You are Here : Home > News > Advertorial Web & Internet
07 December 2016 | 8458 view(s)
Asyiknya Membuat Komik di Era Digital Versi Webtoonist Juki

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id- Ada yang beda ketika kita membuat komik saat era digital ini.  Salah satunya jangan berorientasi ke money first, tapi harus lebih dulu membangun brand awareness. “Membangun awareness ini adalah sebuah investasi yang harus kita lakukan,” kata Faza Meonk, creator komik Juki yang menjadi salah satu pembicara di Seminar LINE CREATIVATE 2016.

Cara Faza membangun brand awareness Si Juki dengan cara membagi-bagikan komik di media sosial. “Saya menghibur orang tanpa bayaran,” kata Faza yang mengaku mulai serius menggarap Si Juki sejak tahun 2012. “Sampai akhirnya April 2015 saya dikontrak LINE untuk menerbitkan Si Juki di LINE WEBTOON.”

Selain bentuk digital, kisah Si Juki juga diterbitkan versi cetak. Buku pertama adalah Si Juki dan Petualangan Lulus UN  terbit Juli 2012. Setahun kemudian Faza meluncurkan Si Juki Cari Kerja!.  Jelang Pilpres, Si Juki juga ikut meramaikan lewat buku berjudul #BeraniBeda : Juki Untuk Indonesia Satu. Di tahun yang sama juga terbit  Si Juki Komik Stip Sep 2014. Tahun depan, Si Juki akan merambah ke layar lebar.

Faza mengaku bertahun-tahun membangun brand Si Juki sampai akhirnya seperti ini. Dalam dunia bisnis digital, ini yang disebut mencari IP (Intelectual Property) Bisnis. Setelah ketemu akan mudah untuk mengembangkannya.

Ia mencontohkan tokoh Doraemon, komik dari Jepang. Awalnya hanya diterbitkan di cetak, tapi dalam perkembangannya juga dibuat serial TV serta film.Tak hanya itu, Doraemon juga sukses dikembangkan menjadi sebuah merchandise yang punya nilai ekonomi sangat tinggi.

Faza memberi contoh, ada sebuah gelas seharga Rp 60.000. Apakah akan dibeli bila di rumah sudah punya gelas. “Beda bila gelas itu diberi gambar Doraemon. Meski dibandrol harga Rp 200.000, bagi penggemar Doraemon akan dibeli. Apalagi jika gelas itu diproduksi terbatas.”

Doraemon telah menggerakkan industri kreatif di Jepang. Bahkan, menurut Faza, tokoh Doraemon sudah bisa bagi-bagi rezeki lantaran saat ini merchandise Doraemon sudah beraneka ragam, mulai dari boneka hingga dispenser minum.

Kreasi-kreasi semacam ini yang diharapkan bisa tumbuh subur di Indonesia. “Ini yang akan menghidupkan industri kreatif di Indonesia yang saat ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi.

Hayuk… siapa berani mencoba?

 


You may also like:

Ongki Kurniawan: Support Total Kreator Indonesia!

Pelajari 3 Trik Ini untuk Menangi LINE Game Developer Competition

Yang Seru di LINE Creativate 2016

Senjata Rahasia Kreator LINE
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy