
Jakarta, CHIP.co.id - Memulai perkenalan Canon dengan DSLR camera video pertamanya di tahun 2008, Canon EOS 5D. Kali ini Canon kembali memanjakan kreatifitas tanpa batas para sineas Tanah Air dengan memperkenalkan camera recorder terbarunya, Canon EOS C300.
Saat diperkenalkan, di Epicentrum Walk (9/1), pt. Datascrip selaku distributor tunggal produk pencitraan digital ini menghadirkan Vincent Laforet, seorang sineas Hollywood yang sukses mensutradarai film pendek Mobius. Film Mobius yang menceritakan seorang fotografer di gurun pasir Mexico tersebut direkam secara maksimal menggunakan Canon EOS C300.
"Merekam film Mobius di atas Gurun merupakan tantangan tersendiri. Karena cuaca panas di gurun dan pasir yang bertebangan tidak berhenti, mengharuskan saya berpikir lebih bagaimana menangkap gambar sempurna. Tetapi untunglah dengan menggunakan Canon EOS C300, saya dengan mudah merekam film di atas gurun dengan baik dan tanpa editing yang banyak. Apalagi kamera video ini memiliki desain minimalis yang mudah digunakan untuk manuver berbagai sudut pengambilan gambar, sehingga tim kami dapat mengambil gambar yang istimewa," ungkap Vincent.

Camcorder Sinema Berpadu dengan Kehandalan Lensa Mount EF
Kinerja Canon EOS C300 terasa lebih handal karena kompatibel dengan lensa mount EF yang biasa digunakan pada kamera DSLR Canon EOS.
Dengan lensa Canon EF, pencahayaan perifer Canon C300 secara otomatis mengoreksi tingkat keredupan objek dengan karakeristik optik lensa dan iris, sehingga fungsi kontrol dilakukan langsung oleh kamera. Bagi para sineas, kekuatan lensa seperti ini bisa mengelaborasi sebuah scene, sehingga angle dan dimensi pengambilan gambar menjadi lebih kaya dan kreatif dalam menggugah sisi emosional penonton.
"Mayoritas proses produksi film layar lebar masih mengandalkan lensa PL berbagai merek. Dengan pilihan Canon EOS C300 yang menggunakan mount lensa EF, sineas dapat berkreasi dengan sudut dan dimensi pengambilan gambar yang begitu bervariasi seperti yang selama ini sering dilakukan dengan menggunakan fitur EOS Movie di kamera DLSR Canon. Namun untuk pengambilan scene umum dengan lensa PL, Canon EOS C300 juga hadir dengan pilihan mount lensa PL. langkah ini merupakan bentuk dari keseriusan Canon memasuki industri sinema," ujar Merry Harun - Canon Division Director, pt. Datascrip.
Canon EOS Cinema memiliki performa tangguh untuk memenuhi kebutuhan produksi industri film, karena didukung oleh sensor CMOS 8.29 megapixel dan tersedia dalam dua pillihan model mount lensa yang dikembangkan secara khusus untuk sistem video digital terbaik.
"Peralihan teknologi sinema ke arah digital dari segi input hingga output menuntut perangkat kamera video digital berkualitas tinggi dan fleksibel dengan hasil rekaman yang mudah diedit/diolah secara digital. Canon EOS C300 hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Media penyimpanan yang mudah diperoleh, format file yang gampang diolah, serta teknologi pencitraan terbaik di kelasnya menjadikan Canon EOS C300 incaran para sineas di seluruh dunia," jelas Sintara Wong - Marketing Manager Canon Image Communication Product Division, pt. Darascip.

Duo Teknologi Terbaik Canon EOS C300
Dilengkapi resolusi tinggi 8.3 Megapixel, EOS C300 sangat direkomendasikan sebagai kamera video konvensional untuk merekam gambar bergerak dengan sensitivitas tinggi dan noise yang minim. Kemampuan Canon EOS C300 dalam menghasilkan gambar detail dan tetap tajam, bahkan saat keadaan kurang cahaya sekalipun. Kemampuan ini didapatkan merupakan hasil kolaborasi dari sensor Super 35mm CMOS Sensor dan Prosesor DIGIV DV III sebagai teknologi baru yang dikembangkan khusus oleh Canon untuk motion picture.
Menggunakan codec movie MPEG-2 Full HD (MPEG2 4:2:2 @ HL compliant), EOS C300/300 PL mereproduksi warna yang kaya untuk kinerja resolusi tinggi. Keunggulan lain codec C300 adalah kemudahan saat proses paskaproduksi, karena sudah sesuai dengan standar paskaproduksi, karena sudah sesuai dengan standar ediing system pada umumnya (NLE-Non Linier Editing : FCP/Premiere/AVID/grass valley).
Color sampling 4:2:2 menjadikan penyempurnaan warna (color correction) saat editing terasa mudah, sehingga colorist yang bertanggung jawab memperindah tampilan sinematografi bisa lebih leluasa mengolah maeri video. 4:2:2 juga mendukung shooting dengan green screen lebih sempurna dan terlihat nyata. Selain itu, Canon EOS C300 menyimpan hasil video berkualitas tinggi dengan tingkat perekaman hingga 50 Mbps.
Video camcorder dan format rekaman file audio pada c300 mengadopsi sandar MXF (Material eXchange Format), format file open source yang cocok untuk sistem non-linier editing. EOS C300/C300 PL juga dilengkapi dengan dua slot kartu memori CF yang mudah diperoleh di mana-mana sehingga memungkinkan rekaman simultan data video untuk dua kartu CF.

Bodi Ringkas yang Siap untuk Beraksi
Mengapa Vincent Laforet sangat menyukai menggunakan Canon EOS C300 saat syuting film Mobius di atas gurun pasir, ternyata karena desain-bodi camcorder ini sangat ringkas dengan ukuran 133 (w) x 179 (h) x 171 (d) mm, memberikan kebebasan manuver luar biasa bagi pengguna untuk menembak dari segala sudut hingga sudut yang sulit dan paling menantang seperti dibawa menggunakan mini helikopter yang tidak dapat diambil dengan kamera besar.
Selain frame rate 59.41i, 50.00i 29.97P, 25.00P dan 23.98P, EOS C300/C300 PL juga memiliki fitur moda 24.00p yang memiliki kompatibilitas tinggi dengan alur kerja produksi film.
Fitur lain yang spektakuler adalah Fast-Motion Shooting yang merekam sampai dengan 60x kecepatan normal dan memutar dengan gerak lambat 1/2.5x. Frame rate antara 1 dan 60 frame per detik (fps) dapat diatur dengan pemindahan sedetail 1 fps.
Selain itu, pilihan Costum Image memberi kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan kualitas dan tampilan gambar. Dengan fitur ini, seorang sineas semakin mudah menghadirkan film yang sarat makna dan minim kata, misalnya saat menggambarkan sebuah adegan yang terjadi di masa lampau seperti yang terekam pada film Mobius.
Tayangan Video 3D Telah Hadir di YouTube
May 27, 2011
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012