
Penggunaan template: Website sebaiknya dibuat dalam suatu template, sehingga memudahkan saat penambahan konten baru maupun pengembangan. Hal ini akan terasa memudahkan apabila pemeliharaan website tersebut dilakukan oleh beberapa tim yang terpisah. Digunakannya template membuat layout konten website tetap konsisten. Pada software yang populer untuk membangun website (misalnya Adobe Dreamweaver), biasanya sudah ditawarkan kumpulan template yang memudahkan membuat halaman baru maupun untuk mengelola website.

Evaluasi dan perawatan
Anda dapat melakukan evaluasi melalui data statistik yang ada di server. Data statistik itu meliputi Visitor Hit dan Bandwidth Record yang terekam di database statistik server. Dari sini Anda bisa mengukur seberapa sukses website Anda. Seberapa banyak user yang mampir ke website Anda, halaman web apa saja yang paling banyak dikunjungi, darimana saja user masuk ke website Anda (site referer), dari negara mana sajakah user yang masuk, serta jam berapa website paling ramai dan sepi bisa diketahui dengan pasti. Dengan demikian, Anda bisa melakukan strategi perawatan (maintenance), misalnya untuk penambahan konten atau perubahan-perubahan yang dilakukan saat jam sepi pengunjung (dari data statistik).
Perawatan server: Ketika website Anda sudah “hidup”, Anda harus menjaga untuk tidak terjadi “server down” yang dapat membuat website tersebut tidak bisa diakses. Saat terjadi masalah dengan website, sebaiknya Anda mempersiapkan strategi agar user tidak mengalami kesulitan atau kecewa. Pembuatan Error-Trapping perlu dilakukan, seperti:
- Menyediakan halaman khusus saat server tidak dapat menemukan page yang diakses user (page not found)
- Menyediakan halaman khusus saat server mengalami masalah internal (internal server error)
- Menyediakan halaman khusus saat terjadi masalah koneksi Internet (server time-out)
- Menyediakan halaman khusus apabila website sedang ditutup sementara.
Backup: Umumnya, proses backup server maupun database server dilakukan oleh penyedia jasa hosting.Namun, apabila Anda memiliki server sendiri, hendaknya dibuat jadwal;tetap untuk melakukan backup seluruh data website maupun database. Hal ini penting guna mengantisipasi terjadinya kerusakan pada data yang ada di server ataupun akibat ulah hackers yang dapat merusak konten website.
Page 4 of 5
Persiapan teknologi:
- Web browser apa saja yang menjadi referensi kompatibilitas browser? IE, Firefox, Safari, atau Netscape?
- Sistem operasi apa saja yang di-support? Windows, Mac, Unix, atau Linux.
- Berapa kuota Bandwidth yang disiapkan? Pertimbangkan berapa kira-kira bandwidth yang digunakan untuk mengakses website tersebut oleh ribuan user dalam satu waktu, diskusikan dengan penyedia hosting atau penyedia koneksi Internet ke server.
- Berapa kecepatan akses Internet yang terkoneksi ke server?
- Siapa yang menjadi target utama, apakah user luar negeri atau dalam negeri?
- Persiapan dukungan database (apakah konten website memerlukan dukungan database).
- Multimedia? (apakah ada interaksi multimedia yang memerlukan persiapan khusus seperti bandwidth maupun performa server yang khusus).
Persiapan server:
- Apakah server akan ditempatkan di klien atau ditempatkan di penyedia jasa hosting?
- Menyiapkan nama domain.
- Memperhitungkan biaya dan bandwidth kuota dari Internet yang akan digunakan.
- Mempersiapkan dukungan teknis (Maintenance Support & Trouble Shooting) 24 jam penuh.
- Mempersiapkan statistik traffic.
- Mempersiapkan dukungan database server, apakah perlu dipisah atau cukup dalam satu server bersama webservernya.
Persiapan biaya:
- Memperhitungkan biaya pembangunan dan memperhitungkan biaya jangka panjang untuk editorial dan staf pendukung.
- Menyediakan biaya pengembangan.
- Menyediakan biaya untuk koneksi Internet ke server ataupun Server Collocation.

Page 3 of 5
Unsur-unsur Target dan Strategi meliputi:
- Apakah target penting website tersebut?
- Siapa target user website Anda?
- Apa misi organisasi atau perusahaan?
- Apa yang dapat didukung website untuk misi organisasi atau perusahaan
- Apa yang diharapkan user setelah membuka website Anda?
- Strategi apa yang digunakan untuk mencapai target Anda melalui website?
- Bagaimana mengukur sukses atau tidaknya website Anda?
Pertimbangan Teknis:
- Berapa biaya untuk website tersebut?
- Apa saja jadwal pengerjaannya?
- Berapa halaman yang akan ada di website Anda? Terbatas atau tidak terbataskah (dynamic) jumlah halamannya?
- Fungsi dan aspek teknis khusus seperti apa yang diperlukan untuk website tersebut?
- Siapa yang akan membangun website tersebut? (developer atau tim)
Hindari perpanjangan waktu
Spesifikasi website mendefinisikan kriteria dan batasan dari proyek pembuatan website, antara lain apa dan seberapa banyak kebutuhan yang harus dikerjakan, besar biaya, dan jadwal pengerjaan. Terjadinya perpanjangan waktu seringkali menjadi sebab utama gagalnya suatu proyek website. Perencanaan proyek yang buruk dapat mengakibatkan perpanjangan waktu. Hal ini terjadi antara lain akibat penambahan “feature” yang tidak direncanakan sebelumnya, penambahan konten yang terlambat, perubahan besar pada struktur konten selama proses pengembangan, hingga perubahan skenario dari fungsi interaktif yang ada.

Hindari perpanjangan waktu: Jangan memulai untuk membangun suatu website apabila Anda belum mengerti apa yang ingin Anda kerjakan dan selesaikan.
Development
Setiap proyek website memiliki tantangan yang berbeda-beda, tetapi umumnya proses pembuatan suatu website yang cukup rumit mencakup empat langkah utama:
Konsep dan perencanaan
Seperti yang di uraikan di atas, perencanaan harus ditetapkan sebagai kesepakatan bersama dalam bentuk spesifikasi website. Hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan adalah persiapan produksi, teknologi, server, dan biaya.
Page 2 of 5
Tentukan target
Apa yang menjadi target utama website tersebut dibuat? Anda perlu memiliki satu atau lebih target yang ingin dicapai sebagai konsep dasar dari website. Apa pun yang menjadi targetnya harus disertai strategi yang spesifik, seperti bagaimana website itu akan didesain dan dibangun, berapa lama proses desainnya, bagaimana konstruksinya, dan bagaimana proses evaluasinya. Membangun suatu website adalah pekerjaan yang berkesinambungan. Ketika website tersebut online, dapat dikatakan bahwa proyek telah selesai dengan konten yang statik.

Menentukan target website: Kenali user Anda, website yang baik adalah website yang dapat mengakomodasi seluruh ragam user.
Pengelolaan konten untuk jangka panjang dan perawatan teknis (technical maintenance) harus diperhitungkan dalam perencanaan keuangan proyek tersebut. Tanpa perhitungan tersebut, dalam beberapa waktu ke depan website tersebut akan mengalami banyak kesulitan dan masalah sehingga bisa membuat website terbengkalai. Website tidak lagi di-update oleh pemiliknya.
Kenali user Anda
Langkah yang berikutnya adalah mencoba untuk mengidentifikasi potensial user yang akan membaca website sehingga Anda dapat mendesain struktur website sesuai dengan kebutuhan dan harapan user. Perlu diketahui bahwa user Internet sangat beragam, baik berdasarkan tingkat pengetahuan, ketertarikan, latar belakang budaya, hingga kebutuhannya. Bahkan, ada pula user yang awam sama sekali dengan Internet. Website yang baik adalah website yang dapat mengakomodasi seluruh ragam user di atas. Informasi yang disediakan di website harus dapat diterima dengan baik oleh seluruh user.
Tinjauan desain
Setiap anggota dari tim developer akan menghasilkan sumbangan yang berbeda untuk berhasilnya suatu proyek website. Namun, karena seluruh anggota tersebut sudah memiliki kesepakatan bersama untuk mencapai misi dan target dari proyek website tersebut, ketika pekerjaan-pekerjaan tersebut disatukan, sepatutnya bisa menghasilkan suatu konsensus desain website yang baik. Agar website tersebut bisa lebih baik, diperlukan peranan pihak luar untuk ikut menilai dan merasakan bagaimana website tersebut berfungsi. Pihak luar dapat berupa suatu grup yang diundang untuk melakukan penilaian.
Setiap kali ditemukan adanya permasalahan, hal ini bisa dilaporkan dan dicatat sebagai bahan evaluasi tim developer untuk kemudian diperbaiki segera.
Membangun spesifikasi website
Spesifikasi Website adalah suatu perencanaan yang digunakan oleh tim developer yang isinya merupakan target proyek, nilai proyek, hal-hal penting, dan lain-lain untuk menghasilkan arahan penting apa yang harus dikerjakan selanjutnya. Membangun suatu website yang baik dan terencana membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang cukup mahal. Dalam membangun suatu website, sering terjadi tim developer terjebak dalam menangani hal-hal teknis dan permasalahannya sehingga sering kali lupa akan prioritas utamanya, dan terkadang juga melampaui batas-batas waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Spesifikasi website: Setiap anggota tim developer dapat mengukur progres yang sudah dikerjakannya.
Dengan dibuatnya spesifikasi website, setiap anggota tim developer dapat selalu mengukur progres yang sudah dikerjakannya dan tetap fokus untuk mencapai target dari proyek tersebut dengan baik, cepat, dan tepat. Spesifikasi website yang sederhana umumnya mendefinisikan cakupan konten (sitemap), biaya proyek (budget), jadwal, dan aspek teknis dari website tersebut. Sebagai contoh adalah “Target dan Strategi” serta “Pertimbangan Teknis”.
Page 1 of 5

Perencanaan pembuatan suatu website umumnya melalui dua langkah proses. Pertama, Anda perlu mempersiapkan tim atau partner yang dapat membangun website Anda, menganalisis target dan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan Anda, serta mengerjakan website tersebut dengan mengikuti alur kerja dari proses pengembangan yang ditentukan tim developer.
Kedua, menyusun spesifikasi website yang akan Anda buat. Isinya adalah detail dari segala proses hingga teknologi yang digunakan di website tersebut dalam suatu dokumentasi yang baik. Biasanya, website yang dipersiapkan dengan spesifikasi dan dokumentasi yang baik akan menjadi website yang baik, fokus, dan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.
Persiapan perencanaan
Umumnya, website dibangun oleh suatu tim atau developer untuk memenuhi kebutuhan suatu organisasi atau perusahaan lain. Sayangnya, saat ini sering kali kita temukan website yang dibangun semata-mata hanya untuk menampilkan aspek teknologi (teknis) saja, seperti menggunakan animasi flash, gerakan-gerakan transisi yang terkesan canggih, menampilkan video streaming, dan masih banyak lagi.

Persiapan: Sukses tidaknya suatu website ditentukan oleh user yang menggunakannya.
Namun, semua hal tadi melupakan faktor-faktor dasar yang sebenarnya lebih penting dalam membangun website, yaitu visi, misi, dan tujuan website itu dibuat. Sekarang ini, banyak sekali informasi yang cukup penting di website justru tidak tercerna oleh user. Sukses tidaknya suatu website ditentukan oleh user yang menggunakannya. Jika Anda bisa memenuhi kebutuhan dan harapan user melalui konten-konten di website yang mudah dimengerti, website tersebut dapat dikatakan sukses.
Saturday, 22 November 2008
Terkadang, Anda menemukan suatu website yang menghilangkan fungsi-fungsi GUI pada browser (frameless), tetapi tidak menyertakan kembali di dalam halaman yang dibuatnya. Hal ini dapat membuat user kehilangan orientasi saat berada di website tersebut.

Penggunaan teknologi flash untuk animasi banner membuat website Anda berat diakses oleh user, terlebih bila terdapat lebih dari dua animasi flash dalam satu halaman. Untuk user yang perangkat komputernya tidak terlalu canggih, CPU Resource akan tersita hampir 100 persen hanya untuk menjalankan animasi flash yang ada pada halaman website Anda. Akibatnya, user merasakan penurunan performa komputernya dan yang paling parah adalah hang.
Printable
Untuk memuaskan user, sebaiknya buatlah halaman website Anda agar mudah dicetak (Print). Banyak website yang menyediakan link khusus untuk keperluan print tersebut.
Halaman untuk keperluan print perlu perlakuan khusus, seperti penggunaan huruf berwarna hitam di atas background werwarna putih. Ukuran untuk lebar margin juga harus disesuaikan dengan standar kertas yang digunakan untuk mencetak.
Source: CHIP 07 2008
Author: Saftari Firmansyah
Saturday, 22 November 2008

Flash
Teknologi animasi flash awalnya dibuat untuk menampilkan animasi yang hemat bandwidth. Teknologi flash ini sebenarnya menggantikan Animated-GIF dengan format vektor. Teknologi flash berkembang cukup pesat sehingga dapat menampilkan format video dalam animasi flash, koneksi ke database, dan bahkan aplikasi yang rumit. Namun, ada beberapa kekurangan yang ditemukan pada website yang menggunakan flash sebagai pengganti format HTML. Banyak hal-hal penting yang dilupakan, antara lain:

Penggunaan CSS dan Script pada website terkadang terlihat berbeda di browser tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan standar penulisan CSS dan Script yang umum dan dapat diterima oleh berbagai browser. Selanjutnya, pembuat website wajib menguji website-nya terlebih dahulu di berbagai browser sebelum memperkenalkan dan membukanya untuk publik luas.
Mundur satu versi
Mengakomodasi perkembangan teknologi dengan menggunakan teknologi yang terbaru memang baik. Namun, tidak semua user memiliki kemampuan akses yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan target browser satu angka di bawah yang paling baru saat ini. Misalnya, saat ini browser yang banyak digunakan adalah IE 7. Sebaiknya, Anda membuat website yang merujuk pada sistem pemrograman atau kode untuk versi 6. Begitu juga dengan animasi flash. Saat Anda melakukan Publish Movie, sebaiknya targetkan di versi yang sebelumnya. Misalnya, saat ini banyak website yang menggunakan dukungan Flash Player 9, sebaiknya Anda gunakan versi 7 atau 8.
Pemilihan warna
Penggunaan warna untuk background, teks, dan elemen grafis lainnya dapat mempengaruhi perilaku user dalam mengakses website Anda. Anda perlu menyadari bahwa tidak semua user dapat melihat warna sebaik yang Anda lihat. Di antara user mungkin ada yang mengalami buta warna atau kerusakan mata sehingga tidak dapat melihat perbedaan warna yang berdekatan.
Sebagai contoh, suatu halaman menggunakan warna background hitam, dengan teks berwarna abu-abu tua atau menggunakan warna background putih dengan teks berwarna abu-abu muda. Perpaduan warna seperti itu jelas akan sulit dilihat dan dibaca.
Hindari juga pemakaian warna teks biru, apalagi dengan garis bawah, jika itu bukan hyperlink. Mengapa? Teks tersebut akan membingungkan user. Hal ini karena teks biru dengan garis bawah umumnya digunakan sebagai teks yang merupakan hyperlink ke halaman atau website lain.
Saturday, 22 November 2008




Saturday, 22 November 2008
Web Usability
Pernahkah Anda memasuki suatu website dan mengalami kesulitan saat mencari informasi yang ada di dalamnya? Saat Anda membuka suatu artikel menarik, Anda juga diharuskan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan proses yang sangat panjang.

Masalah seperti di atas sering ditemukan para penikmat dunia maya. Selain proses login yang panjang, sering kali pengunjung website diuji kesabarannya dalam menikmati konten-konten di dalamnya. Akses website sangat lambat sehingga Anda sering gagal melakukan pendaftaran (login). Apabila hal ini berlangsung terus menerus, lama-lama Anda akan meninggalkan dan melupakan artikel dari website tersebut.
Apakah Web Usability itu?
Secara umum, usability berarti bagaimana user dapat belajar dan menggunakan suatu produk untuk mencapai tujuan yang ia harapkan serta seberapa baik pengalaman yang didapat user saat produk itu digunakan. Berkaitan dengan Web Usability, tentunya produk yang dibicarakan di sini adalah website.
Setiap tahun, semakin banyak pengguna website yang kehilangan kesabarannya. Mereka tampaknya semakin meninggalkan kemauan untuk belajar bentuk atau teknik interaksi baru pada website dan tidak bertoleransi lagi dengan proses download atau loading yang lambat. Jika suatu website tidak menyediakan satu hal menarik, tentu saja user akan meninggalkannya begitu saja.
Selain itu, user yang tidak sabar, secara tidak langsung juga turut memperbesar faktor kesulitan dalam pembuatan website-website baru. Tampaknya, aspek usability (kemudahan) mulai dilupakan oleh pembuatnya. Suatu website dapat dikatakan tidak efektif apabila para user-nya tidak dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakannya dalam sekejap.
Seharusnya, apa yang ditemukan atau dilihat pengunjung pada sebuah website merupakan hasil dari suatu sistem terpadu yang dapat jalan bersamaan (concurrent engineering). Namun sayangnya, berhasil atau tidaknya suatu sistem terpadu tadi ditentukan juga oleh user melalui apa yang dilihat dan didengarnya, seperti gambar, simbol-simbol, lagu, atau suara hasil manipulasi software pada komputer tersebut.
Aspek-aspek yang harus teruji dalam suatu fungsi HCI (Human-Computer Interaction) antara lain: