Advertisement
You are Here : Home > CHIPversity > General
27 October 2016 | 1864 view(s)
Teknologi Smart Home dan Cara Membangunnya

Saat sedang dalam perjalanan atau sudah berada di luar rumah, pernahkah Anda merasa bimbang antara sudah mengunci atau belum pintu rumah? Atau bahkan Anda khawatir karena sudah meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci? Rumah memang sudah terkunci, tetapi apakah semua alat rumah tangga yang terhubung dengan aliran listrik telah mati keseluruhan? Atau mungkin, pada suatu waktu Anda dan keluarga berada diluar rumah sampai menjelang malam, sementara lampu teras belum dinyalakan?


Pernahkanh Anda berfikir, meski sedang tidak berada di dalam rumah tetapi Anda bisa mengontrol penuh keadaan rumah menggunakan ponsel? Seperti mengunci pintu, memastikan keamanan lingkungan rumah, menyalakan dan mematikan lampu, komputer, TV, DVD, kipas angin, AC serta peralatan lainnya. Jika Anda familiar dengan beberapa masalah ini, maka sudah saatnya Anda berkenalan dengan teknologi smart home yang kini sedang booming di Indonesia.

Apa Smart Home?
Dulu, dulu sekali smart home sering menjadi tema unggulan dalam film, komik atau cerita fiksi ilmiah. Konsep cerita yang diusung menggambarkan seseorang bisa menyalakan atau mematikan lampu, komputer, TV dan peralatan lainnya hanya dengan menekan sebuah tombol atau menepuk tangan.


Tetapi kini, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, smart home bukan lagi sebuah adegan dalam film atau komik saja. Smart home sudah sering kita jumpai dalam kehidupan nyata, bukan lagi sebuah impian. Siapapun, termasuk saya dan Anda bisa menikmati teknologi ‘rumah pintar’ ini tanpa harus meminjam kepada Mister Spock pemeran utama film Star Trek.


Lalu, apa sih smart home itu? Dari segi bahasa, smart home memiliki dua suku kata ‘smart’ dan 'home' yang memiliki arti rumah pintar. Menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford yang ditulis Kompas, smart home memiliki arti sebuah rumah yang ‘dipersenjatai’ dengan pencahayaan, pemanas, dan barang-barang elektronik. Semua unsur tersebut bisa dikendaikan dengan ponsel cerdas (smart phone) atau komputer.


Media yang digunakan untuk bertukar informasi dalam teknologi smart home pertma kali menggunakan kabel lewat bahasa numerik pada alat X10 yang dibuat oleh perusahaan asal Skotandia tahun 1975. Dibantu oleh transmitter (alat perantara), pemilik smart home dapat mengontrol seluruh peralatan rumah, seperti menyalakan dan mematikan lampu, kompor, meindungi rumah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan lain sebagainya.


Setelah menggunakan media kabel dirasa tidak efektif, selanjutnya teknologi smart home menggunakan media gelombang radio. Tidak berselang lama, seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi, jaringan smart home memanfaatkan sinyal internet dan menggunakan smart phone dalam pengoperasiannya. Sinyal internet mampu meminimalisir gangguan perintah dari satu perangkat ke perangkat lainnya, baik saat mengirim atau menerima perintah.

Hal-hal yang Bisa Diterapkan dalam Smart Home


 

Sesuai dengan pengertiannya, banyak hal yang bisa diterapkan dalam smart home. Beberapa telah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah saya alami beberapa waktu lalu saat menginap disalah satu hotel. Oleh pihak hotel, saya diberi kartu pengenal yang sekaligus berfungsi sebagai kunci. Jadi ketika saya ingin keluar masuk kamar, maka saya akan menggunakannya. Yang menarik adalah, saya tidak perlu mematikan perangkat elektronik saat ingin meninggalkan kamar, karena setelah saya mengunci pintu dengan kartu pengenal tersebut, tidak berselang lama semua perangkat elektronik baik TV, AC, kulkas, dan semuanya yang memiliki aliran istrik akan mati secara otomatis. Kemudian bagaimana dengan smart home? Apa saja yang bisa diterapkan di dalamnya?


• Sistem Keamanan
Ada dua sistem kemanan yang terpasang dalam smart home, yaitu CCTV dan alarm. CCTV berfungsi sebagai ‘pengintai’ kondisi yang sedang terjadi baik di dalam maupun di luar rumah. Sementara alarm akan berbunyi seketika saat ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dua perangkat ini saing terkoneksi, jadi misal ada orang yang tidak dikenal dan melakukan hal mencurigakan yang direkam oleh CCTV maka otomatis alarm akan burbunyi.


Selain alarm dan CCTV, ada satu lagi teknologi yang dibangun dalam sistem kemanan, yaitu text notification. Cara kerjanya adalah saat pemilik rumah lupa mengunci pintu atau jendela, maka secara otomatis perangkat ini akan mengirimkan pesan kepada komputer server atau pengendali yang kemudian akan dikirim kepada pemilik rumah lewat ponsel yang telah diatur terebih dahulu.  

• Power System
Power system adalah teknologi untuk mengatur energi yang digunakan dalam rumah. Teknologi ini yang pernah saya alami seperti yang telah saya tulis di atas. Jadi teknologi ini biasanya dipasang pada alat-alat elektronik (TV, DVD, AC, kulkas, dll) termasuk juga lampu. Saat sedang ada orang di dalam rumah atau pintu sedang terkunci dari dalam, maka secara otomatis alat elektronik ini akan menyala. Pun begitu sebaliknya, saat sedang tidak ada orang, atau pintu terkunci dari luar maka akan otomatis mati.


Teknologi ini juga bekerja sebagai pengatur energi, terutama energi listrik. Saat konsumsi energi telah hampir menyentuh batas maksimal atau saat aliran istrik menurun, maka teknologi ini akan memberikan informasi lewat pesan suara yang menyatakan bahwa energi yang digunakan telah sampai pada batas maksimal. Secara otomatis juga alat-alat yang terhubung dengan listrik misal kulkas, AC, TV dan sebagainya akan mati.


• Jaringan Mutimedia
Jaringan mutimedia yang terpasang dalam smart home merupakan perpaduan teknologi dari beberapa perangkat pintar, mulai dari TV, DVD, komputer atau laptop, playstation dan semacamnya. Teknologi ini dibangun untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penghuni smart home dalam menikmati hiburan multimedia.


• Sistem Penanggulangan Kemungkinan Bahaya
Rumah yang kita tempati, bisa saja beresiko terkena bencana yang terjadi tanpa kita ketahui. Ada banyak faktor yang bisa terjadi di dalamnya. Bukan saja faktor yang datang dari alam atau lingkungan, melainkan juga faktor dari kesalahan manusia (human error), misalnya kebakaran, konsleting dan hubungan arus listrik, ledakan tabung gas serta faktor lainnya.


Tetapi berbeda jika kita menerapkan smart home dalam rumah kita. Biasanya akan terpasang teknologi pencegah terjadinya kemungkinan bahaya. Misalnya untuk mencegah bahaya tabung gas meledak, maka akan dipasang sistem pendeteksi kebocoran gas.


Selain itu, ada dua teknologi penangulangan kemungkinan bahaya lainnya yang dapat kita temukan dalam smart home, yaitu smoke detector dan ground fault interrupters. Smoke detector merupakan teknologi yang dengan cepat bisa mendeteksi adanya asap atau sumber api kecil didalam rumah yang bisa menimbukan kebakaran. Pada teknologi ini saat sudah terdeteksi adanya bahaya, seluruh aliran listrik secara otomatis akan padam. Sementara teknologi ground fault interrupters akan bekerja saat ada aliran listrik yang mengenai manusia dan bisa menyebabkan orang tersebut tersetrum. Ketika hal ini terjadi, sistem dari teknologi ground fault interrupters akan mematikan seluruh aliran listrik di dalam rumah.


• Sistem untuk Membantu Manula dan Disabilitas
Meski belum banyak yang menggunakan, tetapi sistem ini akan sangat membantu kaum manua dan disabilitas yang memiiki keterbatasan dalam mobilitas, terutama dalam hal kesehatan. Dalam smart home yang sudah terpasang teknologi ini, akan ditemukan perangkat atau sistem yang berfungsi untuk mengontrol kondisi kesehatan orang yang berada dalam ruangan selama 24 jam tanpa henti. Perangkat ini akan sangat membantu dan sangat nyaman digunakan karena tidak mengganggu penghuni didalam rumah.


Cara Membangun Smart Home
Setelah tahu pengertian, media yang digunakan dan manfaatnya, selanjutnya yang tak kalah penting harus kita ketahui bersama adalah bagaimana cara membangunnya? Apakah bisa juga diterapkan pada rumah yang sudah lama dibangun atau harus dari awal? Berapa jumlah  biaya yang harus dipersiapkan, dan apa saja perangkat yang dibutuhkan? Berikut penjelasannya..


Mahal atau Murah?
Penjelasan tentang biaya, sengaja saya sampaikan pertama kali. karena biasanya masalah biaya menjadi salah satu perioritas yang perlu dipersiapkan sejak awal saat kita memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan properti, tak terkecuali untuk membangun smart home. Untuk masalah biaya, terutama saat ada pertanyaan mahal atau murah, ini akan menjadi sesuatu yang relatif. Karena mahal bagi saya belum tentu mahal untuk Anda. Begitu juga sebaliknya. Menurut saya sih, masalah biaya akan mengikuti kebutuhan. Konsep smart home seperti apa yang akan kita bangun? Jika konsepnya menyeluruh bisa jadi biaya yang harus dikeluarkan cukup banyak, pun ketika konsep yang diinginkan sederhana, tak akan banyak dana yang dibutuhkan. Jadi intinya, untuk membangun smart home, sesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing. Oh iya, sekedar saran dari saya, jika Anda ingin membangun smart home, jadilah konsumen yang cerdas dalam memilih perangkat yang dibutuhkan, baik soal kualitas dan harga yang ditawarkan. Hal ini agar smart home yang telah kita bangun sesuai dengan rencana dan bisa bertahan lama.


Rumah Lama Apa Rumah yang Baru Akan Dibangun?
Semua jenis rumah bisa diaplikasikan teknologi smart home, bahkan rumah yang sudah lama berdiri pun bisa! Yang perlu dilakukan adalah hanya mengganti beberapa saklar dan jalur kabel aliran listrik tanpa harus membongkar bangunan, yang nantinya akan menjadi media untuk menghubungkan seluruh perangkat elektronik. Tetapi bagi Anda yang ingin mengaplikasikan konsep smart home dalam rumah yang belum dibangun, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan sejak awal pembangunan rumah, seperti penempatan dan jalur kabel listrik, pemilihan peralatan elektronik yang akan digunakan serta lokasi dimana peralatan elektronik tersebut akan ditempatkan.


Perangkat elektronik yang dibutuhkan
Secara umum, semua perangkat elektronik bisa dihubungkan dan digabungkan kedalam teknologi smart home. Mulai dari alat elektronik yang ada di dalam ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, dapur, teras, taman, bahkan hingga garasi. Hanya saja dari beberapa perangkat tersebut kita sebagai pengguna harus cermat dan teliti saat ingin menerapkannya. Kita harus benar-benar selektif dalam pemilihannya, terutama yang berkaitan dengan kehematan daya dan keramahan terhadap lingkungan sekitar.


Dalam persiapan dan pemilihan perangkat, saya kategorikan kedalam dua bagian. Pertama perangkat yang dibutuhkan untuk jaringan, yang nantinya akan berguna sebagai media transfer informasi, dan kedua perangkat elekrtronik yang akan menerima informasi serta yang akan bekerja untuk kita sebagai penghuni smart home.


1. Perangkat untuk Jaringan
Karena media transfer informasi yang digunakan dalam smart home adalah internet, maka perangkat yang dibutuhkan adalah perangkat yang memiliki kualitas terbaik. Perangkat-perangkat inilah nantinya yang akan menentukan dari manfaat smart home itu sendiri. Percuma jika perangkat untuk jaringan yang dimiliki tidak bekerja secara maksimal sementara perangkat elektronik lainnya merupakan perangkat yang berkualitas. Tips dari saya, untuk jaringan di dalam rumah dan sekitarnya, gunakanlah jaringan wi-fi. Selain mudah dan praktis dalam pengerjaannya, jaringan yang dimiliki biasanya bisa selalu stabil dan ngebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi disuatu hari, pilihlah penyedia wi-fi yang sudah terbukti memberikan layanan terbaik.


Lalu, perangkat apa saja dan kualitas yang bagaimana yang seharusnya dipilih saat kita akan membangun smart home? Dipasaran, kita akan banyak menemukan perangkat untuk jaringan smart home, tetapi saya merekomendasikan TP-Link sebagai pilihan. Karena TP-Link sudah terbukti mampu menyediakan segala kebutuhan perangkat jaringan dan aksesorisnya untuk 120 negara dan telah melayani ratusan juta pelanggan.

 
Router

Dalam sebuah jaringan, router merupakan perangkat yang sangat berpengaruh akan kualitas dari jaringan itu sendiri. Karena fusnginya untuk membagi jaringan, maka router harus kita perioritaskan dalam perangkat jaringan dengan memilih kualitas yang bisa diandalkan. Saya merekomendasikan TP-LINK Archer C9 sebagai pilihan router yang akan kita gunakan dalam teknologi smart home. Router ini memiliki kemampuan yang luar biasa dengan koneksi simultan antara 2.4GHz 600Mbps dan 5GHz 1300Mbps dengan total bandwidth yang tersedia sebesar 1.9Gbps. Selain itu, dengan fitur Port USB 3.0 + USB 2.0, kita dapat berbagi printer lokal, file & Media dengan perangkat jaringan atau jarak jauh melalui internet dengan mudah.


Wifi Range Extender

Selanjutnya, agar jaringan dari router Archer C9 bisa menyebar keseluruh ruangan, kita harus memiliki perangkat untuk menyebarkannya. Perangkat yang dibutuhkan adalah Wifi Range Extender. Perangkat ini banyak dijual dipasaran dengan kualitas dan harga yang beragam. Lagi-lagi, sebagai konsumen kita harus lebih cermat dalam memilih perangkat penting ini. Sebagai opsi, perangkat garapan TP-Link ini bisa dijadikan pilihan, yaitu TP-LINK Universal WiFi Range Extender [TL-WA850RE].

 
Saya menjadikan perangkat ini sebagai opsi karena bentuknya mungil, praktis dan feksibel. Penggunaannya pun sangat mudah, tinggal mencolokkan pada stop kontak, hubungkan dengan router Archer C9 dan selesai! Jaringan wifi sudah bisa dinikmati dengan nyaman dan bisa menyebar keseluruh ruangan.


Komputer

Untuk menunjang kedua perangkat jaringan diatas dan juga sebagai otak teknologi smart home, kita juga membutuhkan sebuah perangkat komputer. Komputer nantinya yang akan bekerja dalam menerima dan mengirim perintah serta informasi kepada kita sebagai penghuninya. Selain itu, komputer juga sebagai media transfer informasi kepada perangkat smart phone yang bisa kita bawa kemana-mana.
Perangkat komputer yang dibutuhkan bukan komputer yang harus berkualitas tinggi, melainkan komputer yang bisa bekerja secara baik, sudah cukup.


2. Perangkat  Elektronik
Setelah perangkat untuk jaringan bekerja dengan sempurna dan memiliki kualitas jaringan maksimal, selanjutnya yang harus kita persiapkan adalah perangkat elektronik yang akan kita hubungkan menjadi satu kesatuan dalam teknologi smart home. Berikut beberapa perangkatnya..


- CCTV (Cloud Camera)

Ketika rasa aman menjadi perioritas bagi penghuni smart home, maka memasang CCTV NC200 milik TP-Link ini adalah solusi terbaiknya. Selain merekam gerak, CCTV ini juga bisa merekam suara dengan kualitas hasil rekaman 720P HD. Fitur Night Vision yang dimilikinya juga sangat bagus, karena CCTV ini akan tetap bekerja meski malam hari, 24 jam non stop. Yang tak kalah menarik adalah, cloud camera ini bisa terintegrasi dengan smart phone android dan iOS, lho! Unduh aplikasinya secara gratis, pasang dan taraaa.. Kita sudah bisa memantau keadaan rumah dari mana saja dan kapan saja.


- Lampu

Pada awal tulisan, saya sudah memberikan pertanyaan seputar lampu. Baik saat kita sedang berada diluar rumah menjelang malam sementara lampu belum dinyalakan atau sering lupa mematikan lampu karena buru-buru dan alasan lainnya. Nah, saat kita sudah menggunakan smart home, permasalahan ini akan selesai. Karena lampu bisa kita atur sesuai dengan keinginan. Kita dapat menggunakan Smart Wi-Fi LED LB 120 garapan TP-Link. Selain bisa hemat energi, lampu ini bisa kita kontrol sepenuhnya menggunakan smart phone. Iya, dengan teknologi wireless yang dimiliki, kita bisa menyalakan dan mematikan serta mengatur kecerahan cahayanya dengan hanya beberapa sentuhan dari layar ponsel.


-  TV

Setelah CCTV untuk keamanan dan lampu untuk hemat energi, selanjutnya kita juga bisa mengaplikasikan TV ke dalam teknologi smart home guna melengkapi sarana hiburan. Pemilihan perangkat TV kita sesuaikan dengan kebutuhan, tetapi jika ingin benar-benar bia menikmati kenyamanan teknologi smart home yang dipadu padankan dengan TV, maka memilih smart TV adalah solusinya. Dengan smart TV kita bisa menjadikannya sebagai pusat hiburan dan informasi. Bermodal konektifitas internet yang dimilikinya, kita bisa berselancar di dunia maya dengan mudah dan menyenangkan. Fitur yang disediakan banyak, diantaranya home dashboard sebagai menu utama, web browser, game, media sosial, konten lokal, smartshare dan magic motion remote control sebagai pusat kendali.


Selain beberapa fitur tersebut, pengguna juga bisa melakukan perintah dengan gerakan dan suara. Ya, perintah ini bisa dilakukan dengan gerakan scroll yang terdapat pada magic remote-nya serta bisa juga dengan menggerakkan tangan untuk mengganti channel, memperbesar dan memperkecil volume, serta memutar dan memperbesar gambar dengan sagat mudah.


- Perangkat Elektronik Lainnya
Selain beberapa perangkat elektronik di atas, ada banyak lagi perangkat elektronik yang bisa kita aplikasikan ke dalam teknologi smart home. AC, kulkas, kompor atau alat masak lainnya serta perangkat lain yang memiliki aliran listrik. Intinya sih, tergantung kebutuhan dan ketersediaan biaya. Yang pasti, semakin banyak perangkat maka kemudahan dan kenyamanan semakin kita dapatkan.


- Smart Phone Berfitur DLNA

DLNA atau Digital Living Network Alliance merupakan suatu fitur yang bisa mengakses dengan mudah file multimedia baik musik, video dan gambar yang tersimpan disatu perangkat melalui perangkat lain menggunakan jaringan wi-fi. Dengan fitur ini, berkas multimedia yang ada dalam smart phone bisa kita akses langsung melalui berbagai perangkat digital seperti TV, tablet, laptop maupun komputer.
Nah, dengan fitur DLNA ini akan semakin menambah kenyamanan kita dalam rumah yang berteknologi smart home.

Kesimpulan
Dari tulisan panjang saya ini, dapat saya simpulkan beberapa hal. Diantaranya adalah

  1. Siapapun bisa menikmati teknologi smart home.
  2. Membangun rumah berkonsep smart home bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan biaya.
  3. Dengan dibangunnya smart home, penghuni akan selalu merasa aman dan nyaman.
  4. Semua perangkat elektronik bisa diaplikasikan kedalam teknologi smart homeasal perangkat tersebut memiliki aliran listrik.

Sekian pembahasan tentang Teknologi Smart Home dan Cara Membangunnya ini, semoga bermanfaat.

Salam hangat dari Bondowoso..

***

Sumber tulisan dan gambar diambil dari:

http://www.tp-link.co.id/

http://properti.kompas.com

http://freepik.com/



You may also like:

Membangun SmartHome dengan Trio TP-Link

Smart Home, Smart Solution

Smart Home Bukan Sekedar Rumah Kekinian

Membuat Jaringan Multimedia Server Dengan PC Windows dan Smartphone Android
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved.