Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘Tes & Teknologi – Tuning Tools’

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 7 of 7

Lebih Cepat : Tips Efektif

Tip 1 : Lebih banyak download de­ngan IE

IE hanya dapat mendownload 2 file sekali jalan. Melalui sebuah entri registry, Anda dapat meningkatkannya menjadi 8 file. Untuk itu, klik ‘Start | Run’ dan ketikkan ‘regedit’. Cari kunci HKEY_CURRENT_USER | Software | Microsoft | Windows | CurrentVersion | Internet Settings’. Melalui menu konteks, pilih ‘New | DWORD-Value’ dan buat sebuah entri baru bernama ‘MaxConnectionsPerServer’. Buka entri dengan mengklik ganda, lalu aktifkan ‘Decimal’ dan masukkan ‘8’ untuk nilainya. Buat nilai DWORD yang baru dan beri nama ‘MaxConnectionPer1_0Server’. Berikan nilai yang sama untuk entri ini.

Tip 2 : Mematikan indeksasi XP

Fungsi indeks dalam Windows XP mempercepat pencarian file. Jika fasilitas ini jarang digunakan, Anda dapat mematikan layanannya. Klik kanan icon Drive dalam Windows Explorer. Dalam ‘Properties’, singkirkan tanda di depan ‘Indeksasi drive untuk pencarian file cepat’.

Tip 3 : Menu Start lebih cepat dalam XP

Dalam XP, menu Start bereaksi secara lambat. Penyebabnya adalah adanya delay standar pada animasi. Delay ini dapat dimatikan. Buka regedit melalui ‘Start | Run’. Cari kunci HKEY_CURRENT_USER | Control Panel | Desktop’. Ubah nilai ‘MenuShowDelay’ dari 400 menjadi 0. Buka menu konteks desktop, pilih ‘Properties | View | Effects’. Singkirkan tanda di depan ‘Show Shadow Under Menu’.

Tip 4 : Mematikan Wizard

Beberapa minggu sekali sebuah wizard akan menanyakan apakah ia boleh membersihkan desktop dari file-file yang tidak digunakan atau tidak. Ini sama sekali tidak diperlukan. Matikan wizard ini untuk semua account. Klik ‘Start | Run’, ketikkan ‘gpedit.msc’. Pilih ‘User Configuration | Administrative Templates | Desktop’. Klik ganda ‘Remove the Desktop CleanUp Wizard’ dan pilih ‘Disabled’.

Windows yang Lebih Baik


MERAMPINGKAN WINDOWS : Xpy menyingkirkan komponen Windows yang tak perlu dengan sekali menekan tombol.

Xpy 0.96
Dengan Xpy Anda dapat mematikan layanan dan komponen Windows yang tak perlu seperti Messenger. Melalui teks Help ia menunjukkan apa saja yang dapat dimatikan. Selain itu, Anda dapat menerapkan setting mengklik tombol yang disediakan. Bila ada yang tidak berfungsi, Anda tidak perlu takut. Semuanya dapat dibatalkan saat restart Xpy.
Info: http://xpy.sourceforge.net

PageDefrag 2.3
Tool ini berguna untuk mendefragmentasi file yang biasanya tidak dapat dilakukan oleh defrag-tool biasa, seperti registry dan swap. Setelah start ia langsung menunjukkan apakah defragmentasi perlu dilakukan atau tidak. Ia juga menawarkan untuk mendefragmentasi kedua modul Windows pada setiap start.
Info: www.sysinternals.com

Everest Home Edition 2.2
Hardware apa yang ada dalam sis­tem Anda dapat diketahui dengan Everest. Ia juga menawarkan benchmark kecil untuk mengukur kecepatan CPU, suhu mainboard, dan prosesor. Untuk mencari driver-update tersedia link langsung ke website produsen hardware.
Info: www.lavalys.com


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 6 of 7

Windows-Tuning: Masih Manual

Polling CHIP-Online menunjukkan bahwa banyak pengguna melakukan Windows-tuning dan yang mengejutkan, banyak yang melakukannya secara manual.

Mitos Tuning: Swapping Inti Windows

Ada satu tips tuning yang sering disebut tetapi sepenuhnya keliru. Dengan entri registry ‘Disable Paging Executive’ pengguna dapat mengatur agar Windows menyimpan kernel secara lengkap dalam RAM yang cepat.

Faktanya, entri ini tidak lagi memiliki efek sejak Windows NT SP4 dikeluarkan. Entri ini masih ada dalam Windows XP hanya untuk kompatibilitas. Gambar di kanan membuktikan bahwa setelah CHIP mengubah nilainya pun, XP terus melakukan swapping kernel.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 5 of 7

MEMPERCEPAT JARINGAN

Turbo DSL dan WLAN
Banyak orang yang berkata bahwa setting Windows untuk jaringan dan koneksi Internet tidak optimal. Tuning-tool menjanjikan perubahan drastis: Ubah beberapa nilai dalam registry dan Anda sudah dapat berselancar dengan cepat dan aman. CHIP telah membandingkan nilai yang disarankan tool dengan nilai yang ditawarkan Windows: hasilnya buruk.

Melepaskan rem DSL
Tool: DFÜ-Speed 2.2
Info: www.voodooclub.de
Nilai tuning: Tidak ada

Walaupun sudah beredar beberapa tahun, DFU-Speed tetap merupakan DSL-tuner yang paling banyak didownload. Harus diakui bahwa ia mengetahui nilai optimal untuk parameter DSL terpenting, yaitu MTU (Maximum Transmission Unit) dan RWIN (Receive Window).

MTU menggambarkan ukuran maksimal sebuah paket data 1.492 bit pada DSL. RWIN adalah penyimpan sementara di mana paket-paket data dikumpulkan sebelum diteruskan ke sistem. Di sini, nilai terbaik adalah 16 atau 22 kbyte.

Setelah mengklik ‘DSL-Optimizing’, DFU-Speed akan menyarankan untuk menerapkan nilai-nilai di atas. Dalam kolom di bawahnya, ia menampilkan setting aktual Windows sebagai perbandingan. Jangan heran jika nilai aktual dan yang disarankan ini identik. Artinya, dalam XP sudah tercantum nilai optimal untuk MTU dan RWIN dengan kata lain, tidak perlu tuning.

Tips : Pada sistem yang berfungsi normal, umumnya DFU-Speed tidak diperlukan. Namun, jika sistem mengalami kerusakan, setidaknya Anda dapat merestore nilai-nilai optimal DSL dengan tool ini.

Meningkatkan WLAN
Tool: WLANtuner
Info: www.maus-soft.com
Nilai tuning: Tidak ada

Pengaturan konfigurasi WLAN di rumah adalah tugas router-software. WLANtuner (harganya sekitar 30 Euro) menjanjikan lebih. Ia mengklaim dapat mengoptimalkan WLAN melalui Windows-tweaks.

Untuk meningkatkan keamanan, tool menyarankan untuk mematikan layanan berita Windows. Saran yang tepat bila Anda tidak membutuhkannya sehari-hari karena layanan ini dapat disalahgunakan sebagai saluran spam.

Namun, pilihan untuk mematikan Network Bridge dalam XP tidak menghasilkan apa-apa. Jika tidak digunakan, secara otomatis ia akan dimatikan. Jika Anda mematikannya, suatu saat nanti ketika perlu menghubungkan 2 jaringan misalnya WLAN dengan LAN akan Anda sadari bahwa ada ‘sesuatu’ yang kurang.

Feature yang juga omong kosong adalah pilihan untuk mematikan bandwidth QoS (Quality of Service). Latar belakang ide ini adalah anggapan yang keliru bahwa XP selalu menyediakan 20% dari bandwidth untuk QoS. Padahal, XP hanya akan menyediakan hingga 20% bandwidth jika aplikasi memerlukannya misalnya telepon dan internet. Saran CHIP, biarkan nilai QoS seperti semula.

Tips : Jangan sentuh. Tool ini bahkan tidak mendukung enkripsi WPA (WiFi Protected Access) yang saat ini banyak diguna­kan dan lebih aman. WLANTuner bahkan membuat WLAN Anda tidak aman.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 4 of 7

MENYESUAIKAN HARDWARE

Membebaskan Resource
Para produsen tuning-tool telah sepakat bahwa Windows tidak mengontak hardware resource secara optimal dan tidak mengerti apa pun mengenai perawatannya. Namun, apakah tools yang mereka sediakan dapat melakukannya lebih baik daripada Windows?

Defragmentasi RAM
Tool: TweakRAM 5.6
Info: www.elcor.net
Efek: Tidak ada

Rumor klasik yang beredar di antara penggemar tuning adalah mengenai defragmentasi RAM. Jika isi RAM dirapikan, Windows dapat membaca data dalam RAM dengan lebih cepat. Untuk tugas ini tersedia lusinan freeware dan shareware. Apa hasilnya? Sama sekali tidak ada! Sebaliknya, kebanyakan tools cenderung merusak sistem. Windows sudah memiliki manajemen RAM sendiri untuk mengatasi masalah kekurangan kapasitas. Jadi, untuk apa ikut campur?

Membebaskan RAM : TweakRAM hanya membebaskan sedikit RAM, tetapi langsung membebani seluruh sistem.

Tools untuk RAM membuat sebuah task yang langsung menyita seluruh RAM. Akibatnya, Memory Manager tidak hanya harus membagi-bagi resource yang tersedia, tetapi juga memaksa program yang aktif untuk dituliskan ke dalam file swap.

Jika misalnya Photoshop sedang terbuka ketika dilakukan ‘optimalisasi’ RAM, aplikasi ini akan menjadi lebih lambat bukannya lebih cepat. Secara fisik, bagian sebuah aplikasi tidak hanya terdapat dalam RAM. Dengan demikian, tidak ada gunanya selalu mengubah bobot task dan prioritasnya dalam resource sistem.

Meskipun demikian, CHIP tetap mencoba sebuah shareware bernama Tweak­RAM (harganya sekitar 20 Euro). Hasilnya tidak ada, seperti yang telah diduga. Bahkan, Adobe Illustrator harus ditutup secara paksa melalui Task Manager Windows jika RAM ‘dioptimalkan’.

Tips : Lupakan saja! Jangan belanjakan uang Anda untuk tools semacam itu.

Defragmentasi Hard Disk
Tool: O&O Defrag V8.5
Info: www.oo-software.com
Efek: Tinggi

Defragmentasi hard disk adalah hal yang bagus. Jika semua bit dari sebuah file secara fisik terletak di bagian yang sama pada hard disk, ia bisa dibaca lebih cepat. Namun, jangan mengharapkan keajaiban dalam penghematan waktu. Head hanya butuh 10 milidetik untuk berpindah dari satu bagian ke bagian lain. Peningkatan waktunya memang tidak signifikan, tetapi hard disk Anda akan berusia lebih panjang.

Selain itu, tabel partisi (Master File Table, MFT) sistem NTFS yang digunakan Windows tidak lagi memerlukan banyak metadata. Metadata ini menggambarkan dalam berapa cluster dan cluster yang mana bagian-bagian suatu file tersimpan. Sedikitnya metadata ini juga mempercepat akses hard disk.

Defragmentasi juga berarti stres yang lebih tinggi untuk hard disk, sehingga tidak selalu bermanfaat. Peningkatan kinerja terutama terasa ketika meload file-file besar seperti video. Partisi yang hanya memiliki 5% kapasitas bebas juga perlu didefragmentasi. Jika tidak, proses penulisan akan semakin lambat dan suatu saat dapat merusak hardware.

Windows memang memiliki tool defragmentasi sendiri, tetapi tidak efektif. Tool Defrag milik Windows tidak dapat mengakses area tertentu seperti MFT. Padahal, untuk MFT saja Windows menyiapkan 12,5% dari partisi sistem. Dalam MFT ini tidak hanya terdapat alamat cluster dari file-file yang disimpan, tetapi juga filenya itu sendiri jika ukurannya di bawah 1,4 kbyte.

Salah satu tool defrag yang efektif adalah O&O Defrag sayang harganya mahal, sekitar 50 Euro. Tool ini dapat merapikan seluruh hard disk. Setelah defragmentasi hard disk, sebuah film berukuran 4 GB dapat diload 20 detik lebih cepat.

Tips : Bila Anda ingin merapikan seluruh hard disk, dalam ‘Defrag’ pilih metoda ‘Complete’. Namun, untuk itu diperlukan waktu jauh lebih lama.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 3 of 7

Merapikan registry
Tool: RegCleaner Standard 2.92
Info: www.tweaknow.com
Efek: Minimal

Banyak orang yang berkata bahwa registry adalah penyebab utama ketidakrapian dan kesalahan dalam Windows. Seiring dengan bertambahnya waktu, registry akan dipenuhi dengan entri tak berguna dan tak bertuan. Namun, apakah sebuah tool dapat mempercepat Windows secara berarti dengan merapikan registry?

MERAPIKAN REGISTRY : RegCleaner menilai apakah Anda dapat menghapus entri-entri yang tidak perlu tanpa risiko.

CHIP menguji RegCleaner dari TweakNow. Dari sekitar 10.000 entri, tool dapat menemukan dan menghapus sekitar 300 entri yang tak berguna. Namun, registry yang lebih ramping ini tidak mempercepat boot maupun meningkatkan kinerja lainnya. Kecepatan lebih tinggi juga tidak tercapai. Mengapa? Ini karena yang disingkirkan oleh tools adalah entri-entri tak bertuan yang tidak lagi membutuhkan operasi hitung.

Sebuah file registry yang lebih kecil memang bisa membawa peningkatan kecepatan karena Windows tidak lagi harus menscan sekian banyak nilai. Namun, peningkatan ini maksimal hanya sepersekian detik.

Tips : Gunakan pilihan untuk memutuskan sendiri entri-entri mana yang perlu dihapus. Seringkali RegCleaner menyarankan untuk mempertahankan suatu entri yang sebenarnya tidak diperlukan.

Menon-aktifkan DLL
Tool: DLLkiller 5.0.1.5
Info: www.algorithman.de
Efek: Tidak ada

Banyak program tidak hanya menuliskan DLL-nya dalam folder program itu sendiri, tetapi juga di dalam direktori System32. DLL ini biasanya tetap ada di sana setelah program disingkirkan. DLLkiller dapat melacak DLL yang tak perlu berikut entri registry-nya kemudian menghapus keduanya. Namun, langkah ini ternyata tidak membuat Windows lebih cepat.

Selain itu, dalam tes, DLLkiller salah mengidentifikasi entri registry yang masih digunakan oleh Nero ShowTime, Recode, dan Adobe Production Studio sebagai entri yang tidak perlu.

Sebuah tuning-tool memang dapat mempercepat Windows bila menyingkirkan DLL dari RAM. Namun, itu sudah dilakukan sendiri oleh Windows Memory Manager yang secara otomatis akan menu­runkan prioritas proses dari DLL yang tidak aktif.

Tips : Gunakan DLLkiller hanya bila Anda mengenal sistem Anda dengan baik. En­tri-entri registry dan DLL dapat Anda hapus secara manual. Kelebihan program ini adalah tersedianya fungsi backup untuk membatalkan penghapusan.

Tuning universal sekali klik
Tool: TuneUp Utilities 2006
Info: www.s-a-d.de
Efek: Minimal

Bila tool khusus tidak membantu, mungkin lebih baik melakukan tuning ke selu­ruh sistem secara lengkap. Untuk mengubah lusinan setting sekaligus tersedia banyak freeware dan shareware, antara lain TuneUp Utilities yang paling digemari setidaknya terlihat dari jumlah download di berbagai website penyedia.

Tanpa make-up : TuneUp Utilities dapat mematikan permainan visual Windows untuk meningkatkan kinerja.

Utility ini menawarkan 3 aspek tuning untuk meningkatkan kinerja Windows, yaitu membebaskan RAM, merapikan registry, dan optimalisasi sistem. Membebaskan RAM dan merapikan registry tidak ada efeknya. Bagaimana dengan optimalisasi sistem? TuneUp menawarkan untuk mematikan 14 efek visual dalam Windows.

Tool juga dapat mencegah pemindahan kernel ke dalam file swap dan mematikan pencarian network-sharing serta layanan UPnP. Kedua layanan terakhir merupakan celah risiko keamanan, sehingga aspek kecepatan tidak menjadi pertimbangan.

Network-sharing hanya sekali membebani sistem, yaitu sesaat setelah start dan hampir tidak kentara. Jadi, mematikan layanan ini tidak ada gunanya bagi peningkatan performa setelah sistem operasi berjalan.

Option untuk membiarkan kernel sela­lu berada dalam RAM (tidak memindahkannya ke file swap) adalah omong kosong. Sejak diluncurkannya Windows 2000, Anda tidak dapat lagi memaksakan kernel ke dalam RAM (baca boks).

Pilihan untuk mematikan 14 efek visual Windows adalah fungsi yang cukup berguna. Menu terbuka lebih cepat dan jendela-jendela juga dapat digerakkan dengan cepat. Tentu saja kini desktop tidak lagi tampak secantik sebelumnya. Sayangnya, aplikasi tidak menjadi lebih cepat karena beban prosesor dan RAM sama sekali tidak berkurang.

Tips : Gunakan fungsi-fungsi yang berguna dalam TuneUp Utilities, selain tuning, misalnya merapikan sistem secara tuntas dan data-shredder. Fungsi restore file dari recycle-bin juga cukup bagus.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 2 of 7

Boot lebih cepat
Tool: Autoruns 8.53
Info: www.sysinternals.com
Efek: Minimal

Ada banyak metoda untuk mempercepat proses boot Windows, tetapi kebanyakan tidak efektif. Penyebabnya, untuk menjalankan layanan dan driver, Windows XP sudah memiliki fungsi Prefetch sebagai akselerator. Bantuan dari luar menjadi tidak begitu signifikan.

BOOT-ACCELERATOR : Dengan Autoruns Anda mengidentifikasi dan mematikan entri-entri yang tidak digunakan.

Dengan Prefetching, XP akan memeriksa file-file mana yang dibutuhkan saat start dan menuliskannya pada sebuah area yang saling terkait sehingga akses saat boot dapat dilakukan lebih cepat. Setting registry untuk itu juga sudah optimal. Mengubah nilai registry ini bahkan dapat memperlambat sistem.

Tindakan yang dapat membantu mem­percepat proses boot adalah mematikan semua layanan dan aplikasi yang otomatis dijalankan bersama Windows tetapi tidak dibutuhkan. Untuk itu memang ada tool ‘msconfig’ dari Windows, tetapi de­ngan Autorun 8.53 Anda mendapat lebih banyak info mengenai layanan yang diaktifkan Windows saat start. Ini sangat membantu untuk mengetahui task mana yang tidak dibutuhkan.

Melalui Autorun CHIP dapat mengidentifikasi dan mematikan lebih dari 40 entri yang terkait dengan driver, DLL, dan tools yang tidak diperlukan. Hasilnya, proses boot Windows 8 detik lebih cepat. Untuk penghematan waktu yang sedikit itu, layanan yang harus dimatikan tidak dapat langsung tersedia kembali bila suatu saat dibutuhkan. Ia harus diaktifkan kembali dengan jalan yang cukup panjang.

Tips : Autorun menemukan entri-entri autostart yang tersisa akibat rutin Uninstall yang tidak tuntas. Entri-en­tri tersebut dapat Anda matikan dengan mudah.

Shutdown lebih cepat
Tool: SuperFast Shutdown 1.0
Info: www.xp-smoker.com
Efek: Tidak ada

Sistem tes CHIP membutuhkan 25 detik untuk shutdown biasa, 35 detik bila beberapa aplikasi seperti Nero Vision, Illustrator, dan PowerDVD masih terbuka.

Sekarang ada sebuah tool bernama Superfast Shutdown yang katanya dapat mempersingkat waktu shutdown secara drastis. Secara radikal ia akan menghentikan semua tasks dengan risiko kehilangan data. Dalam 5 detik PC langsung mati. Jika Windows sedang menulis sesuatu ke dalam registry atau tabel partisi, data itu pasti akan hilang. Ini sama efeknya dan sama cepatnya seperti mencabut steker.

Fungsi ‘Superfast Reboot’ dalam tools tidak banyak gunanya karena hanya mempercepat shutdown, tetapi tidak mengoptimalkan settting boot untuk restart.

Tips : Lupakan saja. Superfast Shutdown tidak berguna. Satu-satunya skenario yang dapat disarankan untuk penggunaan tool ini adalah ketika Windows menolak shutdown secara normal.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Tuning Tools

by CHIP Team | August 27th, 2007 | Categories: Comparison Test

Monday, 27 August 2007

Page 1 of 7

Katanya tuning-tools adalah obat mujarab untuk segala penyakit. CHIP menguji beragam program dan menemukan banyak tools yang tidak bermanfaat. Jadi, tools apa saja yang benar-benar ampuh?

Tuning adalah godaan yang tak dapat dihindari oleh 80% pengguna Windows. Banyak yang bahkan ikut lomba tuning di forum-forum web. Sampai-sampai, mereka mengukur berapa detik Windows dapat boot. Menurut CHIP, mereka membutuhkan bantuan secepatnya karena banyak langkah tuning yang tidak efektif. Bahkan, dalam kasus terburuk, tuning justru dapat merusak sistem.
Bila Anda hanya mengubah sedikit, tetapi memilih setting yang tepat, Anda akan menghemat banyak waktu dan kerepotan serta terhindar dari Windows yang tidak stabil. Oleh karena itu, CHIP akan mengungkap tuning-tool mana yang membantu dan mana yang tidak. CHIP telah melakukan berbagai tes agar tools pilihan berguna bagi semua pengguna PC dari pemula hingga tingkat lanjut.

Tools yang beredar menjanjikan angin surga. Anda dapat bekerja lebih cepat de­ngan Windows, melakukan optimalisasi hardware, dan menggenjot kecepatan selancar sampai maksimal. Untuk menguji janji-janji tersebut, tools dalam setiap kategori tuning harus membuktikan kemam­puannya di bawah Windows XP. Untuk tes ini, CHIP menggunakan sebuah Pentium 3,2 GHz dengan 512 MB RAM dan sebuah hard disk 120 GB yang sudah agak tua.

MENGOPTIMALKAN WINDOWS

Menyingkirkan Hambatan Sistem
Tuning-tools menjanjikan bahwa semua aspek dalam Windows bisa diatur setting-nya agar lebih baik. Jika tidak ada pilihan program untuk melakukannya, setidaknya ada sebuah registry-key yang dapat dimasukkan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Nilai registry baru di sini, setting lainnya di sana, dan Anda dapat memiliki Windows yang sesuai selera: Ramping, cepat, dan aman.

CHIP telah menguji apakah tool pembersih registry atau folder Autostart benar-benar dapat mempercepat kinerja Windows atau tidak. Mungkinkah sebuah tuning-tool universal bekerja lebih baik karena melakukan semanya sekaligus?


Comments Off | Permalink