Logo CHIP.co.id

Posts Tagged ‘Tes & Teknologi – Website’

Tes & Teknologi – Website

by CHIP Team | April 30th, 2009 | Categories: Comparison Test
Page 5 of 5
Website design
Pada tahap ini, proses pembuatan lebih berfokus pada “look and feel” dari desain prototipe yang dibuat. Peranan desainer grafis sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang baik. Kehadiran elemen estetis sebagai penghias, komposisi warna secara keseluruhan, adanya animasi atau audiovisual, dan lain-lain harus dikelola dengan baik dan tetap memperhatikan aspek keterbatasan teknis. Dengan demikian, website tidak memberatkan bandwidth saat halaman di-load.
Konsep: Perencanaan website harus di tetapkan sebagai kesepakatan bersama dalam bentuk Spesifikasi Website.
Selain itu, diperlukan juga kerja sama dengan program­mer untuk menyisipkan kode program di balik desain yang telah dibuat. Hal ini bisa membuat website dapat bekerja interaktif ataupun terhubung dengan database, yang membuat website tersebut dinamis.

Penggunaan template: Website sebaiknya dibuat dalam suatu template, sehingga memudahkan saat penam­bahan konten baru maupun pengem­bangan. Hal ini akan terasa memudahkan apabila pemeliharaan web­site tersebut dilakukan oleh beberapa tim yang terpisah. Digunakannya template mem­buat layout konten website tetap konsisten. Pada software yang populer untuk membangun website (misalnya Adobe Dreamweaver), biasanya sudah ditawarkan kumpulan template yang memudahkan membuat halaman baru maupun untuk mengelola website.

Desain: Prototip desain sudah mulai terlihat, dan harus dapat mengakomodasi struktur organisasi website yang sudah.

Usability & accessibility: Pada rubrik bulan lalu, dibahas mengenai Usability. Website harus dapat memenuhi aspek-aspek usability agar dapat digunakan dengan mudah dan baik oleh user tanpa hambatan yang berarti. Kompatibilitas penggunaan kode dalam bahasa pemrograman berpengaruh terhadap accessibility.

Evaluasi dan perawatan
Anda dapat melakukan evaluasi melalui data statistik yang ada di server. Data statistik itu meliputi Visitor Hit dan Bandwidth Record yang terekam di database statistik server. Dari sini Anda bisa mengukur seberapa sukses website Anda. Seberapa banyak user yang mampir ke website Anda, halaman web apa saja yang paling banyak dikunjungi, darimana saja user masuk ke website Anda (site referer), dari negara mana sajakah user yang masuk, serta jam berapa website paling ramai dan sepi bisa diketahui dengan pasti. De­ngan demikian, Anda bisa melakukan strategi perawatan (maintenance), misalnya untuk penambahan konten atau perubahan-perubahan yang dilakukan saat jam sepi pengunjung (dari data statistik).

Perawatan server: Ketika website Anda sudah “hidup”, Anda harus menjaga untuk tidak terjadi “server down” yang dapat membuat website tersebut tidak bisa diakses. Saat terjadi masalah dengan website, sebaiknya Anda mempersiapkan strategi agar user tidak mengalami kesulitan atau kecewa. Pembuatan Error-Trapping perlu dilakukan, seperti:

- Menyediakan halaman khusus saat server tidak dapat menemukan page yang diakses user (page     not found)
- Menyediakan halaman khusus saat server mengalami masalah internal (internal server error)
- Menyediakan halaman khusus saat terjadi masalah koneksi Internet (server time-out)
- Menyediakan halaman khusus apabila website sedang ditutup sementara.

Backup: Umumnya, proses backup server maupun database server dilakukan oleh penyedia jasa hosting.Namun, apabila Anda memiliki server sendiri, hendaknya dibuat jadwal;tetap untuk melakukan backup seluruh data website maupun database. Hal ini penting guna mengantisipasi terjadinya kerusakan pada data yang ada di server ataupun akibat ulah hackers yang dapat merusak konten website.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Website

by CHIP Team | April 30th, 2009 | Categories: Comparison Test

Page 4 of 5

Persiapan produksi meliputi:
- Siapa yang akan mengerjakan proyek website tersebut?
- Siapa yang akan mengelola proyek tersebut?
- Siapa yang menyiapkan konten?
- Siapa yang akan menjadi webmaster atau pengelola website tersebut nantinya?

Persiapan teknologi:
- Web browser apa saja yang menjadi referensi kompatibilitas browser? IE, Firefox, Safari, atau           Netscape?
- Sistem operasi apa saja yang di-support? Windows, Mac, Unix, atau Linux.
- Berapa kuota Bandwidth yang disiapkan? Pertimbangkan berapa kira-kira bandwidth yang                 digunakan untuk mengakses website tersebut oleh ribuan user dalam satu waktu, diskusikan             dengan penyedia hosting atau penyedia koneksi­ Internet ke server.
- Berapa kecepatan akses Internet yang terkoneksi ke server?
- Siapa yang menjadi target utama, apakah user luar negeri atau dalam negeri?
- Persiapan dukungan database (apakah konten website memerlukan dukungan database).
- Multimedia? (apakah ada interaksi mul­timedia yang memerlukan persiapan khusus seperti                 bandwidth maupun performa server yang khusus).

Persiapan server:
- Apakah server akan ditempatkan di klien atau ditempatkan di penyedia jasa hosting?
- Menyiapkan nama domain.
- Memperhitungkan biaya dan bandwidth kuota dari Internet yang akan digunakan.
- Mempersiapkan dukungan teknis (Maintenance Support & Trouble Shooting) 24 jam penuh.
- Mempersiapkan statistik traffic.
- Mempersiapkan dukungan database server, apakah perlu dipisah atau cukup dalam satu server         bersama webservernya.

Persiapan biaya:
- Memperhitungkan biaya pembangunan dan memperhitungkan biaya jangka panjang untuk editorial   dan staf pendukung.
- Menyediakan biaya pengembangan.
- Menyediakan biaya untuk koneksi Internet ke server ataupun Server Collocation.

Solusi masalah: Saat terjadi masalah dengan website, siapkan strategi agar user tidak mengalami kesulitan.
Information architecture
Pada tahap ini, Anda memerlukan detail dari konten website. Tim developer harus­ mendata seluruh konten yang ada, menggambarkan konten apa saja yang perlu ditambahkan dan mendefinisikan struktur­ organisasi dari website tersebut. Setelah arsitektur konten di-sketsa, selanjutnya, Anda perlu membangun prototipe sederhana untuk melihat bagaimana tampilan website tersebut. Tentunya, dalam proses ini, prototipe desain sudah mulai terlihat, dan harus dapat mengakomodasi struktur orga­nisasi website yang sudah dirumuskan tadi. Hal tadi juga harus dilengkapi dengan navigasi yang mudah digunakan oleh user awam (usable). Umumnya, developer akan menawarkan beberapa alternatif desain prototipe yang dapat dipilih oleh organisasi atau perusahaan yang paling pas buat mereka.

Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Website

by CHIP Team | April 30th, 2009 | Categories: Comparison Test

Page 3 of 5

Unsur-unsur Target dan Strategi meliputi:
- Apakah target penting website tersebut?
- Siapa target user website Anda?
- Apa misi organisasi atau perusahaan?
- Apa yang dapat didukung website untuk misi organisasi atau perusahaan
- Apa yang diharapkan user setelah membuka website Anda?
- Strategi apa yang digunakan untuk mencapai target Anda melalui website?
- Bagaimana mengukur sukses atau tidaknya website Anda?

Pertimbangan Teknis:
- Berapa biaya untuk website tersebut?
- Apa saja jadwal pengerjaannya?
- Berapa halaman yang akan ada di website Anda? Terbatas atau tidak terbatas­kah (dynamic) jumlah   halamannya?
- Fungsi dan aspek teknis khusus seperti apa yang diperlukan untuk website tersebut?
- Siapa yang akan membangun website tersebut? (developer atau tim)

Hindari perpanjangan waktu
Spesifikasi website mendefinisikan kriteria dan batasan dari proyek pembuatan website, antara lain apa dan seberapa banyak­ kebutuhan yang harus dikerjakan, besar biaya, dan jadwal pengerjaan. Terjadinya perpanjangan waktu seringkali menjadi sebab utama gagalnya suatu proyek website. Perencanaan proyek yang buruk dapat mengakibatkan perpanjangan waktu. Hal ini terjadi antara lain akibat penambahan “feature” yang tidak direncanakan sebelumnya, penambahan konten yang terlambat, perubahan besar pada struktur konten selama proses pengembangan, hingga perubahan skenario dari fungsi interaktif yang ada.

Hindari perpanjangan waktu: Jangan memulai untuk membangun suatu website apabila Anda belum mengerti apa yang ingin Anda kerjakan dan selesaikan.

Jangan memulai untuk membangun website apabila Anda belum mengerti apa yang ingin Anda kerjakan dan selesaikan. Hal ini juga harus Anda terapkan sebelum Anda membuat spesifikasi website yang realistis untuk website yang akan Anda buat. Adanya perubahan dan perbaikan merupakan hal yang baik sepanjang setiap anggota tim developer menyadari dampak yang terjadi akibat perubahan dan perbaikan tersebut, seperti pertambahan waktu dan biaya. Namun, biasanya developer akan menawarkan revisi jadwal proyek tersebut akibat adanya perubahan ataupun perbaikan sehingga target penyelesaian proyek website tetap dapat terkontrol dan terencana dengan baik.

Development
Setiap proyek website memiliki tantangan yang berbeda-beda, tetapi umumnya proses pembuatan suatu website yang cukup rumit mencakup empat langkah utama:

Konsep dan perencanaan
Seperti yang di uraikan di atas, perencanaan harus ditetapkan sebagai kesepakatan bersama dalam bentuk spesifikasi website. Hal yang perlu diperhatikan dan dipersiap­kan adalah persiapan produksi, teknologi, server, dan biaya.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Website

by CHIP Team | April 30th, 2009 | Categories: Comparison Test

Page 2 of 5

Tentukan target
Apa yang menjadi target utama website tersebut dibuat? Anda perlu memiliki satu atau lebih target yang ingin dicapai sebagai konsep dasar dari website. Apa pun yang menjadi targetnya harus disertai strategi yang spesifik, seperti bagaimana website itu akan didesain dan dibangun, berapa lama proses desainnya, bagaimana konstruksinya, dan bagaimana proses evaluasinya. Membangun suatu website adalah pekerjaan yang berkesinambungan. Ketika website tersebut online, dapat dikatakan bahwa proyek telah selesai dengan konten yang statik.

Menentukan target website: Kenali user Anda, website yang baik adalah website yang dapat mengakomodasi seluruh ragam user.

Pengelolaan konten untuk jangka panjang dan perawatan teknis (technical maintenance) harus diperhitungkan dalam perencanaan keuangan proyek tersebut. Tanpa perhitungan tersebut, dalam beberapa waktu ke depan website tersebut akan mengalami banyak kesulitan dan masalah sehingga bisa membuat website terbengkalai. Website tidak lagi di-update oleh pemiliknya.

Kenali user Anda
Langkah yang berikutnya adalah mencoba untuk mengidentifikasi potensial user yang akan membaca website sehingga Anda dapat mendesain struktur website sesuai dengan kebutuhan dan harapan user. Perlu diketahui bahwa user Internet sangat beragam, baik berdasarkan tingkat pengetahuan, ketertarikan, latar belakang budaya, hingga kebutuhannya. Bahkan, ada pula user yang awam sama sekali dengan Internet. Website yang baik adalah website yang dapat mengakomodasi seluruh ragam user di atas. Informasi yang disediakan di website harus dapat diterima de­ngan baik oleh seluruh user.

Tinjauan desain
Setiap anggota dari tim developer akan menghasilkan sumbangan yang berbeda untuk berhasilnya suatu proyek website. Namun, karena seluruh anggota terse­but sudah memiliki kesepakatan bersama untuk mencapai misi dan target dari proyek website tersebut, ketika peker­jaan-pekerjaan tersebut disatukan, sepatutnya bisa menghasilkan suatu konsensus desain website yang baik. Agar website tersebut bisa lebih baik, diperlukan peranan pihak luar untuk ikut menilai dan merasakan bagaimana website tersebut­ berfungsi. Pihak luar dapat berupa suatu grup yang diundang untuk melakukan penilaian.

Setiap kali ditemukan adanya permasalahan, hal ini bisa dilaporkan dan dicatat sebagai bahan evaluasi tim developer untuk kemudian diperbaiki segera.

Membangun spesifikasi website
Spesifikasi Website adalah suatu perencanaan yang digunakan oleh tim developer yang isinya merupakan target proyek, nilai proyek, hal-hal penting, dan lain-lain untuk menghasilkan arahan penting apa yang harus dikerjakan selanjutnya. Membangun suatu website yang baik dan terencana membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang cukup mahal. Dalam membangun suatu website, sering terjadi tim developer terjebak dalam menangani hal-hal teknis dan permasalahannya sehingga sering kali lupa akan prioritas utamanya, dan terkadang juga melampaui batas-batas waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Spesifikasi website: Setiap anggota tim developer dapat mengukur progres yang sudah dikerjakannya.

Dengan dibuatnya spesifikasi website, setiap anggota tim developer dapat selalu mengukur progres yang sudah dikerjakannya dan tetap fokus untuk mencapai target dari proyek tersebut dengan baik, cepat, dan tepat. Spesifikasi website yang sederhana umumnya mendefinisikan cakupan konten (sitemap), biaya proyek (budget), jadwal, dan aspek teknis dari website tersebut. Sebagai contoh adalah “Target dan Strategi” serta “Pertimbangan Teknis”.


Comments Off | Permalink

Tes & Teknologi – Website

by CHIP Team | April 30th, 2009 | Categories: Comparison Test

Page 1 of 5

Perencanaan pembuatan suatu website umumnya melalui­ dua langkah proses. Pertama, Anda perlu mempersiapkan tim atau partner yang dapat membangun website Anda,­ menganalisis target dan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan Anda, serta mengerjakan website tersebut dengan meng­ikuti alur kerja dari proses pengembangan yang ditentukan tim developer.

Kedua, menyusun spesifikasi website yang akan Anda buat. Isinya adalah detail dari segala proses hingga teknologi yang digunakan di website tersebut dalam suatu­ dokumentasi yang baik. Biasanya, website yang dipersiapkan dengan spesifikasi dan dokumentasi yang baik akan menjadi website yang baik, fokus, dan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Persiapan perencanaan
Umumnya, website dibangun oleh suatu tim atau developer untuk memenuhi kebutuhan suatu organisasi atau perusahaan lain. Sayang­nya, saat ini sering kali kita temukan website yang dibangun semata-mata hanya untuk­ menampilkan aspek teknologi (teknis) saja, seperti menggunakan animasi flash, gerakan-gera­kan transisi yang terkesan canggih, menampilkan video streaming, dan masih banyak lagi.

Persiapan: Sukses tidaknya suatu website ditentukan oleh user yang menggunakannya.

Namun, semua hal tadi melupakan faktor-faktor dasar­ yang sebenarnya lebih penting dalam membangun website, yaitu visi, misi, dan tujuan website itu dibuat. Sekarang ini, banyak­ sekali informasi yang cukup penting di website justru tidak tercerna oleh user. Sukses tidaknya suatu website ditentukan oleh user yang menggunakannya. Jika Anda bisa memenuhi kebutuhan dan harapan user melalui konten-konten di website yang mudah dimengerti,­ website tersebut dapat dikatakan sukses.


Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI – Website

by CHIP Team | November 22nd, 2008 | Categories: Comparison Test

Saturday, 22 November 2008

Page 4 of 4
GUI yang tidak standar
GUI (Graphic User Interface) adalah simbol-simbol yang mewakili suatu fungsi. Sebagai contoh tombol “Back”, “Forward”, “Stop”, “Refresh”, “Scroll-up”, “Scroll-down”, dan “Scroll-bar”.

Terkadang, Anda menemukan suatu website yang menghilangkan fungsi-fungsi GUI pada browser (frameless), tetapi tidak menyertakan kembali di dalam halaman yang dibuatnya. Hal ini dapat membuat user kehilangan orientasi saat berada di website tersebut.

Banner iklan: Terlalu banyak iklan berformat flash bisa membuat website sulit diakses oleh user.
Banner iklan
Apabila website Anda menyediakan space untuk banner iklan, sebaiknya atur agar tidak terlihat mendominasi website Anda dibandingkan isi atau konten yang ada. Pertimbangkan juga apabila banner meng­gunakan animasi. Jika terdapat lebih dari lima banner animasi, tentu saja user bisa terganggu dalam membaca konten website.

Penggunaan teknologi flash untuk animasi banner membuat website Anda berat diakses oleh user, terlebih bila terdapat lebih dari dua animasi flash dalam satu halaman. Untuk user yang perangkat kom­puternya tidak terlalu canggih, CPU Resource akan tersita hampir 100 persen hanya untuk menjalankan animasi flash yang ada pada halaman website Anda. Akibatnya, user merasakan penurunan performa komputernya dan yang paling parah adalah hang.

Printable
Untuk memuaskan user, sebaiknya buatlah halaman website Anda agar mudah dicetak (Print). Banyak website yang menyediakan link khusus untuk keperluan print tersebut.

Halaman untuk keperluan print perlu perlakuan khusus, seperti penggunaan huruf berwarna hitam di atas background werwarna putih. Ukuran untuk lebar margin juga harus disesuaikan dengan standar kertas yang digunakan untuk mencetak.

Source: CHIP 07 2008
Author: Saftari Firmansyah


Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI – Website

by CHIP Team | November 22nd, 2008 | Categories: Comparison Test

Saturday, 22 November 2008

Page 3 of 4
Ukuran huruf (Font) yang tidak tetap
Penggunaan CSS pada website saat ini sering kali menetapkan ukuran huruf de­ngan satuan pixel. Dengan ukuran ini,  user tidak bisa memperbesar atau memperkecil isi teks di dalam website dengan fasilitas standar (Change Font Size) yang ada di browser.  Kemudian, sebagian besar website saat ini menggunakan huruf berukuran kecil (tiny). Bagi user berusia diatas 40 tahun, tentunya akan meng­alami kesulitan membaca huruf sekecil itu. Oleh karena itu, sebaiknya Anda atur ukuran huruf minimal 10 point agar mudah dibaca oleh beragam user.

Link: Gunakan yang mudah dicerna oleh semua pengunjung website.
Link yang umum
Saat membuat hyperlink, sebaiknya gunakan yang umum dan mudah dicerna user. Misalnya, http://www.chip.co.id/aboutus/ma­­­­nagement. Penggunaan aplikasi CMS (Content Management System) untuk website terkadang memungkinkan Anda menggunakan kode unik (unique-code)  dalam membuat suatu hyperlink, seperti
http://www.chip.co.id/?pa­ge­=c80­3e15340c076c9e959211445717bbc. Sayang­nya,  penulisan link unik seperti ini tidak memberi kemudahan berarti bagi banyak user karena link seperti itu sulit untuk dicerna apalagi dihafal.

Flash
Teknologi animasi flash awalnya dibuat untuk menampilkan animasi yang hemat bandwidth. Teknologi flash ini sebenarnya menggantikan Animated-GIF dengan format vektor. Teknologi flash berkembang cukup pesat sehingga dapat menampilkan format video dalam animasi flash, koneksi ke database, dan bahkan aplikasi yang rumit. Namun, ada beberapa kekurangan yang ditemukan pada website yang menggunakan flash sebagai pengganti format HTML. Banyak hal-hal penting yang dilupakan, antara lain:

  • Tidak disertakan Bread-crumb.
  • Tidak disertakan fungsi Back, sementara fungsi Back pada browser menjadi tidak dapat digunakan dengan semestinya.
  • Animasi dan ukuran file terlalu besar meminta waktu untuk di download.
  • Penggunaan script yang salah sehingga dapat menurunkan performa prosesor (CPU).
  • Pemakaian tombol menu yang tidak standar sehingga membingungkan.
  • Page tidak dapat dicetak (print).
  • Tidak berfungsinya fungsi Search (F3) pada browser untuk mencari teks.
Lintas browser
Buatlah website yang dapat diakses oleh berbagai browser yang ada saat ini, seperti Internet Explorer (IE), FireFox, Opera, dan Safari. Hindari membuat suatu batas­an dengan membuat website yang dapat dibuka dengan browser tertentu saja. Jika website yang Anda buat dapat dibuka de­ngan baik di berbagai browser, tentunya peluang untuk diakses user menjadi meningkat.
Pewarnaan: Warna background dan teks yang hampir sama bisa menyulitkan user melihatnya. Ingat! Tidak semua user memiliki kemampuan melihat yang sama.
Sering ditemukan kejadian user membuka suatu website dengan browser IE dan mendapatkan peringat­an bahwa mereka harus menggunakan browser selain IE. Hal ini tentunya sangat tidak nyaman. Namun, akan lebih tidak bijaksana lagi jika tidak ada link lain untuk masuk ke dalam website tersebut. Hasilnya, tentu saja user tidak dapat memasuki website tersebut hanya karena menggunakan browser IE. Dengan demikian, website tersebut bisa dikatakan tidak usable.

Penggunaan CSS dan Script pada website terkadang terlihat berbeda di browser tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan standar penulisan CSS dan Script yang umum dan dapat diterima oleh berbagai browser. Selanjutnya, pembuat website wajib menguji website-nya terlebih dahulu di berbagai browser sebelum memperkenalkan dan membukanya untuk publik luas.

Mundur satu versi
Mengakomodasi perkembangan teknologi dengan menggunakan teknologi yang terbaru memang baik. Namun, tidak semua user memiliki kemampuan akses yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan target browser satu angka di bawah yang paling baru saat ini. Misalnya, saat ini browser yang banyak digunakan adalah IE 7. Sebaiknya, Anda  membuat website yang merujuk pada sistem pemrograman atau kode untuk versi 6. Begitu juga de­ngan animasi flash. Saat Anda melakukan Publish Movie, sebaiknya targetkan di versi yang sebelumnya. Misalnya, saat ini banyak website yang menggunakan dukungan Flash Player 9, sebaiknya Anda gu­nakan versi 7 atau 8.

Pemilihan warna

Penggunaan warna untuk background, teks, dan elemen grafis lainnya dapat mempengaruhi perilaku user dalam mengakses website Anda. Anda perlu menyadari bahwa tidak semua user dapat melihat warna sebaik yang Anda lihat. Di antara user mungkin ada yang mengalami buta warna atau kerusakan mata sehingga tidak dapat melihat perbedaan warna yang berdekatan.

Sebagai contoh, suatu halaman menggunakan warna background hitam, dengan teks berwarna abu-abu tua atau menggunakan warna background putih dengan teks berwarna abu-abu muda. Perpaduan warna seperti itu jelas akan sulit dilihat dan dibaca.

Hindari juga pemakaian warna teks biru, apalagi dengan garis bawah, jika itu bukan hyperlink. Mengapa? Teks tersebut akan membingungkan user. Hal ini karena teks biru dengan garis bawah umumnya digunakan sebagai teks yang merupakan hyperlink ke halaman atau website lain.


Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI – Website

by CHIP Team | November 22nd, 2008 | Categories: Comparison Test

Saturday, 22 November 2008

Page 2 of 4
Navigasi sederhana dan konsisten
Pengertian navigasi di sini adalah struktur menu dalam suatu website. Struktur menu perlu dipertimbangkan urutannya agar memudahkan user dalam menelusuri website tersebut. Posisi menu dan panjangnya menu juga me­nentukan kemudahan user dalam menggunakannya. Sebaiknya, menu yang berjajar ke bawah tidak sampai membuat user harus melakukan scroll (menggulung halaman ke bawah).
Resolusi layar
Hampir 60 persen user Internet menggunakan resolusi layar 1024×768 pixel, 24 persen menggunakan resolusi 1280×800 pixel, dan 8 persen masih menggunakan resolusi 800×600 pixel. Untuk itu, akan bijaksana apabila Anda membuat website dengan menentukan resolusi layar yang paling banyak digunakan, yaitu 1024×768 pixel. Untuk itu, Anda bisa menggunakan resolusi lebar layar 1024 pixel dengan bidang kerja website 960 pixel. Tentunya, hal ini sudah memperhitungkan tebal frame browser dan tebal scroll-bar.
Gunakan Bread-Crumb
Penggunaan Bread-Crumb sebagai pe­lengkap navigasi sangat membantu user untuk mengetahui posisi halaman yang sedang dibuka. Penggunaan Bread-Crumb tersebut memungkinkan user dapat berpindah ke halaman sebelumnya tanpa harus kembali ke “home”.
Site map
Site Map adalah satu halaman khusus yang isinya denah atau struktur menu di suatu website. Adanya site map ini akan membantu user mencari sesuatu dengan cepat. Sebaiknya, buatlah struktur site map yang mudah dime­ngerti oleh semua user.
Fasilitas Search
Sertakan fasilitas “Search” sebagai alat bantu user dalam mencari sesuatu di website Anda. Akan lebih baik lagi apabila Anda bisa menyertakan “Advance Search” sehingga user bisa mencari informasi yang lebih spesifik lagi dalam website.

Comments Off | Permalink

TES & TEKNOLOGI – Website

by CHIP Team | November 22nd, 2008 | Categories: Comparison Test

Saturday, 22 November 2008

Page 1 of 4

Web Usability
Pernahkah Anda memasuki suatu website dan mengalami kesulitan saat mencari informasi yang ada di dalamnya? Saat Anda membuka suatu artikel menarik, Anda juga diharuskan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan proses yang sangat panjang.

Masalah seperti di atas sering ditemukan para penikmat dunia maya. Selain proses login yang panjang, sering kali pengunjung website diuji kesabarannya dalam menikmati konten-konten di dalamnya. Akses website sangat lambat sehingga Anda sering gagal melakukan pendaftaran (login). Apabila hal ini berlangsung terus menerus, lama-lama Anda akan meninggalkan dan melupakan artikel dari website tersebut.

Apakah Web Usability itu?
Secara umum, usability berarti bagaimana user dapat belajar dan menggunakan suatu produk untuk mencapai tujuan yang ia harapkan serta seberapa baik pengalaman yang didapat user saat produk itu digunakan. Berkaitan dengan Web Usability, tentunya produk yang dibicarakan di sini adalah website.

Setiap tahun, semakin banyak pengguna website yang kehilangan kesabarannya. Mereka tampaknya semakin meninggalkan kemauan untuk belajar bentuk atau teknik interaksi baru pada website dan tidak bertoleransi lagi dengan proses download atau loading yang lambat. Jika suatu website tidak menyediakan satu hal menarik, tentu saja user akan meninggalkannya begitu saja.

Selain itu, user yang tidak sabar, secara tidak langsung juga turut memperbesar faktor kesulitan dalam pembuatan website-website baru. Tampaknya, aspek usability (kemudahan) mulai dilupakan oleh pembuatnya. Suatu website dapat  dikatakan tidak efektif apabila para user-nya tidak dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakannya dalam sekejap.

Seharusnya, apa yang ditemukan atau dilihat pengunjung pada sebuah website merupakan hasil dari suatu sistem terpadu yang dapat jalan bersamaan (concurrent engineering). Namun sayangnya, berhasil atau tidaknya suatu sistem terpadu tadi ditentukan juga oleh user melalui apa yang dilihat dan didengarnya, seperti gambar, simbol-simbol, lagu, atau suara hasil manipulasi software pada komputer tersebut.

Aspek-aspek yang harus teruji dalam suatu fungsi HCI (Human-Computer Interaction) antara lain:


Comments Off | Permalink