30 December 2015 | 10530 view(s)
4 Lapis Wajib Infrastruktur IT Kota Cerdas

Penulis : Andra Nuryadi

CHIP.co.id – Pembangunan kota cerdas (smartcity) mutlak membutuhkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mengakomodasikan seluruh sistem beserta output-nya. Kebutuhan infrastruktur TIK itu sendiri yang akan mengaitkan antarsistem, baik perangkat keras maupun lunak. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, setidaknya prasarana yang diperlukan meliputi empat layer.

Keempat lapis ini saling berkaitan. Kata, Dr. Ir. Ismail MT, dari Kemenkominfo, antara lain;

 

#1. LAPIS 1 (INFRASTRUKTUR PASIF)

Lapis ini meliputi jaringan dan kelengkapannya. Antara lain menara/tower, generator, baterai, dark fiber, shaft kabel, ducting, pole, rack/colo, rumah kabel. Infrastruktur ini disediakan oleh penyedia jaringan kabel (termasuk serat optik), operator jaringan, pebisnis jaringan IT, pemilik gedung dan kawasan, developer., dll. Persoalan yang kerap dihadapi lebih kepada kebijakan penyediaan yang sektoral. Di lapangan seringkali muncul persoalan, penyedia jaringan kabel tak bisa menembus sebuah kawasan karena memiliki kebijakan sendiri. Tidak terintegrasi bahkan kadang tak memiliki visi yang seragam  untuk sama-sama membangun jaringan demi kepentingan bersama.

 

#2. LAPIS 2 (INFRASTRUKTUR LAYANAN JARINGAN)

Pada layer ini yang dimaksud adalah pemanfaatkan jaringan nirkabel baik yang disediakan oleh operator seluler maupun penyedia jaringan lainnya. Modanya antara lain 3G, HSDPA, 4G LTE, WiMax, Wi-Fi, TV/Radio Digital Broadcasting, DWDM, xDSL. Infrastruktur lapis ini yang menghubungkan ke pengguna atau warga. Masalah yang kerap terlihat antara lain ketidakstabilan bandwith, lambatnya kecepatan akses untuk download dan upload, masih adanya kawasan yang tidak ter-cover alias tidak merata, bahkan blankspot.

 

#3. LAPIS 3 (INFRASTRUKTUR JASA)

Di lapis ini meliputi antara lain fasilitas voice, VoIP, Voice over LTE, SMS, MMS, VPN, akses internet, Cloud, DNS, IX, hingga IPTV. Pemainnya tentu saja pemilik jaringan. Layanan ini sebagai bentuk transfer, pengiriman dan penerimaan data. Sekaligus sebagai sumber pendapatan bagi para operator.  Dibandingkan layer 1 dan 2, layer 3 relatif tidak memunculkan persoalan. Ini lantaran sangat terkait dengan bagusnya infrastruktur lapis 1 dan 2. Yang dibutuhkan sebenarnya lebih kepada tarif yang kompetitif dan tentu saja terjangkau, tentu tak ketinggalan soal keamanan.

 

#4. LAPIS 4 (INFRASTRUKTUR EKOSISTEM KONTEN)

Lapis terakhir ini lebih merupakan aplikasi baik mobile maupun web dengan user interface yang mudah dan nyaman diakses. Ekosistem yang diselenggarakan oleh start up pengembang maupun perusahaan raksasa OTT (Over the Top) seperti Google, Facebook, dll sebenarnya sudah melahirkan konsep smartcity. Misalnya, akses dari warga ke pemerintah melalui email, media sosial atau messenger. Tapi di luar itu juga amat dibutuhkan layanan berupa e-health, e-education, e-procurement, e-logistic, e-commerce, e-business, dan banyak lagi. Maka, ekosistem developer memang harus dibangun untuk memberi wadah terciptanya aplikasi-aplikasi  yang dibutuhkan.  (*)


You may also like:

Makassar Smart City

Ericsson Yakin Indonesia Akan Lewati Negara Maju di Bidang Smart City

ISCF 2016 @ Bandung

Tiga Hal Penting Kala Bangun Smart City
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy