Jakarta, CHIP.co.id – Kampanye anti-pembajakan disosialisasikan secara resmi oleh Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI) pada konferensi pers di Hotel Nikko, Jakarta (12/10). Kampanye ini akan berlangsung selama beberapa bulan di beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.

Donny A. Sheyoputra selaku Kepala Perwakilan dan Juru Bicara BSA Indonesia, mengatakan,”Kami mengucapkan terima kasih kepada Timnas PPHKI yang memusatkan perhatiannya secara berkesinambungan delam memandang masalah pembajakan software di negeri ini. Kampane ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran lebih lanjut tentang aspek hukum seputar penggunaan software ilegal.”
Yosef Adventus selaku Direktur PT. Rekso Inovasi, pengembang software lokal yang belum lama ini bergabung dengan BSA sebagai anggota lokal, mengatakan,”Pada dasarnya pembajakan software merugikan perusahaan lokal seperti Rekso yang hanya memiliki pasar di Indonesia. Jika pasar software lokal hilang akibat pembajakan, maka kami akan kehilangan seluruh pasar yang ada di Indonesia. Kami berterima kasih dengan adanya kampenya ini sebagai komitmen BSA dan pemerintah, namun kampanye ini baru tahap awal, masa depan kami bergantung padanya.”
Kampanye ini mengadopsi beberapa pendekatan, seperti pendidikan, kesadaran publik, kepatuhan, dan penegakkan hukum. Setelah berakhirnya kegiatan sosialisasi di setiap kota, diharapkan agar perusahaan sebagai pengguna akhir secepatnya melakukan audit software internal dan legalisasi atas semua software yang dimiliki dalam tenggang waktu tertentu. Dengan dukungan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia, penegakkan hukum terhadap pelanggaran hak ciptas atas software akan segera dilaksanakan, dengan dukungan BSA yang hingga saat ini telah menandatangani Nota Kesepahaman bersama sejumlah Kepolisian Daerah yaitu Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan Banten.

Manfaat Industri Software Bagi Perekonomian Negara :
Lima Langkah Konkret yang dapat dilakukan untuk menekan Tingkat Pembajakan Software :

Pada kampanye ini, selain Donny A. Sheyoputra, hadir pula Andy N Sommeng selaku Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, dan Tony Harmanto selaku Kombes, Kanit Indag Bareskrim Mabes Polri.
Link : Artikel terbaru di CHIP Online
Being a photographer and a writer is my dream, where the time to share stories to readers, is the happiest impression for me, just trying to "captured the moment" and my present to you all the readers of CHIP Online.
Kalo beli software Asli terus , lama2 ga bisa makan gw .
sosialisasi software “open source” kapan ????. biar masyarakat tidak terbebani dgn biaya software yang mahal..
Beli software asli juga bisa disiasati patungan/share. Ada software yang memberikan lisensi lebih dari satu user. Sharing saja kalau mau hemat.
Perbaiki dulu ekonomi negara….
mo beli satu aja….ngos-ngosan.
halah, apa hubungannya software bajakan dengan indonesia yang lebih baik.
kalo software bajakan dilarang, yang ada malah masyarakat tambah bego, ga bisa make komputer karena harga software lebih mahal dari harga hardware.
mungkin judulnya lebih tepat “berantas software bajakan untuk perusahaan software lebih baik dan menguntungkan”
hahahaha…..! G usah kampanye anti membajak kali….!
Seharusnya buat kampanye untuk beralih ke Open Source…!
Klu dah pke Open Source, insyaAllah akan sendirinya meninggalkan windows dan sekutu2nya itu yg menyesatkan…!
Wkwkwkw
Software luar kalo ga pengen dibajak dan pengen indonesia lebih baik ada terjemahan bahasa indonesianya semua dong , harganya disesuaikan jglah , ada subsidi kek dari pemerintah , perusahaan software jg jgn mau untungnya aja , ga perlu pake jargon yg manis2 deh kalo intinya cuman cari untung.
Jika software asli mahal maka konsumen memilih yang bajakan dan jika harga software terjangkau tak di anjurkanpun konsumen pasti memilih yg asli.
asli=mahal, bajakan=Gratis, kami cuma jalankan ‘prinsip’ ekonomi. kami janji beli yang asli kalo koruptor juga di’Hukum’ di negeri ini
emank music yang lo punya di pc atau gadget lo asli?
eh asal lo tau yaa lo itu pintar juga dari software bajakan !!!
lagian gak ada hubungannya mau software asli ataupun palsu
kemauan dari orangnya masing2 lah
kalo dia punya penghasilan diatas 30jt perbulan pasti beli asli krna dia berduit
nah skrg gw cuma pelajar yang ingin mengetahui teknologi apa juga wajib pake software asli?
gw skrg juga belajar menggunakan software open source
tapi harus didukung juga dari pemerintah jangan cuma SLOGAN !!
mending pake linux dan aplikasi2 opensource yg gratisan daripada yg bajakan
Rupanya post ini mengundang kontroversi juga ya?
jika ditimbang dr segala aspek komentar diatas yg penuh emosi, yang paling bener tuh ya,
SOFTWARE ASLI DENGAN HARGA BAJAKAN
Pasti semua konsumen setuju, dan pasti juga Software bajakan pasti hilang dr muka bumi, inga’ coi masyarakat masih butuh edukasi untuk meningkatkan taraf ekonomi.
contoh nih, harga licensi asli Corel 5jt, Photoshop full 18 jt, Visual Studio 10 jt
Siapa juga yg mo beli semua
, q sendiri g yakin yg bikin post nih punya licensi asli … xixixixiii…
yg hebat tuh yg bikin nih posting, mampu menarik diriku tuk komentar yg butuh 15 menit buat ketik, mantap bro …
Set dah hari gini kampanye pake Software asli. kayaknya gak bakalan ngaruh dah…
Ngapain beli asli mahal2 yang bajakan aja sama aja hasilnya. Lgi duitnya juga ane gak ada buat beli tuh software2 asli.
Jika pembajak saja menjual murah keygennya dari hasil HAKI-nya dia, kenapa perusahaan software tidak jual murah juga?
jika perusahaan software yang mengambil keuntungan 500% menuntut HAKI-nya,seharusnya konsumen juga menuntut rincian harga bahan fisik produksi dan mesin produksi, dan kami juga menuntut HAKI-untuk programming Keygen