan basis pembahasan di sini adalah LVM 2. Penulis menggunakan distro Fe­dora 7 yang menyertakan paket RPM lvm2-2.02.24-1. Terlebih dahulu pastikan paket tersebut telah ter-install di PC.


Comments Off | Permalink