<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CHIP.co.id Overclocking &#187; overcloacking</title>
	<atom:link href="http://chip.co.id/articles/overclocking/tag/overcloacking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chip.co.id/articles/overclocking</link>
	<description>Just another CHIP.co.id Articles weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 12:09:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		
<!-- Start Of Script Generated By WP-PostViews Plus -->
<script type='text/javascript' src='http://chip.co.id/articles/overclocking/wp-includes/js/jquery/jquery.js?ver=1.3.2'></script>
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
/* ]]> */
</script>
<!-- End Of Script Generated By WP-PostViews Plus -->
	<item>
		<title>Seri Overclocking: Processor</title>
		<link>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/seri-overclocking-dasar-processor/</link>
		<comments>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/seri-overclocking-dasar-processor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CHIP Team</dc:creator>
				<category><![CDATA[Processor]]></category>
		<category><![CDATA[chipset]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[overcloacking]]></category>
		<category><![CDATA[prosessor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chip.co.id/articles/overclocking/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak diantara Anda yang merasa hardware yang Anda miliki sudah tidak mumpuni, atau kalah bersaing dengan hardware-hardware yang baru. Misalnya, Anda memiliki Q6600 namun sudah merasa Q6600 Anda tidak dapat lagi bersaing dengan E8400? Apabila Anda ngomong soal benchmark sintetis seperti 3dMark06 sih mungkin benar, tapi kalo dalam game belum tentu. OLEH MICHAEL JAMES EDWARD]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak diantara Anda yang merasa hardware yang Anda miliki sudah tidak mumpuni, atau kalah bersaing dengan hardware-hardware yang baru. Misalnya, Anda memiliki Q6600 namun sudah merasa Q6600 Anda tidak dapat lagi bersaing dengan E8400? Apabila Anda ngomong soal benchmark sintetis seperti 3dMark06 sih mungkin benar, tapi kalo dalam game belum tentu.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas prinsip dasar overclocking. Mungkin bagi sebagian besar komunitas CHIP, overclocking adalah untuk mencapai nilai tertinggi dengan hardware yang dimiliki. Namun prinsip dasar overclocking itu sendiri sebenarnya adalah menjalankan hardware yang dimiliki lebih cepat dari spesifikasi untuk mencapai taraf kinerja spesifikasi hardware diatasnya pada posisi optimal. Dimaksud optimal adalah, suhu masih dalam taraf normal dan tidak mengalami hang untuk menjalankan aplikasi apapun.</p>
<p>Overclocking pada umumnya akan merusak peralatan yang dimiliki, atau memperpendek umur hardware. Namun apabila dilakukan dengan benar dalam taraf optimal, maka umurnya tidak akan sependek umur seperti apabila &#8216;disiksa&#8217; terus-menerus. Yah, intinya sih tetap aja memperpendek umur; walau sedikit.<br />
<span id="more-31"></span></p>
<p>Artikel overclocking ini akan dibagi kedalam 3 bagian, processor, graphic card dan memory.  Pada kali ini, kita hanya akan membahas overclocking processor.</p>
<h2>Equipments</h2>
<p>Tentunya untuk melakukan overclock mencapai titik optimal, diperlukan hardware pendukung; yang pasti tentunya adalah heatsink yang lebih baik, dan juga power supply murni. Power supply yang disarankan adalah yang memiliki rating minimal 550watt. Ini dengan pertimbangan beban load yang akan naik berbanding lurus dengan kenaikan voltase dan kecepatan dari Q6600, ditambah dengan beban VGA , dan hard disk.</p>
<p style="text-align: center" align="center"><img class="size-full wp-image-37  aligncenter" src="http://chip.co.id/articles/overclocking/files/2009/10/berantakan.jpg" alt="Rig" width="400" height="268" /></p>
<p align="center">Testbed</p>
<p align="left">Karena subjek testnya kali ini adalah INTEL Q6600, maka pembahasan akan berjalan pada Q6600. Voltase cukup rendah, yaitu 1,25v membuatnya menarik. Selain itu, dengan 4 cores yang dimiliki, tentunya sangat menyenangkan untuk melakukan multitasking dan juga design grafis. Pada umumnya, Q6600 dapat dengan mudah mencapai kenaikan 50%, dari 2.4GHz ke 3.6GHz.</p>
<p align="left">Motherboard tentunya harus memiliki kemampuan untuk di overclock. Tidak perlu sebuah motherboard yang memang diciptakan khusus untuk melakukan overclocking karena kita memang tidak akan menggunakan nya sampai batas maksimal. Umumnya motherboard terbaru sudah memiliki fasilitas untuk melakukan overclcoking, sehingga pilihan cukup beragam. Contoh motherboard murah meriah yang dapat melakukan overclocking adalah motherboard dengan chipset nvidia N73PV. Percobaan melakukan overclcoking pada Q6600 dengan motherboard ini hanya menghasilkan kenaikan 25% saja. Cukup sepadan dengan harganya yang murah. Motherbaord dengan kisaran us$100-200 akan memiliki kemampuan yang lebih baik, bahkan 80% diantaranya dapat mencapai minimal 50% kenaikan pada Q6600 dengan menggunakan HSF.</p>
<p align="left">Pada percobaan kali ini, kita tidak akan membahas overclocking memory, sehingga memory DDR2 PC6400 atau bahkan PC8500 adalah pilihan yang baik. FSB to Memory Ratio yang digunakan adalah yang mencapai nilai optimum dari memory.</p>
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/seri-overclocking-dasar-processor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phenom II: Overclocking</title>
		<link>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/phenom-ii-overclocking/</link>
		<comments>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/phenom-ii-overclocking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CHIP Team</dc:creator>
				<category><![CDATA[Processor]]></category>
		<category><![CDATA[chipset]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[overcloacking]]></category>
		<category><![CDATA[phenom]]></category>
		<category><![CDATA[prosessor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chip.co.id/articles/overclocking/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Dari segi teknis, tidak ada perubahan berarti dalam proses overclocking Phenom II. Seperti biasa, overclocking dilakukan dengan merubah multiplier prosesor (khusus untuk prosesor Black Edition),  menaikkan kecepatan HyperTransport, serta menyesuaikan multiplier untuk northbridge/kontroler memori serta HyperTransport.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari segi teknis, tidak ada perubahan berarti dalam proses overclocking Phenom II. Seperti biasa, overclocking dilakukan dengan merubah multiplier prosesor (khusus untuk prosesor Black Edition),  menaikkan kecepatan HyperTransport, serta menyesuaikan multiplier untuk northbridge/kontroler memori serta HyperTransport.</p>
<h2>Northbridge dan Kontroler Memori</h2>
<p>Seperti sudah dibahas sebelumnya, Phenom II menjalankan  northbridge sedikit lebih lambat dari pendahulunya. Bila northbridge/kontroler memori Phenom berjalan pada kecepatan 1,8 dan 2 GHz, Phenom II kembali hanya berjalan pada kecepatan 1,8 GHz. Dari pengalaman CHIP meng-overclock Phenom 9950BE, northbridge/kontroler memori pada prosesor ini bisa berjalan hingga kecepatan 2,4 GHz tanpa merubah voltase northbridge. Akan tetapi, kecepatan northbridge/kontroler memori terbatas di sekitar 2,2 hingga 2,3 GHz untuk Phenom II.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<h2>HyperTransport</h2>
<p>Beralih ke HyperTransport, pengalaman dengan Phenom II menunjukkan bahwa setting Hypertransport (kecepatan dan multiplier) sangat bergantung pada motherboard dan BIOS yang digunakan. Dari dua motherboard AMD790GX yang dicoba oleh CHIP dengan Phenom II, keduanya menunjukkan perilaku berbeda. MSI DKA790GX Platinum tidak bisa berjalan dengan kecepatan Hypertransport di atas 210 MHz, sehingga Anda harus memainkan multiplier prosesor. Sebaliknya, Gigabyte MA790GP-DS4H bahkan mampu menjalankan HyperTransport di kecepatan 275 MHz (dengan multiplier 8x) tanpa masalah.</p>
<p>Jelas kedua motherboard dan BIOS-nya ditujukan untuk kalangan yang berbeda. Mereka yang rela berinvestasi membeli Phenom II 940 Black Edition (ataupun prosesor Black Edition lainnya) akan lebih menyukai MSI DKA790GX, karena overclocking “dibatasi” ke perubahan multiplier. Buat mereka yang tidak memiliki prosesor versi Black Edition, Gigabyte MA790GP-DS4H menawarkan banyak opsi untuk “memeras” sebanyak mungkin kinerja dari prosesor dan sistem.</p>
<h2>Kombinasi Terbaik</h2>
<p>Pertama-tama, kita berbicara kombinasi terbaik di MSI DKA790GX Platinum. Kecepatan 3,7 GHz adalah clock tertinggi yang bisa dicapai dalam batas voltase maksimum yang aman menurut AMD (1,5 /1,55 volt). Kemungkinan besar, angka tersebut harus digunakan bila Anda juga meng-overclock northbridge/kontroler memori ke 2,2 GHz. Prosesor dan motherboard ini sama sekali tidak mau booting dengan  kecepatan northbridge/kontroler memori 2,4 GHz ke atas.</p>
<p>Selain meningkatkan voltase prosesor (tetapi tidak VDD), Anda juga harus meningkatkan voltase northbridge dan HyperTransport. Pengalaman CHIP dengan MSI DKA790GX dan unit sampel Phenom II 940 BE yang diterima CHIP menunjukkan voltase 1,35 v sudah mencukupi. Bahkan, Anda sebenarnya tidak terlalu perlu menaikkan voltase HyperTransport bila clock HyperTransport tidak diubah.</p>
<p>Kecepatan yang sama (3,7 GHz) juga didapat dengan Gigabyte MA790GP-DS4H. Dengan HyperTranpsort di kecepatan 275 MHz, multiplier prosesor dikunci di 13,5x, sementara northbridge dan HyperTransport dikunci di 8x (2,2 GHz). Penggunaan clock HyperTransport lebih tinggi membantu memberikan tambahan kinerja. Oleh karena itu, kombinasi Phenom II 940 dan Gigabyte MA790GP-DS4H lebih cepat dari kombinasi prosesor yang sama dengan MSI DKA790GX Platinum. Kelebihan lainnya yang dimiliki Gigabyte adalah untuk mencapai kombinasi ini, Anda hanya perlu merubah voltase prosesor menjadi 1,425 atau 1,45 v.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/phenom-ii-overclocking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Overclocking Prosessor Intel Core i7 Part III</title>
		<link>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-iii/</link>
		<comments>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CHIP Team</dc:creator>
				<category><![CDATA[Processor]]></category>
		<category><![CDATA[chipset]]></category>
		<category><![CDATA[core 2 duo]]></category>
		<category><![CDATA[i7]]></category>
		<category><![CDATA[intel]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[overcloacking]]></category>
		<category><![CDATA[prosessor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chip.co.id/articles/overclocking/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Mitos Tegangan Overclocking Intel Core i7
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Mitos Tegangan Overclocking Intel Core i7</h2>
<p>Tegangan atau voltase mutlak diperlukan untuk overclocking. Tegangan tidak hanya berperan dalam pencapaian overclocking, namun juga berpengaruh besar pada kestabilan overclocking itu sendiri. Mitos-mitos menyangkut tegangan seperti tegangan memory jangan lebih dari 1.65 volt, karena dapat merusak prosesor memang ada benarnya. Bila dilihat dari arsitektur Core i7 sendiri, IMC sudah terintegrasi pada prosesor, dampak dari pemberian tegangan memory yang berlebihan akan dapat merusak IMC sekaligus prosessor itu sendiri. Hal ini sebelumnya sudah terjadi pada AMD. Untuk menghindari hal tersebut para produsen motherboard AMD membatasi pilihan tegangan memory untuk menghindari rusaknya IMC pada prosesor. Lalu, bagaimana nasib memory memory DDR3 yang memiliki tegangan operasional diatas 1.65 volt ? Apakah masih bisa digunakan? Dalam percobaan yang dilakukan, penulis pernah menggunakan tegangan hingga 1.8 volt dalam jangka waktu cukup lama dan tidak mengalami degradasi pada prosesor atau hingga prosesor mati. Ternyata pengaruh tegangan memory secara tidak langsung mempengaruhi tegangan lainnya, terutama tegangan IOH (tegangan chipset atau IOH Core Voltage) dan QPI/ VTT Voltage. IOH Voltage memiliki nilai default 1.2 volt dan QPI/VTT Voltage memiliki nilai default 1.1 volt. Dalam percobaan, ternyata efek menaikkan nilai kedua tegangan ini sangat membantu kestabilan sistem terutama pada frekuensi memory tinggi dan tegangan memory yang tinggi. Penulis mengatur IOH Voltage pada 1.25 volt dan QPI/VTT Voltage pada 1.3 volt. Pada nilai ini diperoleh kecepatan DDR3-2000 dengan tegangan 1.74 volt dan berjalan stabil. Screenshot dapat dilihat di bawah ini.</p>
<p><a href="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/10t.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/10t.jpg" alt="" width="400" height="241" /></a><br />
Klik untuk melihat gambar besarnya</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p>Penjelasan mengenai pilihan tegangan lainnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini</p>
<p><a href="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/11t.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/11t.jpg" alt="" width="400" height="249" /></a><br />
Klik untuk melihat gambar besarnya</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Overclocking pada platform Core i7 ini lebih menarik dibandingkan platform sebelumnya. Ada kesamaan yang kentara dengan overclocking pada platform AMD. Tentu saja karena keduanya menggunakan konsep arsitektur yang sama. Kecepatan prosessor tidak lagi menjadi kemutlakan dalam mendapatkan kinerja yang lebih, namun parameter lain seperti QPI Bus, Uncore Frequency dan tentu saja kecepatan memory menyumbang peranan yang cukup signifikan dalam meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Hasil overclocking yang ideal diperoleh dari kombinasi kecepatan prosessor, QPI Bus, Uncore Frequency, serta kecepatan memory. Komponen komponen ini saling terkait dengan erat, disinilah letak keunikan overclocking Core i7.</p>
<p><strong>Penutup</strong><br />
Sebagai penutup, penulis mengucapkan terimakasih kepada :</p>
<p>•    Intel Indonesia untuk Prosessor Core i7-965 Exteme Edition<br />
•    GIGABYTE Technology untuk Motherboard GIGABYTE EX58-Extreme dan EX58-UD5<br />
•    Foxhound dan TeamGroup Taiwan untuk memory Team Xtreem DDR3<br />
•    Dinamika Perkasa Jaya untuk HSF Xigmatek</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Overclocking Prosessor Intel Core i7 Part II</title>
		<link>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-ii/</link>
		<comments>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CHIP Team</dc:creator>
				<category><![CDATA[Processor]]></category>
		<category><![CDATA[core 2 duo]]></category>
		<category><![CDATA[i7]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[overcloacking]]></category>
		<category><![CDATA[prosessor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chip.co.id/articles/overclocking/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Nilai QPI Bus diperoleh dari hasil perkalian Bclk dengan QPI Multiplier (QPI Link Speed). Pada kondisi Bclk berjalan pada kecepatan lebih tinggi dari standar (overclock), QPI Bus juga akan ikut teroverclock. QPI Multiplier pada kondisi default untuk Core i7-965 XE adalah 48, dengan Bclk 133 MHz, maka 48 x 133 MHz = 6.384 GT/s (dibulatkan menjadi 6.4 GT/s). Sedangkan pada prosessor Core i7 -920 dan Core i7, QPI Bus lebih rendah, yaitu 4.8 GT/s, diperoleh dari perkalian 36 x 133 MHz, artinya Core i7-920 dan 940 memiliki QPI Multiplier standar sebesar 36.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>QPI Link Speed.</h2>
<p>Nilai QPI Bus diperoleh dari hasil perkalian Bclk dengan QPI Multiplier (QPI Link Speed). Pada kondisi Bclk berjalan pada kecepatan lebih tinggi dari standar (overclock), QPI Bus juga akan ikut teroverclock. QPI Multiplier pada kondisi default untuk Core i7-965 XE adalah 48, dengan Bclk 133 MHz, maka 48 x 133 MHz = 6.384 GT/s (dibulatkan menjadi 6.4 GT/s). Sedangkan pada prosessor Core i7 -920 dan Core i7, QPI Bus lebih rendah, yaitu 4.8 GT/s, diperoleh dari perkalian 36 x 133 MHz, artinya Core i7-920 dan 940 memiliki QPI Multiplier standar sebesar 36.</p>
<p>Ketika melakukan overclock melalui Bclk, dimana kecepatan Bclk dinaikkan dari kondisi normal, misalnya 150 MHz, QPI Bus menjadi 48 x 150 MHz = 7200 (7.2 GT/s), terkadang terjadi ketidakstabilan sistem pada kondisi QPI Bus setinggi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan kestabilan sistem, bisa  Anda dapat menaikkan pasokan tegangan (voltase) pada VTT dan PLL. Ini bisa Anda lakukan dari BIOS, pada submenu MIT pilih QPI PLL Voltage atau QPI VTT.</p>
<p>PERHATIAN: Perubahan tegangan ini hanya dapat dilakukan bila Anda menggunakan cooling non standar Intel atau 3rd party cooling dengan performa tinggi. Naikkan tegangan sedikit demi sedikit dan selalu uji kestabilan sistem dengan benchmark.</p>
<p>Jika pilihan menaikkan tegangan terlalu beresiko, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah/menurunkan nilai QPI Link Speed, di BIOS disediakan beberapa multiplier mulai dari AUTO, x36, x44, x48 dan Slow Mode.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/5.JPG" alt="" width="385" height="248" /></p>
<p>Selain itu, dengan menurunkan QPI Link Speed, perolehan Bclk serta total clock prosessor  juga akan lebih tinggi karena QPI Bus masih dalam batas toleransi.</p>
<p>Di bawah ini dapat dilihat tabel QPI Bus dengan berbagai kemungkinan Bclk, CPU Ratio dan QPI Link Speed</p>
<p><a href="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/6.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/6t.jpg" alt="" width="350" height="331" /></a><br />
Klik gambar untuk melihat versi besarnya</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<h2>Uncore Frequency</h2>
<p>Uncore Frequency berhubungan dengan kecepatan L3 Cache sekaligus memiliki ikatan yang erat dengan QPI dan IMC. Semakin tinggi Uncore Frequency maka kinerja akan semakin tinggi, meski pada kecepatan prosessornya sama. Gambar di bawah ini akan menjelaskan posisi Uncore pada sebuah prosessor Core i7.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/7.JPG" alt="" width="450" height="380" /></p>
<p>Uncore Frequency diperoleh dari hasil perkalian : Bclk x Uncore Multiplier. Pada kondisi standar, Bclk 133 MHz, Uncore Multiplier bernilai 12, sehingga Uncore Frequency menjadi 1600 MHz. Pilihan Uncore Multiplier disediakan di BIOS dari 12 hingga 30. Jika ingin menaikkan kecepatan Uncore, Anda tinggal ubah nilai Uncore Multiplier ke angka yang lebih besar. Limitasi Uncore untuk pendingin berbasis udara atau air (Heatsink Fan atau Watercooling) sekitar 4000 Mhz sampai 4100 MHz. Sedangkan jika menggunakan pendingin subzero (Dry Ice, Phase Change atau Liquid Nitrogen), limitasi Uncore ada pada angka 4500 MHz sampai 4600 MHz.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/8.JPG" alt="" width="333" height="298" /></p>
<h2>Memory Multiplier</h2>
<p>Faktor penting terakhir dalam overclocking Intel Core i7 adalah Memory Multiplier. Prosessor berkecepatan tinggi (dibaca : clock), akan memiliki performa yang tidak seimbang bila tidak diikuti dengan kecepatan memory yang tinggi juga. Disini memory multiplier memegang peranan. Dua buah sistem dengan prosesor yang sama dan kecepatan clocknya sama bisa berbeda dalam hal kinerja karena perbedaan frekuensi memory.</p>
<p>Di bawah ini terdapat tabel kalkulasi divider dan kecepatan memory. Motherboard yang digunakan adalah GIGABYTE EX58 Extreme, sehingga tabel ini diperuntukan hanya untuk motherboard tersebut</p>
<p><a href="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/9.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.chip.co.id/images/stories/chip/spec/ocimg/9t.jpg" alt="" width="400" height="238" /></a><br />
Klik gambar untuk melihat versi besarnya</p>
<p>Multiplier Memory dapat diubah dari BIOS pada pilihan System Memory Multiplier di dalam sub menu MIT. Multiplier yang disediakan mulai dari 6.0, 8.0, 10.0, 12.0, 14.0, 16.0 dan 18.0. Misalkan Core i7-965XE dengan Bclk 133 MHz berjalan pada kondisi standar, memory berjalan pada kecepatan 1333 MHz. Hal ini berarti multiplier memory bekerja pada 10.0. Jika ingin menaikkan performa sistem tanpa menaikkan kecepatan Bclk atau CPU Ratio, naikkan saja memory multiplier ke angka multiplier yang lebih tinggi. Untuk mencapai hal ini tentu saja dibutuhkan memory DDR3 yang mampu berjalan lebih tinggi.</p>
<p>CONTOH:  Sebuah sistem berbasis Intel Core i7 menggunakan memory DDR3 Triple Channel 1600 MHz. Ketika dipasangkan pada kondisi standar, BIOS akan tetap mengenalinya sebagai DDR3-1333, multiplier memory yang bekerja pada multi 10. Alangkah mubazirnya, kecepatan memory setinggi ini hanya berjalan pada 1333 MHz. Untuk dapat memanfaatkan kecepatan 1600 sesuai standarisasi pabrik memory, memory multiplier dapat diubah menjadi 12.00, sehingga kecepatan memory berjalan pada 1600 MHz ( 133 MHz x 12.0). Kecepatan memory juga akan ikut berubah, bila Bclk dinaikkan. Contoh Bclk pada kecepatan 150 MHz dengan memory multiplier 12, total kecepatan memory yang diperoleh akan menjadi 150 Mhz x 12.0 = 1800 MHz.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chip.co.id/articles/overclocking/2009/10/27/overclocking-prosessor-intel-core-i7-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

