
CHIP.co.id - Kira-kira, apa yang akan membuat hati Anda bisa cepat tertarik saat menerima Samsung NX200 untuk pertama kalinya? Salah satu jawaban paling populer yang akan sering kita dengar mungkin resolusinya yang sangat besar. Dengan memasang sensorAPS-C beresolusi 20,3 Megapixel, Samsung NX200 memang akan dapat menarik perhatian dengan sangat mudah. Secara jelas, resolusi tinggi yang menjadi “gimmick” kamera ini meningkat secara signifikan dibanding NX100 yang masih 14,6 Megapixel.
Sejauh ini, kamera mirrorless yang menggunakan standar sensor APS-C baru Sony dan Samsung. Olympus, Panasonic, dan Nikon mengembangkan kamera dengan standar yang berbeda yang lebih kecil. Bagaimanapun pilihan standar sensor yang dilakukan Samsung memiliki potensi yang besar. Selain lebih leluasa mengembangkan resolusi yang makin besar, ukuran sensor memiliki pengaruh yang besar pada kualitas gambar.
Patut juga disadari, sensor yang besar membuat Samsung memiliki hambatan untuk menekan ukuran kamera. Walaupun dimensi bodi NX200 sudah lebih tipis dibanding NX100, ukuran lensanya tetap sulit dirancang ulang menjadi lebih kecil. Karena itu, saat bodi NX200 dipadukan dengan lensa kit 18-55 mm f/3.5-5.6 OIS, ukurannya masih cukup besar.
Dibanding lensa kamera mirrorless lainnya, lensa-lensa keluaran Samsung seajuh ini memang yang paling besar. Hal ini maklum karena Samsung mengimplementasikan teknologi Optical Image Stabilizer (OIS) pada lensa-lensanya. Sony yang juga menggunakan sensor APS-C menerapkan teknologi image stabilizer pada sensornya.
Kenyamanan Kamera
Kalau NX100 menggunakan plastik, bodi NX200 berbahan magnesiun yang solid dan kuat. Perubahan ini membuat citra NX200 sebagai kamera high-end langsung menguat. Namun, perubahan yang paling menyenangkan terletak pada rancangan grip pegangannya. Pada NX100, permukaan bodi plastiknya hampir tidak memiliki grip pegangan sama sekali. Konsekuensinya, pegangan kameranya menjadi sangat licin. Di kamera yang baru ini, grip pegangan dibuat lebih besar dengan permukaan yang sedikit bertekstur. Karena itu, pegangan jadi makin nyaman.
Dengan tetap menanam layar LCD 3,0 inci berteknologi AMOLED beresolusi 614.000 Pixel, memotret secara Live View secara mereview gambar pada NX200 juga terasa nyaman. Secara umum, mekanisme pengoperasian kamera ini terbilang mudah dilakukan karena ada dua tombol putar untuk pengaturan parameter kamera dan feature i-Function yang terintegrasi pada lensanya. Dengan menekan tombol i-Function yang terletak di bodi lensa, kita dapat mengaktifkan parameter penting kamera pada LCD untuk kemudian menagturnya dengan tombol putar yang ada di bodi kamera. Konsep ini sangat nyaman, saat kita mengoperasikan kamera dengan dua tangan.
Kecepatan 7 Frame per Detik
Saat mengetahui data teknis Samsung NX200, kecepatan yang ditawarkan kamera ini juga sangat menarik. Kamera yang tebalnya hanya 35 mm ini mampu merekam gambar secara kontinyu dengan kecepatan 7 frame per detik. Jauh di atas pendahulunya yang hanya berkecepatan 3 frame per detik.
Saat feature tersebut dicoba langsung, kecepatan tersebut memang mampu dijalankan Samsung NX200. Namun, kamera tersebut hanya mampu melakukan untuk 11 gambar saja. Kami kira, hal ini dikarenakan pengaruh resolusinya yang terlalu besar. Namun saat resolusinya diturunkan ke 10,1 Megapixel, kamera tersebut tetap hanya mampu merekam hingga 11 frame saja.
Penurunan resolusi hanya menjadikan recording time kamera menjadi sedikit lebih cepat. Recording time adalah waktu yang diperlukan untuk merekam semua data gambar ke kartu memori. Dalam hal ini, menggunakan NX200 terasa kurang nyaman karena untuk menyimpan data 11 frame beresolusi 20 Megapixel perlu waktu proses lebih dari 5 detik. Sebelum semua data tersebut tersimpan, kamera belum bisa dipakai lagi. Proses ekstra prosesor untuk mengolah data berkapasitas besar ini secara langsung membuat konsumsi baterai menjadi lebih besar. Karena itu, NX200 hanya bisa digunakan untuk sekitar 300 pemotretan.
Kalau Anda benar-benar ingin mendapatkan kecepatan kamera yang maksimal, disarankan untuk menggunakan mode Burst. Dengan mode tersebut, kamera dapat merekam gambar secara kontinyu hingga 30 frame. Hanya saja, di mode Burst secara otomatis NX200 bekerja di resolusi 5 Megapixel. Dalam hal ini, pengujian dilakukan dalam format JPEG. Keuntungannya, dengan resolusi tersebut recording time-nya menjadi lebih cepat.
Poin penting lain yang tidak boleh ketinggalan saat menguji kecepatan kamera adalah performa autofokusnya. Dari sejumlah percobaan yang kami lakukan selama tiga hari di lapangan, kecepatan autofokus kamera yang juga menggunakan teknologi contrast-detect AF ini masih memiliki sedikit kekurangan. Shutter lag-nya terasa kurang nyaman saat digunakan untuk merekam aksi dengan mode single shot. Padahal, aksi tersebut dilakukan di siang hari dengan kondisi kontras yang tinggi.
Untungnya, kelemahan tersebut ditutupi dengan adanya teknologi Smart Auto yang dilengkapi feature Face Detection yang bekerja dengan baik. Teknologi Face Detection yang dikembangkan Samsung mampu mengenali wajah dari arah samping dengan cepat, feature ini cukup sensitif. Hal ini mempermudah pengguna pemula saat menggunakan NX200.
Dynamic Range Mengesankan
Setelah mencoba lebih jauh kamera yang sudah dilengkapi dengan feature video beresolusi Full HD ini, kualitas gambar yang dihasilkannya patut dibanggakan. Saat di lapangan, tampilan warna di LCD secara default sedikit kekuningan-kuningan. Tapi, setelah gambar dilihat di monitor komputer warnanya akurat dan natural. Supaya tampilan LCD sesuai dengan warna aslinya, geser mode warna LCD sedikit ke warna biru. Pengaturan ini dapat dikakukan dengan masuk ke menu.
Hal lain yang mengesankan dari hasil NX200 adalah dynamic range-nya. Kami secara intens mencoba kamera ini di Taman Mini. Pengujian ini dilakukan di siang hari dalam kondisi berkontras tinggi. Walaupun demikian, detail yang mampu direkam di area shadow maupun highlight masih sangat baik.

Hasil Foto Menggunakan Samsung NX200
Performa baik NX200 masih berlanjut pada hasil pengujian noise-nya. Walaupun resolusinya sangat besar, Samsung berhasil menciptakan kamera dengan tingkatan noise yang rendah. Ini telah mematahkan perkiraan kami. Saat dicoba berulang-ulang di setiap tingkatan ISO, kesimpulannya mengesankan. Di ISO 3200, noise masih sangat sedikit. Di ISO 6400, gambar yang dihasikannya pun masih sangat baik. Noise baru meningkat drastis di ISO 12800. Namun, gambar yang diambil di ISO paling tinggi tersebut masih memiliki ketajaman gambar yang cukup baik.
Menjelajah lebih jauh, untuk langsung mendapatkan efek-efek unik NX200 juga memiliki feature 10 pilihan smart filter yang sangat menarik. Feature ini seperti Art Filter yang dikembangkan Olympus. Hanya ragam efeknya yang berbeda. Walaupun prosesnya sedikit lambat, menggunakan filter-filter tersebut tetap terasa menyenangkan. Kalau suka dengan gambar-gambar bergaya retro, pilihan Old Film 1 dan Old Film 2 sangat menggoda.

Penulis: Sri Sadono, CFVD
Sumber : CHIP Foto Video Digital 12/2011
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012