Page 6 of 6
Baik SCOM 2007 maupun SCCM 2007 sebenarnya memiliki panel indikator sendiri. Namun, indikator ini bersifat tekstual (seperti halnya log). Nah, dengan menggunakan Visio Connector sebagai System Center, Anda dapat memvisualisasikan log dalam bentuk teks tadi ke dalam bentuk visual. Visualisasi ini tentunya memudahkan kerja Administrator atau IT Manager.
Selain membutuhkan prasyarat yang sama dengan add-in lainnya yang telah disebut di atas, Visio Connector untuk System Center ini memerlukan juga tambahan prasyarat berupa .NET Framework 3.0 (tersedia juga di dalam DVD CHIP). Installer untuk add-in ini disediakan dalam bentuk file zip yang bernama “System Center Visio Connectors file.zip”. Ekstrak terlebih dahulu file ini ke sebuah lokasi. Hasil ekstrak file tersebut terdiri atas dua buah komponen instalasi: Visio2007ConnectorForMicrosoftSystemCenterSetUp.msi dan SystemCenterConnectorWebServiceSetUp.msi.

Gambar 10: Pada menu ini, Anda dapat memilih field pada SCCM untuk ditampilkan.
Proses instalasi pertama dilakukan dengan menjalankan SystemCenterConnector WebServiceSetUp.msi. Proses ini akan mengonfigurasi webservice. Pada halaman berikutnya, Anda diminta memasukkan alamat web yang akan dikonfigurasi sebagai lokasi webservice. Proses berikutnya adalah proses instalasi standar (klik “Next”) sampai selesai.
Setelah selesai, otomatis muncul sebuah halaman untuk mengonfigurasi provider untuk System Center yang tersedia (dalam hal ini yang tersedia baru untuk SCOM dan SCCM). Anda bisa menerima nilai default-nya. Kemudian, Anda juga harus mengonfigurasi alamat server (IP address dan connection string yang berisi nama domain, username, dan password) yang menjalankan SCOM 2007 dan/atau SCCOM 2007. Berikutnya, Anda melakukan instalasi add-in Visio untuk System Center. Jalankan file Visio2007ConnectorForMicrosoftSystemCenterSetUp.msi.
Untuk memulai menggunakan add-in System Center ini, Anda harus membuka bidang gambar baru terlebih dahulu (”File | New | New Drawing”). Setelah itu, baru Anda dapat menggunakan menu System Center yang tersedia. Menu pertama yang harus diperiksa adalah menu “Setting”. Di sini kita memasukkan alamat webservice yang sebelumnya telah dikonfigurasi. Pada contoh berikut alamat servernya adalah localhost karena webservice di-install di komputer yang sama dengan Visio. Setelah itu, kita lanjutkan ke menu “Set Server | Filter”. Di sini Anda diminta memilih akses yang akan dilakukan (SCOM dan/atau SCCM). Lalu, pada halaman berikutnya, Anda mengonfirmasi alamat server (hal yang sama dilakukan untuk bagian SCOM dan SCCM).
Pada SCOM 2007 (versi 1.0.0) tersedia ‘Alert’ dan ‘Computers’. Normalnya Anda akan memilih keduanya agar dapat melakukan monitoring terhadap alert yang ada di semua komputer, serta hal-hal detail lain yang berkaitan dengan operasional pada setiap komputer. Sementara itu, pada SCCM, pilihan field yang bisa di-monitor lebih banyak (lihat gambar 10). Proses diakhiri dengan membuka menu berikutnya, “Generate Diagram.”
Penutup
Jika selama ini kita sudah terbiasa dan menganggap bahwa Visio hanya dapat dipakai untuk menggambar secara manual (statik), kini dengan keberadaan berbagai add-in pendukungnya, Anda dapat memanfaatkan Visio secara dinamis. Keberadaan Visio tidak hanya sekadar alat bantu visualisasi, tetapi juga memberikan manfaat optimal pada berbagai implementasi sistem infrastruktur pada jaringan Windows di kantor Anda.
Beberapa implementasi yang mungkin sudah sangat familiar Anda lakukan, seperti melakukan pemeriksaan kebutuhan sebuah server sebelum meng-upgrade sebuah sistem, memeriksa freespace, melakukan scanning MBSA, membuat struktur fisik, dan logik Active Directory, kini dapat di visualisasi-kan dengan mudah dengan bantuan Visio!
Source: CHIP 08/2008
Author: Rahmat Zikri



SCOM 2007 dapat membantu Administrator sebuah jaringan untuk melakukan monitoring terhadap kondisi server-server dan fungsionalitasnya. Dengan menggunakan SCOM 2007, Administrator dapat membuat sistem notifikasi (alert) yang otomatis akan memberitahu jika ada sebuah service yang mati atau kondisi-kondisi lainnya. Sementara itu, SCCM 2007 digunakan untuk melakukan sentralisasi dan otomatisasi proses instalasi dan konfigurasi aplikasi dan security pada komputer-komputer yang ada dalam sebuah organisasi.
Page 4 of 6
Untuk memulai menggunakan add-in ini, buka menu “File | New-Add Ins | Disk Space Monitoring”. Sebuah wizard akan terbuka. Anda diminta memilih sumber data, apakah dari Operations Manager database (Microsoft MOM 2005 atau Microsoft SCOM 2007) atau dari file Excel. Pada bagian ini, terdapat sebuah contoh file Excel yang berisi sebuah entry untuk localhost.

Gambar 5: Menentukan persentase threshold.
Anda dapat memodifikasi nilai threshold untuk mendefinisikan toleransi freespace pada hard disk. Untuk itu, klik menu “Disk Space Monitoring | Options”. Hasilnya akan tampak seperti gambar 5. Eksekusi untuk menghasilkan informasi status freespace pada komputer-komputer yang ada bisa dilakukan dengan mengklik menu “Disk Space Monitoring | Perform Monitoring | Start” (gambar 6).

Gambar 6: Hasil monitoring ditunjukkan dengan warna sesuai nilai threshold.
“Kendala bagi Administrator pada perusahaan enterprise seperti kami adalah kami harus melakukan monitoring terhadap ribuan user dan komputer yang terletak di beberapa lokasi fisik yang tidak dekat. Salah satu masalah umum adalah user mengeluh tiba-tiba hard disk-nya penuh. Dengan feature ini, kami dapat mengantisipasi komputer mana yang menunjukkan gejala akan segera penuh hard disknya.” demikian ujar Sutoyo Kardi, staf IT pada PT Timah, Tbk.
Rack server virtualization
Add-in yang satu ini bisa dipakai untuk men-generate detail setiap server yang terpasang pada rak server di Data Center Anda. Feature Rack Server Virtualization pada Visio 2007 sanggup menggambarkan komposisi rak server berdasarkan input dari salah satu sumber berikut: menggunakan template file Excel, melalui WMI (Windows Management Instrumentation), atau data dari koneksi Microsoft System Center Operation Manager 2007.
Bergantung pada kelengkapan data yang dimasukkan, diagram yang dihasilkan akan mampu menampilkan berbagai informasi yang berkaitan dengan server-server di dalam rak tersebut.
Instalasi dimulai dengan menjalankan file “Visio Connector for Rack Server Virtualization.msi” (instalasi juga membutuhkan prasyarat yang sama dengan dua add-in terdahulu).
Setelah instalasi dilakukan, Anda dapat memulai bekerja dengan membuka Visio. Selanjutnya, buka menu “File | New | Connectors | Rack Server Virtualization”. Sebuah wizard akan muncul untuk meminta Anda memasukkan data server. Dalam hal ini saya memilih untuk memasukkan data menggunakan “Excel Template”. Simpan file dengan nama yang Anda inginkan.
Page 3 of 6

Near real time server storage monitoring
Untuk bisa meng-install Near Real Time Server Storage Monitoring, Anda juga memerlukan prerequisites alias prasyarat yang sama persis dengan Software Upgrade Assesment. Anda memerlukan .NET Framework 2.0 dan Microsoft Visual Studio 2005 Tools for Office Second Edition Runtime (VSTO 2005 SE). Setelah itu, baru Anda bisa menjalankan installer yang bernama “Visio Connector for Disk Space Monitoring.msi”.
Add-in ini memungkinkan Anda dengan cepat melihatvisualisasi penggunaan space pada hard disk yang terdapat di semua komputer (desktop dan server) yang terdapat di jaringan Anda. Visualisasi pada Visio menggunakan legenda warna, sehingga Anda cukup mendefinisikan nilai threshold jumlah persentase freespace untuk masing-masing warna. Setelah bidang gambar Visio terbuka, buka menu “Disk Space Monitoring | Select Network Machines”.
Page 2 of 6
Setelah add-in ter-install, Anda tinggal menggunakannya pada program Visio. Buka menu “New | Add Ins | Software Assesment” (gambar 1). Secara otomatis, akan terbuka wizard untuk memasukkan daftar nama mesin (server/desktop) yang hendak di-evaluasi. Pada bagian ini, Anda bisa memilih “Information that I enter manually in the Excel Template”.

Gambar 1: Mulailah dengan membuka bidang gambar Software Assesment dari menu Microsoft Visio.


Page 1 of 6

Terdapat beberapa toolbox yang bisa di-install untuk membantu kerja seorang System Administrator dalam menggambarkan topologi fisik dan logik jaringan komputernya. “Evolusi Visio dari tools menggambar teknik menjadi tools visualisasi data otomatis menjadikan Visio bukan hanya sebagai kebutuhan user biasa, melainkan juga bagi profesional TI. Sebuah evolusi teknologi yang juga merupakan evolusi kapabilitas,” imbuh Hermawan Sutanto, IW Business Group Lead, Microsoft Indonesia.
Toolbox tersebut di antaranya adalah Active Directory Topology Diagrammer, Connector for Microsoft Baseline Security Analyzer, Connector for Near Realtime Monitoring, Connector for System Center Operation Manager & System Center Configuration Manager, Connector for SQL Server, Work Breakdown Structure Modeller, dan banyak lagi lainnya. Berikut adalah pembahasan lanjutan dari tulisan pertama pada edisi lalu.
Software upgrade assesment
Dengan menggunakan utilitas add-in yang satu ini, Administrator atau IT Manager dapat melakukan assesment terhadap instalasi software dan hardware yang dilakukan pada komputer desktop/laptop atau server. Software Upgrade Assesment meminimalisir interaksi fisik antara Administrator dan komputer-komputer yang ada. Administrator dapat mengevaluasi berbagai hal berkaitan dengan sistem operasi dan software yang terpasang di dalam infrastruktur jaringannya. Misal, Administrator dapat menginventarisir ada berapa banyak komputer yang memenuhi spesifikasi hardware untuk dapat menggunakan Windows Vista. Hasil evaluasi direpresentasikan dalam bentuk visualisasi gambar pada Visio dan/atau template Excel, yang dapat dipakai kembali setiap saat.
Untuk dapat menggunakan add-in ini, selain harus sudah meng-install Microsoft Visio 2007, Anda juga harus sudah memasang .NET Framework 2.0 dan Microsoft Visual Studio 2005 Tools for Office Second Edition Runtime (VSTO 2005 SE) (tersedia juga di dalam DVD CHIP). Setelah ketiga prasyarat tersebut dipenuhi, jalankan instalasi dengan mengeksekusi file “Visio Connector for Software Upgrade Assesment.msi”. Jalankan proses instalasi standar (seperti menjawab pertanyaan lokasi instalasi dan sebagainya).