You are Here : Home > News > Digital Camera Advertorial
28 October 2016 | 4938 view(s)
Olympus PEN E-PL8: Untuk yang Suka Narsis

Penulis : Sri Sadono

CHIP.co.id - Tidak sedikit pehobi foto yang memilih kamera karena kesederhanaannya. Terutama bagi pehobi pemula. Contoh alasannya, asal mudah digunakan untuk foto selfie saja. Dengan terobosan desain yang memungkinkan layar dirotasi 1800 hingga menghadap ke depan, Olympus PEN E-PL8 pun hadir untuk menggoda pasar. 

Kalau dilihat dari tampilannya, desain E-PL8 tidak berbeda jauh dengan pendahulunya. Keduanya masih menggunakan konsep pengoperasian kamera yang sama. Karena, tombol-tombol pengatur kamera, baik yang ada di bagian atas maupun di bagian belakang bodi, posisi dan fungsinya masih sama. Bentuk grip pegangan di bagian depannya memang sedikit diubah. Selain itu, di kanan-kiri bodinya dibuat setengah bulat. 
 
Sebagai kamera mirrorless yang diciptakan untuk pengguna pemula, Olympus PEN E-PL8 yang bersensor micro four third menawarkan resolusi efektif 16 Megapixel. Resolusi tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna pemula yang memakai kamera tersebut sekadar untuk dokumentasi sehari-hari, atau menggunakan fotonya di media sosial.  
 
 
Feature paling menarik dari kamera baru milik Olympus tersebut terletak di layar LCD-nya. Layar 3,0 inci dengan resolusi 1.037.000 pixel tersebut dapat diputar ke bawah 1800 hingga layarnya penuh menghadap ke depan. Cocok sekali buat foto selfie. Yang paling menarik, saat layar diputar ke depan E-PL8 langsung mengaktifkan mode pemotretan selfie. Di mode selfie tersebut, kamera secara otomatis akan mengaktifkan feature Face Detection dan juga tombol rekam foto serta video di layarnya. 
 
Yang paling berguna buat pengguna pemula, sistem autofokus di feature Face Detection milik Olympus PEN E-PL8 mampu bekerja dengan sensitif, cepat dan akurat. Termasuk kinerja AF tracking-nya. Membuat foto selfie yang kita lakukan bakal lebih gampang, jadi terasa lebih menyenangkan. 
 
Sebagai kamera di kelas entry level, Olympus PEN E-PL8 punya keunggulan dalam hal kekuatan. Kamera tersebut dibangun dengan bodi yang solid dan kokoh. Materi yang digunakan untuk bodinya berkualitas.
 
Olympus E-PL8 secara matang memang dirancang untuk pengguna pemula. Untuk mengatur parameter kamera, kita tinggal menekan tombol OK yang terletak di tengah-tengah cross-button. Tombol mode pemotretannya pun pilihannya cukup  sederhana. Pilihan mode Art Filter yang jadi daya tarik kamera Olympus, Scene Position, dan inteligence Auto di mana kamera akan bekerja secara otomatis dapat dipilih dengan mudah.  
 
Kinerja Autofocus Cepat
Secara teknis, Olympus PEN E-PL8 dibekali dengan teknologi 81 AF point yang bekerja dengan sistem contrast detect. Di mode pemotretan otomatis, sistem autofokusnya pun akan bekerja secara otomatis.  Yang paling menyenangkan dari E-PL8 teknologi autofokusnya termasuk mampu bekerja sangat cepat. Termasuk di feature Face Detection yang menjadi bagian dari sistem autofokusnya. 
 
Olympus PEN E-PL8  |   F/8 |  1/2000 detik |  ISO 200
 
Saat digunakan di mode pemotretan semi otomatis dan manual, misal di mode aperture priority atau shutter priority, kita baru bisa memanfaatkan feature selective focusing-nya. Di mode tersebut, sistem autofocus milik E-PL8 yang bekerja berdasarkan kontras tersebut tetap mampu bekerja cepat. Saat dites dengan lensa M. Zuiko Digital 14-42mm f/3.5-5.6 yang merupakan lensa kitnya, performanya masih tetap mengesankan.
 
Untuk melengkapi sensor micro four third-nya, Olympus pun melengkapi E-PL8 dengan prosesor generasi TruePic VII.  Dengan prosesor tersebut, E-PL8 punya kemampuan melakukan pemotretan secara kontinyu hingga 8 frame per detik. 
 
Saat diuji dengan menggunakan kartu memori Sandisk Extreme Pro yang memiliki kecepatan menulis data 95 MB/detik, E-PL8 hanya bisa digunakan untuk merekam secara normal 14 frame foto berformat JPEG di kualitas terbaik. Di format RAW+JPEG, kamera hanya bisa bekerja normal untuk 9 frame saja. Walaupun cepat, hal tersebut menunjukkan kalau buffer pada Olympus E-PL8 masih kecil. 
Untungnya, prosesor tersebut mampu menghasilkan gambar dengan kualitas yang tinggi. Walaupun hanya menggunakan lensa M. Zuiko Digital 14-42mm f/3.5-5.6, gambar yang dihasilkan tetap tajam. Ketajaman gambar E-PL8 yang diambil dengan lensa M. Zuiko Digital 14-42mm dapat dilihat pada foto di berikut ini. 
 
Olympus PEN E-PL8 |   F/5.6 |  1/60 detik |  ISO 400
 
Dari foto di atas, kita juga bisa melihat bersama-sama kalau kamera Olympus PEN E-PL8 mampu menghasilkan gambar dengan karakter warna yang akurat dan natural. Khususnya dalam hal reproduksi karakter warna kulit untuk sebuah foto portrait. Terutama, saat kamera tersebut digunakan di mode warna natural. 
 
Selain hasil gambarnya yang tajam, hal lain yang layak diperhatikan dari kamera bersensor micro four third tersebut adalah performanya saat digunakan di kondisi minim cahaya. Di kondisi minim cahaya, autofokusnya tetap mampu bekerja prima. 
Namun yang terpenting, di kondisi minim cahaya kamera tersebut tetap mampu menghasilkan gambar dengan tingakt noise yang rendah. Untuk keperluan dokumentasi sehari-hari atau teman perjalanan, foto yang diambil di ISO 800 masih bebas dari noise. Di ISO 1600, noise yang muncul di gambar masih minim. Di ISO 3200, gambar yang dihasilkan masih layak untuk digunakan.
M. Zuiko 30mm f/3.5 Macro
 
Bersamaan dengan keluarnya E-PL8, Olympus juga meluncurkan lensa baru untuk penggemar foto makro yaitu M. Zuiko Digital ED 30mm f/3.5-5.6. Dengan multiple factor 2x yang menjadi karakter dari kamera mirrorless Olympus, focal length lensa tersebut ekuivalen dengan lensa 60mm di sistem 35mm. Selain untuk pemotretan makro, karakter focal length lensa tersebut juga cocok untuk aplikasi foto portrait. 
 
Olympus PEN E-PL8 |   F/5.6 |  1/80 detik |  ISO 400
 
Pertama, yang membuat lensa tersebut menarik adalah bentuknya yang kecil dan bobotnya yang ringan. Dikombinasikan dengan E-PL8 lengkap dengan baterai serta kartu memori, bobot totalnya hanya 505 gram. Di sinilah sebenarnya keunggulan utama dari sistem micro four third. Sistem kamera dan lensanya selalu jauh lebih ringkas dibanding sistem kamera APS-C dan 35 mm.
 
Dari hasil pengujian lapangan, lensa makro baru milik Olympus tersebut juga menunjukkan performa yang memuaskan. Khususnya dalam hal ketajaman gambar. Contohnya, foto makro dengan obyek embun di samping ini. Foto yang diambil di f/5.6 memiliki tingkat ketajaman yang tinggi. 
 
Walaupun ukurannya kecil, optik dari lensa makro tersebut juga mampu menghasilkan eksposur yang sempurna. Gambar yang dihasilkan tidak menunjukan gejala vignetting, penurunan eksposur di pojok-pojok sama sekali. Selain itu, lensa tersebut juga menunjukkan memiliki kualitas coating yang baik dengan gejala flare-nya yang minim.  
 
Terakhir, untuk penggunaan secara normal, lensa M. Zuiko Digital ED 30mm f/3.5  Macro memiliki autofokus yang cepat. Namun, saat digunakan untuk memotret makro, di jarak fokus terdekat, sekitar 10 cm, kadang sistem autofokus pada E-PL8 masih terasa bekerja sedikit lambat. Apalagi, saat lensa tersebut digunakan pada situasi yang kontrasnya tidak terlalu kuat. 
 
Kesimpulan
Bagi pengguna pemula yang suka jalan-jalan, kamera mirorless dengan sistem sensor micro four third seperti Olympus PEN E-PL8 adalah pilihan yang masuk akal. Sistem kameranya memiliki keunggulan dengan bentuknya yang ringkas dan bobot yang ringan. Mudah dibawa, disimpan, nyaman untuk digunakan.Yang paling penting, dengan bentuknya yang kecil sistem micro four third masih mampu menghasilkan gambar dengan kualitas yang tinggi. Dengan lensa M. Zuiko, kamera seperti Olympus E-PL8 mampu menghasilkan gambar yang tajam. Lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dokumentasi perjalanan, dan juga dokumentasi kegiatan sehari-hari. 

Editor : Kama Adritya

You may also like:

Review Olympus EPL8

Olympus OM-D E-M1 Mark II: Andalan di Dunia 4K

Bocoran Olympus E-M1 MII

A6500: Mirrorless Terbaru Sony dengan AF Secepat Kilat
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy