You are Here : Home > CHIPversity > General
08 May 2013 | 4130 view(s)
Masa Depan Pemrograman OOP

 

I. KONTRADIKSI

            Walaupun masih diliputi pro dan kontra mengenai munculnya Object Oriented Programming (OOP) namun tanda-tanda OOP akan menjadi salah satu alternatif dalam membuat suatu aplikasi pemrograman yang berbasis visual sudah mulai tampak. Hal ini didasari oleh perkembangan perangkat lunak yang sudah banyak berorientasi pada objek. Apalagi sekarang ini sudah banyak user interface yang berbasis obyek dan windowing, seperti visual basic, visual fox pro, delphi, visual c++ dan lain-lain.

            OOP sangat menjanjikan dan punya masa depan yang cerah. Perangkat lunak yang berorientasi pada obyek ini, seperti visual fox pro, akan mendominasi komputasi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Apalagi dengan hadirnya “boming internet” belakangan ini semakin memantapkan posisi OOP di bidang pemrograman aplikasi. Jalan menuju ke arah itu sudah terlihat jelas dengan adanya windowing populer serta munculnya Windows NT, Windows XP, Windows 2000 dari Microsoft Corp serta Nestcape Navigator dari Nestcape Communication.

            Pada awalnya user interface berorientasi obyek ini dimotori oleh perusahaan komputer Apple, namun sekarang hampir semua user interface berorientasi pada obyek. Pada sistem operasi Unix kita mengenal X-Windows, di Personal Computer (PC) ada Windows atau Windows XP.

            Keuntungan dari aplikasi berorientasi obyek adalah pada kemudahan pemakai di dalam menggunakan komputer. Dari segi pembuat perangkat lunak (programmer) mempermudah untuk pengembangan aplikasi. Kemudahan dalam OOP terutama dikarenakan sifatnya yang berorientasi pada obyek. Di bidang pemrograman, aplikasi obyek ini telah diterapkan secara luas. Keuntungan pemrograman yang berorientasi obyek adalah pembuatan aplikasi lebih cepat. Pembuatan program aplikasi hanya dilakukan dengan menggabungkan dan mengatur instruksi di antara obyek yang sudah ada atau sudah dibuat sebelumnya.

            Pemrograman secara konvensional (struktural) lebih lama. Sebab, pada proses pemrograman seperti ini yang dilakukan adalah menyusun perintah-perintah per baris. Padahal, satu aplikasi bisa terdiri dari ribuan baris program. Jadi, baik dari pemakai awam maupun programmer, orientasi obyek programming itu sangat memudahkan, baik dalam pembuatan maupun pemakaian perangkat lunak.

 

II. OOP MERANCANG PROGRAM SECARA ALAMI

            Obyek itu sifatnya alami untuk pola pikir manusia. Sejak masa kanak-kanak manusia sedah diajari berpola pikir secara obyek. Anak-anak pada mulanya diperkenalkan dengan obyek seperti meja, kursi, mobil, dan lain-lain oleh orang tuanya. Pola pikir inilah yang diterapkan pada teknik pemrograman, yang sering disebut sebagai OOP. Di semua pemrograman seperti ini, programmer membuat obyek-obyek yang memiliki sifat seperti obyek atau benda-benda di alam nyata.

            Pada teknik pemrograman sebelumnya, yaitu terstruktur atau modular, data dan proses masih terpisah. Tetapi di dalam OOP, proses data terbungkus di dalam sebuah obyek, atau sering disebut bersifat encapsulation. Kemudian obyek-obyek itu menyatu membentuk sebuah sistem perangkat lunak yang lengkap. Komunikasi di antara obyek-obyek tersebut dilakukan melalui message.

            Perawatan, perbaikan dan pemeliharaan sebuah sistem software yang dirancang menggunakan teknik OOP ini menjadi lebih mudah. Obyek-obyek di dalamnya dapat diganti atau ditambahkan dengan mudah, mirip dengan mengganti onderdil yang rusak pada mobil.

            Kelebihan lainnya dari OOP adalah kemampuan menyatakan sifat pewarisan (inheritance). Kemampuan ini memberikan kemudahan pada saat menyatakan sifat obyek, yang merupakan perluasan dari sifat obyek lainnya. Jadi untuk menyatakan obyek baru, cukup dengan menyatakan obyek lama ditambah dengan sifat-sifat khususnya. Sebagai contoh, untuk menjelaskan harimau dari pada menerangkan ciri-ciri harimau satu persatu akan lebih baik untuk menjelaskan harimau adalah hewan semacam kucing tapi memiliki ukuran lebih besar. Pada contoh ini, obyek harimau tidak perlu dibuat sebagai obyek yang baru sama sekali, tetapi dapat memakai obyek kucing.

            Dengan kelebihan seperti ini, maka obyek-obyek itu dapat digunakan lagi di masa datang bila diperlukan, sehingga perancangan aplikasi dapat dilakukan lebih cepat dengan biaya yang lebih murah. Yang pada akhirnya OOP akan meningkatkan produktivitas pembuatan perangkat lunak.

            Berbicara mengenai OOP, tidak lepas dari SmallTalk, yaitu bahasa pemrograman yang dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center. SmallTalk tidak banyak dipakai dalam praktek, tetapi banyak gagasan di dalam SmallTalk yang dipakai pada berbagai aplikasi seperti desktop publishing, computer aided design (CAD), interface grafis berbasis windows, dan bahasa pemrograman lainnya. Bahasa pemrograman yang diilhami SmallTalk antara lain Objective-C.

            Namun dari kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh OOP masih banyak yang enggan menggunakan OOP di dalam pembuatan aplikasi Sistem Informasi Bisnis. Beberapa alasan diantaranya :

  1. sulit dan sangat mahal mengembangkan aplikasi OOP.
  2. banyak organisasi mempunyai jutaaan sampai milyard byte data yang diorganisasikan secara relational database. Sangatlah mahal dan penuh resiko mengkonversikan ke format object oriented database management system (OODBMS).

 

III. KEPUTUSAN BERALIH KE OOP

            Keputusan untuk beralih dari konsep pemrograman yang berbasis Dos (konvensional) dan Windows (OOP) lebih banyak ditentukan pada kebutuhan masing-masing perusahaan. Keputusan yang diambil harus benar-benar dipikirkan agar kelak tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Untuk menentukan parameter apa saja yang dapat digunakan dalam memilih, di bawah ini disertakan diagram alir pengambilan keputusan sederhana untuk itu.

 
 

 

 

IV. PELUANG BEKERJA ANALYST PROGRAMMING FOR WINDOWS

            Kalau kita melihat perkembangan dunia information technology (IT) akhir-akhir belakangan ini semakin canggih dimana banyak perusahaan yang tadinya masih enggan menggunakan IT di dalam sistem perusahaan nya sekarang berlomba lomba untuk mempertontonkan kehebatan tekknologi IT yang mereka miliki contoh perusahaan telekomunikasi, televisi, perminyakan, pertambangan, instansi pemerintah, instansi militer, dll.

            Dengan banyak teknologi IT yang dipakai tentunya akan berimbas dengan kebutuhan sumber daya manusia yang dapat menjalankan teknologi tersebut. Kebutuhan akan penyediaan sumber daya IT ini sekarang lagi menjadi probelama khususnya di Indonesia dikarenakan masih banyak nya lulusan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang masih “Gagap teknologi” (GAPTEK). Untuk itu diperlukan kerja keras bagi kalangan pendidikan tinggi untuk menciptakan tenaga-tenaga di bidang IT.

            Lapangan kerja di bidang IT baik di bidang perangkat keras (HARDWARE) dan perangkat lunak (SOFTWARE) sangat banyak jenisnya diantaranya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

SDM IT

           Bidang Kerja 

GAJI RATA-2

Operator (Data Entry)

Perangkat lunak

Rp. 500.000,- s/d Rp. 800.000,-

Programmer Junior

Perangkat lunak

Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 1.500.000,-

Programmer Senior

Perangkat lunak

Rp. 3.000.000,- s/d Rp. 5.000.000,-

Analyst Junior

Perangkat lunak

Rp. 3.000.000,- s/d Rp. 5.000.000,-

Analyst Senior

Perangkat lunak

Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 10.000.000,-

Manager IT

Perangkat lunak/Perangkat keras

> Rp. 5.000.000,-

Manager Database

Perangkat lunak

> Rp. 5.000.000,-

Teknisi Junior

Perangkat keras

Rp. 1.500.000,- s/d Rp. 3.000.000,-

Teknisi Senior

Perangkat keras

Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 10.000.000,-

Trainer

Pendidikan

Rp. 2.000.000,- s/d 5.000.000,-

Instructur

Pendidikan

Rp. 1.500.000,- s/d 3.000.000,-

Konsultan IT

Perangkat keras/perangkat lunak/sdm

No limit

 

Data diatas diambil dari berbagai sumber data rata-rata gaji di kota besar dan industri seperti Jakarta, Surabaya, Batam. Untuk kota-kota lain disesuaikan dengan kondisi upah dan pendapatan pokok dari daerah tersebut. Kota Medan sendiri untuk tenaga IT dikategorikan masuk pada level menengah dan pelan-pelan akan menyusul kota-kota besar yang lain.

 

V. KESIMPULAN

            Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bersama bahwa :

  1. perkembangan bahasa khususnya database yang berbasis windows visual menjanjikan masa depan yang cerah dengan semakin maraknya program aplikasi berbasis windows.
  2. keuntungan dari aplikasi berorientasi obyek adalah pada kemudahan pemakaian dan waktu pengerjaan yang tidak terlalu lama dalam pembuatan suatu aplikasi pemrograman dibandingkan dengan program konvensional (under DOS).
  3. tiga ciri khas pemrograman berorientasi obyek adalah pangkapsulan, pewarisan dan polimorphisme.
  4. alasan belum banyaknya programmer menggunakan OOP dikarenakan sulit dan mahal dalam mengembangkan aplikasi OOP serta banyaknya organisasi yang kesulitan dalam mengkonversikan data mereka dari relational database ke OODBMS.
  5. keputusan beralih ke pemakaian OOP di dasarkan pada kebutuhan si pemakai sistem atau organisasi.
  6. tenaga IT dibidang programmer sangat dibutuhkan dan memiliki salary yang bagus.

 

 

Disusun oleh :

Abdul Kadir, ST (CEO Komunitas IT-green)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



You may also like:

Retro Studio Mencari Programmer untuk Boss

Mengeksplorasi Dunia Programming melalui Acara Fun Coding Fasilkom UI 2013

CompFest 2013: Kompetisi Dimulai!
comments powered by Disqus
Publication
© 2012-2013 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved.