
CHIP.co.id - Kali ini, CHIP akan membahas pengujian beberapa kamera saku teranyar keluaran beberapa vendor terkenal, yaitu Canon, Leica, Olympus, Lumix, dan Samsung. CHIP menyajikan rangkuman pengujian tersebut dalam bentuk yang ringkas dan padat agar lebih mudah untuk dipahami. Dengan demikian, Anda dapat menemukan informasi terpenting tentang sebuah kamera saku.
Dengan mempertimbangkan informasi ini, pilihlah kamera dengan hati-hati! Sebaiknya, Anda jangan terburu-buru! Bayangkan Anda sedang memilih seorang teman sejati yang akan selalu menemani ke mana saja Anda pergi. Kami yakin bahwa salah satu di antara kamera-kamera ini akan mampu memuaskan hati Anda. Selamat memilih!
Canon PowerShot SX150IS

Rentang Zoom Lebih Panjang
Canon menawarkan kamera compact dengan fungsi zoom lebih panjang, yakni Canon PowerShot SX150 IS. Kamera tersebut hadir di kelas entry-level dengan desain yang cukup menarik, serta pasokan energi menggunakan baterai AA.

Sebagai pendatang batu yang ditujukan untuk pemula, SX150 telah dilengkapi dengan peralatan dan feature yang baik. SX150 menawarkan kemudahan dalam penggunaan, dengan berbagai tombol mode di bagian atas bodi. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah melakukan pengaturan cepat ke semua mode pemotretan, termasuk scene mode dan beberapa filter, termasuk juga berbagai pengaturan manual. Di samping itu, terdapat juga feature “Discreet“ mode, yang mampu memotret tanpa suara dan flash. SX150 juga dilengkapi dengan lensa yang menawarkan 12x zoom mencakup rentang focal 28-336 mm. Hal yang cukup menarik lagi adalah sistem image stabilizer yang mampu berfungsi dengan baik, yang cukup memungkinkan untuk mengambil gambar dari jarak jauh dengan kualitas baik. Sementara itu, pada bagian belakang terdapat layar LCD 3.0 inci dengan resolusi 230.000 pixel.
PowerShot SX150 IS juga menawarkan feature video dengan kualitas HD 720p, juga sistem autofokus yang dapat bekerja secara terus menerus, serta dilengkapi dengan zoom yang halus.
Walaupun begitu, PowerShot SX150 IS memiliki sensor 14 Megapixel 1/2,3 Inci, menggunakan sensor CCD. Dengan sensor yang cukup besar, seharusnya kamera ini mampu menghasilkan gambar yang lebih baik, tapi sayangnya, noise sudah terlihat pada ISO 400.
Sementara itu, kinerja baterai sangat tergantung pada kelas baterai AA yang digunakan, pada umumnya sangat baik, dengan 220-780 gambar yang dapat dihasilkan.

Leica D-Lux 5

Hadir Lebih Compact, Tapi Mahal
Produsen kamera Leica, menawarkan sebuah kamera dengan bentuk yang lebih compact, untuk turut serta meramaikan kelas entry-level. Kamera tersebut hadir dengan nama Leica D-Lux 5, yang didesain sangat sederhana tanpa menghilangkan karakter Leica yang elegan dan klasik. Model baru ini, memiliki desain secara keseluruhan yang sangat mirip dengan Panasonic Lumix DMC-LX5, hanya saja Leica D-Lux 5 telah terintegrasi dengan Adobe Photoshop Lightroom sebagai software pendukungnya.

D-Lux 5 memiliki saklar terpisah pada lensa untuk menyesuaikan mode fokus, serta aspek rasio (1:1, 3:2, 4:3 dan 16:9) yang dapat diatur secara manual tergantung dengan kebutuhan penggunanya. Selain itu terdapat juga sebuah roda pengaturan untuk mempermudah dalam mengatur aperture maupun speed. Di bagian belakang bodi terdapat layar LCD 3,0 inci, dengan tampilan gambar yang besar serta warna yang renyah untuk dinikmati. Pada layar LCD tersebut, pengguna dapat melakukan pengaturan fasilitas white ballance hingga 100 Kelvin. Selain pengaturan speed dan diafragma secara manual, terdapat juga mode scene lebih dari 20 macam, serta sejumlah filter kreatif.
Tidak mau ketinggalan dari kamera compact lainnya, Leica D-Lux 5 juga menawarkan feature video dengan kualitas full HD (1080i). Saat video sedang merekam, auto fokus dan zoom dapat berfungsi dengan baik. Video direkam dan dapat menyimpan dalam format AVCHD Lite, QuickTime Motion JPEG.
D-Lux 5 didukung dengan sensor CCD 1 /1,63 inci yang mampu menghasilkan gambar besar, dengan resolusi sangat tinggi dan detail yang baik, bahkan noise cenderung rendah.
Dalam hal kecepatan, D-Lux 5 mampu memproses dua gambar dalam waktu 1,2 detik, dengan Shutter lag 0,42 detik pada sudut lebar dan 0,45 detik pada rentang tele. Sementara itu, baterai mampu merekam mulai dari 200 hingga 740 gambar per charge.

Olympus VR-310

Kamera Entry-level yang Tanggung
Olympus VR-310 merupakan terobosan baru dari Olympus untuk pasar entry-level dengan harga terjangkau. VR-310 memiliki banyak feature untuk membuat foto menjadi lebih menarik. Desain yang ditawarkan cukup menarik dengan pilihan warna yang ceria dan riang. Namun sayang sekali, bodi VR-310 yang cukup stylish itu hanya terbuat dari plastik.

Di satu sisi, peralatan pendukung VR-310, seperti lensa dengan kemampuan hingga 10x zoom, serta image stabilizer yang terintegrasi pada lensa mampu bekerja dengan cukup baik, dengan rentang terpanjang 240 mm.
Jika Anda mengamati dengan seksama, sekilas desain bodi VR-310 mirip seperti Canon SX150. Di bagian belakang terdapat layar LCD 3.0 inci dengan resolusi 230.000 pixel, dengan ketajaman yang cukup untuk sekedar melihat preview foto. VR-310 dilengkapi juga dengan 14 macam scene mode, yang terdiri dari fungsi panorama dan serangkaian filter yang menyenangkan, seperti fisheye dan landscape. Hanya saja menu navigasi serta proses pengolahan data yang terjadi agak sedikit lambat.
Olympus pun telah melengkapi VR-310 dengan video, walau hanya dengan kualitas HD 720p, tetapi feature videonya tersebut sudah dapat digunakan dengan baik, untuk fokus otomatis maupun sistem zoomnya.
Kamera ini menggunakan sensor CCD 1/2,3 inci, dengan 13,8 Megapixel pada kondisi yang optimal dalam nilai-nilai resolusi yang teratur. Hanya saja gambar di bagian tepi mengalami penurunan yang drastis, terutama pada ISO 400 ke atas, terutama noise yang terlihat jelas serta hilangnya detil gambar.
Untuk masalah shutter lag, VR-310 mampu memacu hingga 0,61 detik pada rentang wide, dan 0,79 detik di rentang tele. Sementara itu, baterai yang terintegrasi dalam VR-310 ini memiliki kinerja standar, dengan kemampuan rekam 110-330 gambar.

Fujifilm X-Pro1, Kamera Mirrorless Terbaik di CES 2012
January 17, 2012
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012