You are Here : Home > News > Apple Gadget Corporate
18 November 2016 | 24043 view(s)
Dilema Apple Pindahkan Produksi ke Amerika

Penulis : Andra Nuryadi

CHIP.co.id-  Apple dapat tantangan besar. Kali ini datang dari rencana kebijakan sang presiden baru, Donald Trump yang saat kampanye menginginkan terbukanya lapangan pekerjaan. Salah satu impian sang presiden adalah pabrikasi produk elektronik brand Amerika yang kebanyakan dilakukan di negara-negara seperti Tiongkok. Tak terkecuali seluruh produk Apple.

Mendengar gelagat ini, sejumlah petinggi Apple dikabarkan melakukan pembicaraan dengan dua pabrikan yang selama ini dikenal sebagai dapurnya beberapa produk-produk macam iPhone, iPad, hingga Mac. Apa lagi kalau bukan Foxconn dan Pegatron. Apple meminta untuk membuat kajian rantai produksi ke dua perusahaan itu jika kelak kebijakan pemerintah baru benar-benar ditetapkan. Hingga kemudian seluruh produk Apple dibuat di negeri sendiri.

Dua perusahaan itu sendiri punya pendapat berbeda. Foxconn masih membuka peluang untuk membuat kajian. Sementara Pegatron sama sekali tak mau dengan alasan biaya yang dibebankan kelak akan sangat besar. Untuk membuat iPhone misalnya, menurut banyak sumber, jika dibuat di Amerika konon biayanya bisa dua kali lipat lebih besar dibanding dipabrikasi di Tiongkok.

Selama ini Apple banyak dikritik lantaran mengandalkan seluruh produk kepada Tiongkok. Hingga kemudian saat kampanye, Trump menyebutkan bahwa akan memaksa seluruh produk berbasis komputer dan sejenisnya untuk dibuat di Amerika.

Kendati –seperti Anda tahu- apa yang dibilang Trump kadang tidak sesuai dengan kenyataannya dan banyak kompromi persis dengan beberapa kasus belakangan yang memunculkan gelombang demonstrasi itu. Tetapi Apple sendiri merasa harus segera menyiapkan diri jika benar kebijakan itu terjadi. Walaupun pada dasarnya, pihak Apple enggan memindahkan pabriknya ke Amerika jika tidak karena alasan yang paling jelas misalnya karena persoalan keuangan.

Selain itu salah satu yang memungkinkan Apple memutuskan memindahkan pabrik adalah bila kelak Trump membuat kebijakan pajak tinggi untuk produk impor. Dan, produk-produk Apple sudah pasti salah satu yang akan terkena pajak besar. Jika hal ini yang terjadi bisa jadi manufaktur di negeri sendiri lebih menarik bagi Apple.

Sementara produk Apple yang masih dibuat di Amerika karena memerlukan penanganan khusus adalah Mac Pro. Produk satu ini dikenal mahal karena terbeban oleh biaya produksi dan tenaga kerja. Bandingkan dengan spek yang sama Xiaomi bisa membuat laptop yang jauh lebih terjangkau.

Agaknya sulit buat Foxconn melepas Apple. Maklum iPhone menyumbang kocek yang besar buat pabrikan ini. (*)

 

 


You may also like:

Kalau Ingin Buat Apps, Pilih iOS atau Android?

Hati-hati Saat Update ke iOS 10!

A10 Fusion: big.LITTLE Pertama Apple

Airpods, Wireless Earphone Optimalkan Siri
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy