You are Here : Home > News > Press Release Security
04 August 2016 | 3362 view(s)
Apakah Scanner Iris Mata dari Samsung Galaxy Note 7 Sudah Cukup Aman?

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id - Samsung akhirnya resmi memperkenalkan perangkat flagship terbarumereka, Samsung Galaxy Note 7, dan membekalinya dengan teknologi pemindai iris mata. Namun, sejauh manakah keamanan dari teknologi sensor biometrik ini. Menanggapi perihal keamanan teknologi yang mulai dipergunakan oleh banyak vendor teknologi, Principal Security Researcher, Kaspersky Lab – David Emm memberikan opininya :

“Pemberitaan bahwa teknologi terbaru iris scanner dari Samsung Galaxy Note 7 menandai langkah berikutnya dalam teknologi biometrik, di mana sekarang ini para vendor teknologi mengklaim bahwa sensor biometrik dapat meningkatkan baik itu dari sisi pengalaman dan keamanan dari pengguna perangkat mobile. Namun, pada kenyataannya adalah dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi biometrik maka akan muncul kebutuhan dari sisi keamanan yang lebih tinggi lagi.

Sebagai contoh, tidaklah sulit untuk mengkompromikan biometrik milik orang lain, seperti scan sidik jari dan iris mata,  bahkan hal tersebut dapat dilakukan dari jarak jauh. Sebuah spesialis biometrik dari Jerman Jan Krisller, yang menjadi terkenal dengan aksi peretasan Apple TouchID, baru-baru ini menemukan cara untuk menyalin iris dan sidik jari dari foto beresolusi tinggi.

Lebih lanjut, biometrik juga memiliki kebutuhan untuk mempertahankan basis data biometrik yang besar serta informasi pribadi dari pengguna. Oleh karena itu, setiap pelanggaran keamanan yang mengakibatkan kebocoran informasi ini bisa memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius daripada pencurian, misalnya, password: bagaimanapun juga, kita bisa mengubah password yang lemah, tetapi kita tidak bisa mengubah scan sidik jari atau iris yang berhasil dikompromikan.

Selama beberapa tahun ke depan kita hanya bisa menduga bahwa penggunaan teknologi biometrik ini akan semakin luas dan menjadi respon terhadap permasalahan keamanan yaitu penggunaan metode otentikasi yang ada saat ini - seperti bahaya yang melekat pada password yang lemah dan/atau re-cycle. Pada saat yang sama, kita juga berharap untuk melihat tren biometrik ini mengalami peningkatan - khususnya dalam pengembangan bio-hack.

Jelas, biometrik bukanlah obat mujarab bagi masalah keamanan. Pada akhirnya, otentikasi multi-faktor menjadi penting – artinya gunakan biometrik bersama dengan password atau cara lain untuk memverifikasi identitas Anda. Ini berarti menggabungkan lebih dari satu item baik itu sesuatu yang Anda tahu, sesuatu yang Anda miliki dan sesuatu yang ada pada diri Anda untuk memverifikasi identitas Anda.”


You may also like:

Samsung Indonesia Siap Rilis Keluarga Galaxy J Prime

7 Hal Isi Surat Soal Samsung Galaxy Note 7

Samsung W2017 Ponsel Lipat Harga Gila-gilaan

Samsung Gear Fit 2
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy