You are Here : Home > News > Corporate Technology
03 November 2016 | 2939 view(s)
NetApp Perkenalkan Solusi dan Layanan Data Fabric Terbaru

Penulis : Nur Hasanah

ilustrasi: community.netapp.com

CHIP.co.id - Seiring dengan kebutuhan pengembangan infrastruktur TI perusahaan untuk mengikuti era digital, dibutuhkan fleksibilitas untuk memaksimalkan data dan menghimpun sumber dari mana saja. Untuk itu, NetApp mengumumkan solusi dan layanan data fabric terbaru yang mampu memaksimalkan kontrol dan meningkatkan perpindahan data secara aman di seluruh hybrid cloud.

“Perusahaan-perusahaan sedang memperluas visi cloud mereka dengan melakukan transformasi terhadap aplikasi-aplikasi dan lingkungan TI yang mereka miliki saat ini agar lebih scalable, extensible, dan agile,” kata Richard Villars, Vice President, Data Center dan Cloud, IDC. “Layanan managemen data seperti solusi data fabric terbaru dari NetApp memungkinkan perpindahan dan kendali data yang efektif dalam data centre internal perusahaan dan di berbagai lingkungan cloud.”

Solusi dan layanan data fabric terbaru dari NetApp memungkinkan pelanggan untuk mengendalikan, mengatur, melindungi, dan memindahkan data yang ada di seluruh sumber on-premise dan public cloud untuk membentuk lingkungan TI yang dapat memenuhi kebutuhan mereka yang meliputi:  

  • Layanan Cloud Sync– Software-as-a-service (SaaS) yang bersifat on-demand ini menawarkan penggunaan layanan cloud yang disederhanakan dengan mengizinkan pengguna secara terus-menerus memindahkan dan men-sinkronisasikan data di storage on-premise dan AWS Simple Storage Service (S3) dalam cloud. Pelanggan akan mendapatkan visibilitas data yang lebih baik dengan memanfaatkan analytics tools AWS dengan data on-premise. Pelanggan bisa menurunkan total biaya kepemilikan dengan hanya membayar cloud jika dibutuhkan. Cloud Sync saat ini tersedia melalui AWS.
  • NetApp Private Storage (NPS) sebagai sebuah Layanan - NetApp memperluas ketersediaan NPS untuk cloud dengan membuatnya tersedia sebagai layanan melalui berbagai mitra seperti Arrow, Faction, ASE, DARZ, dan ThinkON. Model konsumsi berdasarkan pengeluaran kegiatan operasional harian perusahaan atau operation expenditure (opex) yang memanfaatkan mitra colocation seperti Equinix, memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan kapasitas, kinerja, dan biaya cloud. Dengan arsitektur dari NetApp ini, pelanggan dapat terhubung dengan public cloud secara aman dan simultan.     
  • Cloud Control untuk Microsoft Office 365- SaaS ini memberikan kemudahan untuk mengontrol dan melindungi data penting yang tersimpan di Microsoft Office 365, termasuk SharePointOnline, OneDrive for Business, dan Exchange Online. SaaS ini juga mendukung penyimpanan data di layanan cloud seperti AWS S3 dan Azure, serta di storage on-premise.
  • Solusi Backup Data di Cloud – Dengan menambahkan Cloud Disaster Recovery pada solusi Data Fabric yang ada saat ini, solusi ini menyediakan fitur backup end-to-end yang disederhanakan bagi pelanggan NetApp ONTAP® dengan menggunakan teknologi NetApp SnapMirror®. Melalui integrasi dengan AltaVault dan SnapCenter, pelanggan dapat dengan mudah memerintahkan hybrid cloud untuk melakukan backup terhadap data yang ditargetkan dan dengan cepat mencari dan memulihkan dokumen dari tempat penyimpanan on-premise dan cloud.


Pada kesempatan yang sama, NetApp juga memperkenalkan teknologi NetApp® AltaVault™, StorageGRID® Webscale, dan SnapCenter® versi terbaru untuk membantu pelanggan mengambil manfaat dari data yang mereka miliki yang tersimpan di hybrid cloud.  

AltaVault merupakan solusi penyimpanan cloud yang terintegrasi yang mampu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko, memungkinkan pelanggan melakukan backup data secara aman ke storage on-premise maupun public cloud dengan biaya 90 persen lebih rendah dibandingkan penggunaan solusi on-premise tradisional. Versi terbaru ini meliputi integrasi SnapMirror yang memudahkan pelanggan menggunakan ONTAP untuk melakukan backup terhadap AltaVault.

StorageGRID Webscale merupakan solusi penyimpanan object-based atau berbasis unit penyimpanan untuk aplikasi web yang rancang untuk hybrid cloud dan digunakan untuk menyimpan dan mengolah dataset dalam sebuah single global namespace atau satu sistem file data. Versi terbaru ini menawarkan solusi lengkap yang diintegrasikan dan didistribusikan oleh NetApp. Solusi ini juga telah meningkatkan perlindungan data melalui dukungan untuk S3 dan meningkatkan interface pengguna, termasuk kemampuan untuk melakukan simulasi dampak dari perubahan kebijakan penyimpanan data pada jutaan object atau unit penyimpanan.

Solusi terbaru SnapCenter memusatkan perlindungan dan pengaturan clone dengan aplikasi plug-in baru, termasuk kemampuan untuk membuat plug-in yang bisa disesuaikan untuk aplikasi dan database pihak ketiga. Solusi ini juga menawarkan intuitive graphical interface atau interface yang mudah dipahami.

Selain itu, Layanan Implementasi Service-Level dari Layanan Profesional NetApp memungkinkan perusahaan memberikan layanan penyimpanan bagi pengguna mereka seperti layaknya provider cloud. Layanan ini juga menyederhanakan proses dan prosedur, sehingga bisa mengurangi kompleksitas dan biaya operasional storage tapi juga meningkatkan kinerja.

“Membangun hybrid cloud menggunakan solusi dan layanan data fabric dari NetApp memungkinkan pelanggan untuk mengendalikan dan mengamankan data mereka secara efisien, namun tetap bisa memanfaatkan data untuk mendapat keuntungan bisnis yang maksimal,” kata Phil Brotherton, vice president, Cloud Business Unit, NetApp. “Kami bekerjasama dengan berbagai mitra terbaik untuk memastikan pelanggan dapat merencanakan dan mengembangkan penggunaan hybrid cloud mereka dengan kemampuan cloud on-premise dan on-demand sesuai dengan kebutuhan bisnis yang senantiasa berubah.” imbuhnya.
 


You may also like:

Outlook NetApp 2016: Data Center All-Flash Bisa Diwujudkan
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy