You are Here : Home > CHIPversity > General
26 October 2016 | 1657 view(s)
Peran Smart Home Sebagai Solusi Permasalahan Masyarakat Urban (Studi Kasus Kontrakan 46)

Mengenal Konsep Smart home

Sebelum membahas lebih jauh terkait dengan konsep smart home alias rumah cerdas ala kontrakan 46, akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu seluk beluk dari teknologi Smart home itu sendiri.

Untuk menu pembuka, rekan-rekan bisa menyimak beberapa fakta unik di balik sejarah pengembangan teknologi Smart home dari waktu ke waktu. Beberapa fakta ini telah saya rangkum dalam sebuah infografis sederhana di bawah ini.

 

Bagaimana, tentunya teknologi yang satu ini sangat menarik bukan? Kita membayangkan bisa mengakses beragam hal yang ada di rumah melalui perintah-perintah sederhana atau bahkan berjalan secara otomatis.

Definisi Smart Home

 

Mungkin sebagian dari rekan-rekan sudah mengetahui perihal konsep teknologi terapan yang satu ini. Namun bagi yang belum tahu, secara umum pengertian Smart home adalah sebuah rumah atau hunian dimana di dalamnya telah dilengkapi sebuah sistem yang terkoneksi secara otomatis untuk memberikan kemudahan serta kecanggihan dalam mengontrol serta mengawasi semua fungsi dari bangunan tersebut.

Selain itu pengertian lain disampaikan dari UK Department of Trade and Industry (DTI), yang mendefinisikan:

Smart home sebagai kesatuan antara bangunan dengan perangkat yang berada di dalamnya, dimana ada sistem yang dijalankan secara elektrik dan otomatis, yang akhirnya mampu memberikan kemudahan bagi penghuni untuk melakukan kontrol, monitor serta mengakses sistem otomatis tersebut bahkan dari jarak jauh.”

Setelah mengetahui tentang sejarah serta definisi dari teknologi Smart home di atas, lantas saya berpikir ternyata ada beberapa hal yang bisa kita tangkap terkait dengan pengembangan teknologi ini.

Yang paling menonjol adalah, sebenarnya hampir sama dengan kebanyakan teknologi lain, smart home awalnya diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi manusia. Namun, permasalahan utama yang dihadapi dalam pengembangan teknologi ini adalah terkait dengan biaya.

Mulai dari pengembangan sistem yang mendukung smart home, hingga berbagai perangkat yang digunakan untuk menciptakan atmosfir rumah cerdas, nyatanya menyedot biaya yang tidak sedikit. Untuk beberapa kalangan yang mempunyai kemampuan finansial di atas rata-rata,  mungkin kemudahan semacam ini akan sangat cocok diterapkan bagi hunian mereka.

Namun bagaimana dengan kalangan umum?

Inilah pertanyaan yang terus digodok untuk mencari pemecahannya. Banyak sekali perusahaan yang kemudian berlomba-lomba untuk mampu menciptakan perangkat pendukung rumah pintar yang tetap mampu memberikan beragam kemudahan namun juga ringan di kantong pas-pasan.

Pada artikel kali ini, fokus yang ingin penulis sampaikan adalah bagaimana mengembangkan konsep Rumah Cerdas yang selain memberikan manfaat namun juga dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Alasannya adalah, karena konsep rumah pintar sebenarnya tidak selalu dikonotasikan sebagai upaya untuk memperoleh kenyamanan atau tingkat kemewahan yang lebih tinggi. Bagi saya, konsep rumah pintar yang dilengkapi dengan berbagai teknologi serta jaringan multimedia, merupakan sarana bagi masyarakat untuk bisa semakin cerdas dalam menangani masalah utamanya bagi para masyarakat urban di perkotaan.

Apakah sudah waktunya smart home diterapkan di Indonesia?

Meneruskan beberapa kata yang saya tulis di akhir infografis di atas, tentu banyak dari kita yang berpikir apakah konsep smart home ini bisa di aplikasikan di Indonesia? Lalu jika bisa, apakah teknologi ini sudah benar-benar diperlukan dan tepat untuk diterapkan bagi masyarakat Indonesia?

Jawabnya sangat singkat, Sangat Tepat Sekali!

Kenapa saya mengatakan seperti itu. Karena pada dasarnya Indonesia juga mempunyai beragam permasalahan yang terjadi hampir setiap hari. Mulai dari keperluan untuk mengamankan rumah dari tindak kejahatan, hingga upaya untuk semakin menghemat pengeluaran dari biaya kebutuhan keluarga sehari-hari salah satunya keperluan listrik. Dan dalam hal ini, konsep smart home dengan jaringan multimedia mampu menjadi solusinya!

Membangun Smart Home Sederhana

Jika kita ingin membahas tentang beragam keuntungan dan kelebihan mengembangkan smart home, mungkin pembahasan seperti ini sudah banyak sekali bertebaran. Rekan-rekan bisa mengakses mbah Google untuk mengetahui lebih detilnya. Namun yang sebenarnya jauh lebih penting adalah mengetahui tantangan apa saja yang harus dihadapi dalam pengembangan konsep Rumah Cerdas.

Menarik kembali benang merah dari data yang telah disampaikan pada paragraf awal tentang sejarah pengembangan smart home, yang terus-menerus menjadi momok pengembangan teknologi satu ini adalah terkait dengan biaya. Mengapa smart home membutuhkan biaya tinggi?

·         Alasan pertama adalah karena mayoritas dari teknologi yang diterapkan dalam smart home masih belum tersedia secara massal. Yang paling umum adalah teknologi kendali jarak jauh serta teknologi otomatis untuk berbagai perangkat rumah tangga.

·         Tantangan berikutnya yakni karena infrastruktur di beberapa daerah yang belum terlalu mendukung. Seperti diketahui, untuk menciptakan sebuah hunian cerdas, salah satu syarat utamanya yakni adanya jaringan multimedia dalam hal ini sebuah sistem yang terkoneksi antara satu perangkat dengan perangkat lain.

Koneksi ini, bisa berjalan hanya dalam lingkup terbatas seperti koneksi Bluetooth, namun bisa juga dalam skala yang lebih besar melalui internet dengan bantuan teknologi DLNA (Digital Living Network Alliance) atau personal cloud.

Terkait dengan masalah ini, sebenarnya beberapa kota besar di Indonesia sudah mempunyai jaringan internet yang cukup mumpuni untuk mendukung adanya smart home. Yang masih menjadi masalah bagi kebanyakan orang adalah, bagaimana menciptakan konsep jaringan multimedia smart home dengan biaya yang terjangkau.

Penerapan Smart Home Ala Kontrakan 46

Dan seperti yang telah disampaikan sebelumnya, hidangan utama dari artikel ini adalah pembahasan tentang bagaimana bayangan yang ada dalam angan-angan penulis tentang penerapan rumah pintar ala kontrakan 46.

Sebelum membahas lebih dalam, sedikit mendeskripsikan tentang seperti apa wujud dari kontrakan 46. Bangunan yang didominasi dengan warna kuning yang khas dengan warna pembalap motoGP Valentino Rossi (mungkin ini asal muasal nama kontrakan 46) ini, memiliki luas bangunan yang cukup lebar. Setidaknya Ada 7 kamar di lantai atas, dan 4 kamar plus sebuah ruang besar di lantai bawah yang digunakan untuk mengadakan kegiatan belajar bersama bagi anak-anak. Selain itu di bagian depan, juga ada lahan yang cukup luas untuk tempat parkir dan untuk keperluan para penghuni yang lain.

Dari sinilah kemudian, sempat terucap dari salah satu penghuni sekaligus pengurus yang menyatakan bahwa sebenarnya ia ingin membangun sebuah fasilitas yang dapat membantu tidak hanya keperluan pengguna kontrakan namun juga anak-anak yang belajar di tempat tersebut.  Dan dari situlah saya berfikir tentang sebuah konsep jaringan multimedia dengan biaya terjangkau ala kontrakan 46 tersebut.

Dengan Biaya Kurang Dari 1 Juta Sudah Bisa Membangun Jaringan Multimedia?

Baiklah, masuk pada  proses membuat sistem jaringan multimedia atau smart home ala kontrakan 46, saya memulainya dengan mengidentifikasi beberapa masalah yang dihadapi oleh para penghuni dan juga pengurus kontrakan 46.

·         Akses Internet

Yang pertama masalah akses internet. Berisi mayoritas mahasiswa dan juga ada beberapa relawan di dalamnya, tentu para penghuni  kontrakan 46 membutuhkan akses internet  yang cukup baik untuk mendukung beragam keperluan dan juga pekerjaan. Selain itu, beberapa relawan juga menyediakan akses internet gratis bagi anak-anak, untuk bisa mengenal manfaat internet lebih baik lagi dan tentunya dengan cara yang positif.

Untuk masalah ini, sebelumnya beberapa  penghuni mempunyai modem yang dikoneksikan dengan laptop. Namun menurut saya, ini kurang efektif. Oleh karena itu lebih baik jika dipasang sebuah modem router dengan menyewa internet kabel  yang tentunya mudah untuk diakses di kawasan Surabaya.

Karena fokus utama yakni memberikan akses smart home dengan biaya minim, solusi yang bisa kita ambil adalah menggunakan modem berkualitas tinggi namun yang mempunyai harga terjangkau. Alternatif terbaik, salah satunya yakni modem TP-LINK Wireless-N Router [TL-WR840N].

 

Mengapa memilih modem router ini? Alasan pertama yakni dengan biaya yang cukup terjangkau yakni berkisar Rp200.000 (data dari beberapa ecommerce besar Indonesia), TP-LINK WR840N sudah mampu menyediakan jaringan koneksi wireless untuk kebutuhan beberapa perangkat sekaligus. Tidak hanya untuk searching saja, TP-LINK WR840N juga sudah mendukung streaming video berkualitas high definition, download file berukuran besar serta keperluan lain dengan kecepatan akses hingga 300 mbps yang tentunya pas untuk diterapkan di kontrakan 64.

·         Luas Bangunan

Pada tahap kedua, yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan luas bangunan kontrakan 64. Bangunan 2 lantai ini tentu membutuhkan cakupan sinyal wifi yang menyeluruh. Belum lagi, di beberapa titik juga terdapat komputer PC yang digunakan untuk keperluan organisasi.

Oleh karena itulah, diperlukan beberapa perangkat lain untuk mendukung jaringan multimedia ini. Perangkat tersebut yakni wifi range extender yang dapat memperluas sinyal wifi sehingga semua pengguna bisa memperoleh akses dengan kekuatan sinyal yang stabil.

Dan untuk produk wifi range extender, kita bisa menggunakan TP-LINK Universal WiFi Range Extender [TL-WA850RE] yang umumnya dipatok dengan harga sekitar 250-300 ribu.

Pemilihan produk ini tentu bukan tanpa alasan, karena dengan  alat mungil yang satu ini kita bisa membuat cakupan WiFi yang sebelumnya dipancarkan oleh TP-LINK WR840N menjadi semakin luas. Dari situ, keperluan untuk para penghuni terutama yang ada di bagian atas bisa tetap tercover dengan baik.

Selain itu yang unik dari produk ini adalah, pemasangannya fleksibel dan tidak ribet. Tinggal mencolokkan pada lubang power yang ada di bagian ruangan mana saja, kemudian kita tinggal mengaktifkan fungsi WPS di modem router untuk mengkoneksikannnya dengan range extender.

Secara umum, saya memperkirakan luas bangunan kontrakan sekitar 250 M2. Dengan sebuah modem router dan ditambah 1 range extender, sebenarnya sudah cukup. Namun ada 1 rahasia lagi dari konsep smart home ala kontrakan 64 ini.

·         Pengamanan dan Dokumentasi

Rahasia ini terletak pada sistem pengawasan lewat perangkat kamera pengawas TP-LINK [NC200] WiFi Cloud Camera. Apakah gerangan alasan dipasangnya kamera pengawas ini?

Kembali  pada konsep awal sebuah smart home, adalah sebuah hunian yang dapat memberikan kemudahan dengan adanya integrasi teknologi di dalamnya. Salah satu fungsi yang sangat umum ada pada smartphone adalah, pengawasan keamanan.

Ini juga erat hubungannya dengan persoalan yang sering dihadapi oleh para penghuni kontrakan 64. Karena tidak bisa selalu mengawasi beberapa area seperti area parkiran, akan lebih baik jika nantinya ditempatkan sebuah kamera pengawas untuk memastikan baik keamanan kendaraan serta berbagai kemungkinan buruk lain yang bisa saja terjadi.

Sebelumnya saya menyebut bahwa, kamera pengawas ini adalah “senjata rahasia” tambahan dalam sistem smart home ala kontrakan 64. Alasannya adalah, terdapat banyak sekali kelebihan dari kamera pengawas yang satu ini.

Yang pertama adalah selain melakukan pengawasan, TP-LINK NC200 juga mempunyai fitur unik yang dapat mengirimkan semacam sinyal khusus ketika terjadi hal-hal yang tidak wajar dan tertangkap kamera. Nantinya, jika ada tindakan seperti kemungkinan pencurian, sistem yang terkoneksi secara  otomatis akan mengirimkan sebuah email notifikasi kepada smartphone pengguna. Dari situ kita bisa melakukan pengecekan lebih lanjut.

Selain untuk mengawasi tindak kejahatan, khusus untuk kontrakan 64, fungsi ini juga dapat dioptimalkan sebagai kamera dokumentasi kegiatan anak-anak yang memang seringkali diadakan di area depan. Bagai sekali mendayung, dua tiga fungsi terlampaui, TP-LINK NC200 memberikan lebih dari sekedar ekspektasi!

Apakah hanya itu saja? Ternyata tidak, karena kamera pengawas yang dibandrol dengan harga sekitar Rp350 ribu (harga rata-rata) ini juga mempunyai fungsi tambahan yakni sebagai wifi range extender. Jadi,  bagi yang berada di arah depanpun tetap bisa menggunakan fasilitas internet dengan lancar.

Jadi dalam blueprint pemasangan perangkat pendukung jaringan multimedia smart home ala kontrakan 64, dimulai dengan pemasangan kabel internet yang berada di bagian tengah ruangan. Dari situ akan dipasang modem router di bagian tengah ruangan di lantai 1.

Setelah itu dilanjutkan dengan memasang wifi range extender di salah satu kamar di lantai 2 untuk memberikan akses bagi para pengguna yang ada di lantai 2. Yang terakhir dilengkapi dengan pemasangan kamera pengawas di bagian depan. Tampilan di bawah ini mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil kontrakan 64, namun secara umum, pemasangan semua perangkat kurang lebih akan nampak seperti di bawah ini.

Penutup Dan Harapan

Jika di lihat kembali, konsep jaringan multimedia yang dipaparkan di atas terlihat sederhana. Namun, kembali lagi bahwa sebenarnya rumah cerdas bukan soal menciptakan teknologi paling canggih dan melebihi teknologi lain, namun lebih bagaimana teknologi tersebut mampu membantu keperluan dari para penghuninya. Dan konsep di atas, secara umum sudah sangat mewakilkan fungsi smart home ala kontrakan 64.

Konsep membangun jaringan multimedia rumah cerdas di atas tentu masih sama jauh dari kata sempurna. Masih banyak hal yang perlu dikembangkan dan tentunya ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban di Indonesia.

Penulis hanya ingin memberikan gambaran bahwa sebenarnya membangun sebuah smart home bukan merupakan hal yang sulit dan membutuhkan biaya besar. Mengambil contoh kontrakan 64 yang bisa disulap menjadi lokasi belajar dan tempat tinggal yang tidak hanya nyaman, namun juga mendukung pemanfaatan teknologi dengan lebih baik.

Mengenai harapan, tentu masih banyak yang ada di benak para penghuni kontrakan 64 untuk membuat sebuah jaringan multimedia yang lebih sempurna. Dengan penambahan perangkat teknologi lain seperti sejumlah komputer PC, nantinya koneksi antar perangkat tersebut tentu bisa dirangkai kembali menjadi satu jaringan multimedia dengan beragam manfaat.

Semoga ulasan di atas dapat menjadi sumber informasi serta lebih penting lagi inspirasi terutama dalam hal pemanfaatan teknologi. Be Inspired!

Referensi:

http://smart homeenergy.co.uk/what-smart-home

http://www.elissabeach.com/house-plans.shtml

http://www.computerweekly.com/feature/A-guide-to-smart-home-automation

http://visual.ly/history-home-automation

http://www.tp-link.co.id/



You may also like:

Membangun SmartHome dengan Trio TP-Link

Smart Home, Smart Solution

Smart Home Bukan Sekedar Rumah Kekinian

Membuat Jaringan Multimedia Server Dengan PC Windows dan Smartphone Android
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved.