Advertisement
11 October 2016 | 1470 view(s)
KLCSW 2016: Ancaman Cyber Finansial di Kawasan Asia Pasifik Meningkat

Penulis : Nur Hasanah

CHIP.co.id - Saat ini banyak organisasi dan individu yang sering melupakan faktor keamanan ketika mengadopsi teknologi baru. Ditambah lagi, makin maraknya penjahat cyber yang mengalihkan perhatian demi mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari sektor keuangan di negara-negara Asia-Pasifik yang berkembang pesat.

Untuk itu, pada gelaran Kaspersky Lab Cyber Security Weekend (KLCSW) untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang berlangsung pada 5 - 8 Oktober 2016 di Indonesia, Kaspersky mengingatkan prinsip-prinsip keamanan cyber yang akan membantu organisasi maupun perorangan agar tetap aman, khususnya mengenai ancaman keamanan finansial di dunia maya yang kian meningkat secara global dan mulai menembus wilayah APAC.

"Ancaman keuangan sangat bervariasi mulai dari penipuan online dan Trojan perbankan yang mempengaruhi PC, tablet serta smartphone, hingga ke serangan terhadap organisasi keuangan, ATM, bahkan pada point-of-sale terminals." kata Vitaly Kamluk, Director of Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab untuk APAC.

Berdasarkan Consumer Security Risks Survey 2016, yang dilakukan oleh B2B International dan Kaspersky Lab, menunjukkan bahwa 71% dari responden di Indonesia merasa khawatir terhadap penipuan online perbankan, 48% responden Indonesia mengatakan sering merasa khawatir akan rentannya  melakukan transaksi keuangan online.

"Spam, phishing, Trojan perbankan merupakan ancaman keuangan yang tersebar secara luas. Jadi pengguna harus lebih jeli terhadap halaman web palsu, e-mail tak terduga yang meminta informasi keuangan, serta mengamankan perangkat mobile jika ada transaksi diluar sepengetahuan mereka. Sementara organisasi perlu secara teratur memeriksa infrastruktur TI mereka, terutama komputer dimana transaksi keuangan dilakukan," jelas Vitaly Kamluk.

Trojan perbankan tetap menjadi salah satu ancaman online yang paling berbahaya. Mereka sering disebarkan melalui website penipuan atau yang telah dikompromikan dan e-mail spam dan, setelah menginfeksi pengguna kemudian mencuri informasi pribadi mereka, seperti rincian rekening bank, password, atau informasi kartu pembayaran.

Menurut data Kaspersky Security Network, di kuartal ketiga 2016 0,81% pengguna di Singapura mengalami Trojan perbankan (di kuartal kedua 2016, Singapura berada di 10 besar negara-negara di seluruh dunia dengan persentase pengguna yang mengalami Trojan perbankan (1,6%), diblokir oleh solusi perusahaan (dalam Q3 2015 Singapura menempati tempat kedua dalam 10 besar negara-negara di seluruh dunia dengan persentase pengguna mengalami Trojan perbankan (4,23%). Federasi Rusia dan Sri Lanka memiliki jumlah terbesar dari korban (di kuartal kedua 2016 Vietnam dan India memiliki jumlah terbesar dari korban).


You may also like:

Adknowledge Asia Mengakuisisi Divisi Komli Media Inc. di Asia Tenggara

Hati-hati, Trojan Svpeng Incar Pengguna Android!

Kaspersky Lab: Trojan Triada Berkedok Aplikasi Game Android

KLCSW 2016: Negara APAC Jadi Target Ransomware dan Serangan Cryptoware
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy