Logo CHIP.co.id

Kompetisi Overclock di Peluncuran Nvidia GTX 460

CHIP Online Indonesia Nvidia GTX 460

Nvidia bersama Palit & Digital Alliance menggelar acara peluncuran produk varian baru yang berbasiskan chipset Nvidia yaitu “Produk Launching GTX 460″ di Fcone FX Plaza, Jakarta (6/8). Selengkapnya »



Kompetisi MSI Master Overclocking Arena (MOA) 2010

CHIP Online MSI Master Overclocking Arena (MOA) 2010

MSI (Micro Star International Corporation, Ltd.), secara resmi mengadakan kompetisi Master Overclocking Arena (MOA) 2010 di Planet Hollywood, Jakarta yang menghadirkan sepuluh warriors (sebutan untuk para overclocker) dimana hasil kemenangan pada acara MOA ini akan dikirim untuk berkompetisi di Taipei memperebutkan Master dari overclocking dunia (22/07/10).

CHIP Online MSI Master Overclocking Arena (MOA) 2010

Sepuluh warriors yang berkompetisi pada MOA 2010 adalah

  1. Della Ardhia (Max_dellz)
  2. Donnie Bramandika (Nut311)
  3. Edward Nugroho (forgetfree)
  4. Ekky (Jengkol)
  5. Hasan Jadid (Hazzan)
  6. Hendra Masli (I.R.I.S)
  7. Hendra Wijaya (Coldest)
  8. Henry Adiwinata (Hents_RR)
  9. Patar (jabrigselalu)
  10. Ridwan Budi (Qdr_Slo) Selengkapnya »


Final Indonesia GOOC 2010

CHIP Online Final Indonesia GOOC 2010

Gigabyte Open Overclocking Championship (GOOC) 2010 yang berlangsung di Mangga 2 Mal, Jakarta pada tanggal 18-19 Juni 2010 akhirnya selesai sudah. Final Indonesia GOOC 2010 yang berlangsung dengan sengit diantara 19 peserta para overclocker akhirnya menghasilkan 2 pemenang utama yang lolos untuk turut serta di acara esok harinya, dimana bertanding melawan 15 overclockers dari berbagai negara. Selengkapnya »



Gigabyte Open Overclocking Championship 2010

CHIP Online Gigabyte Open Overclocking Championship 2010

Bertempat di Mal Mangga Dua pada 18 Juni 2010, Gigabyte TECHNOLOGY Co. Ltd dengan bangga mengumumkan Final Indonesia Gigabyte Open Overclocking Championship (GOOC) 2010. Selengkapnya »



GO OC Asia Afrika Regional Final di Jakarta

CHIP Online GOOC Asia Afrika Regional Final 2010 di Jakarta

Gigabyte Open Overclocking Championship (GO OC) Asia Afrika Regional Final yang ketiga di 2010 ini akan dilakukan di Indonesia sebagai tuan rumah . Acara GO OC merupakan salah satu kompetisi utama yang dinantikan komunitas overclocker. Pada 19 Juni 2010 para overclocker akan berkumpul di Mall IT terbesar di Jakarta yaitu Mangga Dua Mall.

Selengkapnya »



Seri Overclocking: Processor

Mungkin banyak diantara Anda yang merasa hardware yang Anda miliki sudah tidak mumpuni, atau kalah bersaing dengan hardware-hardware yang baru. Misalnya, Anda memiliki Q6600 namun sudah merasa Q6600 Anda tidak dapat lagi bersaing dengan E8400? Apabila Anda ngomong soal benchmark sintetis seperti 3dMark06 sih mungkin benar, tapi kalo dalam game belum tentu.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas prinsip dasar overclocking. Mungkin bagi sebagian besar komunitas CHIP, overclocking adalah untuk mencapai nilai tertinggi dengan hardware yang dimiliki. Namun prinsip dasar overclocking itu sendiri sebenarnya adalah menjalankan hardware yang dimiliki lebih cepat dari spesifikasi untuk mencapai taraf kinerja spesifikasi hardware diatasnya pada posisi optimal. Dimaksud optimal adalah, suhu masih dalam taraf normal dan tidak mengalami hang untuk menjalankan aplikasi apapun.

Overclocking pada umumnya akan merusak peralatan yang dimiliki, atau memperpendek umur hardware. Namun apabila dilakukan dengan benar dalam taraf optimal, maka umurnya tidak akan sependek umur seperti apabila ‘disiksa’ terus-menerus. Yah, intinya sih tetap aja memperpendek umur; walau sedikit.
Selengkapnya »



Phenom II: Overclocking

Dari segi teknis, tidak ada perubahan berarti dalam proses overclocking Phenom II. Seperti biasa, overclocking dilakukan dengan merubah multiplier prosesor (khusus untuk prosesor Black Edition),  menaikkan kecepatan HyperTransport, serta menyesuaikan multiplier untuk northbridge/kontroler memori serta HyperTransport.

Northbridge dan Kontroler Memori

Seperti sudah dibahas sebelumnya, Phenom II menjalankan  northbridge sedikit lebih lambat dari pendahulunya. Bila northbridge/kontroler memori Phenom berjalan pada kecepatan 1,8 dan 2 GHz, Phenom II kembali hanya berjalan pada kecepatan 1,8 GHz. Dari pengalaman CHIP meng-overclock Phenom 9950BE, northbridge/kontroler memori pada prosesor ini bisa berjalan hingga kecepatan 2,4 GHz tanpa merubah voltase northbridge. Akan tetapi, kecepatan northbridge/kontroler memori terbatas di sekitar 2,2 hingga 2,3 GHz untuk Phenom II.

Selengkapnya »



GOOC 2009

goc1

Merupakan babak penyisihan yang dinanti-nanti oleh para overclocker untuk daerah Pan Asia Pasifik, pertandingan ini diikuti oleh 11 negara

GOOC 2009 yang diadakan di Bangkok Thailand pada tanggal 5 April 2009 merupakan salah satu seri pertandingan yang diadakan oleh Gigabyte. Pertandingan ini merupakan babak penyisihan yang di ikuti oleh 11 negara Asia pasifik (Indonesia, Australia, Iran, Japan, Korea, Malaysia,Chinese, South Africa, Taiwan, Vietnam dan Thailand). Setiap peserta yang dikirim untuk mewakili negaranya sebelumnya telah mengikuti babak penyisihan yang dilakukan di setiap negaranya. Seluruh Acara ini di sponsori oleh beberapa produk kelas atas seperti , Gigabyte, Intel, NVIDIA, Kingston, Dolby dan Enermax. CHIP mengucapkan banyak terima kasih kepada Nusantara Eradata selaku distributor resmi Gigabyte dan Kingston sehingga mendapat  kesempatan meliput langsung  GOOC 2009 di Bangkok.

Selengkapnya »



Overclocking Prosessor Intel Core i7 Part III

Mitos Tegangan Overclocking Intel Core i7

Tegangan atau voltase mutlak diperlukan untuk overclocking. Tegangan tidak hanya berperan dalam pencapaian overclocking, namun juga berpengaruh besar pada kestabilan overclocking itu sendiri. Mitos-mitos menyangkut tegangan seperti tegangan memory jangan lebih dari 1.65 volt, karena dapat merusak prosesor memang ada benarnya. Bila dilihat dari arsitektur Core i7 sendiri, IMC sudah terintegrasi pada prosesor, dampak dari pemberian tegangan memory yang berlebihan akan dapat merusak IMC sekaligus prosessor itu sendiri. Hal ini sebelumnya sudah terjadi pada AMD. Untuk menghindari hal tersebut para produsen motherboard AMD membatasi pilihan tegangan memory untuk menghindari rusaknya IMC pada prosesor. Lalu, bagaimana nasib memory memory DDR3 yang memiliki tegangan operasional diatas 1.65 volt ? Apakah masih bisa digunakan? Dalam percobaan yang dilakukan, penulis pernah menggunakan tegangan hingga 1.8 volt dalam jangka waktu cukup lama dan tidak mengalami degradasi pada prosesor atau hingga prosesor mati. Ternyata pengaruh tegangan memory secara tidak langsung mempengaruhi tegangan lainnya, terutama tegangan IOH (tegangan chipset atau IOH Core Voltage) dan QPI/ VTT Voltage. IOH Voltage memiliki nilai default 1.2 volt dan QPI/VTT Voltage memiliki nilai default 1.1 volt. Dalam percobaan, ternyata efek menaikkan nilai kedua tegangan ini sangat membantu kestabilan sistem terutama pada frekuensi memory tinggi dan tegangan memory yang tinggi. Penulis mengatur IOH Voltage pada 1.25 volt dan QPI/VTT Voltage pada 1.3 volt. Pada nilai ini diperoleh kecepatan DDR3-2000 dengan tegangan 1.74 volt dan berjalan stabil. Screenshot dapat dilihat di bawah ini.


Klik untuk melihat gambar besarnya

Selengkapnya »



Overclocking Prosessor Intel Core i7 Part II

QPI Link Speed.

Nilai QPI Bus diperoleh dari hasil perkalian Bclk dengan QPI Multiplier (QPI Link Speed). Pada kondisi Bclk berjalan pada kecepatan lebih tinggi dari standar (overclock), QPI Bus juga akan ikut teroverclock. QPI Multiplier pada kondisi default untuk Core i7-965 XE adalah 48, dengan Bclk 133 MHz, maka 48 x 133 MHz = 6.384 GT/s (dibulatkan menjadi 6.4 GT/s). Sedangkan pada prosessor Core i7 -920 dan Core i7, QPI Bus lebih rendah, yaitu 4.8 GT/s, diperoleh dari perkalian 36 x 133 MHz, artinya Core i7-920 dan 940 memiliki QPI Multiplier standar sebesar 36.

Ketika melakukan overclock melalui Bclk, dimana kecepatan Bclk dinaikkan dari kondisi normal, misalnya 150 MHz, QPI Bus menjadi 48 x 150 MHz = 7200 (7.2 GT/s), terkadang terjadi ketidakstabilan sistem pada kondisi QPI Bus setinggi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan kestabilan sistem, bisa  Anda dapat menaikkan pasokan tegangan (voltase) pada VTT dan PLL. Ini bisa Anda lakukan dari BIOS, pada submenu MIT pilih QPI PLL Voltage atau QPI VTT.

PERHATIAN: Perubahan tegangan ini hanya dapat dilakukan bila Anda menggunakan cooling non standar Intel atau 3rd party cooling dengan performa tinggi. Naikkan tegangan sedikit demi sedikit dan selalu uji kestabilan sistem dengan benchmark.

Jika pilihan menaikkan tegangan terlalu beresiko, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah/menurunkan nilai QPI Link Speed, di BIOS disediakan beberapa multiplier mulai dari AUTO, x36, x44, x48 dan Slow Mode.

Selain itu, dengan menurunkan QPI Link Speed, perolehan Bclk serta total clock prosessor  juga akan lebih tinggi karena QPI Bus masih dalam batas toleransi.

Di bawah ini dapat dilihat tabel QPI Bus dengan berbagai kemungkinan Bclk, CPU Ratio dan QPI Link Speed


Klik gambar untuk melihat versi besarnya

Selengkapnya »