Advertisement
You are Here : Home > News > Op-Ed From The Magazine
03 March 2013 | 16980 view(s)
Bioskop Tanpa Antre

Penulis : Hermawan Sutanto

Jakarta, CHIP.co.id - Film Habibie-Ainun sukses besar. Begitu banyak lapisan masyarakat ingin menonton kisah cinta salah satu talenta terbaik bangsa ini. Antrean panjang terlihat di banyak bioskop akhir-akhir ini. Hal ini sangat kontras dengan kondisi bioskop-bioskop di belahan Amerika utara. Meskipun film Box Office seperti James Bond atau film animasi terbaik keluaran Pixar sedang diputar, tidak terlihat antrean di bioskop yang saya lihat di Washington State.

Ternyata, sebagian besar pembelian karcis sudah dilakukan online.  Para calon penonton  membeli tiket melalui fandango.com. Penonton membawa tiket yang sudah dicetak dari web dan waktu masuk gedung bioskop satu per satu setelah tiketnya di-scan dengan barcode reader. Pembelian di counter biasanya hanya dilakukan mereka yang ingin menonton tanpa perencanaan awal (walk-in).

Bioskop kita pun sebenarnya sudah memberikan opsi pembelian tiket online. Tetapi mengapa masih banyak antrean mengular? Baik 21 Cineplex maupun Blitz Megaplex sudah memberikan opsi pembelian tiket online dengan opsi memilih tempat duduk. Namun ternyata, tidak semua orang mau memilih opsi ini dan lebih rela mengantre 10-15 menit untuk membeli tiket film Box Office. Mengapa?

Apabila pembelian tiket bioskop  di fandango.com langsung menerima pembayaran kartu kredit, kartu debit, dan Paypal, 21 Cineplex maupun Blitz Megaplex masih menggunakan sistem member pra-bayar. Hal ini membuat konsumen harus menjalani proses mendaftar dan mengisi deposit sebelum bisa membeli tiket. Saat mengisi deposit pun membutuhkan beberapa langkah di ATM. Memberikan opsi pembayaran kartu kredit belum tentu menyelesaikan masalah karena tidak semua orang memiliki kartu kredit. Selain itu, ada ancaman fraud kartu kredit yang mungkin terjadi. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar pembeli tiket
bioskop di Indonesia bisa lebih nyaman?

Pembelian online adalah jawabannya. Namun apa saja yang perlu ditingkatkan agar lebih banyak penonton membeli online? Pertama adalah opsi bayar. Kartu kredit tetap dibutuhkan dan menambah opsi agar menjangkau lebih banyak orang sangatlah dimungkinkan. Jika risiko fraud yang ditakutkan, penggunaan payment gateway pihak ketiga seperti Doku bisa dipertimbangkan. Kehadiran BCA Klikpay dan Mandiri Clickpay juga bisa dimanfaatkan. Selain itu, pembelian dengan metode potong pulsa juga bisa dipertimbangkan. Jika pembelian aplikasi smartphone seperti di Nokia sudah bisa dilakukan dengan potong pulsa, bukan tidak mungkin membeli tiket bioskop di ponsel juga melalui potong pulsa. Tarif bioskop di daerah Jabodetabek yang mulai dari Rp25.000 sangat terjangkau oleh calon penonton. Mereka bisa mengisi pulsa senilai Rp25.000 untuk membeli tiket online dari ponsel.

Kedua adalah tambahan akses pembelian via ponsel melalui aplikasi. Kelebihan aplikasi dibandingkan SMS atau mobile web adalah integrasi layanan mulai dari pembelian, pemilihan kursi, hingga tiket elektronik. Sebaiknya, calon penonton tidak diwajibkan untuk mencetak tiket karena tidak semua orang memiliki printer. Dengan adanya aplikasi ini, sistem bisa mencetak tiket elektronik dengan barcode yang bisa ditampilkan di layar ponsel dan di-scan dengan barcode reader pada saat penonton masuk ke bioskop.

Baris kursi juga bisa diberi harga berbeda. Selama ini, orang berdesak-desakan dan mengantre karena ingin menghindari tempat duduk baris depan yang kurang nyaman untuk menonton.  Jika diberikan diskon untuk tempat duduk depan dan surcharge untuk tempat duduk paling belakang, antrean bisa diurai karena pasti ada orang yang mengejar tontonan hemat walaupun harus duduk agak depan dan pula orang yang mengejar kenyamanan duduk paling belakang walaupun harus membayar lebih.

Menonton adalah salah satu hiburan yang menyenangkan. Jangan sampai keletihan mengantre di jalan karena macet yang disambung dengan mengantre mendapatkan lahan parkir, berlanjut dengan mengantre di loket bioskop. Saya berbagi kicauan di @hermawansutanto. Saya tunggu komentar Anda. 

Penulis: Hermawan Sutanto, IT Marketeer


Editor : Insaf Albert Tarigan

comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy