08 September 2016 | 2516 view(s)
Ericsson Yakin Indonesia Akan Lewati Negara Maju di Bidang Smart City

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id - Pada acara Indonesian Swedish Digital Forum 2016, Ericsson yang memiliki visi Network Society sangat optimis bahwa Indonesia dapat melompati posisi negara-negara maju lainnya dalam bidang Smart City dan teknologi digital.

Ericsson sebagai salah satu perusahaan teknologi ternama dari negara Swedia ini menjadi pendukung utama dari acara Indonesian Swedish Digital Forum 2016. Acara ini mempertemukan para penggiat industri dari negara Swedia kepada para pelaku bisnis di Indonesia. Hadir pada acara tersebut nama-nama besar seperti Lazada, Spotify, Bubu, dan Ericsson sendiri yang semuanya berasal dari negara Swedia.

Ericsson termasuk salah satu penyedia solusi melalui teknologi yang memiliki visi "Network Society" atau kehidupan sosial yang saling terhubung. Untuk mencapai visi tersebut, maka dibutuhkan transformasi secara digital. Sedangkan untuk bisa mencapainya maka diperlukan beberapa hal berikut ini:

- Mobilitas.

- Jumlah pengguna Internet

- Koneksi broadband (pita lebar)

- Jasa Cloud.

Menurut Thomas Jul selaku Presiden Direktur Ericsson Indonesia keempat hal tersebut adalah hal utama untuk dapat mencapai masyarakat yang saling terhubung dalam teknologi digital. Di mana mobilitas yang tinggi sekarang sudah menjadi keharusan. Sedangkan di Indonesia pertumbuhan jumlah smartphone bahkan melebihi dari jumlah penduduk di Indonesia, ditambah dengan jumlah pengguna Internet di Indonesia yang demikian besar.

Maka dua dari modal utama tersebutlah yang membuat Ericsson demikian optimis bahwa Indonesia bisa menjadi negara dengan masyarakat yang terdepan di teknologinya. Untuk jaringan broadband di Indonesia juga sedang mulai dijalin dan dikembangkan di seluruh pelosok tanah air, di mana Ericsson berharap dapat turut serta mengembangkan di bagian tersebut. Kemudian dilengkapi dengan jasa Cloud untuk menyimpan semua data yang akan terintegrasi ke semua bidang.

Kemudian Jo Arne yang bertanggung jawab untuk pengembangan Smart City di Ericsson Global menambahkan bahwa kota yang pintar atau Smart City itu sangat bergantung kepada jaringan transportasinya. Karena di Eropa saja, sudah $168 juta yang dihabiskan hanya untuk mengembangkan transportasi. Di mana untuk hal tersebut, ada 4 hal yang sangat penting yaitu:

- Infrastruktur data.

- Transaksi pada transportasi.

- SIstem transportasi yang pintar (Intelligent Transport System)

- Keamanan baik fisik maupun digital.

Jo menilai bahwa keempat aspek ini memang masih sangat lemah di Indonesia. Namun, ia sangat optimis bahwa Indonesia bisa segera membenahi diri pada empat aspek ini. Jo mengatakan "Salah satu hal yang sangat dapat membantu sistem transportasi di Indonesia adalah dengan menegakkan peraturan dan regulasi melalui teknologi. Teknologi dapat membantu para penegak hukum jika ada yang melanggar, misalnya dengan teknologi kamera dan sensor dapat menangkap pelaku pelanggaran lalu lintas seperti melanggar lampu merah. Kemudian orang tersebut secara otomatis dikenai denda melalui online. Dengan demikian, orang akan berangsur-angsur berusaha agar tidak melanggar peraturan."

Menurut Jo, jika orang sudah taat pada peraturan maka untuk mewujudkan transportasi yang optimal akan mudah. Oleh karena itulah Ericsson optimis bahwa indonesia bisa segera melesat maju di era digital ini. Karena potensi-potensi dan bekal digital yang sudah cukup di Indonesia. Untuk itu agar dapat terwujud, semua harus saling bekerjasama, termasuk Ericsson yang akan bekerjasama untuk mewujudkannya.


You may also like:

Makassar Smart City

ISCF 2016 @ Bandung

Tiga Hal Penting Kala Bangun Smart City

Bangun Infrastruktur, Sebelum Mimpi Bangun Smartcity
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy