Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘Praktek – XP To Go’

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Comparison Test

USB, FireWire, LAN: Hard Disk Eksternal untuk PC to go

Langkah Anda merealisasikan “PC portabel” tergantung pada interface yang tersedia pada PC. CHIP memperkenalkan beberapa hard disk eksternal yang tersedia untuk setiap interface.

USB : Koneksi ini paling banyak digunakan. Teorinya, USB 2.0 mampu mentransfer data hingga 420 Mbps, cukup ideal untuk streaming film. Tapi awas! Ini hanya berlaku bila perangkat tersebut berlabel “USB 2.0 Highspeed”. Biasanya hard disk eksternal USB harus selalu terhubung dengan PC, kecuali model-model dengan logo “USB to go”. Perangkat ini mampu mentransfer data secara langsung tanpa bantuan PC.

Model : External Hard drive, 2,5″
Produsen : Buffalo Technology
Kapasitas : 80 GB
Kecepatan : 5.400 U/min
Koneksi : USB 1.1 dan 2.0
Kisaran Harga : US$135

Firewire :
Koneksi yang berasal dari dunia Apple ini tergantung versinya: 400 Mbps (IEEE 1394a) atau 800 Mbps (IEEE 1394b). Meski demikian hard disk eksternal dengan FireWire jarang digunakan. Kebanyakan para fotografer dan sineas saja yang menggunakannya karena kebanyakan digicam dilengkapi dengan FireWire. Lewat koneksi ini, data yang ada dapat langsung ditransfer. Sony menyebutnya “iLink” untuk menghemat biaya lisensi.

Model : Mobile Hard Drive, 3,5″
Produsen : LaCie
Kapasitas : 80 GB
Kecepatan : 7.200 U/min
Koneksi : IEEE 1394a
Kisaran Harga : US$135

LAN/WLAN : Hard disk jaringan dengan kecepatan 100 Mbps sangat lambat dibanding USB atau FireWire. Kelebihan utamanya terletak dari jangkauannya yang lebih jauh. Jika kabel USB atau FireWire maksimal hanya beberapa meter, jaringan WiFi bisa 100 m atau lebih. Selain itu hard disk jaringan dapat menyuplai data ke lusinan PC sekaligus. Akses dapat dilakukan melalui browser.

Model : Wireless Storage, 2,5″
Produsen : Yakumo
Kapasitas : 60 GB
Kecepatan : Ethernet, W-LAN: 802.11b (11 Mbps), 802.11g (54 Mbps)
Koneksi : Ethernet/W-LAN
Kisaran Harga : US$150

“Memarkir” PC di Internet

Anda tidak memiliki hard disk eksternal? Tidak masalah! Pesan saja sedikit webspace dan akses lah data Anda di sana.

Tanpa webspace : Jika tidak memiliki webspace, Anda bisa menyewanya dengan murah. Untuk cloning hard disk lengkap dibutuhkan minimal 500 MB. Layanan semacam ini misalnya diberikan oleh www.xdrive.com dan membutuhkan biaya US$10/bulan. Anda akan mendapat kapasitas 5 GB dan bisa diakses melalui browser atau client khusus.

Dengan webspace: Pelanggan Internet provider besar biasanya mendapat webspace gratis di samping sebuah account. Jika provider meng­ijinkan penggunaan client WebDAV, Anda dapat memperlakukan webspace seperti sebuah folder biasa. Jika terkoneksi, akan tampak sebuah folder tambahan dalam Explorer. Untuk itu, tanyakan kepada provider Anda apakah client WebDAV dapat dipergunakan. Link dan daftar client WebDAV dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/WebDAV


Comments Off | Permalink

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Comparison Test

Varian Hardware

Tidak ingin repot dengan konfigurasi PC portabel? Gunakan solusi yang murni berbasis hardware berikut. Apa saja yang harus diperhatikan?

Data to go : Untuk menyimpan dan sinkronisasi data, “One Touch Backup” dari Teac seharga sekitar US$130 sangat tepat. Hard disk USB 2.0 ini memiliki kapasitas 80 GB dan ukurannya cukup portabel. Backup dilakukan dengan menjalankan icon pada taskbar.

Film to go : Anda ingin menyaksikan video dan film yang tersimpan di hard disk eksternal USB, langsung pada TV? Mudah saja. Kini Anda sudah dapat menggunakan perangkat canggih Multimedia USB Station dari Auvisio (US$100) atau tool mewah Pinnacle ShowCenter 200 (sekitar US$200). Perangkat ini berguna sebagai adaptor penghubung hard disk dengan TV. Caranya mudah, Anda tinggal menghubungkannya dan pilih film favorit Anda. Selesai.

PC to go : Jika Anda ingin nyaman dan menyimpan lebih dari sekadar data, cobalah perangkat OneTouch dari Maxtor yang memiliki tombol khusus backup pada sisi depan. Sa­yang harganya tidak murah. Maxtor OneTouch II Small Business Edition berharga sekitar US$300. Anda cukup menekan satu tombol untuk meng-clone seluruh partisi Windows.

Server to go : Hard disk dengan software server terinstalasi dan koneksi jaringan yang disebut Network Attached Storage (NAS). Contohnya Linkstation dari Buffalo (US$200) dengan kapasitas 250 GB. Konfigurasi dapat dilakukan tanpa perlu mengetahui jaringan terlebih dahulu. Akses bisa dilakukan melalui browser.


Comments Off | Permalink

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Comparison Test

Server To Go

Menggunakan Hard Disk Sebagai Server
Anda juga dapat menggunakan hard disk portabel sebagai server yang langsung mengaitkan diri ke dalam jaringan dan menyuplai data ke semua PC yang terhubung.

Syaratnya adalah sebuah router dengan koneksi USB atau sebuah koneksi Ethernet/WLAN pada USB drive.

USB drive pada router
Tool: www2ftp

Router modern biasanya memiliki sebuah port USB. Apabila hard disk eksternal USB dipasang di sana, PC lain dalam jaringan dapat mengaksesnya melalui FTP client. Langkah ini cukup efektif dan mudah dilakukan.

Akses Internet : Dengan layanan web “www2ftp” Anda dapat mengakses hard disk yang terhubung pada router tanpa perlu meng-install client FTP terlebih dulu.

Untuk mengontak hard disk, masukkan alamat client FTP di layanan seperti “SmartFTP” (www.smartftp.com) atau ke dalam browser yang mendukung protokol FTP, contohnya:

Jika Anda tidak mendapatkan koneksi, periksa apakah port 20 dan 21 terbuka dalam Firewall (yang mungkin) terinstalasi. Jika tidak bisa, misalnya karena Anda menggunakan PC lain dengan hak pengguna terbatas, layanan Internet www2ftp dapat membantu.

Kunjungi www.www2ftp.com dan masukkan data pengguna Anda. Setelah login, hard disk Anda langsung dapat diakses. Layanan ini memiliki kelebihan untuk mentransfer data terenkripsi bila diinginkan.

Pada dasarnya, transfer data pada sesi FTP biasa tidak terenkripsi. Ini merupakan risiko keamanan. Pada koneksi SSL dengan www2ftp Anda harus banyak bersabar karena limitasi bandwidth yang ada.

Portable Network Server
Tool: Collax Business Server,
VMWare Workstation 5

Jika Anda ingin melakukan streaming film ke beberapa PC sekaligus, mengijinkan berbagai protokol jaringan atau me­ngontrol akses pengguna tertentu, lengkapi saja USB drive dengan sebuah sistem operasi server komplit!

Agar sistem ini dapat berkomunikasi dengan PC lain, dibutuhkan USB drive dengan Ethernet port, contohnya Classic SL Network Drive dari Freecom (US$150). Yang lebih canggih lagi adalah  perangkat hard disk eksternal dengan antena WLAN, seperti Wireless Storage (lihat boks). PC lain dapat mengaksesnya begitu koneksi jaringan terbangun.

1. Konfigurasi PC virtual:
Serupa dengan bab terakhir, sistem operasi server juga dijalankan pada sebuah PC virtual yang disimpan pada USB drive. Caranya, dengan VMWare Workstation buatlah sebuah PC virtual baru dan masukkan CD-drive sebenarnya sebagai hardware (tip 4). Hard disk virtual tidak boleh kurang dari 5 GB. Untuk RAM setidaknya masukkan 256 MB dalam Wizard VMWare.

Mengkonfigurasi server : Melalui browser Anda dapat melakukan konfigurasi Collax server.

2. Instalasi software server: Sistem server optimal untuk sebuah jaringan Windows adalah versi Windows, misalnya Microsoft Windows Server 2003. Jika Anda tidak memilikinya, tersedia “Collax Business Server” (www.collax.com) yang gratis untuk penggunaan pribadi. Server ini juga tersedia sebagai file ISO pada CHIP-DVD. Anda hanya perlu membakarnya pada CD dengan program bakar standar seperti Nero.

Server Virtual : Dengan fungsi Live-CD, Anda dapat menguji coba Colax Business Server.

Jalankan PC virtual dan tentukan CD-drive sebagai “First Boot Device” dalam BIOS. Selanjutnya, boot PC virtual dengan CD Collax. Selama instalasi Anda berada dalam semacam lingkungan DOS, Anda dapat scroll ke bawah dengan tombol panah. Server siap berfungsi bila permintaan login muncul.

3. Menghubungkan client dengan server: USB drive, Anda harus mengkonfigurasikan koneksi jaringannya. Dengan [Ctrl]+[Alt] pindah lah ke tampilan PC biasa. Agar PC Windows berada dalam subnet yang sama seperti server, berikan sebuah alamat IP baru:

192.168.9.123

Melalui “Start | Control Panel | Network Connections”, Anda bisa menemukan koneksi jaringan PC yang sebenarnya. Klik kanan pada koneksi tersebut dan buka “Properties”. Melalui “Internet Connection | Internet Protocol TCP/IP | Properties” berikan alamat IP yang disarankan Collax kepada koneksi jaringan.

Klik dalam kolom “Subnet-mask” agar Windows dapat mencantumkannya secara otomatis. Jika PC Anda merupakan bagian dari jaringan, masukkan alamat di atas dalam tab “Alternative Configuration”. Kini pindahlah ke input prompt dan ketikkan perintah:

ping -t 192.168.9.9

Perintah ping tersebut mencari interface dalam jaringan. Begitu ditemukan, Anda dapat menutup input-prompt.

4. Konfigurasi server: Untuk mengelola server, jalankan web browser. Perhatikan agar koneksi Internet tidak melalui proxy. Jika perlu, nonaktifkan fungsi proxy. Kini Anda sampai ke tampilan Collax server melalui URL:

https://192.168.9.9:8001

Dari sini Anda dapat menetapkan password untuk root account, melarang akses server bagi PC tertentu dan banyak lagi.
Catatan: Untuk mencoba Collax server gunakan fungsi Live CD. Jika tool tidak memuaskan atau Anda mengalami kesulitan, CHIP menyarankan Anda memakai distribusi Linux Debian yang tersedia gratis di www.debian.org


Comments Off | Permalink

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Comparison Test

Tergantung apakah PC Anda memiliki floppy drive atau tidak, untuk cloning gunakan tool PC Inspector clone maxx, atau Maxblast 4 for Windows. Tool ini dikembangkan untuk hard disk Maxtor, tapi kompatibel juga dengan banyak model lainnya.

PC tanpa floppy drive: Install Maxblast 4 dari CHIP-DVD. Setelah dijalankan, pilih “Utilities” dalam menu utama. Aktifkan “Drive-to-drive Data Copy” dan masukkan drive sumber serta tujuan. Klik “Start” untuk menyalin partisi-partisi Windows. Waktu proses tergantung dari ukuran partisi. PC CHIP (CPU Intel 3,06 GHz, 1 GB RAM) dengan Windows MCE terinstalasi dalam waktu 45 menit untuk partisi Windows berukuran 150 GB.

PC dengan floppy drive: Cloning hard disk akan lebih cepat dengan tool PC Inspector clone maxx yang juga ada di CHIP-DVD. Tool ini akan membuat sebuah disket start untuk memboot PC. Di sini pemilihan drive sumber dan tujuan dilakukan pada tampilan DOS. Kelebihannya, Anda tidak perlu menunggu tersedianya file atau program yang sedang digunakan, proses cloning menjadi lebih cepat.

Untuk menjalankan PC dengan hasil cloning pada USB drive, konfigurasikan drive tersebut dalam BIOS sebagai “First Boot Device’” Biasanya, perangkat hard disk eksternal disebut “USB-HDD” (AMI BIOS) atau “USB-FDD” (Award).

Emulasi PC pada PC lain
Tool: VMWare Workstation 5,
Paragon Exact Image,
Windows-Setup-CD

Jika BIOS pada PC yang akan Anda gunakan tidak mendukung booting melalui media eksternal, kemas Windows dan semua aplikasi ke dalam sebuah emulator. Aplikasi-aplikasi Anda akan tampak dalam sebuah jendela tersendiri pada desktop. Anda dapat menggunakannya seperti biasa dan tidak membahayakan sistem PC bersangkutan. Semua yang Anda lakukan terjadi dalam lingkungan virtual pada USB drive.

1. Cloning hard disk: Di sini Anda juga membutuhkan copy 1:1 dari partisi Windows, termasuk MBR. Untuk itu, simpan hasil cloning pada sebuah partisi pilihan Anda. Selanjutnya, ia akan dicopy ke hard disk PC virtual. Gunakan tool Paragon Exact Image yang bisa diperoleh di www.exact-image.com.  Mengcopy kembali dengan tool ini terasa lebih nyaman dibanding Maxblast.

Duplikat : Program seperti Maxblast 4 mengcopy seluruh hard disk, termasuk Master Boot Record.

Instalasi dan jalankan copy 1:1 tersebut. Anda tidak perlu membuat sebuah backup-container seperti disarankan oleh tool. Dalam menu utama, pilih “Create image from entire hard disk”. Dalam wizard Anda lihat, MBR juga dicopy. Beri tanda di depan “Modify backup-settings” dan pastikan, di bawah “Copier and Backup Options” fungsi “Copy all sectors 1:1” teraktivasi. Langkah-langkah selanjutnya jelas. Tool akan menyimpan hasil cloning dalam sebuah file arsip terkompresi.

2. Membuat PC virtual: Sekarang Anda membutuhkan sebuah emulator yang mensimulasikan PC Anda pada PC lain. Setelah beberapa uji coba dengan VMXBuilder (http://sanbarrow.com/vmxbuilder.html) dan layanan online Easyvmx (www.easyvmx.com) akhirnya CHIP memilih versi demo 30 hari dari VMWorkstation 5 (www.vmware.com).

Versi demo ini bisa diperoleh setelah Anda memberikan beberapa data pribadi kepada produsen dan mengisi formulir evaluasi yang cukup merepotkan. Jika Anda keberatan, gunakan saja salah satu tool freeware di atas.

Copy 1:1 : Tool “Paragon Exact Image” menyimpan isi hard disk dalam sebuah file arsip khusus.
Setelah menjalankan VMWorkstation, klik “New Virtual Machine” dan pilih “Typical” dalam Wizard. Tentukan sistem operasi yang akan digunakan pada PC virtual (dalam hal ini Windows). Beri nama kepada PC dan pilih USB drive sebagai tempat penyimpanan.

Dalam langkah selanjutnya, konfigurasikan koneksi jaringan. Pilihlah “Use bridged networking” atau “NAT” agar dapat menggunakan koneksi Internet PC lain. Di bawah “Disk capacity” masukkan kapasitas yang lebih besar daripada ukuran hard disk yang di-clone. Fungsi tersebut akan tersedia di “VMWare Player” tempat PC virtual ditampilkan.


Comments Off | Permalink

Praktek – XP To Go

by CHIP Team | September 3rd, 2007 | Categories: Bug of The Month

Setelah menjalankan SyncToy, klik “Create New Folder Pair”. Masukkan drive sumber di bawah “Left Folder” dan drive tujuan di bawah “Right Folder”. Dalam Window berikutnya pilih “Echo” dan beri nama kepada sepasang folder tersebut, misalnya “Synchro”. Klik “Run” untuk membuat backup dari data asli.

Sinkronisasi secara otomatis
Tool: Microsoft SyncToy

Dengan fungsi “Echo” yang telah dipilih, SyncToy akan membandingkan file-file sumber dengan file-file tujuan. Sayangnya, proses ini tidak berjalan otomatis. Setiap kali Anda memasukkan USB drive, Anda harus menjalankan SyncToy dan mensinkronisasi kedua folder dengan “Run”.

Sinkronisasi : Dalam Wizard SyncToy, masukkan drive sumber dan tujuan, lalu jalankan sinkronisasi.

Jangan kecewa, dengan bantuan sebuah file modifikasi “autorun.inf”, proses ini akan sepenuhnya berjalan otomatis. SyncToy akan otomatis dijalankan begitu PC mengenali USB drive tersebut. Cara tercepat membuat file ini adalah dengan Notepad. Buka Notepad dan jika Windows Anda ada pada drive C:\, tulis:

C:\Progra~1\SyncToy\synctoy.exe -r

Ubah file path yang sesuai dengan instalasi Anda. Selanjutnya simpan file teks de­ngan nama “sync.bat” pada USB drive. Jika di sini sudah ada sebuah file “autorun.inf’” buka file tersebut dengan editor teks. Tambahkan ke dalam file ini perintah

open = x:\sync

di mana x:\ untuk huruf drive USB drive. Jika tidak, buatlah sebuah file teks lainnya, tuliskan ke dalamnya perintah di atas dan simpan file dengan nama “autorun.inf”.

Untuk menguji semuanya, logout USB drive lalu masukkan kembali. Mungkin, muncul dialog langkah mana yang harus dilakukan. Jika demikian pilihlah “Run Program”. Setelah konfirmasi SyncToy akan berjalan dan mensinkronisasi data kedua hard disk.

Computer To Go

PC in Your Pocket
Tidak hanya data, Anda juga bisa membawa serta Windows dan semua aplikasinya. Copy saja seluruh hard disk pada sebuah media data eksternal dan boot PC lain de­ngan media tersebut. Jika PC sudah berfungsi atau BIOS-nya tidak mungkin dijalankan lewat media eksternal, sebuah emulator dapat membantu Anda.

Drive dikenali : Konfigurasikan dialog untuk menjalankan sinkronisasi data otomatis.

Cloning hard disk
Tool: Maxblast 4 for Windows, PC Inspector Clone Maxx

Jika BIOS dapat di-load lewat media eks­ternal, sangat disarankan untuk meng-kloning isi hard disk Anda. “Master Boot Record” yang dibutuhkan untuk booting akan ikut tersalin. Anda akan memperoleh copy 1:1 dari hard disk, termasuk partisi, sistem operasi dan program-program yang terinstalasi di dalamnya.


Comments Off | Permalink