
Jakarta, CHIP.co.id – Peristiwa penyatuan atau merger sejumlah varian Zeus Trojan dan merger antara dua botnet terbesar telah membuat para peneliti di bidang keamanan dunia maya sangat khawatir. Kekhawatiran tersebut terkait dengan serangan-serangan yang bisa terjadi terhadap pencurian nilai uang yang dimiliki oleh para pemilik rekening bank. Read the rest of this entry »

CHIP.co.id – Symantec Security Response memberikan beberapa prediksi utama seputar keamanan internet yang terjadi di tahun 2011. Tercatat lima hal penting yang diungkapkan Symantec, selain berbagai hal yang terjadi di tahun 2010 ini. Read the rest of this entry »
Jakarta, CHIP.co.id – Korban kejahatan cyber menurut informasi dari Norton, tercatat sebanyak 65% konsumer di seluruh dunia. Hal ini membutuhkan perlindungan pengamanan yang paling kuat dan paling cepat yang menjadi lebih prioritas utama bagi pengguna internet. Read the rest of this entry »

Jakarta, CHIP.co.id – Kaspersky Lab sebagai pengembang terkemuka solusi manajemen konten keamanan menargetkan pertumbuhan di segmen korporat hingga akhir tahun 2010 mencapai 50 persen. Kaspersky menambah sebuah distributor yaitu PT Nusantara Utama Teknologi bersama PT Optima Solusindo Informatika akan fokus menangani pasar korporat. Sementara itu, PT Astrindo Starvision akan terus menggarap pasar ritel. Semua distributor di Indonesia ditangani oleh kantor wilayah Asia Tenggara Kaspersky Lab yang berlokasi di Malaysia. Read the rest of this entry »
Bulan ini, Microsoft mengeluarkan dua buletin keamanan untuk delapan kerentanan keamanan, tapi tidak ada satupun dari semua kerentanan keamanan tersebut yang dikategorikan Microsoft sebagai kerentanan kritikal.
Bencana alam yang baru-baru ini terjadi telah menjadi peringatan keras bahwa bisnis dari berbagai ukuran terus menghadapi risiko dan ketidakpastian yang meningkat. Akan tetapi, untuk usaha kecil, pertaruhannya bisa jauh lebih tinggi. Jika bencana menghadang dan membuat informasi penting perusahaan menjadi hilang atau tak bisa diakses, biaya bagi usaha kecil, dari sisi reputasi dan kerugian finansial tak bisa diperbaiki. Gabungkan konsekuensi ini dengan celah yang ada di antara persepsi dan kenyataan bagaimana kesiapan UKM yang ada di Asia Pasifik dan Jepang terhadap bencana dan gangguan bisnis; kita menghadapi situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Tidak ada software yang sempurna. Hal tersebut selalu membayangi pikiran para pengembang software. Salah satu contoh tidak sempurnanya suatu software adalah celah keamanan. Suatu software biasanya memiliki sebuah lubang keamanan yang dapat disusupi oleh penjahat maya. Biasanya penjahat maya memanfaatkan lubang tersebut untuk hal yang jahat seperti menyebar malware, virus, dan phising.
Dalam filosofi China, konsep yin dan yang digunakan untuk menjelaskan adanya hubungan dan kertergantungan antara kekuatan yang tampaknya saling berlawanan. Sebagai imbalannya, keduanya saling mendukung satu sama lain. Saat ini, usaha kecil sedang berusaha untuk menemukan yin dan yang mereka sendiri, yaitu mencapai titik keseimbangan antara melindungi informasi mereka, sekaligus tetap menjaga agar manajemen mereka tetap sederhana dengan biaya yang tetap rendah. Adakah cara agar dua elemen yang saling berlawanan tersebut bisa mendukung satu sama lain dan menghasilkan infrastruktur yang lebih kuat? Kunci bagi usaha kecil adalah dengan memanfaatkan pilihan-pilihan baru yang menyediakan perlindungan maksimum dengan tingkat kesulitan yang minimal.
Di satu sisi, usaha kecil perlu melindungi informasi dan sistem mereka dari pencurian, hilang akibat kecelakaan, korupsi, ataupun downtime. Di sisi lain, mereka juga perlu mengurangi beban dari sisi teknologi agar mereka bisa fokus pada bisnis mereka. Kini semakin banyak bisnis yang mendapati bahwa TI merupakan penyelamat mereka di lautan informasi. Akan tetapi, jika teknologi yang melindungi mereka sulit untuk dikelola, teknologi itu malah bisa menjauhkan mereka dari kata sukses.
Symantec Corp. baru- baru ini mengumumkan hasil penelitian mereka yang berjudul Report on Rogue Security Software. Salah satu dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa ternyata para penjahat dunia maya banyak menggunakan taktik menakut-nakuti yang semakin persuasif untuk meyakinkan user agar membeli software keamanan palsu. Hasil tersebut berdasarkan data yang diperoleh selama 12 bulan, yaitu dari Juli 2008 hingga Juni 2009. Software keamanan palsu atau biasa disebut “Scareware” adalah aplikasi palsu yang kemungkinan besar tidak memberikan manfaat sama sekali untuk penggunanya, bahkan kemungkinan besar aplikasi tersebut menginstall program jahat lainnya ke dalam sistem user.
Cara penipuan yang dilakukan oleh para penjahat cyber tersebut cukup mudah. Para penjahat tersebut memasang iklan di Internet, memanfaatkan kekhawatiran user akan serangan-serangan keamanan. Uniknya, ternyata 93% instalasi dari 50 software keamanan palsu teratatas, didownload secara sengaja oleh user.
Program-program keamanan palsu tersebut tidak hanya menipu pengguna demi uang, tapi data pribadi dan informasi kartu kredit yang diberikan selama pembelian palsu dapat digunakan untuk penipuan lain atau dijual di forum-forum pasar gelap yang berakhir dengan pencurian indentitas.