
CHIP.co.id - Bodinya langsung menarik perhatian kami begitu kiriman lensa ini sampai ke meja redaksi. Sebagai lensa fixed wide angle, ukuran Samyang 35 mm f/1.4 AS UMC terbilang besar dan panjang. Bahkan jauh lebih panjang dibanding lensa premium Canon EF 35 mm f/1.4L USM sekalipun. Tidak hanya itu, bobotnya juga terbilang cukup berat. Namun demikian, hal tersebut justru menunjukkan kalau materi bodinya solid dan berkualitas.
Pertanyaannya, apakah optik lensa ini juga sama bagusnya? Kalau tidak ada yang istimewa dengan optiknya, kita mungkin berpikir dua kali kalau harus menggunakan lensa dengan feature fokus manual seperti Samyang 35 mm f/1.4 AS UMC. Menggunakan lensa manual di era digital pastinya merepotkan.
Hal pertama yang membuat lensa ini istimewa adalah focal length-nya. Focal length 35 mm ideal untuk merekam apa saja. Bisa digunakan untuk pemotretan, landscape, arsitektur, dan bahkan portrait. Saat dipasang di DSLR bersensor APS-C, posisi lensa ini ekeuivalen dengan lensa normal 50 mm. Hanya saja, lensa 35 mm f/1.4 dengan feature autofokus umumnya cukup mahal. Karena itu, pemakaian lensa ini lebih populer di kalangan fotografer profesional.
Hal kedua yang membuat lensa ini sangat menarik adalah feature aperture besarnya. Aperture besar biasa digunakan fotografer profesional untuk membatasi ruang tajam pada foto portrait. Masalahnya, di aperture terbesar lensa umumnya memiliki kendala penurunan ketajaman.
Ketajaman Gambar Sempurna
Walaupun sedikit repot dengan fokus manualnya, usaha tersebut akan terbayar setelah kita mengetahui ketajaman lensa ini. Saat kami mengujinya untuk pemotretan portrait dengan menggunakan tripod, ketajaman gambarnya sangat mengesankan. Di f/1.4, ketajamannya memuaskan. Kita pun tidak perlu ragu membuat portrait dengan bukaan ini.
Ketajaman optimal lensa terdapat di f/8. Sampai f/11 pun ketajamannya masih sangat baik. Walaupun terjadi sedikit penurunan ketajaman, gambar yang diambil dengan f/22 masih terbilang baik. Secara umum, ketajaman gambar di hampir semua bukaan aperture sangat mengesankan. Yang perlu diperhatikan, perubahan bukaan aparture juga berpengaruh di viewfinder optiknya. Aperture dibuka semakin kecil, viewfinder jadi makin redup. Hal ini membuat kurang nyaman.
Untungnya, hal tersebut tidak berimbas pada kualitas gambar. Khususnya yang berkaitan dengan eksposur gambar. Dari serangkaian gambar yang didapat selama pengujian di lapangan, vignetting lensa ini terbilang minimal. Demikian juga dengan distorsi barrel dan chromatic aberration. Tidak signifikan.

Hasil Foto dengan Lensa Samyang 35mm f/1.4 AS UMC
Yang patut diperhatikan, saat digunakan di kondisi minim cahaya karakter warna yang dihasilkan lensa ini masih kurang konsisten. Di aperture besar dan kecil, warnanya cenderung kekuning-kuningan. Namun saat dipakai di f/5.6 - f/11, warnanya kembali akurat dan natural.

Penulis : Sri Sadono, CFVD
Sumber : CHIP Foto Video Digital 12/2011
Fujifilm X-Pro1, Kamera Mirrorless Terbaik di CES 2012
January 17, 2012
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012