Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘Notebook’

Dokter CHIP – 07/2005

by CHIP Team | July 28th, 2009 | Categories: Tips and Tricks

1. Prosesor Pentium 4 – Mengaktifkan Powersave

PC saya dilengkapi dengan prosesor Pentium 4 baru. Namun, fan standar yang terpasang membuat suara yang mengganggu.

Jawab: Sebelum memutuskan untuk membeli sistem pendingin yang lebih baik, sebaiknya manfaatkan terlebih dahulu fasilitas “Enhanced Speedstep” dari Pentium 4 (3.2 GHz). Fungsi ini merupakan solusi penghemat arus yang dapat mengatur clock frekuensi dan kinerja prosesor. Hanya saat beban penuh saja, prosesor bekerja maksimal. Misalnya saat memainkan game 3D. Saat berselancar, kinerja prosesor otomatis menurun sampai ke 2.8 GHz. Kipas pun tidak bekerja bising.

dr-chip-01

Bising berkurang: Power schemes diatur ulang agar prosesor Pentium 4 mengaktifkan teknologi penghemat arus.

Untuk mengaktifkan fasilitas “Enhanced Speedstep”, buka “Control Panel | Power Options”. Selanjutnya, pada tab “Power Scheme”, pilih “Portable/Laptops” (walaupun sebenarnya merupakan Desktop PC). Sekarang, prosesor bekerja sesuai kebutuhan PC. Anda bisa menggunakan freeware “CPU-Z” untuk memeriksanya.

2. Notebook – Notebook Tua dengan USB 2.0 dan Tanpa Pengganti Power Supply

Kondisi notebook lama saya masih baik. Hanya saja masih dilengkapi interface USB 1.1 sehingga koneksi ke external hard drive atau DVD burner masih lambat.

Jawab: Di toko peralatan PC biasanya tersedia expansion card USB 2.0 untuk dipasang di slot PC-Card. Dengan expansion card ini, Notebook Anda dapat menggunakan kemampuan USB 2.0. Masalahnya hanya pada arus listrik karena PC-Card menggunakan 3.3 volt. USB Stick dan peranti kecil lain memang dapat menggunakannya. Namun, untuk peranti seperti external hard drive atau DVB-T Controller membutuhkan tegangan sebesar 5 volt. Oleh karena itu expansion card ini harus dilengkapi dengan power supply tersendiri.

Upgrade: PC-Card dapat menambah USB 2.0 pada Notebook lama. Power supply tambahan tidak diperlukan.

Solusi lain tanpa menggunakan power supply tambahan ini dapat dilakukan dengan meminjam tegangan dari USB 1.0 yang lama. Untuk itu, diperlukan solder, tang, sebuah USB-kabel yang tidak terpakai dan jack tegangan yang cocok (3.5 mm diameter-luar, 1.35 mm diameter-dalam). Caranya, potong konektor tipe B dari kabel USB yang tidak terpakai tadi (bukan ujung konektor yang dicolokkan ke USB Port Notebook). Lalu, sambungkan kabel merah ke pin positif pada jack tegangan (kontak bagian dalam) dan kabel hitam ke pin negatif pada jack tegangan (kontak bagian luar). Lipat saja kabel data USB kabel tersebut (warna hijau dan putih).

Perhatikan bahwa beberapa produk tidak mengikuti aturan standar untuk kabel USB ini. Sebaiknya periksa dengan multimeter semua konektor sebelum melakukan modifikasi ini. Diagram tegangan pada PC-Card 3biasanya tercetak di balik PC-Card tersebut

3. Notebook – Menampilkan Gambar Berwarna pada TV-Output

Notebook saya memiliki konektor TV-Out. Akan tetapi mengapa tampilannya tidak berwarna alias hitam-putih?

Jawab: Kemungkinan TV-Out pada notebook Anda berbasis NTSC sehingga tidak cocok dengan standar TV. Beberapa TV hanya mendukung satu standar saja. Saat dihubungkan ke TV, format yang ditampilkan bisa diubah. Untuk itu, buka “Control Panel” dan pilih tab “Settings”. Apabila TV-Out sudah digunakan, akan muncul dua icon yang merupakan simbol untuk Display Adapter dan TV. Lalu,  klik tombol “Advanced” untuk membuka dialog “Properties” dari layar yang digunakan. Dari sini, prosedurnya terbagi dua. Jika menggunakan card ATI, klik tab “Display”, kemudian klik tombol “TV” pada jendela berikutnya. Dialog “TV-Properties” terbuka. Pada tab “Format”, pilih “PAL-B” dari daftar list “TV-Standard”.

Jika menggunakan card NVIDIA, pilih tab dari nama graphics card, misalnya tab “GeForce Go 6600″. Selanjutnya, pilih option “Digital Flat Panel/TV” untuk pilihan “Primary Display” dan “Secondary Display”. Lalu, tandai icon TV yang terlihat dan klik “Device Settings”. Sebuah context menu muncul. Saat pointer mouse mengarah ke option “Select TV-Format”, muncul jendela untuk memilih standar TV yang diinginkan. Pilih saja “B/PAL”.

4. Barebone – Mencegah Shuttle SPC Crash

Saya baru saja membeli Barebone Suttle XPC. Walaupun sudah dipasang dengan benar, tetapi proses booting bermasalah. Sistem selalu hang.

Penuh perasaan: Baut pengencang Heatpipe dan kipas prosesor cukup dikencangkan dengan tangan saja.

Jawab: Kemungkinan prosesor mengalami kepanasan karena sistem pendingin tidak berfungsi baik. Semua seri XPC mengombinasikan sistem Heatpipe, kecuali seri prosesor soket 370. Heatpipe ini dikencangkan dengan 4 baut khusus di bagian belakang casing. Jika baut diputar terlalu kencang dan tidak seimbang, Heatpipe dapat tertarik dan heatsink tidak lagi mengenai prosesor. Oleh sebab itu, baut ini cukup dikencangkan dengan tangan saja, jangan dengan obeng.

5. Printer Laser – Mengoreksi Offset halaman pada cetakan Double Side

Saya punya printer laser warna Samsung CLP-510. Printer ini dilengkapi dengan Duplex Unit. Kadangkala, saya ingin agar baris cetakan untuk halaman depan dan belakang tidak overlap, melainkan memakai offset. Sayangnya, saya tidak  menemukan informasi bagaimana mengatasi offset ini.

Jawab: Fungsi untuk mengoreksi offset halaman ini tersedia dalam menu hardware Printer itu sendiri. Melalui menu “Menu | Layout | Border doubles-sided”, tersedia dua kolom input untuk mengatur jarak margin atas dan kiri (dalam mm) pada halaman belakang. Untuk hasil cetakan yang lebih akurat, Anda dapat mencobanya terlebih dahulu.


Comments Off | Permalink

Tren Notebook 2009

by CHIP Team | July 24th, 2009 | Categories: Tips And Technologies

Coba Anda bayangkan, apa jadinya bila Toyota menawarkan sebuah mobil 3000 cc dengan perlengkap­an minimalis dengan harga hanya 50 jutaan rupiah. Besar kemungkinan mobil tersebut akan sukses di pasaran. Produsen mobil lainnya tentu saja akan segera menyusul untuk membuatnya, baik karena alasan euforia pasar yang baru atau karena khawatir bisnisnya terancam. Di bidang otomotif, fenomena ini baru sekadar imajinasi, tetapi bagi para produsen notebook, hal seperti ini sudah nyata terjadi dengan hadirnya ASUS Eee PC.

Image
AKAN hadir di tahun 2009 Teknologi baru yang bisa Anda temukan pada berbagai komponen notebook.

Lembaga peneliti pasar Gartner memperkirakan pada tahun ini, mini notebook ini telah terjual lebih dari 5 juta di seluruh dunia. Menurut mereka, angkanya akan menyentuh 50 juta pada 2012. Apa tanggapan produsen notebook mengenai fenomena ini? Umumnya mereka menanggapinya dengan dingin.  Bahkan menurut ASUS, produsen Eee PC, istilah “mini-notebook” yang digunakan Gartner kurang tepat. ASUS lebih menyukai istilah “Netbook” yang digunakan oleh Intel karena perangkat tersebut hanya berfungsi untuk melengkapi notebook dan tidak untuk menggantikannya. Produsen Dell bahkan menganggap istilah mini notebook menyesatkan karena kebanyakan pembeli tidak memiliki pengetahuan dasar teknis memadai untuk mengukur performa yang diharapkannya dari notebook tersebut. Ala­san­nya, subnotebook berperforma tinggi dan net­book minimalis terlihat sangat mirip pe­nam­pakan luarnya.


Comments Off | Permalink

Dokter CHIP – 09 2006

by CHIP Team | July 20th, 2009 | Categories: Dokter CHIP

1. WINDOWS FIREWALL – Memindahkan Konfigurasi

Bagaimana caranya memindahkan konfigurasi Firewall ke komputer lain? Saya kerap dipusingkan karena harus melakukan konfigurasi ulang setelah meng-install Windows baru.

Jawab: Tuning Firewall sehingga bekerja dengan sempurna sesuai keinginan kita memang memerlukan waktu. Jika Anda sering meng-install ulang Windows, tentunya pekerjaan ini sangat merepotkan. Untungnya Firewall bawaan XP menyimpan konfigurasi backup di dalam Registry. Anda dapat meng-copy untuk kemudian ditransplantasikan di Windows baru. Pertama jalankan Registry dengan klik “Start | Run”, ketik “regedit” dan konfirmasikan dengan “Ok”.Cari entry

“HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\SharedAccess\Parameters\FirewallPolicy\StandardProfile\AuthorizedApplications\List” Di sana terdapat daftar program yang telah Anda izinkan untuk lewat. Klik kanan pada List” dan pilih “Export”. Ketikkan nama file pilih Anda, dan pastikan “Selected branch” terpilih di option “Export range”. Anda belum selesai. Setelah itu cari entry “ “StandardProfile\Globally-OpenPorts\List” Copy entry ini seperti langkah di atas. Entry ini penting karena berisi daftar port yang Anda izinkan.

34---registry

Firewall Registry : Di sini tersimpan daftar port yang diijinkan Firewall.

Sekarang Anda memiliki dua file berformat .reg yang berisi konfigurasi Firewall XP. Ketika membutuhkannya, Anda tinggal klik ganda 2 file ini. Konfigurasi akan ter-copy di Registry Anda.

2. NOTEBOOK – Layar Notebook Lebih Terang

Dalam kondisi cahaya yang tidak mendukung, layar TFT notebook bisa menjadi sangat gelap. Padahal, setting cahaya background sudah menyala maksimal. Saya mendapat informasi bahwa layar mudah dibaca kembali dengan mengatur graphics card driver. Bagaimana caranya?

Jawab: Layar dapat diakali dengan me­ngoreksi gamma dalam driver graphics card pada setiap notebook sehingga informasi tetap terbaca meskipun pada kondisi minim cahaya yang buruk.

Biasanya, koreksi gamma digunakan untuk menyamakan dan mengoptimalkan color balance antara layar, printer, dan scanner. Dengan koreksi gamma ini, area yang terang atau gelap pada layar dapat diatur agar tampilannya sesuai dengan karakteristik cahaya.

Gamma Curve : Dengan setting ini, layar tetap terbaca walaupun cahaya minim.

Untuk mengoreksi konfigurasi gamma, klik kanan Desktop dan pilih “Properties”. Pada graphics card ATI, koreksi gamma ini terdapat dalam tab “Color”, sedangkan pada chip Intel dalam tab “Graphics Media Accelerator Driver”. Biasanya, akan tampil garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas. Bengkokkan garis lurus ini di tengah sedikit ke arah kiri atas (lihat screenshot). Posisi yang gelap di video menjadi terang kembali. Jangan lupa, dalam kondisi yang gelap, kurva gamma dikembalikan ke posisi semula.

3. SOUNDCARD – Atasi Kontak Kendur pada Creative Audigy 4

PC saya dilengkapi dengan soundcard Audigy 4 dengan external I/O-console.
Biasanya, sound system ini berfungsi baik. Namun terkadang, sama sekali tidak berfungsi. Semuanya mengarah pada kontak yang kendur. Saya ingin mengatasi masalah ini.

Jawab: Untuk menentukan kontak yang kendur pada Creative Audigy 4, periksa semua koneksi di bagian belakang I/O-console dan PC. Konektor tidak boleh kendur. Lalu, buka casing PC dan periksa semua kabel yang mengarah ke soundcard. Terkadang, konektor power eksternal (mirip konektor power pada floppy drive) miring dan kendur karena konektor power tidak terpasang kencang pada Audigy board. Akibatnya, seluruh arus external I/O-console dan soundcard terkadang terputus dan sound system menjadi tidak berfungsi.

Atasi Kontak Kendur : Jika konektor power supply tidak sempurna terpasang di board ( kiri ), kontak-kontak soundcard akan bermasalah. Kencangkan ke posisi yang benar dengan menggunakan lem plastik ( kanan ).

Untuk mengatasi kontak yang kendur ini, tekan konektor power dengan kencang pada board. Lalu, kencangkan kabel arus dengan lem plastik pada posisi yang benar pada soundcard. Satu set lem plastik ini dapat diperoleh dengan mudah. Setelah konektor menempel, Audigy 4 dan console yang terhubung dapat berfungsi tanpa masalah.

4. PORT USB
– Mengambil Arus Paralel dari Port USB

PC saya terhubung dengan sebuah hard drive eksternal 2,5 inci tanpa menggunakan power supply tambahan. Namun, storage berkapasitas besar ini tidak berfungsi optimal karena port USB tidak menyuplai arus yang cukup. Agar mendapat tambahan arus dari port USB lain, saya coba memasang sebuah kabel USB tipe Y. Namun, cara ini sama sekali tidak memberikan solusi.

Jawab: Notebook atau PC biasa­nya menyediakan port USB di bagian be­lakang secara berpasangan. Tiap port ini dilengkapi dengan stabilizer tegangan yang terdapat pada mainboard. Menurut spesifikasinya, tiap port menyuplai arus sebesar 500 mA.

Dengan kabel USB tipe Y, kedua arus ini dapat digabung. Namun, bukan dari dua port yang berpasangan, melainkan dari dua port yang posisinya tidak berpasangan. Jadi, ma­sing-masing port memiliki stabilizer tegangan tersendiri. Jika semua port USB berada di bagian belakang, panjang kabel Y biasanya mencukupi. Lain halnya bila salah satu port terdapat di panel depan, Anda memerlukan kabel USB extension agar bisa ter­sambung satu dengan lainnya.


Comments Off | Permalink

Dokter CHIP 09/2008

by CHIP Team | March 30th, 2009 | Categories: Tips and Tricks

BERMASALAH SETELAH UPGRADE
Setelah prosesor diupgrade, Windows Media Player justru “alergi” terhadap lagu-lagu yang diproteksi DRM atau download. Metodenya bervariasi tergantung penyedia content.  Apabila lisensi Anda hi­lang, dengan sedikit keberuntung­an, Anda dapat mendownloadnya kembali. Kebanyakan penyedia online memberi kesempatan se­­lama setengah atau satu tahun untuk download ulang lisensi.

3. Grafik Intel

Mengatur Resolusi yang Tepat untuk TFT 20 dan 22 inci

Notebook atau PC dengan chip grafis  Intel se­ring kali keliru mendeteksi native resolution monitor TFT 20/22 inci baru. Akibatnya, gambar pun menjadi kabur dan tidak tajam.

TIPS: Chip grafis Intel yang banyak digunakan, seperti versi desktop 945G, G965, dan G33/35, serta versi mobile 945GM dan 965GM sering tidak mendeteksi reso­lusi yang kurang lazim dari TFT baru 20 dan 22 inci (1.440 x 900 dan 1.680 x 1.050) dengan sempurna. Gunakan driver terbaru di www.intel.com/support/gra­phics untuk Windows XP (PV14.33 atau lebih tinggi) dan Windows Vista (PV15.8 ke atas).

4. Notebook

Solusi Agar Card Reader Notebook Kompatibel dengan SDHC Card

Card reader yang terintegrasi pada notebook biasa­nya dapat membaca berba­gai jenis SD card (hingga 4 GB) tanpa masalah. Masalah baru muncul saat membaca media SHDC card 4 GB atau lebih. Adakah solusinya?

TIPS: Dengan sedikit keberuntungan, An­­da dapat “mengajari” notebook agar da­pat mendukung SDHC card (HC = High Capacity) dengan mengupdate firmware atau drivernya. Beberapa produsen notebook me­nye­dia­kan update driver sebagai solusinya. Salah satunya, Hewlett-Packard yang menyediakan update untuk Windows XP dan Vista bagi serangkaian notebook seri Compaq dan Pavillion di server FTPnya (ftp://ftp.com­paq.com/pub)

Untuk notebook XP, tersedia sebuah update driver kecil (524 KB) di Knowledge Base Microsoft di http://support.microsoft.com/kb/934428. Namun, pengguna Windows bajakan harus “gigit jari” karena patch tersebut hanya dapat didownload setelah lolos uji keaslian Windows (WGA check). Apabila masa­lahnya belum teratasi, masih ada dua solusi lainnya,  walaupun tidak disaran­kan. Solusi pertama, hubungkan digicam beserta SDHC card di dalamnya via kabel USB ke notebook agar digicam berfungsi seba­gai card reader. Solusi kedua, guna­kan sebuah SDHC card reader eksternal kecil yang banyak tersedia di pasaran. Mi­salnya, FlexiDrive XC+ SDHC dari Sharkoon.

SDHC READER NOTEBOOK
Tidak semua laptop dapat membaca card SDHC. Untuk beberapa kasus, update software bisa mengatasinya.

BUG BULAN INI

Notebook Lama Kembali Berlari

MASALAH: IBM Thinkpad T23 milik salah satu pembaca CHIP yang telah ber­bakti selama enam tahun tiba-tiba “mo­­gok” booting. Saat dihidupkan, yang terdengar hanyalah dengung kipas. Se­­bagai pengguna setia Thinkpad, ia pun tetap membeli notebook seri Thinkpad.

Suatu ketika, saat “mampir” ke se­­buah fo­rum online khusus Thinkpad, ia menemukan laporan pengguna T23 lain mengenai ma­salah yang sama de­ngannya. Melalui Google, akhirnya ditemukan panduan reparasi rinci untuk kerusakan tersebut. Karena proses reparasi membutuhkan skill khusus, ia pun minta bantuan CHIP.
DIAGNOSIS: Setelah mendengarkan ke­luhannya, CHIP pun mulai melakukan diagnosis. Setelah dihidupkan, PowerLED menyala dan kipas bekerja normal. Di luar itu, tidak terjadi apapun, baik saat memakai baterai atau meng­hubungkannya dengan listrik.

Pada forum www.ozzu.com, seorang pengguna lain menduga masalah tersebut disebabkan oleh tidak sempurna­nya patri pada “magnet” yang terpa­sang dalam motherboard. Jadi, CHIP pun membuka casing notebook untuk mengeluarkan motherboardnya. Pa­da bagian tersebut (dekat ba­te­rai) memang tidak ditemukan magnet, tetapi terdapat induksi dari kumparan yang digunakan untuk mengatur tegangan. Komponen itu mu­dah bergetar sehingga berisiko rusak jika note­book telah diguna­kan cukup lama (enam tahun). CHIP pun memeriksa induksi tersebut dan ternyata ada patrian yang lepas.

SOLUSI: CHIP mencoba mereparasi­nya de­ngan mematri ulang semuanya. Se­telah motherboard dipasang kembali, notebook berfungsi dengan baik. Bahkan, CHIP yakin notebook tersebut masih sanggup digunakan enam tahun lagi.

LEKANG DIMAKAN WAKTU Getaran menyebabkan patrian rusak sehingga power supply notebook tidak lagi berfungsi.


Comments Off | Permalink

Dokter CHIP – 12/2006

by CHIP Team | November 27th, 2007 | Categories: Dokter CHIP

1. Notebook – Daya Tahan Baterai Notebook Centrino Lebih Lama

Adakah solusi yang nyaman untuk dapat bekerja lebih lama dengan Notebook tanpa harus kehilangan kinerja?

63---

TOOL NOTEBOOK : Dengan Core Voltage lebih rendah dan backlight layar lebih gelap, baterai Notebook bisa bertahan lebih lama.

Jawab : Kinerja notebook akan semakin sempurna bila masa pakai baterai lebih lama. Dua komponen yang rakus listrik pada Notebook adalah CPU dan backlight layar. Untuk memperpanjang durasi pakainya, langkah pertama adalah mengurangi brightness layar serendah mungkin dengan tombol yang sesuai.

Langkah kedua, kurangi kinerja prosesor dengan cara menurunkan core voltage sampai 30 persen. Hal paling mudah gunakan tool NHC (Notebook Hardware Control) yang dapat di-download dari www.pbus-167.com/. Setelah instalasi, buka tab “CPU Voltage” (lihat screenshot).

Jika Anda tidak yakin dengan nilai tegangan, klik link di samping tanda tanya. Tool ini akan memberikan nilai tegangan yang sesuai untuk CPU. Untuk Pentium M 740 pada Acer Travelmate 3220, pilih Core Voltage pertama secara manual dari 1.0 ke 0.7 pada tab “Set Voltage”. Kemudian, turunkan Core Voltage yang kedua dari 1.3 ke 1.004V.

Dengan cara ini, konsumsi arus CPU Centrino berkurang setengahnya. NHC secara otomatis menyesuaikan faktor terendah dan tertinggi pada CPU yang digunakan. Dengan mengklik “Set”, input akan diterima dan NHC akan memeriksa apakah prosesor berfungsi tanpa masalah dengan Core Voltage yang diturunkan. Dengan mengurangi brightness layar dan tegangan, Anda dapat memperpanjang daya tahan baterai sampai 1 jam.

2. Hard Disk – Install Hard Disk Baru pada Windows XP

Saya baru saja membeli hard disk baru. Setelah memasang kabel dan menginstalnya, Windows XP tidak dapat mendeteksi hard disk ini walaupun hard disk sudah terdeteksi pada BIOS dan Device Manager.

Jawab : Hard disk baru yang di pasang pada komputer belum terlihat di My Computer karena belum dipartisi dan diformat. Namun, Windows XP menyediakan tool agar lebih mudah mengintegrasikan hard disk internal maupun eksternal.

TOOL HARD DISK : Hard disk baru internal maupun eksternal dapat diintegrasikan ke dalam Windows XP melalui “Computer Administration”.

Untuk menjalankannya, buka “Control Panel” dan klik “Administration | Computer Administration | Storage Administration”. Seperti yang ditunjukkan screenshot, hard disk baru terdeteksi sebagai “Storage 1”. Tanda seru merah berarti hard disk belum terintegrasi dengan sistem.

Pertama, klik-kanan pada “Storage 1” kemudian, klik “Initialize Storage”. Lalu, aktifkan bar warna hitam dengan klik-kanan mouse dan klik “New Partition”. Selanjutnya, buatlah sebuah “Primary Partition”. Nama drive akan diberikan otomatis. Jika dibutuhkan, bagi hard disk dalam beberapa partisi. Sekarang, format partisi yang telah dibuat. Untuk partisi yang besar, sebaiknya pilih sistem file NTFS. Namun, bila kecil (sampai 32GB), bisa memilih FAT32. Terakhir, klik “Finish”. Setelah restart, hard disk baru sudah dapat diakses melalui Windows XP.


Comments Off | Permalink

Kipas NoteBook Rusak Akibat Kepanasan

by CHIP Team | May 22nd, 2006 | Categories: Bug of The Month

DIAGNOSIS: Begitu notebook dinyalakan bunyi gangguan ini langsung dapat dipastikan berasal dari kipas. Di sini, kipas kemudian dimatikan oleh notebook dan bunyi pun menghilang. Saat beban penuh, bunyi kembali terdengar begitu kipas kembali kekerja. Kami menduga ada benda yang masuk ke dalam notebook sehingga kami membukanya. Kami hanya menemukan sedikit debu. Debu dibersihkan, dan notebook dipasang kembali. Namun, masalahnya masih belum teratasi. Lalu, kami membukanya kembali. Sekarang, kami menengok kipas lebih teliti lagi. Hasilnya, terdapat kerusakan pada komponennya sehingga terjadi pergesekan. Anehnya, bunyi ini muncul baru-baru ini saja. Setelah diselidiki, ternyata notebook secara tidak sengaja pernah dimasukkan ke dalam kotak saat sedang menyala, sehingga notebook kepanasan.

bug-1w

Saling bergesekan: Bantal kipas rusak sehingga kipas mengeluarkan bunyi kencang.

CHIP lalu memeriksa kipas lebih seksama. Rumah kipas dan kipas terbuat dari duro-plastik. Apabila kepanasan, plastik ini berubah bentuk. Setelah dibuka paksa, bantalan dalamnya sudah rusak. Toleransi busing kipas bertambah karena kepanasan. Dalam waktu singkat, kipas dipastikan tidak akan berfungsi lagi.

SOLUSI: Karena kipas ukuran standar tidak dapat dipasang, CHIP lalu memesan kipas pengganti langsung dari Acer. Kini, Notebook dapat bekerja seperti sediakala.

Source : CHIP 10/2005
Author : AS.Pratisto


Tags:
Comments Off | Permalink