You are Here : Home > News > Corporate Gadget Android
08 November 2016 | 4458 view(s)
Ada Asa dengan Nokia

Penulis : Andra Nuryadi

CHIP.co.id- Sebuah kabar yang disampaikan melalui akun Twitter resmi Nokia, tersebut begini; “Kami sangat gembira menyampaikan kabar, bahwa CEO kami Rajeev Suri akan jadi pembicara di MWC 2017”.  Sementara Mobile World Congress (MWC) sendiri yang biasa digelar di Barcelona baru akan dihelat pada 27 Februari hingga 3 Maret tahun depan.

Apa uniknya kabar resmi ini?

Sudah lama CEO Nokia tak bicara hal-hal penting di ajang eksibisi industri telekomunikasi terbesar di dunia itu khususnya di sektor mobile device. Terakhir Stephen Elop, pada lima tahun silam, saat  masih menjabat CEO dan kemudian penjualan Nokia menurun drastis. 

Pembelian perusahaan senilai 7 miliar dolar di tahun 2013 oleh Microsoft semakin melunglaikan kibaran benderan Nokia. Produk-produk Nokia di kelas feature phone tak banyak ambil bagian, kemudian produk highend yang menggunakan nama Lumia pun –di tangan Microsoft- beda aura dengan ketika Nokia menjadi perusahaan disegani di MWC.

Tahun silam, ketika CHIP hadir di MWC 2016, Nokia sudah berkembang walaupun sektor bisnis paling dominan ada di penyediaan jaringan. Di sisi ini Nokia bersama Siemens (kala itu) masih bisa disebut jawara. Bahkan tahun 2015 awal sempat membeli Alcatel-Lucent yang merupakan join antara perusahaan Prancis dan Amerika dengan nilai 17 miliar dolar demi meningkatkan operasional di negeri Paman Sam.

Di bawah kendali sang CEO, Rajeev Suri, Nokia amat fokus pada bisnis teknologi jaringan dan riset. Di Espoo Finlandia, sejumlah insinyur Nokia masih melakukan banyak aktivitas. Seperti yang CHIP lihat di hal Fira Gran Via, tempat digelarnya MWC, Nokia memamerkan teknologi kecepatan jaringan 5G, yang mereka lakukan dengan cara membandingkan streaming video antara smartphone 4G dengan smartphone 5G.

Suri memang menjadi pembicara di MWC tahun silam, tetapi ia lebih membahas tentang strategi Nokia menjadi leader penyediaan jaringan 5G.

Ketika Samsung baru mengenalkan kamera Gear 360, Nokia bahkan sudah lebih dulu menguji Ozo yang telah siap digunakan untuk membuat perekaman Virtual Reality. Nokia Ozo yang pamer perekaman pada MWC 2016 hingga kini masih merupakan kamera 360 VR terbaik.

Produk Lumia sendiri seperti enggan dikembangkan oleh Nokia. Sementara Microsoft pun lebih fokus pada bisnis software, apalagi setelah melansir Windows 10. Buktinya tahun ini Lumia hanya keluar dalam satu seri, Lumia 650 pada Februari silam. Padahal tahun 2015 Microsoft merilis 15 seri. Market share WindowsPhone juga terus anjlok.

Sementara Nokia diam-diam terus merilis seri entry level feature phone, tahun 2015 melepas delapan seri. Tahun ini baru satu seri. Dengan kata lain, di sektor manufaktur produk ponsel Nokia paling tidak produktif tahun ini.

Tahun 2014, saat merilis tablet Android Nokia N1, banyak pengamat meramalkan Nokia akan bangkit. Tetapi ramalan itu hanya sebatas harapan. Kecuali untuk produk konsumen yang sangat mengorbitkan Nokia Ozo yang dikembangkan oleh divisi Nokia Technologies.

Belakangan ini barulah terkuak berita yang lebih menghebohkan. Nokia tengah kasak-kusuk menyiapkan perangkat Nokia D1C. Sayang hasil uji AnTuTu pada perangkat tersebut sempat tak menyebutkan  ukuran layar. Belakangan baru ketahuan D1C adalah perangkat tablet dengan layar 13,8 inci. Produk ini dipabrikasi oleh Foxconn dan menggunakan SoC Qualcomm Snapdragon 430 dengan RAM 3 GB serta ROM 16 GB. Tablet yang akan memakai OS Android Nougat ini dilengkapi kamera 16 MP dan 8 MP. Tetapi tampaknya Nokia masih menyimpan tablet ini.

Material metal yang akan digunakan di punggung smartphone baru Nokia.

Kabar di pertengahan Oktober itu dilengkapi lagi dengan berita terbaru. Situs Tiongkok Sina Weibo bahkan merilis prototipe smartphone yang menggunakan material metal di punggungnya.

Di mata Suri, Nokia tak perlu buru-buru dan bergegas mengenalkan produk baru ke konsumen. “Kami tidak hanya sekadar menempelkan logo ke perangkat,” katanya. Yang lebih penting lagi, untuk membuat sebuah perangkat diperlukan sesuatu yang “feel”-nya Nokia, seperti yang dulu pernah dilakukan bagaimana orang merasakan perangkat Nokia.

Tahun ini memang tak banyak kabar, itu juga lantaran Suri tak memiliki komitmen apa pun untuk produk konsumen Nokia. Tetapi jika melihat dua perangkat yang tengah dipabrikasi di Tiongkok, rasanya bakal kejutan yang hendak disiapkan.

Dikaitkan dengan pengumuman resmi sang CEO akan bicara di MWC, boleh jadi 2017 Nokia bangkit lagi dengan asa baru di perangkat Android. (*)

 

 


You may also like:

Nokia Pastikan Bisnis Smartphone (Lagi) di 2017

19 Ponsel Legendaris Besutan Nokia

Kabar Kembalinya Nokia

Ramalan Keadaan Dunia Saat Teknologi 5G Sudah Hadir
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy