Logo CHIP.co.id

Usaha Kecil yang Hebat di Pusat Bencana

logo-symantec

Bencana alam yang baru-baru ini terjadi telah menjadi peringatan keras bahwa bisnis dari berbagai ukuran terus menghadapi risiko dan ketidakpastian yang meningkat. Akan tetapi, untuk usaha kecil, pertaruhannya bisa jauh lebih tinggi. Jika bencana menghadang dan membuat informasi penting perusahaan menjadi hilang atau tak bisa diakses, biaya bagi usaha kecil, dari sisi reputasi dan kerugian finansial tak bisa diperbaiki. Gabungkan konsekuensi ini dengan celah yang ada di antara persepsi dan kenyataan bagaimana kesiapan UKM yang ada di Asia Pasifik dan Jepang terhadap bencana dan gangguan bisnis; kita menghadapi situasi yang sangat mengkhawatirkan.

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan urat nadi ekonomi regional kita, mencakup sekitar 90 persen dari seluruh bisnis dan mempekerjakan hingga 60 persen tenaga kerja. Akan tetapi, meski UKM merupakan kekuatan ekonomi yang besar, mereka seringkali melupakan perlindungan mendasar terhadap risiko bisnis karena tak adanya waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Antisipasi bencana sering kali muncul di bagian bawah dalam daftar prioritas investasi. UKM lebih fokus pada pengalokasian seluruh upaya mereka untuk pertumbuhan bisnis.

Meski tak ada yang ingin bencana terjadi, kenyataannya adalah bencana memang terjadi: baik kebakaran, kehilangan daya, kebocoran pipa air, gempa bumi, atau angin topan. Menurut survey Symantec’s SMB Disaster Preparedness, rata-rata UKM di Asia Pasifik dan Jepang mengalami tiga kali kehilangan daya listrik dalam periode 12 bulan. Mayoritas (84 persen) merasa terlindungi dari bencana potensial ini dan dua pertiga (69 persen) percaya bahwa pelanggan mereka akan mengerti dan sabar jika terjadi gangguan terhadap komputer atau sumber daya teknologi mereka. Walaupun persepsinya demikian, kenyataannya adalah bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak siap dan konsumen mereka tampaknya tidak akan menunggu sampai mereka memperbaiki masalah.

Hampir separuh UKM di Asia Pacific dan Jepang tidak pnya rencana untuk bencana atau gangguan bisnis. Sebagai akibat dari ketidaksiapan tersebut pada pelanggan bisa mencapai 15.000 dolar AS per hari secara rata-rata dan dengan downtime mencapai 8 jam atau lebih. Itulah alasan mengapa tidak mengherankan bahwa 42 persen pelanggan UKM telah beralih ke vendor lain karena komputer atau sistem teknologi vendor mereka tidak dapat diandalkan.

Ada kesalahan persepsi bahwa pemulihan bencana akan memakan biaya yang besar. Apa yang seharusnya dilihat adalah keseimbangan – dengan Anda menghabiskan biaya untuk rencana pemulihan bencana, sebagai imbalannya, efisiensi operasional Anda akan mendapatkan keuntungan. Anda tentu tidak ingin terburu-buru dalam merencanakan pemulihan bencana, tetapi lebih mengambil pendekatan yang lebih terstruktur – melindungi aset paling penting terlebih dahulu dan memprioritaskan yang lainnya sesuai dengan urutan tingkat kepentingannya terhadap bisnis Anda. Ini juga berarti bahwa Anda perlu menanyakan pertanyaan yang tepat terhadap bisnis Anda untuk memastikan hasil pemulihan bencana yang optimal.

Tips Hebat untuk Usaha Kecil
Mencegah tentu tak diragukan lagi lebih baik dibandingkan dengan mengobati, dan untungnya, terdapat cara pengukuran yang sederhana dan efektif yang bisa diambil UKM untuk mengurangi risiko dan mempertahankan pelanggan meskipun bencana mungkin akan mereka hadapi.

1. Tentukan kebutuhan Anda: Memutuskan informasi kritis dan rahasia mana yang perlu diamankan, dilindungi dan diprioritaskan dalam urutan tingkat kepentingannya.
2. Hubungi penasihat terpercaya: Cari penyedia solusi untuk membantu membuat rencana, implementasikan solusi perlindungan otomatis, dan monitor tren dan ancaman.
3. Otomatisasikan sebisa mungkin: Otomatisasikan proses backup untuk memastikan bahwa itu tidak terlewatkan saat permintaan terhadap waktu milik staf Anda semakin meningkat.
4. Lakukan tes secara rutin: Implementasikan tes backup tanpa gangguan. Pemulihan data merupakan waktu terburuk untuk mengetahui bahwa file-file penting tidak dicadangkan.
5. Gabungkan pencegahan dan perlindungan: Gunakan suatu pendekatan all-in-one dalam memilih teknologi yang menggabungkan perlindungan melawan ancaman keamanan kompleks yang ada saat ini dengan kemampuan pemulihan yang cepat

by: John Lee
Director, Channel & Alliance, Asia South Region and Country Director, Indonesia, Symantec


Tags:
842 Views | Comments (0) | Permalink
Deliusno Deliusno is an online editor, reporter, writer. He is in charge of CHIP Daily News, Tips, Security, Corporate, and Website of The Week. He likes to hang around with his friends and always happy to meet new people.

Share with others: Share

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree